Yth Pak Daru dan rekan-rekan IAGI,

 

Mang Okim mohon beribu maaf karena belum sempat menyampaikan selamat dan
rasa syukur atas terpilihnya Pak Daru sebagai Ketua Umum IAGI, dan  juga
atas ketidak hadiran mang Okim di PIT IAGI . Sepuluh hari terakhir ini mang
Okim disibukkan dengan fenomena luar biasa yaitu revolusi batu mulia
Indonesia. Hal ini terexpose jelas  di acara Exhibition and Contest
Indonesian Gemstones di Mangga Dua Square Jakarta (17-22 Sept). Hampir 200
stands terisi penuh oleh peserta dari Aceh sampai Maluku ( tanpa subsidi
pemerintah seperti biasanya ) . Lebih dari 1000 batu mulia asli Indonesia
diperlombakan ( dibagi atas 37 kategori) , dan ribuan pengunjung membludak,
sejak hari pertama sampai penutupan ( pkl 3 pagi !!!). Mang Okim sendiri
hadir sebagai  Dewan Juri dan sekaligus peserta pameran + jualan.

 

Mengenai himbauan Pak Daru dkk untuk menyelesaikan polemic di lokasi, hal
itu tentunya baik sekali. Hanya perlu mang Okim informasikan bahwa kawasan
Situs Gunung Padang tidak seluas seperti yang ditiupkan oleh Dr. Ali Akbar
dkk yaitu lebih dari 10 X luas Candi Borobudur dengan pintu gerbang setinggi
18 meter. Singkapan batuan yang jadi polemikpun rasanya tidak mungkin
keliru. Foto-foto yang mang Okim lampirkan di FB juga autentik. Persoalan
semen canggih produk 13.000 - 23.000 tahun yang lalu,  yang kandungan
besinya konon sampai 41 % , telah mang Okim ingatkan kepada TTRM untuk tidak
diekspose dulu, apalagi ke Pres SBY. Hal itu mengacu kepada
Dietrich&Skinner 1979 (Rock and Rock Minerals) : " Any sedimentary rock
containing more than 15 % iron is termed iron formation ". Semen modernpun
paling-paling mengandung unsur besi maksimum 6 % . Mengenai pasir ayakan
peredam gempa (13.000-23.000 tahun yl ), itupun mang Okim ingatkan untuk
diteliti dulu mengingat butirannya angular-very angular  ( bisa saja "air
fall " ) !  Mengenai "chamber berisi brankas " di perut G. Padang, mang Okim
juga pernah mengingatkan tentang kemungkinan lava tube ( contohnya banyak
ditemukan di kawasan Madinah, Saudi Arabia ).

 

Ancaman Pak Andi Arief,

 

Mang Okim  sudah mengira bahwa tidak banyak rekan-rekan  yang setelah
membaca postingan YMK Pak Andi Arief,  berani memberikan tanggapan ---
padahal isinya naudzubillah, sangat pedas dan sangat sadis. Sumpah
serapahnya mengalir tidak terbendung, tidak saja kepada mang Okim tetapi
juga kepada para professor arkeologi yang mang Okim sangat hormati dan
segani ( di postingan2 sebelumnya ). Sampai detik ini , rasanya  tidak ada
rekan kita  yang pernah dan berani  berkomentar tentang komposisi semen
prasejarah yang mengandung unsur besi sampai 41 % , atau bog iron yang
kemudian diinterpretasikan sebagai jejak industry metalurgi canggih di
periode 13.000-23.000 tahun. Fenomena spheroidal / columnar weathering ,
yang dapat diikuti dari kaki gunung sampai ke puncak gunung , yang
insyaallah dapat meredam hipotesis tentang disembunyikannya bangunan budaya/
piramida  di perut gunung, tidak ada yang menguatkan. Dan semua itu  divonis
sebagai fitnah dengan ancaman tuntutan hukum ---- sungguh menyedihkan ta'
iya !!! 

 

Pada kesempatan ini mang Okim menyampaikan beribu terima kasih kepada
rekan-rekan khususnya Saderek Iwan Munajat yang menyemangati mang Okim untuk
tidak gentar beramar ma'ruf nahi munkar. Dan kepada Kang Arif Lesmana,
terima kasih atas sarannya agar mang Okim segera minta maaf kepada Pak Andi
Arief atas " kesalahan " mang Okim ( yang mana ya ?). Saran Kang Arif
Lesmana mungkin karena kasihan saja kepada nasib mang Okim yang terkesan
sebatang kara --- he-hee. Mengenai ajakan ke Gunung Padang Sabtu lusa, mang
Okim mohon beribu maaf tidak bisa bergabung karena ada acara yang telah
dikonfirmasi sebelumnya. 

