Rekan-rekan , Kalau kita un-zoom sedikit dan melihat secara lebih luas, industri ekstraksi kita memang dalam kondisi yang sakit parah. Teman-teman di pertambangan sudah mulai terkena imbasnya secara langsung seperti disampaikan rekan-rekan miners.
Kondisi yang kurang lebih sama juga sedang dialami rekan-rekan migas. Industri kita saat ini sedang babak-belur... kegiatan eksplorasi turun drastis karena hal-hal yang sifatnya non teknis (PBB, perijinan, tumpang tindih, birokrasi dll)... blok yang ditawarkan sepi peminat... akibatnya jumlah pengeboran eksplorasi juga akan menurun drastis.. Hanya saja dalam konteks global antara dunia mining dan migas saat ini dalam kondisi yang agak berbeda: kelesuan di mining terjadi bukan hanya di Indonesia tapi melanda juga seluruh dunia. Sebaliknya di bidang migas, kelesuan Indonesia masih "tertolong" oleh booming aktifitas eksplorasi di negara lain... itu yang menyebabkan krisis pekerja migas tidak terlihat secara kasat mata... Namun demikian saya sepakat, sesuai amanat AD/ART, IAGI dengan segala kemampuannya harus bisa menjadi jembatan perlindungan bagi anggotanya.... IAGI menjadi terkenal mungkin perlu, tapi lebih perlu lagi IAGI yang dapat dirasakan manfaatnya bagi para anggota. Kalau tidak maka IAGI akan ditinggalkan kesepian sendirian .. salam, On 9/12/14, [email protected] <[email protected]> wrote: > Ganti haluan masuk Umar Bakrie yg saat ini lagi dibuka lowongan kesempatan > sebanyak banyaknya untuk mengisi tenaga baru , bisa jadi ilmuwan G&G > untuk memajukan ilmu geologi atau jadi birokrat siapa tahu nanti jadi Ka > BG , Dirjen Migas , Dirjen Minerba terus membuat kebijakan dan regulasi yg > kondusif untuk investasi migas , dan minerba shg ekplorasi meningkat dan > ini kalau terjadi secara otomaris G&G akan banyak terserap > > Ism > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: "Gayuh Nugroho Dwi Putranto - [email protected]" > <[email protected]> > Sender: <[email protected]> > Date: Thu, 11 Sep 2014 22:54:02 > To: [email protected]<[email protected]>; > [email protected]<[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [iagi-net] Peran IAGI dalam "krisis" unemployement Re: > [economicgeology] Fw: > Hasil Survey AusIMM > Selamat malam, > saya coba mengangkat topik ini dari milis MGEI ini ke ranah milis IAGI, > mumpung sedang "hangat" Pemilu Caketum IAGI. Sayang sekali topik ini tidak > sempat dibahas di mimbar Debat Caketum kemarin di Ritz. > > Kalau memang IAGI didirikan dari, oleh, dan untuk anggota, maka sekarang > IAGI kudu berperan dalam "krisis" unemployement di dunia pertambangan, baik > mineral maupun batubara. Menurut hemat saya, ada 2 hal utk menjadi solusi > mendasar, yaitu: > 1. meng-empower (mungkin jika diterjemahkan menjadi "memberdayakan") > anggotanya dengan enterpreneurial skills. Istilah "economic geology" harus > diharfiahkan dengan memberikan (mengenalkan kembali) pengajaran (di kampus) > atau training/workshop tentang economy dan elemen2nya, yaitu business, > trade, money, dan industry. *Note, hanya ada 1 kandidat caketum IAGI yg > semalam tegas bervisi tentang enterpreneurship ini*. Hal ini adalah cara > termudah utk meng-generate (hehe..biasaya dimarahi Pak Syaiful kalo campur > aduk jawa-english begini)ketertarikan di enterpreneur dan bisnis, khususnya > di bidang geologi ini. > > 2. lebih agresif dalam menggandeng pemilik modal/investor untuk berinvestasi > di dunia pertambangan Indonesia. Contoh konkretnya adalah dengan mengadakan > forum semisal "Mines and Money" atau semisal PDAC (Prospectors and > Developers Association of Canada). Geologist-geologist kita ini kan sudah > tahu dan hafal seluk beluk potensi, sumberdaya, dan cadangan di setiap > jengkal republik ini, namun butuh dana untuk mengelola itu semua. Banyak > juga geologist senior yg punya IUP/KP, namun mereka tetap butuh investor utk > mengelola lebih lanjutnya. Tidak semua geologist punya akses (informasi dan > network) ke segunung dana investasi di luar sana. Nah, disini IAGI bisa > berperan utk menjembatani. Kalaupun recently multinational mining corp cabut > dari Indonesia (Rio, BHP, Barrick), berarti saatnya investor lokal utk > menjadi jendral di negeri sendiri. Di acara PIT baik IAGI atau MGEI (annual > convention), bisa juga dibuatkan forum/exhibition utk ini. Ke depannya, > acara ini > boleh terpisah dengan induknya (PIT/AC). > > Sekian, maaf bila ada yg kurang berkenan. CMIIW, semoga bermanfaat. > Wassalam. > > > > Gayuh Nugroho Dwi Putranto (3583) > http://gayuh.putranto.net > > > > > On