Sepanjang yg saya pantau ada beberapa akademisi yg telah melakukan penelitian 
potensi Rare earth element (REE) dan Rare mineral Indonesia, yaitu : 
* UGM (Dr. Lucas),
* ITB (Dr. Bambang Priadi dan Dr. Andri Subandrio),
* Unpad (Dr. Rosana Mega),
* Unhas (Dr. Adi Maulana)
* BATAN (khusus : U, Th)
* Bpk. Danny Z. Herman, M.Sc  (Praktisi, Ex-PSG Bdg
* dan Saya sendiri (Praktisi REE/Rare mineral)

Mungkin lebih baik beberapa akademisi diatas yg memprakarsai seminar/workshop 
ini (dibawah bendera MGEI/IAGI)

Salam,
Godang.s


Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Ade <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 5 Feb 2014 18:29:29 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: [email protected]<[email protected]>
Subject: RE: [economicgeology] FW: Tambang rare earth di indonesia

Pak Daru dan Pak Rovicky, jg rekan2 MGEI lainnya,
bagaimana kita lanjutkan rencana membuat seminar REE dan TE ini, sy blm dapat 
update
progressnya, silahkan Mas Lucas dan Mas Godang memprakarsai seminar ini.

Sy memang belum pernah melakukan eksplorasi REE, tetapi sy cukup familiar 
menganalisa REE dan Trace element (TE) lainnya, menggunakan berbagai 
metoda/instrument saat 2 tahun post doctoral di jepang (2001-2003).
1. Chemical separation (wet chemistry dgn berbagai resin dn filter)  trus 
dilanjutkan analisa pakai MC-ICP-MS bisa pakai solution maupun pakai laser 
ablation (samplenya dlm bentuk powder dan sayatan tipis/insitu).2. SEM-EDS/EPMA 
dgn sample mineral zircon dan monazite/xenotime insitu sekaligus menganalisa Th 
dn U
3. Cameca ims 3F dgn sample mineral insitu
4. TIMS dgn solution (mineral dan batuan insitu) 

walaupun sdh 10 tahun yg lalu, tetapi sy pikir msh update

Salam
Ade Kadarusman




To: [email protected]
CC: [email protected]
From: [email protected]
Date: Wed, 5 Feb 2014 15:13:53 +0700
Subject: Re: [economicgeology] FW: Tambang rare earth di indonesia














 

 



  


    
      
      
      
Betul kata Pak Daru, 
Kemarin siang IAGI-PERHAPI diundang Pak Dirjen Minerba salah satunya 
menyinggung REE ini. Di Indonesia yg secara geologi sangat UNIK ini 
diperkirakan mengandung berbagai macam rare earth element yang sangat 
diperlukan dalam alat-alat di dunia moderen. 


Just my 2c, Dibawah ini salah satu tulisan pendek di BBC, untuk apa saja REE 
ini :
What are 'rare earths' used for?

     
         
 
        
                
                        
        
        
                      "Rare
 earths" are a group of 17 chemically similar elements crucial to the 
manufacture of many hi-tech products. Despite their name, most are 
abundant in nature but are hazardous to extract. Most "rare earth" 
elements have uses in several different fields, as well as those listed 
below. 
  Neodymium
              This is used to make powerful magnets used in loudspeakers and
 computer hard drives to enable them to be smaller and more efficient. 
Magnets containing neodymium are also used in green technologies such as
 the manufacture of wind turbines and hybrid cars.

  Lanthanum
              This element is used in camera and telescope lenses. Compounds
 containing lanthanum are used extensively in carbon lighting 
applications, such as studio lighting and cinema projection.

  Cerium
              Used in catalytic converters in cars, enabling them to run at 
high temperatures and playing a crucial role in the chemical reactions 
in the converter. Lanthanum and cerium are also used in the process of 
refining crude oil. 

  
Praseodymium
              Used to create strong metals for use in aircraft engines. 
Praseodymium is also a component of a special sort of glass, used to 
make visors to protect welders and glassmakers.

  Gadolinium 
              Used in X-ray and MRI scanning systems, and also in television
 screens. Research is also being done into its possible use in 
developing more efficient refrigeration systems.

  Yttrium, terbium, europium
              Important in making televisions and computer screens and other
 devices that have visual displays as they are used in making materials 
that give off different colours. Europium is also used in making control
 rods in nuclear reactors.

        Source: British Geological Survey, Royal Society of Chemistry

--
"Tidak ada satu cara terbaik untuk menyelesaikan masalah bangsa. Tapi pasti ada 
satu langkah kemajuan bila anda ikut serta memperbaikinya".



2014-02-05 S. (Daru) Prihatmoko <[email protected]>:














 

 



  


    
      
      
      
Rekan2..
Ini tentang REE (lagi…)…adakah yg bisa bantu. Yang saya dengar, BATAN sedang 
melakukan pemboran (eksplorasi?) di Kalimantan, tapi tentunya untuk mineral 
radioaktif…

Sebagai info awal, kemarin bbrp pengurus IAGI/ MGEI dan Perhapi bertemu dengan 
Dirjen Minerba mendiskusikan ttg (rencana) Kebijakan Minerba Nasional dan Kode 
KCMI+CPI. Salah satu topik yg kita diskusikan dan menjadi concern Perhapi dan 
IAGI/ MGEI adalah REE ini yg harus masuk di dalam Kebijakan Minerba.

