Pak Ismail,

Maaf menjawab terlambat.

Anda menanyakan statement saya: "Orang Indonesia yang pengalmannya segudang,
tidak banyak yang ditarik untuk membantu servis companies". Ini adalah
kenyataan. Penyebabnya tidak lain adalah kita sendiri. Kita kurang
menghargai orang kita.  

Kecuali modal besar lewat Penanaman Modal asing (PMA), semua perusahaan
servis asing yang ingin berusaha di Indonesia diharuskan lewat agen di
Indonesia. Perusahaan asing ada kalanya menunjuk beberapa agen di Indonesia
karena jenis produk yang berlainan. Mereka juga bisa gonta-ganti setiap saat
dan memilih yang menguntungkan baginya. Agen di Indonesia diadu untuk
memberikan harga yang paling murah, dengan cara apapun.  

Karena bukan agen tunggal, Agent Indonesia tidak peduli untuk mengembangkan
produknya. Tidak ada transfer of technology. Agen Indonesia tidak perlu
mempunyai tenaga ahli. Keagenan hanya formalitas untuk bisa ikut tender.
Perusahaan travel bisa agen dari consultant, law firm bisa jadi agen
drilling company, dll.

Sekarang ini tiap perusahaan asing bisa ke Indonesia atau  berpameran di
Indonesia dan diperbolehkan untuk menawarkan produknya langsung ke K3S.
Karena rumitnya sistim tender, beberapa K3S eksplorasi, membeli langsung
meskipun nantinya tidak cost recover. Alasan simple. Waktu antara eksplorasi
sampai produksi sekitar 15 tahun. Kalau dihitung NPV-nya sangat kecil.
Sedangkan Probability of Success untuk NFW (Wild cat) hanya 10-20%, hingga
kemungkinan besar tidak perlu ada cost recovery. Selain itu, kalau
barang/jasa bisa dijual langsung,  harganya jauh lebih murah,20-35%, karena
tanpa pajak maupun PPN.      

Kita harus kembali ke jaman 80-an dimana semua penjualan harus lewat Agen
Tunggal. Kecuali PMA, keberadaan orang asing di Indonesia terbatas pada ahli
teknik saja. Mereka tidak boleh ber-bisness di Indonesia. Memberikan harga
dan quotation berarti melakukan business dan untuk ini mereka kena ancaman
pajak Indonesia yang menganut pada worldwide income. Hal ini masuk akal
karena kalau terjadi kekeliruan ataupun dispute, yang menjadi tanggung
jawab, termasuk perpajakan, adalah orang-orang Indonesia yang namanya
tercantum dalam akte notaris.               

Dengan prinsip keagenan tunggal, Agen Indonesia merasa dihargai. 

Dengan adanya keagenan tunggal, servis companies akan mencari/memilih agent
yang bisa dipercaya, mengetahui produknya, dan mengetahui pasarnya. Ke-tiga
persaratan diatas diperoleh dari orang2 Indonesia yang berpengalaman
termasuk umur pensiun, sekitar 55 tahun. Zaman sekarang umur demikian
terlalu muda untuk pensiun. Sayang pengalaman dan pengetahuannya selama 30
tahun bekerja terbuang begitu saja.    

Kalau Anda keliling pameran IPA minggu depan, Anda akan melihat bahwa banyak
perusahaan asing melakukan exhibition tanpa adanya orang Indonesia yang
berpengalaman dan tanpa mencantumkan nama PT Indonesia. Mereka tidak
mencantumkan  karena mereka punya beberapa agent. Mereka tidak mencantumkan
karena adakalanya mereka bisa jualan langsung.  

Sekarang ini, untuk mendapatkan cost recovery, barang/jasa yang ingin dijual
ke K3S harus lewat tender dan mengikuti prosedur tender, PTK007, yang tiap
tahun disempurnakan.  Untuk menjadi rekanan tender diperlukan pendirian PT
dan sekitar 15 perizinan yang perlu diperpanjang setiap tahun. Selain itu
pengikut tender perlu mengikuti kursus intensif 5 hari penuh dan lulus ujian
yang tidak mudah. Untuk memenuhi ini semuanya diperlukan waktu sekitar 6-12
bulan. Bagi golongan ekonomi lemah, termasuk individu dan pensiunan,
mustahil untuk bisa ikut tender yang demikian rumitnya meskipun pengalman
dan pengetahuannya segudang.     

