“Akhirnya PT. PLN & PT. Pertamina sepakati harga listrik panas bumi”

 

Apakah perlu berunding bertele-tele hingga Bpk Dahlan gebrak meja? Kedua 
perusahaan Pertamina dan PLN, adalah milik Negara.  Setelah meja digebrak masih 
harus minta restu/izin dari Menteri ESDM dan setelahnya verifikasi dari BPKP 
yang bisa beberapa bulan. Sebetulnya publik dan swasta tidak perduli siapa yang 
ingin diuntungkan Negara, Pertamina atau PLN. Keuntungan masuk satu kantong, 
keluar kantong lainnya. Publik hanya bertanya, mengapa urusan intern antar 
Department harus bertele-tele dan harus diexpose keluar?       

 

Bagi swasta yang akan mengelola Geothermal, yang penting adalah harga yang 
diberikan, yaitu antara 8.4-11 cent/kwh. Dikusi antara PLN dan Pertamina yang 
bertele-tele adalah karena Pertamina manganggap harga tsb. terlalu murah 
sedangkan PLN mengangap harga terlalu mahal. Pdahal Dewan Energy Nasional (dan 
juga Peraturan Preesiden) ingin geothermal digalakkan dan mentargetkan kenaikan 
energy Geothermal 4-6X tahun 2025, sesuatu yang sebetulnya mustahil. Geothermal 
seperti minyak memerlukan waktu 10-15 tahun dari eksplorasi sampai significant 
production. Hal ini seperti kalau kita minta supaya produksi minyak dinaikkan 4 
juta bbl/sehari pada tahun 2025?  

 

Harga uap tsb jauh dibawah impor BBM pemerintah. Harga uap tsb. jauh lebih 
rendah dari harga beli LNG dari Bontang ke Muara Karang. Harga uap tsb. diatas 
harga batubara hingga PLN prefer batubara dan selalu membandingkan dengan 
batubara karena harga jual listrik ke rakyat dipatok Pemerintah.  Dengan harga 
uap rendah tsb. geothermal swasta, sukar bergerak meskipun dilakukan dengan 
gebrakan dua tangan Dahlan. 

 

Yang mungkin bisa dengan harga uap rendah tsb. hanyalah Geothermal yang 
premium, yaitu yang H2S rendah, tidak ada scaling carbonate atau silicate, 
vapour dominated, dan dekat dengan cable aliran listrik. Ini merupakan 
exception dan tidak bisa dipakai sebagai patokan kalau ingin menaikkan produksi 
Geothermal sampai 4-6 X ditahun 2025.  

 

Salam,

 

HL Ong 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
[email protected]
Sent: Friday, 25 April 2014 10:06 AM
To: IAGI
Subject: [iagi-net] Go Geotermal Go ! [Pasca Dahlan 'Gebrak Meja', ]

 

Kamis, 24/04/2014 19:50 WIB


Pasca Dahlan 'Gebrak Meja', Akhirnya PLN dan Pertamina Sepakati Listrik Panas 
Bumi


Maikel Jefriando - detikFinance

Image removed by sender.

Jakarta - PT PLN (Persero) dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) akhirnya 
menandatangani Heads of Agreement (HoA) atau pokok perjanjian revisi harga uap 
dan listrik panas bumi. Kisaran harga dari 9 proyek yang disepakati adalah 8,4 
sen-11 sen per kWh.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Utama PLN Nur Pamudji dan Direktur 
Utama Rony Gunawan di kantor pusat PLN, Jakarta, Kamis (24/4/2014).

"Kita bersyukur sore ini berhasil tanda tangan pokok perjanjian untuk harga 
jual beli uap dan listrik dari panas bumi," kata Nur Pamudji dalam sambutannya.

HOA ini adalah tahap awal sebelum perjanjian ini disepakati secara keseluruhan. 
HOA akan diusulkan ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik 
dan secara bersamaan akan diverifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan 
Pembangunan (BPKP).

"Untuk menjadi PPA perlu restu KESDM. Senin sudah sampai ke ESDM dan minta 
verifikasi ke BPKP," sebutnya.

Prosesnya diharapkan hanya berlangsung selama dua bulan dan tahun ini. Memang 
dalam verifikasi perjanjian ada kemungkinan terjadinya revisi harga. Namun 
tidak akan berubah terlalu signifikan.

"Dalam 2 bulan bisa selesai. Untuk itu PGE dan PLN berkunjung untuk BPKP 
menjelskan ini. Mudah-mudahan menterinya juga setuju dan langsung kita ke PPA," 
jelasnya.

Berikut adalah rincian proyek :

1.      PJBU : Sungai Penuh Unit I dan II 2x55 MW (hulu) - 2022
2.      PJBU : Hululais Unit I dan II 2x55 MW (hulu) - 2019
3.      PJBL : Kotamobagu Unit I, II, III dan IV 4x20MW (hilir) - 2024
4.      PJBL : Lumut Badai Unit I dan II 2x55 MW - 2017
5.      PJBL : Lumut Badai III dan IV - 2022
6.      PJBL : Ulubelu Unit III dan IV - 2x55 MW - 2016
7.      PJBL : Kamojang Unit V 1x30 MW - 2015
8.      PJBL : Karaha 1x30 MW - 2017
9.      PJBL : Lahendong Unit V dan VI 2x20 MW - 2017

v Seperti diketahui, pada Kamis 10 April 2014, Menteri BUMN Dahlan Iskan 
<http://finance.detik.com/read/2014/04/17/113400/2558013/1034/ini-buntut-dahlan-iskan-gebrak-meja-saat-rapat-pertamina-dan-pln>
 marah besar saat rapat dengan direksi Pertamina dan PLN, ketika membahas 
kesepakatan harga pembelian listrik panas bumi (geothermal). Dahlan sempat 
memberi ultimatum kepada direksi kedua BUMN ini agar segera diperoleh 
kesepakatan minggu ini. Bila tidak ada sanksi yang bakal dikenakan.

--

 


----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

=


----------------------------------------------------

Siapkan waktu PIT IAGI ke-43

Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition

JAKARTA,15-18 September 2014

----------------------------------------------------

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact

----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti

----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

----------------------------------------------------

Kirim email ke