Salam,Daru

From:  oknovia susanti <[email protected]>
Reply-To:  oknovia susanti <[email protected]>

Date:  Wednesday, February 5, 2014 10:24 AM
To:  Sukmandaru Prihatmoko <[email protected]>

Cc:  "[email protected]" <[email protected]>, 
"[email protected]" <[email protected]>

Subject:  Tambang rare earth di indonesia


Bapak Daru dan bapak IAGI Ysh,
Mohon maaf bapak2 izinkan saya perkenalkan diri, nama saya Yanti, Mahasiswa S3 
Teknik Metalurgi UI. Dimana riset saya mengkaji tentang material implan dengan 
menggunakan salah satu unsur tanah jarang (Gd) yang dipadu dengan Mg.



Berdasarkan email bapak Lucas dibawah ini, dimana email itu sudah lama pada 
tahun 2010.Pertanyaan yang hampir sama, saya sangat berkeinginan untuk 
mendapatkan informasi tentang tambang tanah jarang di Indonesia, dimana saya 
membutuhkan attachment dan perkembangan yang terbaru tentang unsur2 tanah 
jarang di Indonesia sampai tahun 2013
 Demikian bapak2 yang saya hormati, mohon bantuannya . Terima Kasih yang tak 
terhingga saya ucapkan terlebih dahulu.


Mohon kalau ada kontak person yang bisa saya hubungi agar diskusi saya bisa 
intens.


Wassalam
Yanti


From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
On Behalf Of Lucas Setijadji
Sent: Tuesday, August 31, 2010 9:03 PM
To: 'mohammad syaiful'; 'IAGI Pusat'; [email protected]
Cc: 'nunuk sedyaningsih'; [email protected]
Subject: Re: [economicgeology] RE: tanya: deposit/tambang rare-earth metal di 
Indonesia [2 Attachments]

Inggih,Pak Ndaru saya bisa sharing sedikit tentang potensi REE di Indonesia, 
berdasarkan
hasil riset kami di UGM tahun 2008-2009 di P. Bangka-Belitung. Belum semuanya 
bisa saya sampaikan ke publik karena risetnya sebagian didanai pihakperusahaan, 
jadi masih tunggu waktu untuk publish semua data; tapi mudah-mudahandari 
penjelasan ini dapat diperoleh gambaran yang umum dan memadai.
Tentang arti pentingnya REE dan jenis-jenis deposit modelnya, silakan baca 2 
file ari USGS yang terlampir (sangat menarik dan cukup mudah dipahami). Sejauh 
ini keberadaan deposit di Indonesia belum ada data yang pasti, walaupun ada aya 
jumpai satu laporan penelitian di Badan Geologi (tahunnya lupa) tapi masih 
sangat umum. Ketika kami coba evaluasi jenis-jenis deposit yang bisa membawa EE 
dlm jumlah yg ekonomis, maka kesimpulannya ada dua tipe yang palingmungkin
dijumpai di Indonesia, dan benar seperti yang Pak Ndaru sampaikan, 
keduanyaberhubungan dengan S-Type granite, yang di Indonesia diketahui hadir 
(antaralain) di Bangka-Belitung. Jadi ketika kami mulai melakukan studi 
pootensiREE di Indonesia, maka yang paling mudah adalah diawali dari
Bangka-Belitung.keduatipe endapan REE yang paling mungkin itu adalah tipe 
placer deposit and weathering crust (semacam lateritik deposit). Batuan 
granitik Bangka-Belitungdiketahui
mirip dengan yang berada di sepanjang Semenanjung Malaysia danThailandyang 
membentuk deretan Granit Asia Tenggara. Di Perak (Malaysia) adabuktiproduksi 
REE dari mineral xenotime yang dipisahkan dari endapan timah lacer(Castor dan 
Hedrick, 2006). Karena endapan timah placer ini juga berlimpahdi Bangka dan 
Belitung, maka tentunya potensi REE di Bangka dan belitung
juga ada. Dalam endapan placer, REE berasosiasi dengan mineral berat khususnya
monazite dan xenotime. Problemnya dengan monazite adalah sifat radioaktifnya;
sampai 1960-an sebagian besar REE didapat dari monazite sands, tapi
sekarang sudah dilarang karena kadar radioactivitinya yang tinggi (Th). Jadi
sekarang dari placer deposit yang dapat diproses adalah xenotime-nya.   Selama 
di Bangka-Belitung, dari informasi banyak pihak, setahu saya belum ada produksi
REE yang resmi dari Indonesia. Misalnya, mineral-mineral berat selain assiterite
sebagai hasil sampingan dari pemisahan bijih cassiterite di PT Timah
(termasuk monasite dan xenotime) saat ini harus disimpan dalam bunker 
penyimpanan karena (infonya) mineral-mineral ini belum bisa diperjual belikan, 
dan
terutama untuk monasite untuk dipindah saja perlu ijin khusus dari pemerintah
(BATAN). Jadi masih banyak kendala untuk processingnya, karena erat berkaitan
dengan mineral radioaktif yang di Indonesia disebutkan satu-satunya embaga
yang boleh menangani adalah BATAN. tetapi ada juga info di kalangan pengusaha
di sana bahwa sebetulnya monasite telah diperdagangkan oleh beberapa pihak,tapi 
pastinya saya tidak tahu. Ya siapa tahu ada saudara kita yang jualan‘quartz 
sand’ ke Singapura atau Malaysia, ternyata di sana malah xenotime dan 
monasite-nya yang dipisahkan untuk diambil REE-nya. Yang jelas di Malaysia ada 
beberapa company yang punya expertise untuk mengambil REE darixenotimedan 
monazite. 
 Demiikian
info yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat. alam
dan selamat berkarya,  Lucas




    
     

    
    






  











    
     

    
    






                                          

Kirim email ke