Salam,

Hl Ong
------------------------    

  

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
[email protected]
Sent: Wednesday, May 7, 2014 10:10 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net] Indonesia restricts foreign investment in oil
services industry

Selamat Pak Ong , Geoservice telah menjadi suatu perusahaan
jasa Nasional yg cukup dikenal dan disegani, bahkan sdh beranak
pinak menjadi babarapa perusahan bergerak di berbagai bidang.
Statmen Pak Ong " Orang Indonesia yang pensiun yang
pengalamannya segudang, tidak  banyak yang ditarik untuk
membantu servis companies."
kira kira apa ya Pak kok tidak banyak yg tertarik spt Bapak
terjun di Service Kampeny. padahal Ilmunya sdh pada mumpuni ,
mungkin juga yg belum pensiunpun jarang yg masuk bidang ini (
industri jasa )  , padahal pasarnya cukup besar.
kalau kita lihat Investasi disektor Migas ini pertahun sdh
mencapai 28 Milyar $ , kalau 5 % saja di bidang  jasa maka
sudah 1,4 Milyar $ atau lebih 15 Triliun Rp, ini kan Kue yang
sangat besar untuk dibagi bagi diantara para pemain sektor ini.
belum di sektor Minerba dan Geothermal.

salam


Ismail






> Teman2 IAGI,
>
>
>
> Pertanyaan Pak Witan: "Kita kan bukan bangsa tempe?" Dan
> tantangan dari Ketua IAGI ''Sampai dimana kedewasaan servis
> companies Indonesia".
>
>
>
> Memang keadaan servis companies kita kurang maju kalau
> dilihat bahwa Indonesia telah berproduksi minyak lebih dari
> 125 tahun dibandingkan Australia, Norway, UK, Belanda, dll.
> yang baru mulai tahun 70-an. Kita tinggal melihat IPA
> exhibition. Stand yang mencantumkan nama PT didepan jarang.
> Kebanyakan dikuasai perusahaan asing. Perusahaan Indonesia
> dan orang Indonesia sebagai embel-embel saja. Orang
> Indonesia yang pensiun yang pengalamannya segudang, tidak
> banyak yang ditarik untuk membantu servis companies.
>
>
>
> Karena disebut nama PT Geoservices, maka saya ingin
> mengemukakan berapa pendapat sekalian promosi.
>
>
>
> Kontribusi Geoservices cukup besar dalam ikut membangun
> dunia perminyakan dan minerba dibidang geologi di Indonesia.
>
>
>
> Geoservices didirikan 1971 berdua, saya dan teman sejawat
> saya dari Tambang/Mertalurgi, Durban L. Ardjo. Kita
> berkenalan tahun 1957  sebelum kenal istri. Kita kuliah di
> ITB dan mengambil pelajaran yang sama seperti Kristalografi
> dan Mineralogi. Sekarang Durban adalah Pres.Dir Geoservices.
> Saya tetap mengajar di Alma Mater.
>
>
>
> PT Geoservices sekarang operasikan Geolgogical Laboratorium
> yang menerapkan  analsia geologi tradisional seperti nano,
> forams, pollen, petrography carbonate dan silicate,
> geochemistry,  routine core analysis, special core analysis
> dan PVT, dan pekerjaan testing untuk EOR. Peralatan kita
> terus bertambah. Tahun yang lalu kita tambah microscope
> untuk VR yang termodern di Australasia sampai sekarang. Xray
> diffraction juga kita pakai untuk batuan maupun analisa mud.
> Tahun ini telah selesai membangun CBM laboratorium. Sekarang
> sedang memasang ESM.
>
>
>
> Mineral lab kita, baik chemical analysis maupun
> metalurgical,  juga dapat dibanggakan dan hampir semua
> analisa dapat kita lakukan in-house. MIneral lab. kita
> beroperasi dari Jakarta dengan sample preparation di
> pelosok2. Kita menerima samples dari luar Negeri termasuk
> Australia.
>
>
>
> Geoservices sekarang beroperasi 38 coal laboratories.
> Tigapuluh di Kalimantan Timur, Tengah dan Selatan , termasuk
> tujuh dedicated mining lab. Di Sumatra kita ada 5 lab. dan
> di Jawa tiga lab. Tiap bulan kita melakukan superintending
> dan melayani 250-300 kapal untuk ekspor batubara.
>
>
>
> Geoservices mungkin merupakan perusahaan swasta tebesar
> non-seismik geophysics terutama untuk mining geophysics
> dengan peralatan Gravity meter (5), Magnetometer (7),
> Resistivty (3), IP (5), CSAMT dan MT (2). Kita maintain
> pesawat terbang di Indonesia untuk melakukan aeromagnetics
> dan aerogravity.
>
>
>
> Geoservices juga sudah 20 tahun bergerak di core drilling,
> terutama untuk batubara dan minerals. Juga kita operasikan 3
> units slim hole logging.
>
>
>
> Dibidang engineering kita bergerak dibidang construction
> termasuk offhore platform maintanance. Anak perusahaan kami,
> PT Triguna Jaya, bergerak dibidang pemasangan pipa untuk
> industri perminyakan.
>
>
>
