Luarbiasa Mang Okim, walaupun sudah sangat sibuk dgn dunia batu Mulia tapi selalu meluangkan waktu utk rajin mengikuti dan memberikan komentar ttg G Padang di berbagai media. Alangkah lebih baik kalau sekalian meluangkan waktu ke G Padang dan memberikan analisa langsung di depan singkapan geologinya yang saya yakin belum pernah dilihat oleh Mang Okim karena memang baru disingkap :-) Silahkan datang Mang,supaya tidak disangka 'yang tahu sedikit biasanya merasa paling tahu' ehem...
Salam, DHN
Sent from my BlackBerry 10 smartphone.
Biasanya mang, orang yang tau hanya sedikit, memang merasa paling tau. Karena pengin tau maka aku mau tau.
Jadi lihat, rasa, tanya dan pikir biar lebih tau.
Salam.
Pada 25 Sep 2014 19:27, "Sujatmiko" < [email protected]> menulis:
Yth
Pak Daru dan rekan-rekan IAGI,
Mang Okim mohon beribu maaf karena belum
sempat menyampaikan selamat dan rasa syukur atas terpilihnya Pak Daru sebagai
Ketua Umum IAGI, dan juga atas ketidak hadiran mang Okim di PIT
IAGI . Sepuluh hari terakhir ini mang Okim disibukkan dengan fenomena luar
biasa yaitu revolusi batu mulia Indonesia. Hal ini terexpose jelas di
acara Exhibition and Contest Indonesian Gemstones di Mangga Dua Square
Jakarta (17-22 Sept). Hampir 200 stands terisi penuh oleh peserta dari Aceh
sampai Maluku ( tanpa subsidi pemerintah seperti biasanya ) . Lebih dari 1000
batu mulia asli Indonesia diperlombakan ( dibagi atas 37 kategori) , dan ribuan
pengunjung membludak, sejak hari pertama sampai penutupan ( pkl 3 pagi
!!!). Mang Okim sendiri hadir sebagai Dewan Juri dan sekaligus peserta
pameran + jualan.
Mengenai himbauan Pak Daru dkk untuk
menyelesaikan polemic di lokasi, hal itu tentunya baik sekali. Hanya perlu mang
Okim informasikan bahwa kawasan Situs Gunung Padang tidak seluas seperti yang
ditiupkan oleh Dr. Ali Akbar dkk yaitu lebih dari 10 X luas Candi Borobudur
dengan pintu gerbang setinggi 18 meter. Singkapan batuan yang jadi polemikpun rasanya
tidak mungkin keliru. Foto-foto yang mang Okim lampirkan di FB juga autentik. Persoalan
semen canggih produk 13.000 – 23.000 tahun yang lalu, yang
kandungan besinya konon sampai 41 % , telah mang Okim ingatkan kepada TTRM untuk
tidak diekspose dulu, apalagi ke Pres SBY. Hal itu mengacu kepada Dietrich&Skinner
1979 (Rock and Rock Minerals) : “ Any sedimentary rock containing more
than 15 % iron is termed iron formation “. Semen modernpun paling-paling
mengandung unsur besi maksimum 6 % . Mengenai pasir ayakan peredam gempa
(13.000-23.000 tahun yl ), itupun mang Okim ingatkan untuk diteliti dulu
mengingat butirannya angular-very angular ( bisa saja “air fall “
) ! Mengenai “chamber berisi brankas “ di perut G. Padang, mang
Okim juga pernah mengingatkan tentang kemungkinan lava tube ( contohnya banyak
ditemukan di kawasan Madinah, Saudi Arabia ).
Ancaman Pak Andi Arief,
Mang Okim sudah mengira bahwa tidak
banyak rekan-rekan yang setelah membaca postingan YMK Pak Andi Arief, berani
memberikan tanggapan --- padahal isinya naudzubillah, sangat pedas dan sangat sadis.
Sumpah serapahnya mengalir tidak terbendung, tidak saja kepada mang Okim tetapi
juga kepada para professor arkeologi yang mang Okim sangat hormati dan segani (
di postingan2 sebelumnya ). Sampai detik ini , rasanya tidak ada rekan
kita yang pernah dan berani berkomentar tentang komposisi semen prasejarah
yang mengandung unsur besi sampai 41 % , atau bog iron yang kemudian diinterpretasikan
sebagai jejak industry metalurgi canggih di periode 13.000-23.000 tahun.
