2015 - AFTA " Persiapkan SDM yg berkualitas untuk bersaing di Rumah sendiri!! "

Semoga IAGI dapat terus berkontribusi nyata dalam mempersiapkan SDM Geosaintis 
yg siap untuk bersaing di era global...


Maju IAGI!!!


Salam
Bhaskara Aji
-Forum Geosaintis Muda Indonesia-

AWAS INSINYUR ASING MENYERBU!
Ropesta Sitorus - Harian detik

Jakarta - Para insinyur Indonesia pantas cemas karena mungkin bakal mendapat 
pesaing dari negara tetangga. Apalagi dua tahun lagi Indonesia dan negara Asia 
Tenggara lain bakal masuk era Masyarakat Ekonomi Asean yang memungkinkan 
perpindahan pekerja jauh lebih mudah.

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia, Bobby Gafur Umar, mengatakan jumlah 
insinyur Indonesia masih jauh dari jumlah ideal yakni baru mencapai 600 ribu - 
700 ribu. Untuk mendukung proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan 
Pembangunan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan mencapai target 
pertumbuhan ekonomi, maka Indonesia masih kekurangan 1,2 juta orang insinyur.

"Kita masih kekurangan insinyur,” katanya. “Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 
6,8-7 persen, setidaknya kita masih butuh 1,2 juta insinyur sehingga bisa 
memenuhi jumlah ideal 2 juta insinyur," katanya kemarin. 

Ia mengatakan ancaman bagi insinyur lokal lebih berat setelah Masyarakat 
Ekonomi ASEAN efektif mulai tahun 2015. Ini, katanya, akan menjadi momok 
menakutkan apabila Indonesia tidak lebih matang mempersiapkan diri. 

Bobby mengatakan insinyur Indonesia saat ini pantas untuk cemas, karena negeri 
ini hampir pasti akan menjadi lahan empuk bagi para insinyur asing yang masih 
kalah banyak dibanding negara tetangga. "Menurut saya, buat para insinyur 
Indonesia, tidak mudah untuk menerima kenyataan ini,” katanya. “Tapi kita harus 
hadapi.”

Bobby melanjutkan yang paling dibutuhkan saat Ini adalah insinyur yang bisa 
mengelola sumber daya alam. "Indonesia kaya akan SDA tapi yang mengelolanya 
masih minim, insinyur teknologi dan elektronika memang juga diperlukan tapi 
tidak sebanyak kebutuhan akan insinyur pertanian dan perikanan," kata dia.

Senada, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengakui pertumbuhan insinyur di 
Indonesia per tahunnya amat rendah. Akibatnya, indeks pembangunan Indonesia 
juga lebih rendah, yaitu hanya berada di angka 0,60. Sedangkan Malaysia ada di 
angka 0,86 dan Thailand di angka 0,69.

Dalam 1 juta penduduk, jumlah insinyur di Indonesia hanya rata-rata 164 orang 
dari 1 juta penduduk. Sedangkan Malaysia mencapai 503 insinyur per 1 juta 
penduduk dan Singapura yang sebanyak 5.700 insiyur per 1 juta penduduk. "Ini 
berakibat pada peringkat efisiensi inovasi dan kesiapan teknologi untuk 
meningkatkan nilai tambah bangunan menjadi kurang bagus," kata Djoko.

Wakil Ketua Umum PII Hermanto Dardak mengatakan kekurangan ini juga didorong 
banyaknya insinyur tersebut tidak bekerja sesuai dengan latar belakang 
pendidikannya. Dari segi profesi, kebanyakan insinyur yang ada di tanah air 
masih terkonsentrasi di bidang sipil.

"Sebanyak 50 persen insinyur profesional adalah di bidang sipil yang membangun 
jalan, gedung dan jembatan. Karena itu insinyur profesional di bidang lain 
perlu ditingkatkan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak stagnan," kata dia.

Karena itu, kata Hermanto, pembentukan Rancangan Undang-Undang Keinsinyuran 
diharapkan bisa memicu ketertarikan para insinyur untuk meningkatkan kompetensi 
serta menekuni profesi sesuai latar belakang pendidikannya.

Ropesta Sitorus
Salam

Bhaskara Aji / Koko

Kirim email ke