Rencana pembangunan PLTN di Indonesia sebaiknya dikaitkan dengan 2 hal, yaitu lokasi pembangunan (berkaitan dengan wilayah yang memerlukan dan resiko yang ada), serta teknologi yang akan digunakan.
Terkait lokasi, sebaiknya bukan ditentukan oleh kepentingan dari pusat hanya untuk suplai kebutuhan wilayah tertentu dengan sisten interkoneksi jaringan sehingga membebankan resiko kepada wilayah yang tidak berkepentingan dengan pemanfaatan energi tersebut. Terkait teknologi, apakah kondisi rawan bencana alam Indonesia akan menggunakan teknologi nuklir konvensional (evolution reactor generation III atau III+) yang merupakan tipe ekonomis yang digunakan di berbagai negara saat ini. Atau menunggu komersialisasi teknologi nuklir yang revolusioner (nuclear energy system generasi IV) yang di Amerika Serikat sendiri baru direncanakan untuk dikomersialisasikan setelah tahun 2030. Wassalam, Wikan W Sent from my iPad > On 17 Agt 2014, at 00.54, Ong Han Ling <[email protected]> wrote: > > Pak Bandono, > > Waktu kemaren ketemu di Bandung, Anda nagih jawaban. Maaf terlambat. > > Angka "Elasticity" dibawah satu atau bahkan bisa negatif karena yang diukur > disisini adalah "increase" in energy consumption dibagi "increase" in > economic growth. Contoh seperti Inggris dan Germany, energy consumption > negatif namun GDP-nya bisa tetap naik. Hal ini memungkinkan karena negara > maju bisa mengembangkan services tanpa menggunakan banyak energy, seperti > bidang Finance, Perbankan, Software, Design, dsb. > > Elasticity tidak ada hubungan dengan kaya-miskin. Negara miskin bisa > mempunyai elasticity rendah kalau efficient dan sebaliknya. Indonesia tidak > efficient karena di Indonesia Timur dan didaerah-daerah terpencil, PLN masih > menggunakan generator diesel sebagai pembangkit listrik, yaitu sumber energy > yang paling mahal. Bahkan disemua kota besar di Indonesia, kantor, hotel, > kawasan industri, dan kawasan rumah mewah, diperlukan generator diesel > stand-by karena PLN sering biar-pet. Berarti modal harus keluar untuk membeli > generators yang pemakaiannya hanya sekali-kali. Selain itu, karena generators > stand-by relatif kecil hingga efficiency kecil, berarti boros BBM. > > Tentang energy nuklir yang Anda tanyakan, memang Indonesia bisa dan mampu > hingga bisa mengurangi pemakaian BBM dan mengurangi elasticity untuk jangka > panjang. Namun setelah kejadian Tsunami, banyak negara akan stop (ump. > Germany) atau menunda pembangunan tenaga nuclear baru. Jepang secara bertahap > akan menutup. > > Memang pemakaian tenaga nuclear sekarang dalam crossroad, terutama bagi > negara yang kekurangan energy. Indonesia perlu energy di Jawa, Sumatra, dan > Bali, semuanya daerah rawan gempa tektonik, rawan gempa meletusnya Gn. Api > beserta debunya, dan rawan Tsunami. Dengan risiko demikian tinggi, sebaiknya > kita menjajagi semua resources option yang tersedia, yang menurut saya masih > banyak, sebelum mengambil keputusan "Go nuclear". > > HL Ong > > > From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Bandono > Salim > Sent: Wednesday, August 13, 2014 7:02 PM > To: Iagi > Subject: RE: [iagi-net] DATA dan PENJELASAN > > Tanya Pak, yang elastisitas energi dibawah 1; apakah mereka menggunakan > energi nuklir sebagai pembangkit utamanya? > Kalau pakai nuklir apa Indonesia dapat menghemat penggunaan bbm? > Bolehkah NKRI membuat reaktor atom/nuklir? Kata teman di Batan kita sudah > mampu ekstraksi bahan utama energi atom > Sampai berapa jauh kemampuan NKRI untuk bicara pemakaian energi atom/nuklir? > > Itu saja dulu Pak . > Salam hormat, bdn. > > Pada 13 Agt 2014 15:10, "Ong Han Ling" <[email protected]> menulis: > Anggota IAGI yang saya hormati, > > Kita semua setuju bahwa energy perlu untuk kemajuan bangsa. Beberapa diantara > kita mengatakan bahwa pemakaian energy per capita kita masih rendah hingga > tidak perlu irit-irit. Beberapa diantara kita mengatakan kita boros energy? > > Bagaimana kita mengukur keborosan energy? > > Yang perlu dilihat adalah penggunaan energy. Kalau energy dipakai untuk > bidang produksi, seperti membangun pabrik, bagus sekali. Tetapi kalau dipakai > untuk bidang konsumsi, makan dan berfoya-foya, tidak. > > Keborosan atau kehamburan energy Negara dapat diukur dari besarnya > elasticity (ԑ ) yang disebut Pak Ketua. Elasticity (ԑ) adalah ratio antara > Energy (E) yang dipakai dibandingkan dengan kemajuan ekonomi Negara tsb. > Kemajuan eknonomi bisa diukur dengan berbagai cara, salah satu adalah Gross > Domestic Product atau GDP. Kalau GDP besar maka Negara tsb. maju dan > sebaliknya. Rumus: Elasticity (ԑ ) = E (energy) / GDP. > > Jadi kalau Energy yang dipakai besar tetapi GDP kecil, angka Elasticity (ԑ) > besar sekali. Berarti negara boros. Kalau Energy kecil tetapi GDP besar, ԑ > kecil. Berarti Negara efficient dan hemat dalam pemakaian energy-nya. > > Bersama adalah daftar elasticity (ԑ) )dari berbagai Negara. Elasticity > Indonesia tertinggi. Berarti Indonesia konsumtif dan boros sekali. Europe > dilain pihak, Elasticity kecil sekali, berarti efficient dan produktif. > > COUNTRIES > ELASTICITY (ԑ)- A MEASURE OF EFFICIENCY > INDONESIA > <image003.png>1.84 > MALAYSIA > 1.69 > TAIWAN > WASTE OF ENERGY > > 1.36 > THAILAND > 1.15 > ITALY > 1.05 > SINGAPORE > ԑ=(%E) / (%g) where E is increase in energy consumption and g is increase in > economic growth > > 0.73 > FRANCE > 0.47 > UNITED STATES > 0.25 > CANADA > 0.17 > JAPAN > 0.10 > UNITED KINGDOM > -0.03 > GERMANY > -0.12 (MOST EFFICIENT USE OF ENERGY) > > > Beberapa contoh pemborosan: > 1. Sekarang Kereta api Parahyangan, yang energy efficient relatif > tidak begitu laku. Semua cenderung naik mobil lewat Cipularang yang macet dan > dengan biaya 10-20X lipat. Perlunya cuma beli Jean di Cihampelas yang Rp. > 15,000 lebih murah dari di Jakarta. > > 2. Di Bandung tidak ada "industrial estate" yang besar. Pabrik tekstil > tutup, buka restoran, factory outlet atau Hotel, supaya jangan dianggap > sebagai pengangur. > > 3. SuperMall di kota2, kebanyakan jualan barang konsumtif, terutama > barang impor. > > 4. Kemacetan yang terjadi dimana-mana adalah menghambur BBM. > > 5. Sukar kita mencari efficiency kalau harga BBM murah atau > disubsidi. Di Eropa, harga benzine dikenakan pajak 3 sampai 4X, hingga orang > berhemat. Mereka mencari alternatif energy yang lebih murah. Kita kebalikan. > Kita disubsidi, dan disuruh cari alternatif energy yang lebih murah dari > harga subsidi. Mana mungkin. > > 6. Artinya harga BBM murah menyebabkan keborosan dimana-mana. > > > Salam, > > HL Ong > > > From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Rovicky > Dwi Putrohari > Sent: Tuesday, August 12, 2014 3:04 AM > To: IAGI > Subject: Re: [iagi-net] DATA dan PENJELASAN > > Salah satu kunci yang penting dalam pemanfaatan energi di Indonesia adalah > menyediakan transportasi. > > Data statistik saat ini serta proyeksi kedepan menunjukkan bahwa 30% energi > di Indonesia dipakai untuk transportasi. > > <image004.jpg> > Menyelesaikan masalah transportasi sudah dipastikan akan meningkatlkan > ketahanan energi (sumber BPPT) > Menyelesaikan (mengadakan) masalah transportasi (masal) sudah dapat > dipastikan menghemat energi. Bisa juga memperbaiki infrastruktur jalan bebas > macet, mungkin mengurangi banyak sekali konsumsi BBM. > > Kita tidak dapat tidak dapat serta-merta mengatakan Indonesia itu negara > boros, walaupun dari elastisitas energi di Indonesia itu rendah. Karena di > Indonesia energi masih dipakai “untuk hidup”, bukan untuk berfoya-foya > energi. Untuk negara maju dimana kebutuhan energi perkapitanya tinggi, maka > “Elastisitas Energi” parameter yang hanya cocok utk ‘High GDP Country’. > > <image005.jpg> > Elastisitas vs GDP > Saya memiliki plot lain tentang pemakaian energi perkapita dibandingkan > GDP-nya. Indonesia ternyata secara perkapita hanya sedikit menggunakan > energi. Saya kira Indonesia menggunakan energinya masih diutamakan untuk > hidup. Masih memerlukan banyak energi untuk memulai menggunakan energi dalam > berproduksi. Jadi ada satu titik dimana bila ditambah supply energi, energi > ini akan habis terus sampai mencapai titik balik. Nah saya kira Indonesia > masih belum mencapai titik itu. > > :-( “Jadi harusnya kinerjanya diukur pakai apa pakde ?” > > :-D “Paling tidak jangan menggunakan tolok ukur negara maju untuk menilai > kinerja Indonesia yang belum menjadi negara maju. Sediakan dulu energi yang > CUKUP untuk rakyat, kemudian kita lihat kinerjanya”. > > Plot ini menunjukkan bahwa penggunaan parameter elastisitas energi ini cocok > untuk negara-negara maju (high GDP). dimana semakin banyak energi yg > dimasukkan akan semakin tinggi produktifitasnya. Sedangkan untuk > negara-negara Low GDP, penggunaan parameter elastisitas energi justru akan > menghambat kemajuan. > > Perlu dipikirkan, walau dikatakan bahwa Indonesia yang masih low productivity > dan low eficiency masih harus dibanjiri energi supaya Indonesia mampu > berproduksi lebih efisien, kalau melihat konerja negara maju. Memang harus > melampaui titik jenuh energi. Nah ini tentusaja perlu kebaranian dan perlu > usaha dalam mengisi, atau menggelontori energi sebanyak mungkin. Malaysia > walaupun memiliki GDP lebih dari Indonesia tetapi perkapita mereka memerlukan > energi lebih besar dari Indonesia. > > Sebenernya ada pertanyaan yg sangat tepat. “Kenapa jumlah ahli kebumian > (eksplorasi) bertambah tetapi produksi migas turun terus ?” > > Kalau saja produksi energi “dinaikkan dan dipergunakan di dalam negeri” > barangkali Indonesia akan melewati titik jenuh, dimana ini perlu ‘keberanian’ > karena akan melewati titik kritis dimana menjadi negara dengan energi > perkapita meningkat tetapi jumlah energi perkapita melampaui titik kritis. > > )* Note: Elastisitas energi atau elasticity “ε” merupakan perbandingan antara > banyaknya energi yang dipakai dibandingkan dengan besarnya GDP (kemajuan > ekonomi suatu negara). > > > -- > "Kebanggaan sejati muncul dari kontribusi anda yang positip". > > > 2014-08-12 13:07 GMT+07:00 R.P.Koesoemadinata <[email protected]>: > Indonesia hambur (boros) enersi? Coba lihat di internet konsumsi enersi per > kapita Indonesia itu masih jauh di bawah Singapur, padahal Singapur tidak > punyak sumberdaya energi sama-sekali. Apalagi dibandingkan dengan Amerika, > Europa dsb yang sangat boros sekali dengan enersi (mengambil 2/3 dari sumber > energi dunia > Yang boros enersi itu perusahaan-perusahaan iklan, mau menyamai Eropa, > Amerika, Singapur. Kalau rakyat sih cukup dengan 450 watt saja, mau pake BBM > bersubsidi sambil berdesak-desakan tidak boleh, malah dianggap boros. Kalau > orang kaya mah pakai BMW, Mercy dsb sudah lama pake Pertamax, tidak usah > disuruh -suruh lagi hemat energi. > Itu paradox-nya hehehe > RPK > > > ----- Original Message ----- > From: E.Bawa Santosa > To: [email protected] > Sent: Tuesday, August 12, 2014 10:28 AM > Subject: RE: [iagi-net] DATA dan PENJELASAN > > Yth : Pak Koesuma, > > Saya kira tidak sesederhana seperti itu dalam pemahaman eksplorasi (saya suka > dengan joke pak RPK ini). > Sekalipun, masih perlu juga ada penjelasan secara kualitatif dan kuantitatif > mengenai terminologi SDA “melimpah”. > > He..he..he.., kalaupun memang “melimpah” kemudian akan ada kecenderungan > “penghamburan” energi > > Salam > EBS > > From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of > [email protected] > Sent: 12 Agustus 2014 9:19 > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net] DATA dan PENJELASAN > > Kalau sudah tidak melimpah lagi ya tdk bakalan ada yg mau explorasi lagi > dong. Selesai dan tamatlah IAGI > Hehe > RPK > Powered by Telkomsel BlackBerry® > From: "E.Bawa Santosa" <[email protected]> > Sender: <[email protected]> > Date: Tue, 12 Aug 2014 08:14:36 +0700 > To: <[email protected]> > ReplyTo: [email protected] > Subject: RE: [iagi-net] DATA dan PENJELASAN > > Pak Yanto, apa kabar ?? > > BTW, saya sependapat dengan pak Ong HL, pak Kusuma dan pak Yanto bahwa SDA > kita masih sangat berlimpah adalah informasi yang rancu dan membingungkan > bahkan besar pengaruhnya dalam penentuan strategi energi bauran (energy > mixed) untuk masa depan bangsa Indonesia. > > Jika kita amati lebih rinci pada beberapa kesempatan diskusi terbuka, dimana > pak Kurtubi (sebagai pengamat energi ; Ketua Bid Energi partai NASDEM dan > calon anggauta legislatif DPR-RI) sering menyampaikan