Dear All,

Sifat mekanika suatu batuan reservoir dipengaruhi oleh fraksi mineralogi,
fraksi zat organik, porositas , kandungan fluida.

Sifat mekanika dari mineral,  zat organik dan fluida dipengaruhi oleh sifat
kompresibelitasnya dan kemudahan meregang secara horizontal.

Yang disebut dengan kompresibelitas mineral adalah kemampuan suatu mineral
untuk mengalami perubahan volume jika diberikan tekanan didalam arah 3
dimenesi. misalnya kwarsa ditaruh didalam gelas kemudian gelas diisi oleh
air maka kwarsa tersebut akan mengalami perubahan volume sebagai akibat
dari tekanan air.

Kompresibelitas pada mineral didalam reservoir akan menguat kurang lebih
dengan urutan sebagai berikut:
1, kwarsa, ...., 2.mineral clay,....3.zat organik, 4.kerogen, 5.air,
6.minyak dan 7.gas
Kompresibelitas batuan secara fisik lebih mudah teramati, dan lebih mudah
dibayangkan  secara kawlitatif jika kita melihat rock sample.

Kompressibelitas adalah kebalikan dari Modulus Bulk, modukus bulk berati
kemampuan suatau mineral bertahan jika diberikan tekanan dalam 3 dimensi
dalam ruang.

Cepat rambat gelombang P didalam suatu mineral dapat dihitung dengan
menggunakan persamaa Vp=Akar2 (moduls Bulk+4/3 modulus geser)/ densitas,
cepat rambat gelombang pada suatu mineral akan meningkat jika modulus
bulknya meningkat alias kompressibelitasnya menurun.
Cepat rambat batuan akan menurun pada urutan sebagai berikut:
1.kwarsa, ...., 2.mineral clay,....3.zat organik, 4.kerogen, 5.air,
6.minyak dan 7.gas

Moduluis geser suatu mineral, secara sederhana dilapangan dapat
disederhanakan sebagai suatu mineral untuk meregang secara horizontal,
kemampuan meregang dari mineral adalah adalah dalam urutan sebahgai
berikut: 1. kerogen 2.clay mineral, 3. Kwarsa dan cepat rambat gelombang VS
akan menguat dalam urutan sbb:1. kerogen 2.clay mineral, 3. Kwarsa

Pada gas sand reservoir fraksi kwarsa dalam jumlah besar, porositas
 terkoneksi, porositas terisi gas; fraksi clay kecil mungkin hanaya sebagai
frame saja sehingga Vp rendah,VS menguat  , Poisson ratio menguat jika
dibandingkan dennga shale penutupnya.

Pad gas shale reservoir fraksi clay dalam jumlah besar, mempunyai porositas
akan tetapi tidak mempunyai permeabelitas, tidak mengandung fluida akan
tetapi mengandung kerogen, fraksi kwarsa dalam jumlah kecil sebagai
akibatnya akan mempunyai VP yang rendah, VS melemah, Poisson ratio melemah
jika dibandingkan dengan shale non reservoir diatasnya.

Berdasarkan perbedaan sifat mekanika pada Gas Sand Reservoir dan Gas Shale
Reservoir maka keduanya akan dapat dibedakan dari seismik responnya:
1. Pada bidang batas shale ke gas sand reservoir akan mempunyai koefisien
refleksi negative dan dengan amplituda menguat terhadap offset.
2. Pada bidang batas Shale ke Gas shale reservoir maka response seissmik
refleksinya negative dan amplituda melemah terhadap offset.

Perbedaan2 refleksi pada data seismik ini perlu dicermati untuk menentukan
traget fracturing pada gas shale.

Salam
Anggoro Dradjat

Kirim email ke