Kesian, nkri dirusak warganya sendiri
Kemana para ahli
Asyik mikirin diri sendiri
Sampe lupa pada negeri

Lha kan bukan tanah kami?
Pada 4 Jun 2014 20:05, "sonny t pangestu" <SRS0-CU6Y=3B=yahoo.com=
[email protected]> menulis:

> Heu heu baru pada 'nyadar' yah.
> Ini mah sdh sejak 1999 ratusan juta ton setiap taun  terjual tanpa ada
> pemasukan ke kas negara.
> Boro-boro pajak yang masuk, lingkungan tanah lubang bekas galian aja
> ditelantarkan begitu aja sampe sekarang menganga. Tidak ada penutupan
> lubang maupun pemulihan fungsi permukaan tanah.
> Ditambah lagi kerusakan jalan umum yang diderita rakyat sekitar jalan.
> Ditambah lagi kecelakaan tanpa ada penyelesaian hukum mmaupun kompensasi.
> Ditambah lagi batang-batang kayu yg tadinya ada tegak di permukaan tanah
> itu raib.
> Ditambah lagi tidak ada penanaman kembali pepohonan.
> Ditambah lagi pencemaran lingkungan terhadap mutu air sekitarnya,
> kebisingan.
> Dan lebih hebat lagi kegiatan itu disubsidi oleh negara karena solar bahan
> bakarnya bagi ratusan alat2 berat dan ribuan truk pengangkutnya mereka
> dapatkan dari SPBU. SPBU yg baru diisi segera habis. Rakyat di situ ga
> kebagian solar walau sudah antri panjang.
>
> Jadi jangan cuma diliat dari pajak saja. Lebih dari itu negara sangat
> merugi.
> Para pelakunya hingga sekarang bebas merdeka bergelimang uang harta
> kekayaan dan hidup ruar biasa mewahnya.
>
> Itu baru batubara.
> Di pulau-pulau lain yang mengandung nikel serupa itu parahnya keadaan.
>
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Sender: <[email protected]>
> Date: Tue, 3 Jun 2014 21:57:46
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net] Perusahaan tambang tanpa NPWP
>
> kalau kemarin Tidak Punya NPWP bisa lolos, sekarang Tidak
> tercatat , kalau 50 Juta Batubara tidak jelas juntrungannya
> atau ini sama dg 30 T Rp lebih menguap begitu saja tiap
> tahun... ( misal 1 ton = 60 $ ) ..........ini sudah bukan lagi
> berpotensi merugikan negara tapi sudah merugikan negara
> .....Wah gimana pengelola SDA ini .....
> ISM
>
>
> ESDM: 50 Juta Ton Produksi Batu Bara Tak Tercatat
> Rista Rama Dhany - detikfinance
> Senin, 02/06/2014 11:46 WIB
>
>
> Nusa Dua -Setiap tahun kurang lebih ada 50 juta ton produksi
> batu bara tidak tercatat di Kementerian ESDM, ini berpotensi
> merugikan negara. Untuk mencegah hal tersebut terjadi lagi,
> pemerintah akan membatasi jumlah pelabuhan penjualan batu bara.
> "Angkanya sekitar 50 juta ton batu bara tidak tercatat di kami,
> bisa selisih di Pemda-nya, bisa selisih di pembelinya," ujar
> Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, R
> Sukhyar ditemui di Coaltrans Conferences, di International
> Centention Center, Nusa Dua, Bali, Senin (2/6/2014).
> Sukhyar mengatakan, untuk mencegah hal tersebut terjadi lagi,
> pemerintah hanya akan memperbolehkan penjualan atau pengapalan
> batu bara pada 14 pelabuhan saja.
> "Kan sekarang ini banyak sekali pelabuhan tikus, kita kerjasama
> dengan Kementerian Perhubungan menetapkan hanya 14 pelabuhan
> yang boleh melakukan penjualan batu bara," kata Sukhyar.
> Dari 14 pelabuhan tersebut, sebanyak 7 pelabuhan di Kalimantan
> dan 7 pelabuhan di Sumatera. Kriterianya, daerah tersebut
> memiliki produksi batu bara dan memiliki pelabuhan berstandar
> internasional, memiliki perangkat Bea Cukai, Syahbandar, saksi
> dari Kementerian ESDM, dan Pemerintah Daerah.
> "Tujuh pelabuhan di Kalimantan itu di antaranya, di Balikpapan
> Bay, Adang Bay, Berau Bay, Maliy Bay, Tobaneo, Sungai Danau dan
> Batu Licin. Sedangkan pelabuhan di Sumatera hanya ada di Padang
> Bay, Riau Bay, Jambi Bay, Bengkulu Port, Tanjug Api-Api, dan
> Tarahan serta Aceh," rincinya.
> Sukhyar menegaskan, dengan adanya 14 pelabuhan khusus tempat
> penjualan batu bara, akan memudahkan pemerintah untuk
> mendapatkan pembayaran royalti terlebih dahulu.
> "Kan sekarang masih banyak yang nunggak, dengan kebijakan ini
> batu bara baru boleh di kapalkan setelah perusahaan/produsen
> batu baranya sudah membayar royalti terlebih dahulu, royalti
> sudahh di bayar kapal boleh berlayar mengantar batu bara,"
> ujarnya.
> "Tapi aturannya ini baru efektif pada 2015 nanti, sekarang
> masih terus dipersiapkan," tutupnya.(rrd/dnl)
>
>
>
>
> ___________________________________________________________
> indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
>
>
> ----------------------------------------------------
> Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
> Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
> JAKARTA,15-18 September 2014
> ----------------------------------------------------
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
> ----------------------------------------------------
> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> ----------------------------------------------------
> Subscribe: [email protected]
> Unsubscribe: [email protected]
> ----------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
> limited
> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
> the use of
> any information posted on IAGI mailing list.
> ----------------------------------------------------
>

----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

Kirim email ke