Wednesday, September 10, 2014 8:05 AM, "yoga suryanegara > [email protected] [economicgeology]" > <[email protected]> wrote: > > > > > Bang Silaban, > > Dalam suatu kesempatan semacam seminar, yang waktu itu juga dihadiri oleh > Dirjen Minerba (Pak Sukhyar), saya sempat mempertanyakan dasar pemikiran > pemerintah dan persiapan pemerintah ketika beberapa kebijakan diberlakukan > yang itu berakibat pada hilangnya kesempatan kerja. > Dalam pertanyaan yang saya lontarkan, saya menyisipkan suatu contoh > kebijakan yang diambil oleh pemerintah australia dalam usaha menanggulangi > jobless yang terjadi akibat kondisi industri tambang saat ini. > > Pak Sukhyar menjawab bahkan sempat menegur saya karena mempertanyakan > kembali sesuatu yang sudah menjadi keputusan pemerintah dalam rangka > menjalankan undang-undang. Pada waktu itu beliau menyampaikan bahwa yang > terpenting adalah bagaimana caranya mencari solusi yang jitu dalam rangka > menanggulangi ekses yang terjadi akibat dari bergulirnya peraturan-peraturan > tsb. > > Yang sempat bikin saya penasaran adalah, bahwa pada waktu itu beliau tidak > secara gamblang memberikan gambaran seperti apa kebijakan atau strategi yang > akan diambil dan dijalankan pemerintah untuk menanggulangi permasalahan saat > ini. > > Pertanyaan yang hampir sama pernah juga dilontarkan panelis lain kepada > Hatta Rajasa (selaku menko) dalam sebuah seminar menyangkut masalah ini. > Jawaban yang waktu itu cukup reasonable adalah: bahwa efek samping dari > suatu keputusan kebijakanj pemerintah tentang suatu hal pasti akan ada > efeknya baik positif maupun negatif terhadap pelaku bisnis. > Waktu itu beliau berujar bahwa jobless yang mungkin terjadi tidaklah akan > semasif yang dibayangkan, karena industri mineral sebagai pihak yang akan > menerima efeknya, mempekerjakan karyawan/buruh tidak sebanyak industri coal > mining. > Menurut saya waktu itu beliau tidak memprediksi dengan detil bahwa pada saat > beliau bicara, industri coal mining juga menuju ke arah titik nadir. > Sehingga akhirnya saat ini yang terjadi adalah chaos jobless yang terjadi > dihampir semua aspek industri pertambangan. > > Saya sangat setuju dengan beberapa pendapat dari rekan2, bahwa siapapun > ketua terpilih selanjuutnya, adalah orang yang akan sangat tidak nyaman, > dimana ybs harus berjibaku untuk memimpin organisasi ini dan membuktikan > kepada anggotanya bahwa iagi bisa memberikan manfaat lebih dan bisa menjadi > sekoci penyelamat buat profesional geos ketika chaos industri tambang > terjadi. > > Ini bukan kampanye lho: > Ada benarnya bahwa dalam situasi seperti sekarang ini sebaiknya iagi > dinahkodai oleh orang yang benar2 tangguh dan mengerti medan juangnya > seperti apa, serta sedapat mungkin juga ada dan terlibat langsung dalam > pusaran kisruh dan chaosnya industri tambang saat ini. > Dibutuhkan orang yang terbiasa berada di zona "tidak nyaman" atau orang yang > idenpedensinya terjaga dari pengaruh kebijakan pemerintah, dan orang yang > bisa memperjuangkan habis2an kepentingan profesi geos dipercaturan kebijakan > pemerintah. > Saya tidak ingin membuka dikotomi ttg migas dan tambang, tapi kayaknya orang > yang sering berada dizona tidak nyaman adalah temen2 di tambang, juga temen2 > yang sering bersebrangan dengan pemerintah adalah rekan2 dari dunia tambang. > > Jika tendensi dari kriteria ini mengarah ke kandidat "nomor empat" mungkin > itu suatu kebetulan saja.... (kompordotcom) > > Regards, > Yoga Suryanegara, MAusIMM > Exploration and Resources Coal Geologist > > Phone > Home +61738761012 (Australia), +622282524036 (Indonesia) > Mobile +61402260184 (Australia), +6282158049182 (Indonesia) > > > On Wednesday, 10 September 2014, 1:05, "Hamonangan > [email protected] [economicgeology]" > <[email protected]> wrote: > > > > > Wah....info menarik nih. > Thanks udah berbagi Pak Yoga. > Cuman sy masih rada ga ngeh.....solusi yg di propose institusi non profit > Ausimm, ini harus nya yg nge-lead MGEI atau IAGI?. > Pemerintan harus di "paksa" duduk untuk mencari solusi masalah ini. > Ada ga ya yg berani pasang badan dan "leher" untuk mem-blow up issue ini ke > media sosial di indonesia? Atau mungkin syukur syukur ke DPR yang > terhormat... > Ribuan loh tiap tahun geologist muda+mine engineer+geodesi, dipaksa lulus > sarjana hanya untuk gigit jari?. Masa tega sih para senior senior? > Hamonangan > ("Kompor" -in meleduk mode on:) > On 9 Sep 2014 16:43, "yoga suryanegara [email protected] > [economicgeology]" <[email protected]> wrote: > > >> >> >> >> >>On