kekayaan SDA yang > sangat berlimpah (terutama O&G, Batubara, Panasbumi dan energi mineral > lainnya...) dengan bahasa politik (provokatif dan propagandis) namun tidak > menjelaskan dengan bahasa teknis (P1, P2, P3 ... atau Cadangan terduga, > cadangan terbukti,...dll). > Pak Kurtubi sebagai Menteri ESDM, wowww... menakutkan.!!! > > Oleh karena itu peran serta IAGI sebagai organisasi profesi kiranya bisa > lebih gencar melakukan sosialisasi informasi mengenai kekayaan SDA Indonesia > secara jujur, benar dan terbuka kepada masyarakat dan bahkan juga kepada > pemerintah (pengambil kebijakan). > > IAGI perlu ikut serta melakukan dukungan kuat dan kampanye “hemat energi” dan > “pemahaman energi itu mahal” bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. > Sambil menunggu munculnya pemanfaatan teknologi energi non-fosil di masa > datang, juga perlu digiatkan efisiensi energi dan konservasi energi > > Saya kira, issue kekayaan SDA ini bisa menjadi salah satu agenda bagi > Pengurus IAGI periode mendatang (Pemilihan 2014) > > Salam IAGI, > E. Bawa Santosa > > From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of > R.P.Koesoemadinata > Sent: 12 Agustus 2014 7:08 > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net] DATA dan PENJELASAN > > Kalau Kurtubi jadi Menteri ESDM, suruh dia buktikan "masih berlimpah" itu > dengan mebuat policy sehingga terjadi explorasi migas besar-besaran! > Heheh > RPK > > ----- Original Message ----- > From: Yanto R. Sumantri - [email protected] > To: [email protected] > Sent: Sunday, August 10, 2014 7:56 PM > Subject: Re: [iagi-net] DATA dan PENJELASAN > > Pak Ong ysh > > "Masih berlimpah " ,ini pembohongan publik yang luar biasa. > Pak Kurtubi dalam banyak kesempatan selu mengemukakan halli i danaya pernah > bertemu mukadengan beliau , > Saya sampaikan kritik saya ini , akan tetapi sampai saat ini beliau masih > membuat pernyataan yang sama . > Bagaimana kalau belliau diangkat aiMneteri Esdm ya ? > > Lainya saya sependapat dengan pak Ong. > > si AbahYRS > > > > > On Saturday, August 9, 2014 11:15 AM, Ong Han Ling <[email protected]> > wrote: > > > Teman2 IAGI, > > Pertama-tama, saya ingin mengucapakan "Selamat Hari Raya Ied Fitri, 1 Sjawal > 1435 H". Maaf lahir dan bathin. > > Maaf, tulisan ini agak panjang, Anda diminta sabar membacanya. > > Merupakan budaya kita untuk tidak mengeritik atasan meskipun mengetahui > salah. Hal demikian tidak mendidik dan menyesatkan banyak orang termasuk > "policy makers" bidang energy dan perlu segera diperbaiki karena konsekwensi > besar sekali. > > Contoh konkrit yang baru terjadi didepan mata kita. Dalam debat calon > Presiden, Menko Perekonomian dengan bangga mengatakan didepan layar TV bahwa > Indonesia telah berhasil negosiasi dengan China dan harga LNG Tanguh menjadi > $12/mmbtu. Waktu mendengarkan saya ikut bangga. Ternyata besoknya di Jakarta > Post, harga cuma $8/mmbtu. Harga $12/mmbtu baru berlaku tahun 2016. Wah, > kalau cuma $8/mmbtu, seyogianya LNG Wiryagar dipakai domestik saja mengingat > PLN Jakarta (Muara Karang) impor LNG dari Bontang, dengan harga kira-kira > $11/mmbtu, yaitu dibawah harga jual ke Taiwan/Jepang/Korea ($14-17/mmbtu). > > Data yang keliru, data yang tidak disampaikan, ataupun data salah yang tidak > dikoreksi seperti tsb. diatas, akan berakibat kekeliruan dalam energy policy. > > Contoh yang lain yang menurut saya sangat fatal adalah "impor" LNG ke > Jakarta, Jambi, Semarang, dan Arun. > > Demi menenangkan publik dan juga untuk "boosting" keberhasilannya, Penjabat > sering memberi optimisme bahwa gas Indonesia masih berlimpah, sepert > pernyataan bahwa gas yang dikeluarkan baru 6% dari cadangan (cadangan yang > mana?). > > Demi promosi CBM dan Shale gas, ESDM telah memelesetkan investor dengan > memberi kesan bahwa cadangannya luar biasa, beberapa kali lipat cadangan > associated gas, padahal belum ada yang diproduksi. Yang terpelesetkan > ternyata bukan investor saja. Kebanyakan orang termasuk menteri dan "policy > makers", tidak bisa membedakan antara resources, potential, proven, probable > dan possible. Semua cadangan dianggap sama hingga