Rekan2..

Ini tentang REE (lagiŠ)Šadakah yg bisa bantu. Yang saya dengar, BATAN sedang
melakukan pemboran (eksplorasi?) di Kalimantan, tapi tentunya untuk mineral
radioaktifŠ

Sebagai info awal, kemarin bbrp pengurus IAGI/ MGEI dan Perhapi bertemu
dengan Dirjen Minerba mendiskusikan ttg (rencana) Kebijakan Minerba Nasional
dan Kode KCMI+CPI. Salah satu topik yg kita diskusikan dan menjadi concern
Perhapi dan IAGI/ MGEI adalah REE ini yg harus masuk di dalam Kebijakan
Minerba.

Salam,
Daru

From:  oknovia susanti <[email protected]>
Reply-To:  oknovia susanti <[email protected]>
Date:  Wednesday, February 5, 2014 10:24 AM
To:  Sukmandaru Prihatmoko <[email protected]>
Cc:  "[email protected]" <[email protected]>,
"[email protected]" <[email protected]>
Subject:  Tambang rare earth di indonesia

Bapak Daru dan bapak IAGI Ysh,

Mohon maaf bapak2 izinkan saya perkenalkan diri, nama saya Yanti, Mahasiswa
S3 Teknik Metalurgi UI. Dimana riset saya mengkaji tentang material implan
dengan menggunakan salah satu unsur tanah jarang (Gd) yang dipadu dengan Mg.

Berdasarkan email bapak Lucas dibawah ini, dimana email itu sudah lama pada
tahun 2010.Pertanyaan yang hampir sama, saya sangat berkeinginan untuk
mendapatkan informasi tentang tambang tanah jarang di Indonesia, dimana saya
membutuhkan attachment dan perkembangan yang terbaru tentang unsur2 tanah
jarang di Indonesia sampai tahun 2013
 Demikian bapak2 yang saya hormati, mohon bantuannya . Terima Kasih yang tak
terhingga saya ucapkan terlebih dahulu.

Mohon kalau ada kontak person yang bisa saya hubungi agar diskusi saya bisa
intens.

Wassalam
Yanti


From: [email protected]
[mailto:[email protected]]
On Behalf Of Lucas Setijadji
Sent: Tuesday, August 31, 2010 9:03 PM
To: 'mohammad syaiful'; 'IAGI Pusat'; [email protected]
Cc: 'nunuk sedyaningsih'; [email protected]
Subject: Re: [economicgeology] RE: tanya: deposit/tambang rare-earth metal
di 
Indonesia [2 Attachments]

Inggih,Pak Ndaru saya bisa sharing sedikit tentang potensi REE di Indonesia,
berdasarkan
hasil riset kami di UGM tahun 2008-2009 di P. Bangka-Belitung. Belum
semuanya bisa saya sampaikan ke publik karena risetnya sebagian didanai
pihakperusahaan, jadi masih tunggu waktu untuk publish semua data; tapi
mudah-mudahandari penjelasan ini dapat diperoleh gambaran yang umum dan
memadai.
Tentang arti pentingnya REE dan jenis-jenis deposit modelnya, silakan baca 2
file ari USGS yang terlampir (sangat menarik dan cukup mudah dipahami).
Sejauh ini keberadaan deposit di Indonesia belum ada data yang pasti,
walaupun ada aya jumpai satu laporan penelitian di Badan Geologi (tahunnya
lupa) tapi masih sangat umum. Ketika kami coba evaluasi jenis-jenis deposit
yang bisa membawa EE dlm jumlah yg ekonomis, maka kesimpulannya ada dua tipe
yang palingmungkin
dijumpai di Indonesia, dan benar seperti yang Pak Ndaru sampaikan,
keduanyaberhubungan dengan S-Type granite, yang di Indonesia diketahui hadir
(antaralain) di Bangka-Belitung. Jadi ketika kami mulai melakukan studi
pootensiREE di Indonesia, maka yang paling mudah adalah diawali dari
Bangka-Belitung.keduatipe endapan REE yang paling mungkin itu adalah tipe
placer deposit and weathering crust (semacam lateritik deposit). Batuan
granitik Bangka-Belitungdiketahui
mirip dengan yang berada di sepanjang Semenanjung Malaysia danThailandyang
membentuk deretan Granit Asia Tenggara. Di Perak (Malaysia) adabuktiproduksi
REE dari mineral xenotime yang dipisahkan dari endapan timah lacer(Castor
dan Hedrick, 2006). Karena endapan timah placer ini juga berlimpahdi Bangka
dan Belitung, maka tentunya potensi REE di Bangka dan belitung
juga ada. Dalam endapan placer, REE berasosiasi dengan mineral berat
khususnya
monazite dan xenotime. Problemnya dengan monazite adalah sifat
radioaktifnya;
sampai 1960-an sebagian besar REE didapat dari monazite sands, tapi
sekarang sudah dilarang karena kadar radioactivitinya yang tinggi (Th). Jadi
sekarang dari placer deposit yang dapat diproses adalah xenotime-nya.
 Selama di Bangka-Belitung, dari informasi banyak pihak, setahu saya belum
ada produksi
REE yang resmi dari Indonesia. Misalnya, mineral-mineral berat selain
assiterite
sebagai hasil sampingan dari pemisahan bijih cassiterite di PT Timah
(termasuk monasite dan xenotime) saat ini harus disimpan dalam bunker
penyimpanan karena (infonya) mineral-mineral ini belum bisa diperjual
belikan, dan
terutama untuk monasite untuk dipindah saja perlu ijin khusus dari
pemerintah
(BATAN). Jadi masih banyak kendala untuk processingnya, karena erat
berkaitan
dengan mineral radioaktif yang di Indonesia disebutkan satu-satunya embaga
yang boleh menangani adalah BATAN. tetapi ada juga info di kalangan
pengusaha
di sana bahwa sebetulnya monasite telah diperdagangkan oleh beberapa
pihak,tapi pastinya saya tidak tahu. Ya siapa tahu ada saudara kita yang
jualanŒquartz sand¹ ke Singapura atau Malaysia, ternyata di sana malah
xenotime dan monasite-nya yang dipisahkan untuk diambil REE-nya. Yang jelas
di Malaysia ada beberapa company yang punya expertise untuk mengambil REE
darixenotimedan monazite.
 Demiikian
info yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat.
alam
dan selamat berkarya,
 Lucas




----------------------------------------------------

Siapkan waktu PIT IAGI ke-43

Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition

JAKARTA,15-18 September 2014

----------------------------------------------------

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact

----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti

----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

----------------------------------------------------

Kirim email ke