Monday, 8 September 2014, 19:03, yoga suryanegara >> <[email protected]> wrote: >> >> >> >> >> >>Barusan dapat email dari penggedenya AusIMM mengenai hasil suvey yang >> dilakukan oleh lembaga ini terhadap kondisi dunia kerja profesi geologist >> di australia. >>Beberapa hasil survey tersebut adalah sbk: >> >> >>The survey confirms that the employment disruption many of our members >> experienced in 2013 has continued into this year. >> >>Key survey findings include: >> * Unemployment among all AusIMM members has increased to 11.2 per cent, >> from 10 per cent in July 2013. >> * Unemployment among Australian-based minerals professionals is 12.2 per >> cent. Australian minerals professionals now face double Australia's >> national unemployment rate (Australia's trend unemployment rate was 6.1 >> per cent in July 2014, ABS Cat 6202.0). >> * The unemployment rate for New Zealand professionals is significantly >> lower at 6.3 per cent. >> * Geoscience professionals are facing the highest level of unemployment >> at >> 15.1 per cent. >> * More than one in four unemployed minerals professionals have been out >> of >> work for six months or more. >> * One in 10 minerals professionals were made redundant in the 2013-14 >> year, reflecting a highly volatile and negative employment market. >> * Minerals professionals commonly report strong pressures to work more >> hours for the same pay (17.5 per cent); to accept lower pay or conditions >> for the same job (16.6 per cent); and to accept a reduction in work hours >> (8.4 per cent). >> * Less than half (49.1 per cent) of AusIMM's student members are >> confident >> they will find work as a minerals professional when they graduate. >> * More than half of AusIMM members (50.8 per cent) believe there will be >> fewer professional job opportunities in the minerals sector in the coming >> year. >>While many of us recognise the cyclical nature of our industry and the >> drivers of the changes we are experiencing, the results again highlight >> the importance of AusIMM continuing to support its members. >> >> >>Our Member Assistance Program (MAP), which provides practical support and >> financial assistance to those members in greatest need, is a key way >> AusIMM is supporting members during this period of change. I am pleased to >> advise you that the AusIMM Board has recently extended the MAP program >> into 2015. >> >> >>The Professional Employment Survey has provided essential information to >> the AusIMM Board, supporting our decision to extend the MAP program. The >> survey also underpins our active engagement with governments and the >> minerals industry. >> >> >>We continue to advocate on behalf of members to the Australian Government >> on issues around skilled migration. These include our concerns that >> Australia's skilled migration and the 457 visa programs have not adjusted >> to reflect the high levels of unemployment amongst minerals professionals. >> The 457 Visa system must be much more responsive to changing employment >> markets and industry adjustments. We are calling on the Australian >> Government to urgently: >> 1. Review and remove any minerals professional occupations listed on the >> Department of Immigration and Border Protection'sConsolidated Sponsored >> Occupation List (CSOL). >> 2. Release its response to the report by the independent panel set up by >> government to examine the integrity of the 457 visa program. >> 3. Publicly release all of the data inputs, assumptions and >> decision-making processes involved in reviewing the CSOL (this is the >> subject of a freedom of information request lodged by the AusIMM with the >> Department of Immigration and Border Protection). >> 4. Review and strengthen the compliance and enforcement measures of the >> 457 visa program. >>We are also calling on the Australian Government to stimulate exploration >> by legislating for the promised Exploration Development Incentive Program >> as soon as practicable, and to implement the recommendations of the >> Productivity Commission's recent report into resources exploration. >>With state and territory governments and the New Zealand Government, we >> continue our discussion about the areas that make a difference to >> professionals - reducing red tape, harmonising legislation where it makes >> sense, and providing leadership in stimulating the sector's growth in >> their regions. >>We are calling on mining companies to recognise the direct link between >> continued investment in their