> Kita juga perwakilan dari beberapa perusahaan asing dibidang
> software, directional drilling, special geochemical sampling
> and analysis, well flow, downhole meter and gauges, dsb.
>
>
>
> Selain geological services anak perusahaan kami PT Bahtera
> Niaga Indonesia bergerak dalam perkapalan. Kita punya 30
> kapal  berbendera Indonesia dan semuanya bergerak untuk
> membantu offshore petroleum industri Indonesia. Salah satu
> kapal modern kita adah DP2 yang adalah satu-satunya di
> Indonesia untuk pemakaian dilaut dalam. Beberapa kapal kita
> bekerja di luar negari.
>
>
>
> Dengan semaraknya pemakaian gas di Indonesia, anak
> perusahaan, PT Indotimex, sedang membesarkan usahanya dengan
> membangun pabrik untuk membuat special gases, pertama di
> Indonesia.
>
>
>
> PT Geoservices dengan senang akan invest dibidang apa saja
> yang bergerak di bidang oil and gas dan mineral di
> Indonesia. Namun dalam keadaan sekarang, terlalu banyak
> peraturan dan kebijakan baru yang bersimpang siur tanpa
> memperhatikan perkembangan dunia luar.
>
>
>
> Salam,
>
>
>
> HL Ong
>
>
>
>
>
>
>
> From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
> Behalf Of [email protected] Sent: Monday, May 5, 2014 8:39
> PM
> To: IAGI
> Subject: Re: [iagi-net] Indonesia restricts foreign
> investment in oil services industry
>
>
>
> Pertanyaan Pak Witan ini kan mirip bagaimana strategi dalam
> "mendidik anak" atau bisa juga tujuan "subsidi", yaitu
> dinamikanya dalam membesarkan anak mulai sejak "menghidupi",
> "membantu" dan "mendidik" serta akhirnya "menantang".
>
> Apabila industri service ini masih belum ada (belum lahir)
> tentunya harus dihidupi, bahkan disuapi. Tetapi ketika sudah
> mulai bisa berjalan sendiri ya dibantu untuk berlari, ketika
> sudah mampu berjalan sendiri harus dididik untuk bertahan
> dari "serangan" dan persaingan. Sedangkan bila sudah dewasa
> maka industri ini harus ditantang supaya terus berinovasi
> dan berkreasi.
>
> Jadi pertanyaan selanjutnya adalah .. Sampai dimana atau
> seberapa dewasa Industri Services ini di Indonesia sekarang
> ? bagaimana maturity Geoservices, Lemigas, Elnusa dll ?
>
> RDP
>
>
>
>
> --
>
> "Saya akan mengikuti pemimpin yang menebar sikap optimis,
> bukan yang menguak fakta negatip yang merusak semangat  !".
>
>
>
> On Tue, May 6, 2014 at 8:18 AM, <[email protected]> wrote:
>
> Kenapa musti ada pembatasan2. Rasanya kurang mendidik bangsa
> sendiri untuk bersaing keras dgn pengusaha2 asing. Anjurkan
> pengusaha2
> Indonesia bekerja lebih profesional dan pasang harga yg
> kompetitif , pasti banyak yg pakai.
> Kita kan bukan bangsa Tempe.....
>
> Wass
> Witan
>
> Sent from my iPhone
>
>
>> On May 6, 2014, at 8:12 AM, "[email protected]"
>> <[email protected]> wrote:
>>
>> Setuju. Barangkali sebaiknya "restricting" di sini
>> dimengerti sebagai "membatasi" saja, bukan pelarangan.
>> Sehingga perlu ada pengaturan lanjutan untuk menentukan
>> bagian2 yang diperbolehkan dan yang dibatasi.
>>
>> Thanks. Iman
>>
>> -----Original Message-----
>> From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
>> Behalf Of [email protected] Sent: Tuesday, May 06, 2014
>> 8:05 AM
>> To: IAGI
>> Subject: [iagi-net] Indonesia restricts foreign investment
>> in oil services industry
>>
>> Ada berita menarik ttg restriksi, menurut hemat saya, bukan
>> larangan (restricted) tetapi pengaturan (regulated) lebih
>> tepatnya pada industri migas services di dalam NKRI. Disatu
>> sisi tentunya bagus untuk meningkatkan dan merangsang
>> industri di dalam negeri, semestinya disambut positip oleh
>> indutriawan DN yang memang bener-bener ingin mengembangkan
>> bukan hanya sekedar broker.
>>
>> Dalam dunia pertambangan regulasi pelarangan ekport bijih,
>> pada awal tahun ini, cukup mengundang protest dari kalangan
>> undustri (investor). Saya inipun akan menuai hal yang sama.
>> Perlu dikalkulasi juga, sebenernya seberapa besar sih
>> dampak pada perolehan/belanja APBN ?
>>
>> rdp
>> ---
>> Indonesia restricts foreign investment in oil services
>> industry Mon May 5, 2014 6:32am EDT * New rules not to
>> impact projects already underway
>> * Could take as long as 5 years to fully implement
>> * Halliburton, McDermott, China Oilfield among firms
>> operating in country
>>
>> By Wilda Asmarini and Randy Fabi
>>
>> JAKARTA, May 5 (Reuters) - Indonesia has introduced new
