Idee atau pendapat bahwa dari dulu sampai sekarang RI lebih banyak meng-ekspor 
bahan mentah itu pendapat yang diterima oleh sebagian besar masyarakat baik 
didalam kampu maupun diluar kampus.
Pandangan bahwa otonomi itu akhirnya   sebagian besar hanya menghasilkan raja 
raja kecilyang sibuk melakukan usaha "pengmbalian modaL" itu adalah fakta yang 
tidak terbantahkan.

Kasus dua diatas tidak dapat diselesaikan hanya dengan peraturan atau bahkan UU 
, karena muara dari apa yang terjadi adalah penyelewangan terhadap konstitusi.

Hanya dengan mengembalikan konstitusi (yang sudah di-acak2) semua akan bisa 
selesai,!!!

Inilah strategisnya Pemilu baik lgeslatif maupun presiden.
 
Kalau melihat hasil pileg , yang hanya menghasilkan pemerataan antar partai , 
Presiden yad akan sangat berat bahkan hampir tdak mungkin melakukan hal diatas 
KECUALI mempunyai keberanian dan strategi yang jitu untuk mengalahkan anggota 
parlemen yang ditunggangi kepentingan kepentingan fihak yang SEDANG  MENIKMATI 
kondisi saat ini.
Jadi siapakah CAPRES spt ini , semuanya terserah pendapat Anda .
hehehehehe , tapi JANGAN GOLPUT.

si Abah




On Friday, May 23, 2014 5:57 PM, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> 
wrote:
 


Barusaja ngomongin SDA dengan pak Busro dan Wamen ESDM di KPK. (Diskusi media 
bulanan, mei 2014 "Menyelamatkan isi perut bumi Nusantara". SDA-Sumber 
Daya Alam) yang dselenggarakan Jumat 22 Mei 2014 oleh KomisiPemberantasan 
Korupsi (KPK) 
Salah satu hasil kajian adalah perlunya merevisit UU Otonomi yang 
berdampak pada pengelolaan usaha tambang Batubara. Selain jumlah yang 
diproduksi terlalu besar sehingga mengancam kemandirian energi dimasa 
depan, juga perolehan negara terlalu sedikit karena banyak yang 
ngempalng pajak+royalty. Masih ditambah lagi kerusakan lingkungan akibat 
penambang dengan IUP-IUP kecil yang tidak mengindahkan kaidah 
penambangan yang benar.
IAGI sebagai organisasi profesi sudah menjadi mitra KPK dalam usaha 
pemberantasan korupsi, diskusi maupun "belajar" bersama tentang pengelolaan 
SDA. Tentunya ini sebuah pencapaian kebersamaan IAGI-MGEI dalam urusan SDA dan 
Minerba. Bahan diskusi yang saya sampaikan disuplly oleh Sukmandaru dan Singgih 
Widagdo.

Dimulai dari pemaparan Pak Soesilo tentang posisi dan kondisi saat ini 
pengelolaan SDA, khususnya Minerba. Sebelum masuk ESDM Pak Wamen mengira 
membenahi ESDM itu sulit. Namun akhirnya menyadari bahwa membenahi di ESDM itu 
suuuuliiiit bukan main ... tentunya kesulitannya tidak menghentikan pembenahan 
dilingkup ESDM. 
Ketua IAGI melihat bahwa melihat minerba lebih tepat bila dari hilir-nya. 
Batubara harus dilihat sebagai energi bukan komoditi. Jadi eksport ke India dan 
ke China bukanlah eksport batubara dalam juta ton tetapi eksport listrik dalam 
GigaWattJam. Eksport dikel jangan hanya dilihat sekian ton tetapi dilihat 
sekian ribu mobil ! 


Pak Busro menyampaikan temuan-temuan KPK, berupa kerugian negara dalam 
pengelolaan Minerba ini. Diantaranya banyak pemilik IUP yang tidak terdeteksi 
kepemilikan NPWP-nya. Termasuk usulan beliau meninjau UU Otonomi Daerah. 


Pembicara lain Prof Hikmananto (pakar Hukum UI) yang menyoroti kontrak-kontrak 
yang seharusnya tidak serta merta dilihat sakral tetapi juga diberlakukan 
sesuai kaidah hukum. Serta kemungkinan-kemungkinan pengajuan arbitrase.


Diskusi dimulai jam 2 siang hingga hampir jam 5.


Salam antikorupsi !

RDP

--
"Technology make the blind to see,
Open-mind make the don't know become understand".
----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------
----------------------------------------------------

Siapkan waktu PIT IAGI ke-43

Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition

JAKARTA,15-18 September 2014

----------------------------------------------------

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact

----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti

----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

----------------------------------------------------

Kirim email ke