 

Salam Cinta Geo-Arkeologi,

 

Mang Okim

 

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, September 23, 2014 10:43 PM
To: [email protected]
Cc: MGEI
Subject: [economicgeology] Re: [iagi-net] MOHON PENCERAHAN : ANCAMAN DARI
PAK ANDI ARIEF, STAFSUS PRESIDEN SBY 

Mang Okim yang baik...

Ikutan berkomentar, yg saya tahu dr berbagai pemberitaan (termasuk medsos)
TTRM saat ini sdng intensif melakukan penelitian di Gunung Padang yg
merupakan kelanjutan penelitian2 sebelumnya. Sementara itu mang Okim bersama
tim expert BG dan pak Sutikno Bronto pernah juga melakukan pengamatan
langsung di lapangan (spt yg ditulis mang Okim di emailnya). Apakah kedua
kelompok tim ini pernah bertemu di lapangan untuk mengamati, memeriksa dan
meneliti obyek yg sama ? (misal yg mana yg dimaksud semen/ perekat yg
diperdebatkan tsb, dll)? Kuatirnya adalah obyek yg diperdebatkan kedua belah
pihak adalah obyek yg berbeda. Seandainya diskusi lapangan ini dilakukan,
saya kira akan dapat lebih memberikan kesepahaman di antara kedua belah
pihak, paling tidak sepakat ttg obyek mana/ apa yg didiskusikan. Kalaupun
ada perbedaan "interpretasi" masih sah-sah saja. 

Terakhir ke g. Padang sekitar sebulan lalu, saya sempat bertemu pak Danny
dan pak Ali Akbar dr TTRM, dan saya sampaikan concern saya ttg diskusi on
the spot dng siapapun pemerhati g. Padang termasuk mang Okim yg pasti akan
sangat bermanfaat dan mungkin konklusif. Ternyata Pak Danny juga
menginginkan hal itu. Seandainya pertemuan lapangan ini terjadi, kalau perlu
mungkin bisa difasilitasi oleh IAGI, saya kira akan banyak anggota IAGI yg
tertarik hadir....termasuk saya.

Salam geoarkeologi...
Daru
(Eeh....sebelum saya klik send untuk email ini, saya baca pak Danny
menawarkan kunjungan dan diskusi lapangan tsb....silakan mang Okim..)

