Saya melaksanakan field trip ke Telaga Said untuk melihat sumur minyak bumi 
pertama diIndonesia. Ternyata lapangan tertua di Indonesia itu masih 
berproduksi, walaupun oleh rakyat setempat, tetapi mengesankan. Berikut 
laporannya:



Produksi Sumur Rakyat di Telaga Said/Tunggal:

 

Di daerah Telaga Tunggal di mana pertama kali minyak bumi dibor di Indonesia, 
sekarang ternyata sedang diusahakan rakyat. Rakyat tidak mengambil minyakbumi 
dari oil seeps (yang ternyata sudah pada hilang, mungkin terkubur) dan juga 
bukan dari kepala sumur2 Belanda yang telah ditinggalkan , tetapi dari sumur 
yang mereka bor sendiri.

Sumur yang mereka bor dengan tangan  itu sampai kedalaman sekitar 120 m (sama 
dengan kedalaman lapisan minyak yang pertama diproduksikan oleh Zijlker) dan 
dapat diselesaikan dalam 3 hari, serta menggunakan pralon 10 cm sebagai casing. 
Ternyata banyak sekali sumur disini, karena jarak antaranya adalah hanya 
mungkin sekitar 10 m saja. Ternyata menurut pekerja di sana di seluruh daerah 
Telaga Said itu ada sekitar 300 sumur yang di bor rakyat.

Produksi dilakukan dengan menggunakan pipa timba (bailer) dengan panjang 
sekitar 1,50 m dan diikat pada kabel baja dengan gulungan yang ditarik oleh 
pompa motor bensin melalui tripod kayu dan dikerjakan satu orang

Setiap kali menimba didapatkan sekitar 6 liter, dan sesudah 1 kali nimba harus 
ditunggu sektar 3 jam untuk penimbaan berikutnya.

Setiap orang penimba ini seharinya dapat sampai 1 jerry-can dari 1 sumur, dan 
dia bisa mengerjakan  3 sumur dalam satu hari sambil menunggu  sumur yang 
sebelumnya terisi lagi.

Dia katakan dapat upah Rp. 15.000 untuk setiap jerry can, sehingga sehari dapat 
sekitar Rp. 45.000 per hari. Minyak mentah yang dihasilkan biasanya ada orang 
pengumpulnya yang juga membayarnya. Apakah minyak mentah itu di bawa ke mana 
atau disuling di mana dia tidak tahu, tetapi dia yakin bahwa minyak mentah itu 
tidak bisa langsung digunakan.

Juga diketahui dia bahwa setiap sumur itu tidak  berlangsung selamanya, 
biasanya dalam 1 tahun sudah kering tidak berproduksi lagi.

Saya kita hal ini adalah menarik, karena sudah bukan lagi Tertiary Recovery 
atau Enhanced Recovery, tetapi "the ultimate recovery", produksi sampai tetes 
minyak penghabisan.

Jika dihitung maka produksinya per sumur per hari memang hanya 1 jerry-can atau 
20 liter., ata 1/8 barrel, dan kalau dikalikan dengan 300 sumur, ya sekitar 38 
barrel per hari. Ya lumayan memberik pekerjaan untuk sekitar 100 orang. Ini 
baru dari 1 lapangan tua, dan kita tahu beberapa banyak lapangan tua yang 
dikerjakan rakyat di seluruh Indonesia.

Namun dari segi keselamatan  tentu kita harus khawatir, apa lagi ada berita2 
bahwa rakyat juga mecoba melakukan penyulingan, dan sering terjadi kecelakaan 
dengan luka bakar sebagaimana dilaporkan oleh pihak rumah sakti daerah

Wassalam

RPK

----------------------------------------------------

Siapkan waktu PIT IAGI ke-43

Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition

JAKARTA,15-18 September 2014

----------------------------------------------------

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact

----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti

----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

----------------------------------------------------

Kirim email ke