My Dear pak Ong ysh
Saya sependapat , dan terima kasih atas info yang lebih luas dan regional . Saya sependapat dan saya mengalami sendiri SAAT ini bagaimana birokrasi Pemerintahan ini lebih buruk dari pada saat sa aat yang lalu. Sebabnya ..........., saya kira kita tahu jawabnya. Memang aneh bin ajaib kalau POD yang telah disetujui thn 2008 sampai sekarang belum dapat dimulai . Ada peribahasa "ada gula ada semut" , kalai 12 billion ini dianggap gula maka semut semut akan mengerumininya, in mungkin juga salah satu penyebab POD belum jalan. Karena ada fihak fihak yang mensyaratkan "sesuatu" . ah jadi apriori ? Pak Ong Mungkin saya "over nasionalistis" , sehingga kuping jadi panas dan hati jadi naik darah kalau negara saya ini di-ancam2 hehehehehe. Kalau memang benar benar Chevron membatalkan rencana investasinya , saya kira ini menyebabkan kerugian besar bagi negara kita. Dan , karena terjadi kerugian walaupun baru sebagai "opportunity lost" , saya kira wajar apabila hal ini dilaporkan sebagai kasus korupsi.n Moga moga CT ( yang bertangan dingin dalam bisnis) akan bertangan dingin pula dalam menangani kasus ini. Amin si Abah On Monday, June 2, 2014 6:52 AM, "[email protected]" <[email protected]> wrote: Salah satu permasalahan itu adanya proses perijinan atau persetujuan yg panjang yg menyangkut banyak istansi , Kabarnya Proyek ini juga harus ada persetujuan mulai dari ESDM , Depkeu sampai BPKP , spt biasanya kalau di atas sdh OK belum tentu pelaksana dibawah {sektor }bisa lancar karena masing masing punya aturan sendiri sendiri yg mengikatnya apalagi dalam situasi sekarang ini semuanya dibayang bayangin kekawatiran di gedung bundarkan atau diKuningankan Bisakah RI~1 nanti yg baru memangkas rantai panjang dalam semua hal terkait perizinan dan birokrasi lainya ? Dulu ada istilah “ Kalau bisa dipersulit mengapa harus dipermudah “ Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ From: "Franciscus B Sinartio - [email protected]" <[email protected]> Sender: <[email protected]> Date: Sun, 1 Jun 2014 15:48:03 -0700 (PDT) To: [email protected]<[email protected]>; [email protected]<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: RE: [iagi-net] Chevron deep water project Kayak nya buru2 disuruh tanda tangan takut tdk ditanda tangan oleh pemerintah yg baru. Kalau memang diperlukan pasti ditanda tangani oleh pemerintah yg baru juga. Sent from Yahoo! Mail on Android ________________________________ From: Ong Han Ling <[email protected]>; To: <[email protected]>; <[email protected]>; Subject: RE: [iagi-net] Chevron deep water project Sent: Sun, Jun 1, 2014 5:35:12 PM Teman2 IAGI. Projek yang dimaksud adalah Indonesian Deepwater Development (IDD) Chevron, yang akan mengebor 21 sumur dalam dengan biaya $12 billion. Menurut berita yang ditayangkan oleh Si Abah di IAGI-net, pada waktu pertemuan antara CEO Chevron Asia Pacific dengan Menteri Koordinator Ekonomi di Manila minggu yang lalu "Chairul quoted Chevron CEO for Asia Pacific as saying that the company would allocate its $12 billion-budget for a deep water drilling project to another country with less hurdles, if a solution could not be reached by the end of this month" (Mei, 2014)". "Ancaman" ini harus kita anggap serious karena datangnya dari Chevron, perusahaan minyak No. 3 terbesar didunia. Mungkin saja Chevron melakukan "ancaman" tersebut sebagai "last resort" karena segala usahanya telah gagal. Chevron, sebelumnya Arco, telah menekuni daerah IDD selama 15 tahun lebih. Miljaran dollar telah dikeluarkan untuk melakukun esplorasi dan engineering studies. Puluhan geologists dan engineers Indonesia telah berjasa menemukan dan merencanakan hingga Final Investment Decision disetujui. Penemuan ini merupakan salah satu penemuan pertama laut dalam didunia dan satu-satunya di Indonesia. Chevron berpendapat bahwa semua prosedur tender telah dipenuhi hingga Chevron berani mengontrak Deep water rig yang saat ini sukar diperoleh untuk jangka panjang. Untuk pemboran 21 sumur perlu persiapan dua tahun lebih termasuk pembelian dan pemesanan peralatan yang serba khusus seperti wellhead khusus, ROV (robotic), dsb. Rig telah tiba di Singapore untuk diperbaiki sebelum dioperasikan di IDD. Pidato WAPRES didepan IPA convention seminggu lalu, menyebutkan bahwa dalam sisa Pemerintahan SBY, perlu diselesaikan a.l. proyek