>> regulations restricting foreign investment in drilling,
>> maintenance and construction in the oil industry, in an
>> effort to give domestic firms an opportunity to better
>> compete, government officials confirmed on Monday.
>>
>> The nationalistic policies were introduced as part of a
>> major overhaul to foreign investment rules, which President
>> Susilo Bambang Yudhoyono on Friday said was a way to
>> attract overseas investors.
>>
>> In a 100-page document released late on Friday, it eased
>> foreign investment regulations for several industries
>> including pharmaceuticals, large power plants and
>> advertising.
>>
>> But it also introduced limits for foreign ownership of oil
>> platforms, pipelines, maintenance companies, drilling firms
>> and storage.
>>
>> "It is a priority of national interest to increase
>> competitiveness in these industries and to allow national
>> investors (to play a role)," Farah Indriani, deputy
>> chairwoman of investment climate and development, told
>> Reuters.
>>
>> The mining ministry said the new rules would not impact
>> projects already underway and could take as long as five
>> years to fully implement.
>>
>> Halliburton Co, McDermott International, and China Oilfield
>> Services Limited are among the major oil services companies
>> already operating in Indonesia.
>>
>> "It won't disturb or change any existing contracts,"
>> Naryanto Wagimin, programme director for the oil and gas
>> directorate in the mines ministry, told Reuters.
>>
>> "If it was directly implemented today, maybe no (foreign)
>> drilling companies would do business here," he added.
>>
>> Under the new rules, foreign ownership of offshore oil and
>> gas drilling services was limited to 75 percent from 95
>> percent.
>>
>> It also limited foreign ownership in pipeline projects and
>> small power plants between 1-10 megawatts to 49 percent.
>> Previously there was no such limit.
>>
>> Indonesia has steadily imposed regulations to get more
>> control over its natural resources, most recently
>> introducing a mineral ore export ban in January to force
>> miners to process their raw materials in the country.
>>
>> Partly due to the ban, foreign investment growth in the
>> first quarter slowed to its lowest level in nearly five
>> years. The FDI data excludes investment in the oil
>> industry. (Editing by Muralikumar Anantharaman)
>>
>>
>> --
>> "Saya akan mengikuti pemimpin yang menebar sikap optimis,
>> bukan yang menguak fakta negatip yang merusak semangat  !".
>> ----------------------------------------------------
>> Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
>> Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
>> JAKARTA,15-18 September 2014
>> ----------------------------------------------------
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
>> ----------------------------------------------------
>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,-
>> (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank
>> Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA
>> KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta
>> Damayanti
>> ----------------------------------------------------
>> Subscribe: [email protected]
>> Unsubscribe: [email protected]
>> ----------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
>> information posted on its mailing lists, whether posted by
>> IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be
>> liable for any, including but not limited to direct or
>> indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>> resulting from loss of use, data or profits, arising out of
>> or in connection with the use of any information posted on
>> IAGI mailing list.
>> ----------------------------------------------------
>>
>> ----------------------------------------------------
>> Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
>> Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
>> JAKARTA,15-18 September 2014
>> ----------------------------------------------------
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
>> ----------------------------------------------------
>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,-
>> (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> ----------------------------------------------------