Fenomena spheroidal / columnar weathering , yang dapat diikuti dari kaki gunung
sampai ke puncak gunung , yang insyaallah dapat meredam hipotesis tentang disembunyikannya
bangunan budaya/ piramida di perut gunung, tidak ada yang menguatkan. Dan
semua itu divonis sebagai fitnah dengan ancaman tuntutan hukum ----
sungguh menyedihkan ta’ iya !!!
Pada kesempatan ini mang Okim menyampaikan beribu
terima kasih kepada rekan-rekan khususnya Saderek Iwan Munajat yang menyemangati
mang Okim untuk tidak gentar beramar ma’ruf nahi munkar. Dan kepada Kang
Arif Lesmana, terima kasih atas sarannya agar mang Okim segera minta maaf kepada
Pak Andi Arief atas “ kesalahan “ mang Okim ( yang mana ya ?).
Saran Kang Arif Lesmana mungkin karena kasihan saja kepada nasib mang Okim yang
terkesan sebatang kara --- he-hee. Mengenai ajakan ke Gunung Padang Sabtu lusa,
mang Okim mohon beribu maaf tidak bisa bergabung karena ada acara yang telah
dikonfirmasi sebelumnya.
Salam Cinta Geo-Arkeologi,
Mang Okim
Mang Okim yang baik...
Ikutan berkomentar, yg saya tahu dr berbagai pemberitaan (termasuk medsos) TTRM
saat ini sdng intensif melakukan penelitian di Gunung Padang yg merupakan
kelanjutan penelitian2 sebelumnya. Sementara itu mang Okim bersama tim expert
BG dan pak Sutikno Bronto pernah juga melakukan pengamatan langsung di lapangan
(spt yg ditulis mang Okim di emailnya). Apakah kedua kelompok tim ini pernah
bertemu di lapangan untuk mengamati, memeriksa dan meneliti obyek yg sama ?
(misal yg mana yg dimaksud semen/ perekat yg diperdebatkan tsb, dll)? Kuatirnya
adalah obyek yg diperdebatkan kedua belah pihak adalah obyek yg berbeda.
Seandainya diskusi lapangan ini dilakukan, saya kira akan dapat lebih memberikan
kesepahaman di antara kedua belah pihak, paling tidak sepakat ttg obyek mana/
apa yg didiskusikan. Kalaupun ada perbedaan "interpretasi" masih
sah-sah saja.
Terakhir ke g. Padang sekitar sebulan lalu, saya sempat bertemu pak Danny dan
pak Ali Akbar dr TTRM, dan saya sampaikan concern saya ttg diskusi on the spot
dng siapapun pemerhati g. Padang termasuk mang Okim yg pasti akan sangat
bermanfaat dan mungkin konklusif. Ternyata Pak Danny juga menginginkan hal itu.
Seandainya pertemuan lapangan ini terjadi, kalau perlu mungkin bisa
difasilitasi oleh IAGI, saya kira akan banyak anggota IAGI yg tertarik
hadir....termasuk saya.
Salam geoarkeologi...
Daru
(Eeh....sebelum saya klik send untuk email ini, saya baca pak Danny menawarkan
kunjungan dan diskusi lapangan tsb....silakan mang Okim..)
Sent from my mobile device 2
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
> On Sep 23, 2014, at 6:35 PM, "Sujatmiko" <[email protected]> wrote:
>
> Rekan-rekan IAGI - MGEI - AKADEMISI yang budiman,
>
> Tanggal 16 September 2014 yang lalu, sesaat sebelum mang Okim berangkat ke
Mangga Dua Square Jakarta untuk mendukung perhelatan akbar Indonesian Gemstones
Exhibition and Contest ( 17-22 September 2014 ), mang Okim menyempatkan diri
menulis komentar tentang kegiatan penggalian TTRM/TIMNAS di Situs Megalitik Punden
Berundak G. Padang yang telah diakui terbesar di kawasan Asia Tenggara. Sebagai
bahan acuan, mang Okim petik dari 11 artikel di Pikiran Rakyat ( antara lain
tentang alokasi dana 23 Milyar ), Viva News dan buku karangan Dr. Ali Akbar (
tentang pintu gerbang setinggi 18 meter , semen purba berumur 13.000-23.000
tahun mengandung 41 % unsur besi , adanya reactor listrik hidro di level 4
G.Padang ), beberapa foto dari media
> maya/internet, pengamatan mang Okim secara langsung di lapangan , dan
hasil penelitian tim expert Badan Geologi di G. Lalakon, G. Sadahurip, dan G.