IDD. Berarti Pemerintah belum memberikan jawaban "yes" atau "no" untuk proyek IDD. Chevron merasa telah bekerja keras selama 15 tahun dan POD telah ditandatangani tahun 2008. Mereka tidak mengerti mengapa perizinan harus bertele-tele dan dipersusah hingga merugikan semua pihak, sebab akirnya yang paling rugi adalah Pemerintah (70% untuk gas) karena semua adalah cost recoverable. Disisi lain, peristiwa MK dan KPK, menyebabkan banyak orang memikirikan "keselamatan kerja" masing-masing. Mereka takut membuat kesalahan. Mereka memilih membuat "hurdles" sambil menunggu Pemerintahan baru, meskipun mengetahui bahwa hal ini akan merugikan negara. Saya ingin memberikan ulasan ttg. kerugian negara seandainya proyek IDD diundur. Mencari dana $12 billion tidak gampang. Pemerintah selalu menayangkan "invest in Indonesisa" lewat TV untuk menarik investor. Ini sebetulnya tidak lain dari pada mengemis demi mempertahankan GDP 5-6% pertahun. Investasi Chevron $12 billion adalah sekitar 50% dari seluruh penanaman modal asing lewat PMA di Indonesia untuk tahun 2011, jadi merupakan investasi yang sangat significant bagi Indonesia. Jika Chevron benar-benar mengalihkan investasinya kenegara lain karena adanya rintangan atau ganjalan atau "hurdles"; proyek yang demikian besarnya akan mengetarkan dunia perminyakan hingga investasi akan anjlok. Jika Chevron benar-benar mengalihkan investasinya kenegara lain karena adanya "hurdles" hingga Chevron dirugikan, besar kemungkinan Chevron akan mebawa Indonesia ke pengadilan dan menuntut kerugian yang diderita selama 15 tahun beroperasi ditambah opportunity cost yang bisa berlipat kali, seperti yang pernah dimenangkan PT Telaga Bodas, perusahaan Amerika, oleh arbitrage court dari Swiss. Semua perusahaan mempunyai lebih banyak proyek daripada dana. Chevron bukan kecualian. Proyek LNG Gorgon dari Chevron di NW Shelf, Australia hampir tiap tahun membengkak. Proyek raksasa ini sangat penting bagi Chevron karena LNG telah dijual ke China dengan harga yang bagus sekali. Chevron tidak akan segan mengalihkan dana dari IDD untuk membiayai defisit Gorgon jika Indonesia terus memberi "hurdles". Selain itu kita juga berpotensi risiko seandainya IDD ditunda 2-4 tahun. Ada kemungkinan proyek IDD dibatalakan sama sekali. Hal ini karena Pacific region akan kebanjiran LNG sekitar 2018-2020. Sekarang ini 8 LNG plant sedang dalam konstruksi di Australia dan 9 being proposed termasuk extension. Disusul dengan LNG dari shale gas dari British Columbia, dimana pemerintah Canada telah menyetujui tiga oil co. untuk melakukan ekspor LNG ke pasazr Pacific. Meskipun Amerika Serikat sampai sekarang belum menyetujui ekspor, tetapi ke-12 LNG Regassing plants telah dirubah menjadi LNG Plants. Industri LNG Indonesia harus berpacu dengan waktu jika ingin survive. Selain ini semuanya, keuntungan dan kebanggaan Indonesia sebagai negara maritime untuk mempunyai "first deep water technology" telah tertunda dan bahkan mungkin lenyap. Kita kalah dengan negara tetangga Malaysia. Maaf kalau ada yang tidak berkenan. Salam, HL Ong From:[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Yanto R. Sumantri - [email protected] Sent: Thursday, May 29, 2014 7:37 PM To: [email protected]; [email protected] Subject: [iagi-net] Chevron deep water project Ada berita dibawah ini : Apakah ada yang mengetahui daerah/blok mana yang dimaksud ? Dan,mengapa sepertinya masih ada persoalan "ijin"? si Abah The government may soon agree on assistance to help US oil and gas giant Chevron realize its US$12 billion-investment project, which has been held up by permit issues, newly appointed Coordinating Economic Minister Chairul Tanjung has said. Chairul said on Monday that he had discussed Chevron’s stalled investment project with President Susilo Bambang Yudhoyono and that he would soon coordinate with the related ministries to find a solution. Chairul quoted Chevron CEO for Asia Pacific as saying that the company would allocate its $12 billion-budget for a deep water drilling project to another country with less hurdles, if a solution could not be reached by the end of this month. “The CEO told me in the Philippines [on the sidelines of the World Economic Forum on East Asia] that Chevron had allocated the billion-dollar investment budget to Indonesia, but it was still on hold,” Chairul