>> Subscribe: [email protected]
>> Unsubscribe: [email protected]
>> ----------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
>> information posted on its mailing lists, whether posted by
>> IAGI or others.
>> In no event shall IAGI or its members be liable for any,
>> including but not limited to direct or indirect damages, or
>> damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use,
>> data or profits, arising out of or in connection with the
>> use of any information posted on IAGI mailing list.
>> ----------------------------------------------------
> ----------------------------------------------------
> Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
> Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
> JAKARTA,15-18 September 2014
> ----------------------------------------------------
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
> ----------------------------------------------------
> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,-
> (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> ----------------------------------------------------
> Subscribe: [email protected]
> Unsubscribe: [email protected]
> ----------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> information posted on its mailing lists, whether posted by
> IAGI or others.
> In no event shall IAGI or its members be liable for any,
> including but not limited to direct or indirect damages, or
> damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use,
> data or profits, arising out of or in connection with the
> use of any information posted on IAGI mailing list.
> ----------------------------------------------------
>
>
>
>
> ----------------------------------------------------
> Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
> Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
> JAKARTA,15-18 September 2014
> ----------------------------------------------------
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
> ----------------------------------------------------
> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,-
> (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> ----------------------------------------------------
> Subscribe: [email protected]
> Unsubscribe: [email protected]
> ----------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> information  posted on its mailing lists, whether posted by
> IAGI or others.
> In no event shall IAGI or its members be liable for any,
> including but not limited to direct or indirect damages, or
> damages of any kind whatsoever, resulting  from loss of use,
> data or profits, arising out of or in connection with the
> use of  any information posted on IAGI mailing list.
> ----------------------------------------------------
>
>
> ----------------------------------------------------
>
> Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
>
> Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
>
> JAKARTA,15-18 September 2014
>
> ----------------------------------------------------
>
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
>
> ----------------------------------------------------
>
> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,-
> (mahasiswa)
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>
> No. Rek: 123 0085005314
>
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>
> No. Rekening: 255-1088580
>
> A/n: Shinta Damayanti
>
> ----------------------------------------------------
>
> Subscribe: [email protected]
>
> Unsubscribe: [email protected]
>
> ----------------------------------------------------
>
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> information
>
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or
> others.
>
> In no event shall IAGI or its members be liable for any,
> including but not limited
>
> to direct or indirect damages, or damages of any kind
> whatsoever, resulting
>
> from loss of use, data or profits, arising out of or in
> connection with the use of
>
> any information posted on IAGI mailing list.
>
> ----------------------------------------------------



___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id


----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
use of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

Kirim email ke