Padang ( dikomandani oleh Prof. Sutikno Bronto ).
>
> Sepulangnya dari Jakarta kemaren, mang Okim sungguh terkejut membaca
respon dari Pak Andi Arief lewat FB beliau . Isinya penuh dengan ungkapan
dan ancaman yang menyuratkan dan menyiratkan betapa dendamnya beliau
kepada mang Okim yang nota bene tidak punya back-up kecuali Allah SWT. Mang
Okim baca kembali postingan mang Okim beberapa kali untuk mengetahui tentang
bagian mana yang dituduhkan oleh beliau sebagai fitnah. Entahlah, mungkin
karena Pak Andi Arief sedang dalam amarah, atau karena keterbatasan pengetahuan
beliau dalam bidang geologi ( yang mang Okim tekuni selama lebih dari 50
> tahun sampai saat ini ), maka argumentasi ilmiah yang mang Okim sampaikan
divonis sebagai fitnah . Tidak hanya itu, masa lalu mang Okim diungkit tanpa
dasar yang kuat ( sama halnya dengan pengungkapan hasil penelitian G. Padang
> yang sejak 2 tahun yang lalu baru sebatas hipotesis dan belum mampu
dibuktikan ).
>
> Mang Okim sengaja mengangkat ancaman Pak Andi Arief ini di media IAGI/MGEI
dengan harapan agar rekan-rekan kebumian tidak ragu untuk mengungkapkan
kebenaran ilmiah yang kita yakini. Mang Okim lakukan semua itu karena rasa
cinta mang Okim akan tanah air , nusa, dan bangsa. Selain dari itu, juga
sebagai ungkapan keprihatian dan solidaritas mang Okim terhadap para Profesor
dan Senior Arkeologi , yang selama ini tersingkir tanpa ampun. Semoga Pak Andi
Arief masih ingat ketika mang Okim , atas izin Pak Andi Arief, meminta dan
memimpin seluruh peserta yang hadir di acara "Menguak Tabir Peradaban dan
Bencana Katastropik Purba di Nusantara ( Sekneg 7 Februari 2012, dihadiri oleh
300-an undangan)" untuk berdiri dan menyanyikan lagu BAGIMU NEGERI.
Sekedar tambahan, mang Okim pernah dua kali mendapat peringatan keras dari Pak
Andi Arief unjtuk minta maaf di Koran, dengan ancaman somasi ( lewat Ketum IAGI
). Semoga rekan-rekan IAGI dapat menilai secara objektif , postingan mang Okim
dan dua balasan Pak Andi Arief. Pencerahan dan sarannya mang Okim tunggu ya.