Indonesia terlihat > berlimpah gas. > > Demi memberi kesan gas masih banyak, lapangan Exxon Natuna dengan cadangan > hydrocarbon sampai 40+ TCF sering dibanggakan termasuk pidato Presiden tahun > 2012. Namun lupa dikatakan bahwa gas Natuna mengandung 35% CO2 hingga > memisahkannya mahal sekali. Meskipun POD Natuna sudah pernah keluar, namun > dengan adanya penemuan beberapa lapangan gas raksasa di NW Shelf, Australia > Barat 10 tahun lalu dan adanya revolusi shale gas di US dan Canada 5 tahun > yang lalu, Natuna merupakan sejarah dan seharusnya sudah lama di peti-eskan. > > > Hal yang serupa dan ber-potensi menjadi masalah adalah LNG INPEX Masela yang > produksinya sangat diharapkan Pemerintah. INPEX Masela ditemukan tahun 2000 > bersamaan dengan penemuan INPEX Itchy di NW Shelf Australia Barat. Itchy > mulai dibangun tahun 2011. Sedangkan untuk Masela, Final Investment Decision > (FID) baru direncana tahun 2015. FID adalah faktor yang menentukan apakah > proyek diteruskan atau tidak, bukan POD. Dengan adanya revolusi shale gas di > USA dan Canada, keterlambatan proyek Masela sampai 4 tahun membuat > keekonomian Masela dipertanyakan. Seperti Natuna, kelambatan bisa menyebabkan > proyek dibatalkan dan dipeti-eskan. Pemerintah perlu mengejar dan perlu > dikejar jika Masela ingin dioperasiakan sebelum membanjirnya LNG dari > Australia, US, Canada, dan bahkan dari Rusia akan masuk Pacific basin. Masela > berpacu dengan waktu > > Persepsi yang diberikan ESDM selama ini bahwa gas Indonesia masih berlimpah, > menyebabkan "policy maker" mengambil kebijakan untuk menggunakan Bahan Bakar > Gas (BBG) untuk mobil, pembangun stasiun Compressed Natural Gas (CNG) > dimana-mana, dan yang paling fatal adalah menggunakan LNG untuk pembangkit > listrik di Jawa dan Sumatra. Import LNG dari Bontang ke PLN Muara Karang, > Jakarta, telah dilaksanakan. Demikian juga nantinya "import" dari Wiryagar > lewat mekanisme DMO. Ini tidak masuk akal. LNG memang bersih lingkungan > tetapi terlalu mahal bagi Indonesia saat ini (Ong, 12/2013, SPE). > > Secara perhitungan kasar, membuat LNG harganya sekitar $4/mmbtu. Angkut ke > Jawa cryogenic $1/mmbtu. Sebelum bisa dipakai PLN Muara Karang, LNG harus > dikembalikan ke gas lagi dengan biaya $2/mmbtu. PT Regassing Nusantara yang > terdiri dari tiga perusahaan yang melakukan regassing adalah perusahaan > swasta yang perlu mengambil keuntungan, diasumsikan $2/mmbtu. Ditambah biaya > operasi PLN $1/mmbtu. Jadi harga total untuk angkut gas dari Kalimantan ke > Jawa adalah $10/mmbtu. Dengan catatan biaya tsb. belum termasuk harga gas. > > Dilain pihak, untuk Jawa dan Sumatra Selatan, Pemerintah mematok harga gas > dari K3S ke PLN $5,80/mmbtu sejak pertengahan tahun 2012, dari harga > sebelumnya cuma $3/mmbtu selama bertahun-tahun. Padahal mendatangkan gas > dari Bontang ke PLN Jakarta, Pemerintah rela membayar $10/mmbtu untuk ongkos > angkut saja. Seyogianya K3S dibayar $15.80/mmbtu. Dengan harga tsb. K3S akan > giat melakukan eksplorasi di Jawa dan Sumsel dan bahkan berani memasang pipa > untuk delivery ke PLN. Gas di Jawa dan Sumsel, kalau dilihat dari "creaming > curve" masih banyak (WoodMac). Produksi gas di Jawa dan Sumatra Selatan akan > naik significant dengan menambah pemboran. > > Sudah waktunya Pemerintah memberikan keuntungan yang layak kepada mitranya, > K3S, yang sudah berpuluhan tahun beroperasi di Indonesia. Sejak lebih dari 10 > tahun lalu, IPA sering protes mengapa gas dari K3S hanya dihargai antara > $1-3/mmbtu, namun Pemerintah terus impor diesel dengan harga $7/mmbtu. > Artinya, mengapa keuntungan diberikan kepada luar negeri dan para importir > hingga membuat eksplorasi gas mandek? > > Menurut saya banyak kesalahan terjadi dibidang energy policy disebabkan data > yang tidak sesuai. Sebaiknya Pemerintah berkonsentrasi pada pekerjaannya, > termasuk memberi data yang benar. Kewibawaan Pemerintah perlu dijaga. IAGI > perlu membantu. > > Maafkan kalau ada yang tidak berkenan dengan tulisan ini. > > Salam, > > HL Ong > > > ---------------------------------------------------- > Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 > Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition > JAKARTA,15-18 September 2014 > ---------------------------------------------------- > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact > ---------------------------------------------------- > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > ---------------------------------------------------- > Subscribe: [email protected] > Unsubscribe: [email protected] > ---------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not > limited > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of > any information posted on IAGI mailing list. > ---------------------------------------------------- > > > > > ---------------------------------------------------- > Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 > Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition > JAKARTA,15-18 September 2014 > ---------------------------------------------------- > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact > ---------------------------------------------------- > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > ---------------------------------------------------- > Subscribe: [email protected] > Unsubscribe: [email protected] > ---------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not > limited > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of > any information posted on IAGI mailing list. > ---------------------------------------------------- > > > ---------------------------------------------------- > Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 > Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition > JAKARTA,15-18 September 2014 > ---------------------------------------------------- > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact > ---------------------------------------------------- > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > ---------------------------------------------------- > Subscribe: [email protected] > Unsubscribe: [email protected] > ---------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not > limited > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of > any information posted on IAGI mailing list. > ---------------------------------------------------- > > > ---------------------------------------------------- > Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 > Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition > JAKARTA,15-18 September 2014 > ---------------------------------------------------- > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact > ---------------------------------------------------- > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > ---------------------------------------------------- > Subscribe: [email protected] > Unsubscribe: [email protected] > ---------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not > limited > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of > any information posted on IAGI mailing list. > ---------------------------------------------------- > > > ---------------------------------------------------- > Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 > Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition > JAKARTA,15-18 September 2014 > ---------------------------------------------------- > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact > ---------------------------------------------------- > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > ---------------------------------------------------- > Subscribe: [email protected] > Unsubscribe: [email protected] > ---------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not > limited > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of > any information posted on IAGI mailing list. > ---------------------------------------------------- > > > ---------------------------------------------------- > Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 > Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition > JAKARTA,15-18 September 2014 > ---------------------------------------------------- > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact > ---------------------------------------------------- > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > ---------------------------------------------------- > Subscribe: [email protected] > Unsubscribe: [email protected] > ---------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not > limited > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of > any information posted on IAGI mailing list. > ---------------------------------------------------- > > > > ---------------------------------------------------- > Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 > Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition > JAKARTA,15-18 September 2014 > ---------------------------------------------------- > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact > ---------------------------------------------------- > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > ---------------------------------------------------- > Subscribe: [email protected] > Unsubscribe: [email protected] > ---------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not > limited > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of > any information posted on IAGI mailing list. > ---------------------------------------------------- > > = > > ---------------------------------------------------- > Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 > Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition > JAKARTA,15-18 September 2014 > ---------------------------------------------------- > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact > ---------------------------------------------------- > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > ---------------------------------------------------- > Subscribe: [email protected] > Unsubscribe: [email protected] > ---------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not > limited > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of > any information posted on IAGI mailing list. > ---------------------------------------------------- > > > ---------------------------------------------------- > Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 > Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition > JAKARTA,15-18 September 2014 > ---------------------------------------------------- > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact > ---------------------------------------------------- > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > ---------------------------------------------------- > Subscribe: [email protected] > Unsubscribe: [email protected] > ---------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not > limited > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of > any information posted on IAGI mailing list. > ---------------------------------------------------- > > > ---------------------------------------------------- > Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 > Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition > JAKARTA,15-18 September 2014 > ---------------------------------------------------- > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact > ---------------------------------------------------- > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > ---------------------------------------------------- > Subscribe: [email protected] > Unsubscribe: [email protected] > ---------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not > limited > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of > any information posted on IAGI mailing list. > ---------------------------------------------------- > ---------------------------------------------------- Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition JAKARTA,15-18 September 2014 ---------------------------------------------------- Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact ---------------------------------------------------- Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti ---------------------------------------------------- Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ----------------------------------------------------

