Faktanya domistik market ngga bisa nyerap jeee terus gimana dong, maunya
sih begitu, sekarang domistik yg main paling pabrik dg skala yg tidak
terlalu besar. Yg paling besar kalo ngga salah Paiton. Mungkin ini saatnya
para pabrik bikin pembangkit listrik dg tenaga batubara. Apa lagi kalau mau
yg kalori 3000an pasti banyak yg jual.

Lah kok susah bikin Indonesia maju ya pak Ketum, apa kita yg banyak maunya

Mat hari Senen

Avi


On Mon, May 27, 2013 at 1:34 PM, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>wrote:

>  [image: Boxbe] <https://www.boxbe.com/overview> This message is eligible
> for Automatic Cleanup! ([email protected]) Add cleanup 
> rule<https://www.boxbe.com/popup?url=https%3A%2F%2Fwww.boxbe.com%2Fcleanup%3Ftoken%3D3g84M3RTuRXzhrJK%252BwvXJ4C72vbvSzumVGOK9a2IB6IVb%252F4RWaa%252BDmgDZyKWOFAkfurljQ48cAmtdJNzJUMq7R%252Fj741%252BU6l5mo4arK5R%252BVZPDrGt1l%252Fp5sGDHza6Vr4hdJT6H6XZI8s%253D%26key%3DFUbRRBNvEHdsjQn45lz%252FyohdS85xOMz9rpKCINrdfmc%253D&tc_serial=14235820914&tc_rand=758147617&utm_source=stf&utm_medium=email&utm_campaign=ANNO_CLEANUP_ADD&utm_content=001>|
>  More
> info<http://blog.boxbe.com/general/boxbe-automatic-cleanup?tc_serial=14235820914&tc_rand=758147617&utm_source=stf&utm_medium=email&utm_campaign=ANNO_CLEANUP_ADD&utm_content=001>
>
>  "Lebih baik kita fokus untuk mendorong penyerapan batu bara di pasar
> domestik daripada kita ekspor ke luar negeri dengan harga jual di bawah
> harga pasar".
> http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/120272
>
> Tekanan Kinerja Bakal Berlangsung Cukup Lama
> [image: Tekanan Kinerja Bakal Berlangsung Cukup Lama]
>  *Lebih baik kita fokus untuk mendorong penyerapan batu bara di pasar
> domestik daripada kita ekspor ke luar negeri dengan harga jual di bawah
> harga pasar.*
>
>  Pengamat energi menyatakan tekanan kinerja pada bidang usaha batu bara
> diperkirakan berlangsung cukup lama. Hal itu sangat disesalkan karena
> oversupply batu bara di China dan kurangnya peran pemerintah untuk
> membangkitkan daya serap batu bara di pasar domestik melatarbelakangi
> proyeksi kelangsungan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu
> bara.
>
> Kinerja emiten batu bara pada tahun ini akan terus tertekan hingga tiga
> tahun ke depan. Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Rovicky Dwi
> Putrohari, mengatakan fluktuasi harga batu bara yang tidak menentu masih
> akan mengancam kinerja keuangan perusahaan batu bara. Hal itu didasari atas
> berlebihnya pasokan batu bara di China, yang mengakibatkan adanya dumping
> dalam penjualan batu bara di tingkat internasional.
>
> Selain itu, Rovicky mengatakan India sebagai konsumen impor batu bara
> terbesar kedua di Asia menggunakan pasokan batu bara di negaranya sebagai
> stok yang akan digunakan pada momen yang tepat. "Sementara untuk produksi
> energi di negaranya, digunakan batu bara dari miliknya sendiri," tutur dia
> di Jakarta, kemarin.
>
> Lebih lanjut, dia menjelaskan perlu peran pemerintah untuk bisa mendorong
> perusahaan batu bara guna meningkatkan distribusi batu bara di pasar
> domestik sebagai salah satu solusi mengatasi lesunya fluktuasi harga batu
> bara di dunia. Konsumsi batu bara di pasar domestik masih kurang dari 20
> persen per tahun, padahal regulasi pemerintah jelas mengatur bahwa
> distribusi penjualan batu bara untuk pasar lokal minimal 20 persen, dan
> sisanya boleh didistribusikan untuk ekspor.
>
> Selain itu, Rovicky menuturkan langkah diversifikasi usaha di bidang
> pembangkit beberapa emiten batu bara, seperti Bukit Asam dan Adaro, sudah
> tepat. "Lebih baik kita fokus untuk mendorong penyerapan batu bara di pasar
> domestik daripada kita ekspor ke luar negeri dengan harga jual di bawah
> harga pasar. PLN memiliki harga beli batu bara hampir sama dengan harga
> batu bara dunia. Pertumbuhan pembangkit akan membangun geliat pertumbuhan
> perusahaan batu bara," tambah dia.
>
> Hal senada diungkapkan Guntur Tri Hariyanto, analis pasar modal. Dia
> mengungkapkan China adalah pabrik, sedangkan dunia adalah konsumennya. Di
> China, pasokan sudah berlebih. Hal itulah yang menyebabkan anjloknya harga
> batu bara karena tingkat konsumsinya tidak sejalan dengan produksi. Dia
> menambahkan peningkatan kinerja emiten batu bara belum bisa dirasa positif
> sampai dengan akhir tahun ini, namun hal ini akan mulai bergerak positif
> sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan meningkat pada awal
> 2014 mendatang.
>
> Guntur mengungkapkan perlu sinergi dari pemerintah dan emiten batu bara
> untuk dapat meningkatkan penyerapan batu bara di tingkat lokal karena
> dengan menggenjot penjualan batu bara di pasar dalam negeri, akan mendorong
> kinerja keuangan Perseroan dan ekonomi Indonesia. "Peran pemerintah untuk
> dapat menciptakan solusi pengolahan batu bara menjadi lebih baik," tambah
> dia. git/E-1*
> --
> "**Nasionalisme itu ekspresi perasaan ketika negaramu terpuruk"*
>
>

Kirim email ke