professional teams and the essential >> business outcomes of sustainable productivity improvements, safe >> workplaces and innovation that leads to competitive advantage. >> >> >>Melihat apa yang terjadi, rasa2nya apa yang dialami rekan2 geos di >> Australia juga dialami rekan2 mine geos di negara kita. >> >> >>Mungkin ada beberapa senior di MGEI yang ingat ketika di awal 2012 saya >> sempat melontarkan isu ttg kekhawatiran yang akan melanda industri >> pertambangan kita (baik akibat anjlok-nya harga maupun akibat peraturan >> hilirisasi). >> >> >>Sayangnya dari beberapa kali pembicaraan yang saya lontarkan tsb, hanya >> sedikit senior2 kita yang menanggapi dengan serius dari apa yang terjadi >> waktu itu, salah atunya adalah mas Yoseph Swami. Saya sependapat dengan >> beliau waktu itu bahwa kekhawatiran terbesar kita pada saat industri ini >> sedang tidak menarik adalah dilakukannya tindakan2 efisiensi berlebihan >> yang dilakukan managemen perusahaan dengan cara menghentikan sama sekali >> kegiatan2 eksplorasi. >> >> >> >>Sampai saat ini sudah banyak perusahaan-perusahaan yang dengan sangat >> terpaksa menghentikan kegiatannya karena kondisi pasar dan kebijakan yang >> ada. Dari sekitar 114 yang terdapat disekitar Jambi, yang bertahan tidak >> lebih dari 5 perusahaan. Tadi malam saya mendapat bocoran update terbaru >> bahwa sampai hari ini sudah sekitar 200 perusahaan stop kegiatan di >> kaltim. >> >> >>Beberapa senior geos yang pernah bareng kerja dengan saya atau yang saya >> kenal, sudah banyak yang hampir mendekati periode satu tahun job-less, >> bahkan beberapa diantaranya sudah ada yang lebih dari 18 bulan. >> >> >>Beberapa bocoran yang saya dapat mengatakan bahwa kondisi ini akan >> berlangsung hingga akhir tahun 2016, tapi ada juga yang bilang sampai >> akhir tahun 2017, bahkan beberapa yang pesimis dan cenderung frustasi >> menyetakan kondisi ini akan berlangsung hingga tahun 2020. >> >> >>Kondisi ini akan semakin diperparah oleh akan adanya MEA (Masyarakat >> Ekonomi ASEAN) dimana peluang berusaha akan semakin keras kompetisinya.... >> >> >>Mungkin ini salah satu topik menarik yang bisa diperdebatkan oleh para >> calon ketua IAGI mendatang di arena debat tanggal 10 nanti... >> >> >>Kira2 seperti apa usulan para kandidat baik untuk jangka pendek, menengah >> dan longterm dalam mengatasi permasalahan yang muncul saat ini, terutama >> kondisi pertambangan yang berimbas pada nasib sekian ribu geologist... >> >> >>Regards, >>Yoga Suryanegara, MAusIMM >>Exploration and Resources Coal Geologist >> >> >>Phone >>Home +61738761012 (Australia), +622282524036 (Indonesia) >>Mobile +61402260184 (Australia), +6282158049182 (Indonesia) >> >> >> >> > > > __._,_.___ > > ________________________________ > Posted by: yoga suryanegara <[email protected]> > ________________________________ > > Reply via web post • Reply to sender • Reply to group • Start a New > Topic • Messages in this topic (3) > Visit Your Group * New Members 2 > > • Privacy • Unsubscribe • Terms of Use > > . > > __,_._,___ > ---------------------------------------------------- > > Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 > > Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition > > JAKARTA,15-18 September 2014 > > ---------------------------------------------------- > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact > > ---------------------------------------------------- > > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > ---------------------------------------------------- > > Subscribe: [email protected] > > Unsubscribe: [email protected] > > ---------------------------------------------------- > > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. > > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not > limited > > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > > > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of > > any information posted on IAGI mailing list. > > ---------------------------------------------------- > > > ---------------------------------------------------- Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition JAKARTA,15-18 September 2014 ---------------------------------------------------- Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact ---------------------------------------------------- Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti ---------------------------------------------------- Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ----------------------------------------------------

