Saya sangat mendukung pemberantasan korupsi, terutama juga pembodohan.
Tapi Samad juga jangan ikut membodohi rakyat. Produksi minyak kita 900 000
barel sehari, ditambah gas kira2 1.5 juta setara minyak. Setahun kita
bulatkan saja 450 juta barel setara minyak.
Kalau harga minyak 100$/barel maka perolehan kotor sekitar 450 Trilliun
rupiah. Darimana angka bung Samad hingga ada potensi hilang 7200 trilliun.
Bahkan muncul angka potensi 20 000 trilliun.
Bang Samad tentunya tidak ikut bodo dan membodohi, kan ?
http://nasional.kompas.com/read/2013/09/07/1658214

Samad: Kita Ini Dibodohi Terus, Impor Itu Bohong

Kompas Nasional

JAKARTA, KOMPAS.com- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad
mengaku prihatin dengan banyaknya potensi pemasukannegara yang hilang
akibat kebijakan pemerintah yang tak jelas. Untuk itu, ia mengajak seluruh
elemen masyarakat untuk bersama-sama dengan KPK bergerak secara progresif
memberantas korupsi.

Saat memberikan materi di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan di
Hotel Ecopark, Ancol, Jakarta, Sabtu (7/9/2013), Samad menyoroti kebijakan
impor pangan yang ditempuh pemerintah. Dalam penelitian yang dilakukan KPK,
banyak kebijakan impor yang tak perlu dilakukan karena Indonesia memiliki
sumber daya alam yang jauh dari sekadar cukup.

"Kita ini dibodoh-bodohi terus, impor-impor itu bohong karena KPK sudah
memelajarinya," kata Samad.

Selain mengenai impor pangan yang tak jelas, Samad juga menyoroti lemahnya
regulasi untuk melindungi sumber daya energi Indonesia. Ia mengatakan, dari
45 blok minyak dan gas (migas) yang saat ini beroperasi di Indonesia,
sekitar 70 persen di antaranya dikuasai oleh kepemilikan asing. Kondisi
semakin parah karena banyak pengusaha tambang di Indonesia yang tak
membayar pajak dan royalti kepada negara.

Dalam perhitungan KPK, potensi pendapatan negara sebesar Rp 7.200 triliun
hilang setiap tahun karena penyelewengan tersebut. Bila ditotal, kata
Samad, pajak dan royalti yang dibayarkan dari blok migas, batubara, dan
nikel di setiap tahunnya dapat mencapai Rp 20.000 triliun. Namun,
pendapatan sebesar itu tergerus karena pemerintah tidak tegas dalam
regulasi dan kebijakan.

"Bila dibagi ke seluruh rakyat, maka pendapatan rakyat Indonesia per bulan
bisa mencapai Rp 20 juta," ujarnya.

Atas semua itu, dalam Rakernas PDI Perjuangan, ia mendorong agar pemerintah
menasionalisasikan semua blok migas dan potensi sumber daya alam yang kini
dikuasai oleh asing. Ia juga mendesak pemerintah memperketat izin pada
pengusaha tambang dan harus patuh pada pembayaran royalti serta pajak
menyusul adanya rencana membuka 144 sumur migas baru di Indonesia pada
2013. "Supaya tak ada lagi anak putus sekolah, supaya Indonesia kembali ke
kejayaannya," kata Samad.

Penulis: Indra Akuntono

Editor: Laksono Hari Wiwoho
©2013 PT. Kompas Cyber Media


Sent from my Windows Phone

----------------------------------------------------

Joint Convention Medan 2013 (JCM 2013)

The 38th HAGI and 42nd IAGI Annual Convention & Exhibition

Register Now! http://www.jcm2013.com/registration/

----------------------------------------------------

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact

----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti

----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

----------------------------------------------------

Kirim email ke