Salam hormat,

Selamat malam rekan rekan IAGI, semoga sehat selalu.

Saya ingin bertanya mengenai hal dibawah ini yg kebetulan saya bertanya di 
forum geoteknik Indonesia.

Jika dilihat dari aspek geologi, tanah pasiran di dekat mudline dibawa sea 
water depth dan di kedalaman diatas bawah 30 m, proses pembentukannya seperti 
apa?

Bagaimankah schematika proses pelapukan dan strength batuan d ibawah laut ? 
Apakah sama dengan didaratan dimana semakin ke bawah , semakin fresh dan 
berbanding lurus dengan kekuatan batuannya?

Untuk pemboran eksplorasi geologist dan perminyakan di indonesia, biasanya 
diberapa meter bisa kita temui batuan fresh?

Mohon maaf jika ada yg kurang pas, saya hanya ingin belajar start dari 
bertanya. Guru kami dari FGI mengatakan dengan semakin sering kita bertanya, 
maka kita bisa menjadi expert tanpa memperoleh jawabannya.

Stay foolish and stay hungry,

Salam,,,,

Nardipta Pratama

------Original Message------
From: Nardipta
Sender: forum-geoteknik-indonesia
To: forum-geoteknik-indonesia
ReplyTo: forum-geoteknik-indonesia
Subject: [forum-geoteknik-indonesia] Tanah pasiran
Sent: May 2, 2013 1:12 PM

Salam hormat rekan 2x FGI,

Salam geoteknik, semoga rekan2x sehat selalu.
Saya ingin mengikuti saran dari Bang Hendra untuk ikut aktif bertanya di FGI 
ini.

Dengan bertanya, berarti kita tahu mana yg kita tidak paham atau yg perlu di 
luruskan supaya 1 pemahaman.

Saya ingin bertanya mengenai perbedaan konsistensi dan behaviour tanah pasiran 
pada umumnya di pada lapisan atas dan lapisan dalam pada pekerjaan di darat dan 
di laut.

Lapisan atas yg saya maksud adalah top soil pada onshore atau mudline pada 
offshore.

Yang saya dapat dari kawan2x saya, ada 2 versi.

Untuk di offshore, lapisan tanah dekat mudline kebanyakan medium dense dan 
bagian bawah (example 30 m. Lebih ) adalah loose.

Ada juga yg berpendapat sebaliknya.

Untuk tanah di pinggir pantai, ada yg berpendapat, jika lapisan pasir medium 
dense jika diberi air dan kita injak akan berderai menjadi loose. Dan untuk 
lapisan pasir yg loose jika diberi air akan makin berderai menjadi very loose.

Apakah analogi diatas dapat di aplikasikan pada tanah mudline dibawah laut?

Mohon pencerahannya dari rekan2x selalu, semoga kita diberi kesehatan dan 
perlindungan dari Tuhan.

Mohin maaf jika sebelum dan sekrg ini ada tulisan yg tidak berkenan.

Salam ,

Nardipta


Powered by Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/forum-geoteknik-indonesia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/forum-geoteknik-indonesia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kirim email ke