Sent from my mobile device 2
----------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------
---------------
> On Sep 23, 2014, at 6:35 PM, "Sujatmiko" <[email protected]> wrote:
> 
> Rekan-rekan IAGI - MGEI - AKADEMISI yang budiman, 
>  
> Tanggal 16 September 2014 yang lalu, sesaat sebelum mang Okim berangkat ke
Mangga Dua Square Jakarta untuk mendukung perhelatan akbar Indonesian
Gemstones Exhibition and Contest ( 17-22 September 2014 ), mang Okim
menyempatkan diri menulis komentar tentang kegiatan penggalian TTRM/TIMNAS
di Situs Megalitik Punden Berundak G. Padang yang telah diakui terbesar di
kawasan Asia Tenggara. Sebagai bahan acuan, mang Okim petik dari 11 artikel
di Pikiran Rakyat ( antara lain tentang alokasi dana 23 Milyar ), Viva News
dan buku karangan Dr. Ali Akbar ( tentang pintu gerbang setinggi 18 meter ,
semen purba berumur 13.000-23.000 tahun mengandung 41 % unsur besi , adanya
reactor listrik hidro di level 4 G.Padang ), beberapa foto dari media
> maya/internet, pengamatan mang Okim secara langsung di lapangan , dan
hasil penelitian tim expert Badan Geologi di G. Lalakon, G. Sadahurip, dan
G. Padang ( dikomandani oleh Prof. Sutikno Bronto ). 
>  
> Sepulangnya dari Jakarta kemaren, mang Okim sungguh terkejut membaca
respon  dari Pak Andi Arief lewat FB beliau . Isinya penuh dengan ungkapan
dan  ancaman yang menyuratkan dan menyiratkan betapa dendamnya beliau kepada
mang Okim yang nota bene tidak punya back-up kecuali Allah SWT. Mang Okim
baca kembali postingan mang Okim beberapa kali untuk mengetahui tentang
bagian mana yang dituduhkan oleh beliau sebagai fitnah. Entahlah, mungkin
karena Pak Andi Arief sedang dalam amarah, atau karena keterbatasan
pengetahuan beliau dalam bidang geologi ( yang mang Okim tekuni selama lebih
dari 50
> tahun sampai saat ini ), maka argumentasi ilmiah yang mang Okim sampaikan
divonis sebagai fitnah . Tidak hanya itu, masa lalu mang Okim diungkit tanpa
dasar yang kuat ( sama halnya dengan pengungkapan hasil penelitian G. Padang
> yang sejak 2 tahun yang lalu baru sebatas hipotesis dan belum mampu
dibuktikan ). 
>  
> Mang Okim sengaja mengangkat ancaman Pak Andi Arief ini di media IAGI/MGEI
dengan harapan agar rekan-rekan kebumian tidak ragu untuk mengungkapkan
kebenaran ilmiah yang kita yakini. Mang Okim lakukan semua itu karena rasa
cinta mang Okim akan tanah air , nusa, dan bangsa. Selain dari itu, juga
sebagai ungkapan keprihatian dan solidaritas mang Okim terhadap para
Profesor dan Senior Arkeologi , yang selama ini tersingkir tanpa ampun.
Semoga Pak Andi Arief masih ingat ketika mang Okim , atas izin Pak Andi
Arief, meminta dan memimpin seluruh peserta yang hadir di acara "Menguak
Tabir Peradaban dan Bencana Katastropik Purba di Nusantara ( Sekneg 7
Februari 2012, dihadiri oleh 300-an undangan)" untuk berdiri dan menyanyikan
lagu BAGIMU NEGERI. Sekedar tambahan, mang Okim pernah dua kali mendapat
peringatan keras dari Pak Andi Arief unjtuk minta maaf di Koran, dengan
ancaman somasi ( lewat Ketum IAGI ). Semoga rekan-rekan IAGI dapat menilai
secara objektif , postingan mang Okim dan dua balasan Pak Andi Arief.
Pencerahan dan sarannya mang Okim tunggu ya.
>   
> Salam cinta Geo-Arkeologi,
> 
> Mang Okim 
>
----------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------
----------
> 
> FB MANG OKIM 16 September 2014 
>  
> BENCANA ARKEOLOGI DI SITUS MEGALITIK GUNUNG PADANG
> 
> Beberapa foto bocoran dari dunia maya yang merekam kegiatan penelitian
TIMNAS di Situs Megalitik Gunung Padang, membuat mang Okim tak kuasa menahan
linangan air mata. Bagaimana tidak, peninggalan prasejarah yang telah diakui
sebagai bangunan punden berundak terbesar di kawasan Asia Tenggara ini dan
telah berstatus sebagai cagar budaya nasional (Gambar 1), tiba-tiba
diperlakukan sebagai objek eksperimen geologi yang dengan seenaknya
ditrenching, dibor, digali dan dikupas di banyak bagian, termasuk di lereng
yang terjal (Gambar 2-5). Bagi siapapun yang melihat foto-foto tersebut
pasti akan sepakat bahwa cepat atau lambat, "bencana arkeologi" yang
mengancam kelestarian bangunan punden berundak kebanggaan bangsa Indonesia
ini akan tiba,
> 
> Mang Okim sungguh takjub bahwa dalam masalah Situs Gunung Padang ini ,
Presiden SBY sampai turun tangan langsung . Melalui Kep.Mendikbud, TIMNAS
Penelitian Gunung Padang dibentuk menggantikan TTRM , dengan anggaran
fantastis, 23 milyar rupiah. Targetnya sederhana antara lain untuk
membuktikan bahwa di dalam perut Gunung Padang ada peninggalan budaya berupa
piramida, pintu gerbang setinggi 18 meter, ruang kosong yang diduga
menyimpan "brankas", lapisan pasir "ayakan" untuk meredam gempa, industri
metalurgi canggih, empat lapisan budaya, dan indikasi adanya reaktor listrik
hidro di lapisan budaya terbawah (23.000 tahun yang lalu ). Temuan semen
canggih dengan kandungan besi sampai 41 % tentunya termasuk yang perlu
dibuktikan ( hipotesis fatal yang telah mang Okim sanggah di beberapa
kesempatan, Gambar 6 ).
> 
> Sebagai penutup, mang Okim sampaikan reaksi spontan dari seorang pakar
arkeologi yang kemaren menyaksikan kegiatan TIMNAS : " Saya sangat sedih
melihat perkembangan kegiatan penelitian di Situs Gunung Padang hari ini.
Kotak ekskavasi dibuka di sembarang tempat, tidak mengacu pada kegiatan
penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. Beberapa kotak dibuka di lahan
yang sangat rawan akan longsor. Begitu juga dengan hak publik yang datang
berkunjung ke situs yang telah terampas. Sebagian besar situs ditutup dengan
terpal setinggi 2 meteran. Mau apa mereka sebenarnya di situs yang kita
banggakan ini ???"
> 
> Salam Cinta Geo-Arkeologi,
> Mang Okim
> (6 foto tidak dilampirkan, bisa dilihat di FB mang Okim)
> 
>
----------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------
-------------
> 
> FB ANDI ARIEF DUA 16 September 2014 
> 
> Pak Sujatmiko Miko <https://www.facebook.com/sujatmiko.miko24> Ysh, saya
protes keras terhadap postingan yang menurut saya bisa menimbulkan
penafsiran yang negatif terhadap riset yang saya pimpinannya. Apa yang bapak
tulis untuk usia setua bapak, dan seluas ilmu bapak, sangat tidak layak.
Saya bisa menempuh jalur hukum kepada bapak karena ini bukan kali pertama
bapak melakukannya. Saya tidak main-main, semua yang bapak posting itu
keliru. Usia setua bapak dengan segudang pengalaman hidupnya percaya isu,
sekali lagi tanpa memngurangi rasa hormat saya pada ketuaan bapak, agar
secara sportif bapak minta maaf. Tetapi kalau tidak, maka saya akan menempuh
jalur hukum di negeri ini, nanti setelah 20 oktober 2014.
> 
>
----------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------
-------------
> 
> FB ANDI ARIEF DUA 16 September 2014
> 
> PETISI DAN GEOLOG SUJATMIKO TERBUKTI MENGHASUT  TNI AD dan Peneliti
mendapat fitnah yang luar biasa dari para penentang riset. lihat saja Geolog
senior yang menurut saya sudah sampai tingkat keterlaluan penghasutannya di
antaranya pak Sujatmiko Miko di wallnya, semua isinya adalah menggambarkan
kualitas dan keprinadiannya, membuat fitnah riset dibantu dikbud 23 milyar,
merusak situs, menyebut bencana arkeologi. Baru saja pertemuan antara
direktur cagar Budaya Pak Hary Widianto dengan Pak Danny Hilman ,
Natawidjaja Pak Ali Akbar, Pak letkol Andi dandim Cianjur, dan berbicara via
telp dengan saya, menjadi ajang pembuktian geolog Sujatmiko Miko yang
mudanya CGMI yang selamat (kawan-kawannya banyak terbunuh) yang sekarang
pemimpin Rotary adalah melakukan kebohongan intelektual. Direktur cagar
budaya memuji metode trenching Pak Danny Hilman Natawidjaja yang dibanttu
TNI yang bisa menjadi metode arkeologi ke depan, sistematis, terukur,
berdasarkan pemindaian dan tidak ada satu buktipun merusak situs. Kerja TNI
AD dihargai dan sangat membantu. Saya berharap semua yang telah membuat
ulah, fitnah dan menggagalkan riset ini untuk mengubah rasa iri, dengki,
yang berkarat dalam tubuh. itu bukan sikap intelektual. 

