MAs Ismail
Dalam tulisan saya makanya saya masih ragu apakah "buku putih" atau "buku
titipan".
Maksudte titipan IAGI pada presiden terpilih pada masalah dan tantangan
yang berhubungan
dengan fenomena alam dan persoalan kebumian.

Kita lihat saja dulu nanti artikel-artikel yang masuk mengarah kemana.

Mas Ismail juga ditunggu tulisan ttg legislasi perUUan looh. Apakah perlu
UU Geologi ?


Salam
RDP

--
"Technology make the blind to see,
Open-mind make the don't know become understand".


2014-05-27 12:13 GMT+07:00 <[email protected]>:

> Omong omong ttg Buku Putih tentunya ada Buku Hitamnya yg perlu
> diklarifikasi dg Buku Putih. Kira kira isu isu apa saja yg
> perlu di Buku Putihkan ya.
> kalau melihat perdebatan ttg Visi Misi para capres di bberapa
> media , ada beberapa hal yg menjadi Pertanyaan ,
> 1. Dalam programnya ttg  tatakelola migas dan meningkatkan
> produksi semua capres ingin melakukan revisi UU Migas ,
> sebetulnya revisi ini sdh berjalan tanpa harus menunggu Capres
> , yang tidak dijelaskan apa apa saja dari masing masing capres
> point point yg akan di revisi , shg secepatnya dapat
> meningkatkan ekplorasi besar besaran untuk menaikan
> produksinya,  kita belum melihat perbedaan antar capres terkait
> keinginannya merevisi UU Migas point point apa saja antara
> capres satu dg yang lain karena hanya normatif saja yg
> disampaikan.
> 2. Untuk mengurangi subsidi tanpa harus menaikan harga BBM (
> mencabut subsidi ) Semua Capres berkeinginan mengembangkan
> Energi baru Terbarukan ( EBT), Pertanyaannya apa saja yg akan
> dilakukan , ini yg tdk dijelaskan dg rinci.
> kebutuhan energi kita itu ada dua jenis BBM dan listrik , kalau
> EBT itu banyak terkait dg untuk mengatasi kebutuhan Listriknya
> dan EBT yg paling siap dg kapasitas besar untuk listrik itu
> hanya Geothermal dan Air, kedua nya memerlukan investsai yg
> besar > 5 juta $/MW dg waktu pembangunannya antara 5-10 tahun.
> belum lagi ketersediaan cadangan terbuktinya , krena yg ada
> baru Potensi sumber dayanya ,  bisa jadi setelah selesai
> Presiden belum juga terbangun satupun EBT, Padahal kebutuhan
> subsidi begitu dilantik sdh harus disediakan , untuk tahun 2014
> ini saja sdh hampir tembus 400 T ( APBNP 2014 ), dan tahun ini
> penambahannya sudah diatas 100 T , mangkanya Departemen dan
> lembaga harus merevisi anggrannya sampai 30 % ( pemotongan ) ,
> itupun masih harus nambah utang LN. Jadi rasanya Pengembangan
> EBT dalam waktu dekat Tidak bisa mengatasi Subsidi BBM.
> Mengingat waktu dan ketersediaan dana investasinya.
> Untuk kebutuhan energi diluar listrik ( BBM) ini lbh sulit
> untuk menggantikannya  dg EBT , ketersediaan BBN Bahan Bakar
> Nabati ( Biodesel, bioetanol) sbg pengganti BBM Desel
> kemampuanya masih dibawah 10 % , dan harus diingat BBN ini juga
> masih harus disubsidi yg besarnya  Rp.3000 ,- perliternya,
> artinya meskipun dikembangkan juga tidak otomatis mengurangi
> subsidi.
> 3. Dibidang SDE yg lain ( Batubara) juga tidak ada yg
> menyinggung secara detail dalam program nya para capres,
> padahal ini juga tidak kalah pentingnya karena batubara akan
> menjadi penopang utama sbg energy primer untuk listrik yg saat
> ini sdh kira kira 50% kontribusinya untuk listrik atau kira
> kira 80 an Juta Ton Pertahun ( kalau semua proyek 10.000 MW
> tahap 1&2( FTP-1&2 ) selesai . disisilain produksi nya digenjot
> terus menerus untuk ekpor diaman total sdh mencapai 400 juta
> ton ( kira kira 80 an % untuk konsumsi ekpor ), Saat ini
> kapasitas terpasang Listrik kita kira kira 47 GW , sesuai
> target pertumbuhan permintaan listrik maka tahun 2025 akan
> menjadi hampir 3 kali lipatnya atau kira kira 115 GW ini
> artinya kebutuhan batubara juga kan mengalami peningkatan yg
> besar dimasa datang , belum lagi kalau para Capres juga
> memprogramkan Rasio elektrifikasi 100 % , sekarang saja baru 75
> % ( bahkan untuk di IBT masih dibawah 50 %)  masih sulit untuk
> mengatasinya,karena memerlukan dana investsai yg besar dan
> ketersediaan energi primernya juga besar.
> 4. dalam programnya Captres juga akan membangun Kilang , ini
> juga tidak mudah dan cepat  karena pembangunan kilang juga
> memerlukan Dana besar dan Ketersediaan dan kesinambungan adanya
> suplai crude yg tercukupi. Kalau diserahkan swasta tentunya
> harus ada incentif fiskal , dll lagi lagi ini juga tidak akan
> bisa cepat menyelesaikan masalah kebutuhan energi tanpa
> mengurangi subsidi. apalagi kalu duitnya dari APBN yg untuk
> membiayayi rutin saja sdh terseok seok.kalau Duit tdk ada untuk mbangun
> dan  semuanya di serahkan
> swasta ( Investor Asing ) nanti apa nggak kena pukul balik ,
> katanya mau mandiri dibidang energi tanpa investasi asing....
> Program apapun yg bagus bagus dari para capres ujung ujungnya
> untuk mengeksekusinya diperlukan biaya , karena ini Pemerintah
> biaya tsb harus disediakan di APBN , kalau beban APBN sudah
> berat maka akan sulit untuk menyediaakan dan mengeksekusinya ,
> mungkin harus ada "Revolusi APBN " misalnya Kurangi subsidi dan
> kurangi Belanja pemerintah , fokuskan semuanya ke pembangunan
> infrastruktur termasuk intfra struktur adalan peningkatan
> ekplorasi. karena yg namanya infrastruktur adalah kewajiban
> negara,makanya ekplorasi harus masuk dalam infrastruktur
> sebagai penunjang ketersediaan energi untuk meningkatkan
> pertumbuhan ekonomi. Jadi siapaun nanti presidenya kok rasanya
> ya kondisinya biasa biasa saja spt saat ini ..........
>
> Dari pada Sepiiiiiiii
>
> ISM
>
>
>
>
>
>
>
>
> ___________________________________________________________
> indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
>
>
> ----------------------------------------------------
> Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
> Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
> JAKARTA,15-18 September 2014
> ----------------------------------------------------
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
> ----------------------------------------------------
> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> ----------------------------------------------------
> Subscribe: [email protected]
> Unsubscribe: [email protected]
> ----------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
> limited
> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
> the use of
> any information posted on IAGI mailing list.
> ----------------------------------------------------
>

----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

Kirim email ke