said after a coordination meeting, on food price stabilization ahead of Ramadhan fasting month, at his Jakarta office. The government will not let the billion dollar-investment be canceled, he stressed. Chevron obtained approval in 2008 for a plan of development (POD) for the $12 billion-project, known as the Indonesia Deepwater Development (IDD) project. The project involves four production sharing contracts (PSCs) namely Ganal, Rapak, Makassar Strait and Muara Bakau. Red tape and legal uncertainty are the major issues for most of oil and gas companies operating in Indonesia, said ConocoPhillips Indonesia president and general managers Eric Isaacson. It took up to two weeks for certification, 24 to 30 months to obtain approval for a contract and six to 12 months to obtain transportation approval, according to him. Isaacson also said that contract extension would take longer and the decisions were usually around the end of contracts. “The government must decide on quicker contract extensions and support new oil and gas exploration in difficult areas,” he added. Oil and gas companies averagely took between eight and 14 years to find oil in the country, according to Isaacson. Indonesian Petroleum Association (IPA) chairman Lukman Mahfoedz shared the same view, adding that legal certainty, particularly on contract statuses for oil and gas block projects, remain the main challenge for many oil and gas companies operating in the country. “There are 20 oil and gas cooperation contracts [KKKS] which will expire in five years with no certainty whether they will be extended or not,” Lukman said during the 38th Indonesian Petroleum Association (IPA) convention and exhibition last week. The contracts are of great importance, he added, because the 20 KKKS firms produced 635,000 barrels of oil per day last year or around 30 percent of the country’s total oil production that is currently facing major proudctivity issues due to ageing fields. As previously reported, Chevron has asked the government to extend the end of the Makassar Strait PSC from 2020 to 2028, to match the other three PSCs that expire in 2028. The Energy and Mineral Resources Ministry’s oil and gas director general Edy Hermantoro has said that the government would soon decide the extension of the contract and that the government has approved the Authorization of Financial Expenditure (AFE) for the project. ---------------------------------------------------- Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition JAKARTA,15-18 September 2014 ---------------------------------------------------- Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact ---------------------------------------------------- Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti ---------------------------------------------------- Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------- ---------------------------------------------------- Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition JAKARTA,15-18 September 2014 ---------------------------------------------------- Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact ---------------------------------------------------- Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti ---------------------------------------------------- Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------- ---------------------------------------------------- Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition JAKARTA,15-18 September 2014 ---------------------------------------------------- Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact ---------------------------------------------------- Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti ---------------------------------------------------- Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------- ---------------------------------------------------- Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition JAKARTA,15-18 September 2014 ---------------------------------------------------- Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact ---------------------------------------------------- Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti ---------------------------------------------------- Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ----------------------------------------------------

