Waktu saya lihat singkapan susunan batu kolom di bawah permukaan Gunung
Padang, ekspresinya sebaliknya,  saya benar-benar terkesiap karena posisi
horisontalnya (dan arahnya persis sama dengan yang terlihat di dinding situs
Teras 1 ke 2) menunjukkan jelas bukan insitu alamiah, tapi rapihnya
susunan....alamak LUARBIASA RAPIH SEPERTI BUATAN ALAM saja!  

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
[email protected]
Sent: 05 Mei 2013 6:04
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net] Kekar kolom

 


Kalau pernah lihat kolumnar joint di Devil Tower (natural) di Montana,Amrik,
kolumnar joint yang batuan beku natural ini persis man made padahal bukan. 

Sent from my BlackBerryR
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

  _____  

From: [email protected] 

Sender: <[email protected]> 

Date: Sat, 4 May 2013 18:19:27 +0000

To: [email protected] <mailto:[email protected]%[email protected]>
<[email protected]>

ReplyTo: [email protected] 

Subject: Re: [iagi-net] Kekar kolom

 

Terimakasih banyak Pak atas sharingnya,
Dalam kasus gunung padang ini jika di hipotesa kan sebagai man made (?)
alias "bukan" merupakan bentukan kerucut volkanik,
Apapun posisi columnar jointnya mungkin tetap akan di interpretasikan bukan
posisi alamiah Pak.
Semakin menarik dan menghibur diskusinya.

Best regards,

Gozali

Sent from my BlackBerryR smartphone powered by U Mobile

  _____  

From: yustinus yuwono <[email protected]> 

Sender: <[email protected]> 

Date: Sun, 5 May 2013 01:04:53 +0700

To: iagi-net<[email protected]>

ReplyTo: [email protected] 

Subject: [iagi-net] Kekar kolom

 

Rekan-rekan,

Ijinkan saya sharing, mudah2an bisa bermanfaat, terutama para geologiwan
muda yang bekerja di lapangan volkanik.

Ini ada contoh foto singkapan bagus yang dikirim seorang milis berupa
singkapan kekar kolom, ini saya attach.

 

Secara teoritis kekar kolom adalah kekar yang diakibatkan dari proses
pendinginan batuan beku, umumnya terjadi pada batuan beku ekstrusif maupun
intrusi hypabysal. Sumbu memanjang dari kekar kolom secara teoritis umumnya
tegak lurus atau hampir tegak lurus terhadap bidang kontak pendinginan.
Kalau sumbu memanjangnya vertikal, berarti bidang kontak pendinginan- nya
horisontal atau sebaliknya. Misalnya saja ada aliran lava yang cukup tebal
yang mengalir pada lembah dengan dinding yang tegak di kanan- kirinya. Maka
tidak mengherankan kalau pada unit lava flow ini akan terbentuk kekar kolom
yang berbeda- beda arahnya yang mengikuti hukum tegak lurus terhadap bidang
pendinginan. Bagian samping akan horisontal, bagian tengah/ bawah akan
vertikal. Begitu pula untuk volcanick neck, bagian atas/ pinggir berarah
horisontal, bagian tengah/bawah akan vertikal. Ini fenomena yang umum
dijumpai di volcanick terrain. Singkapan volcanick neck yang sering dijumpai
umumnya kekar kolomnya vertikal, karena bagian pinggir yang horisontal
biasanya sudah jatuh ke bawah, tinggal bagian tengahnya saja (yang kekar
kolomnya vertikal) yang masih resisten. Atau bisa juga erosinya sudah sangat
dalam, sehingga bagian kekar kolom yang horisontal sudah hilang tererosi,
tinggal bagian tengah/ bawah yang vertikal yang masih tersisa. Dyke dan sill
juga sering memperlihatkan struktur kekar kolom yang arahnya lebih sederhana
(hanya satu arah) dibandingkan pada neck dan lava flow.

Mungkin sharing singkat ini bisa bermanfaat.

Salam,

Yatno

 

Kirim email ke