Penuntasan riset tetap berjalan, Timnas diupayakan segera bekerja juga
membantu TTRM. Secara pribadi saya sudah meminta Pak Sujatmiko Miko meminta
maaf karena bukan sekedar pelanggaran ITE (saya tidak akan menggunakan itu),
tetapi di dalam sosial media dan di luar sosial media selalu memprovokasi
agar riset ini batal. Atas fitnahnya saya pimpina Riset mandiri ini meminta
Ia secara sportif memohon maaf atas kekeliruannya. Kalau tidak dilakukan,
saya yang menahan diri 3 tahun lebih akan menggunakan hak saya untuk
menggunakan jalur hukum atas sejumlah fitnah, kebohongan, penghinaan. Saya
serius, dan akan saya lakukan setelah saya tidak lagi menjabat staf khusu
Presiden tgl 20 Oktober nanti. Ini sudah soal prinsip, saya tidak akan
mundur meski saya tahu siapa dibalik petisi dan Pak Sujatmiko Miko. Biar
menjadi pelajaran bahwa hidup ini harus kita jalani dengan sikap jujur,
tidak picik, dan menghalangi prinsip kebebasan dalam hal ini riset. Mereka
yang menghendaki riset ini mati, adalah fasisme itu sendiri yang harus kita
lawan. Agar selanjutanya tidak menimpa siapapun yang melakukan kebebasan
berekspresi. 

 
----------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------
------------




----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

Kirim email ke