>
> Salam cinta Geo-Arkeologi,
>
> Mang Okim
> ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
>
> FB MANG OKIM 16 September 2014
>
> BENCANA ARKEOLOGI DI SITUS MEGALITIK GUNUNG PADANG
>
> Beberapa foto bocoran dari dunia maya yang merekam kegiatan penelitian
TIMNAS di Situs Megalitik Gunung Padang, membuat mang Okim tak kuasa menahan
linangan air mata. Bagaimana tidak, peninggalan prasejarah yang telah diakui
sebagai bangunan punden berundak terbesar di kawasan Asia Tenggara ini dan
telah berstatus sebagai cagar budaya nasional (Gambar 1), tiba-tiba
diperlakukan sebagai objek eksperimen geologi yang dengan seenaknya
ditrenching, dibor, digali dan dikupas di banyak bagian, termasuk di lereng
yang terjal (Gambar 2-5). Bagi siapapun yang melihat foto-foto tersebut pasti
akan sepakat bahwa cepat atau lambat, "bencana arkeologi" yang
mengancam kelestarian bangunan punden berundak kebanggaan bangsa Indonesia ini
akan tiba,
>
> Mang Okim sungguh takjub bahwa dalam masalah Situs Gunung Padang ini ,
Presiden SBY sampai turun tangan langsung . Melalui Kep.Mendikbud, TIMNAS
Penelitian Gunung Padang dibentuk menggantikan TTRM , dengan anggaran
fantastis, 23 milyar rupiah. Targetnya sederhana antara lain untuk membuktikan
bahwa di dalam perut Gunung Padang ada peninggalan budaya berupa piramida,
pintu gerbang setinggi 18 meter, ruang kosong yang diduga menyimpan
"brankas", lapisan pasir "ayakan" untuk meredam gempa,
industri metalurgi canggih, empat lapisan budaya, dan indikasi adanya reaktor
listrik hidro di lapisan budaya terbawah (23.000 tahun yang lalu ). Temuan
semen canggih dengan kandungan besi sampai 41 % tentunya termasuk yang perlu
dibuktikan ( hipotesis fatal yang telah mang Okim sanggah di beberapa
kesempatan, Gambar 6 ).
>
> Sebagai penutup, mang Okim sampaikan reaksi spontan dari seorang pakar
arkeologi yang kemaren menyaksikan kegiatan TIMNAS : " Saya sangat sedih
melihat perkembangan kegiatan penelitian di Situs Gunung Padang hari ini. Kotak
ekskavasi dibuka di sembarang tempat, tidak mengacu pada kegiatan penelitian
yang sudah dilakukan sebelumnya. Beberapa kotak dibuka di lahan yang sangat
rawan akan longsor. Begitu juga dengan hak publik yang datang berkunjung ke
situs yang telah terampas. Sebagian besar situs ditutup dengan terpal setinggi
2 meteran. Mau apa mereka sebenarnya di situs yang kita banggakan ini ???"
>
> Salam Cinta Geo-Arkeologi,
> Mang Okim
> (6 foto tidak dilampirkan, bisa dilihat di FB mang Okim)
>
> ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
>
> FB ANDI ARIEF DUA 16 September 2014
>
> Pak Sujatmiko Miko <https://www.facebook.com/sujatmiko.miko24>
Ysh, saya protes keras terhadap postingan yang menurut saya bisa menimbulkan
penafsiran yang negatif terhadap riset yang saya pimpinannya. Apa yang bapak
tulis untuk usia setua bapak, dan seluas ilmu bapak, sangat tidak layak. Saya
bisa menempuh jalur hukum kepada bapak karena ini bukan kali pertama bapak
melakukannya. Saya tidak main-main, semua yang bapak posting itu keliru. Usia
setua bapak dengan segudang pengalaman hidupnya percaya isu, sekali lagi tanpa
memngurangi rasa hormat saya pada ketuaan bapak, agar secara sportif bapak
minta maaf. Tetapi kalau tidak, maka saya akan menempuh jalur hukum di negeri
ini, nanti setelah 20 oktober 2014.
>
> ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
>
> FB ANDI ARIEF DUA 16 September 2014
>
> PETISI DAN GEOLOG SUJATMIKO TERBUKTI MENGHASUT TNI AD dan Peneliti
mendapat fitnah yang luar biasa dari para penentang riset. lihat saja Geolog
senior yang menurut saya sudah sampai tingkat keterlaluan penghasutannya di
antaranya pak Sujatmiko Miko di wallnya, semua isinya adalah menggambarkan
kualitas dan keprinadiannya, membuat fitnah riset dibantu dikbud 23 milyar,
merusak situs, menyebut bencana arkeologi. Baru saja pertemuan antara direktur
cagar Budaya Pak Hary Widianto dengan Pak Danny Hilman , Natawidjaja Pak Ali
Akbar, Pak letkol Andi dandim Cianjur, dan berbicara via telp dengan saya,
menjadi ajang pembuktian geolog Sujatmiko Miko yang mudanya CGMI yang selamat
(kawan-kawannya banyak terbunuh) yang sekarang pemimpin Rotary adalah melakukan
kebohongan intelektual. Direktur cagar budaya memuji metode trenching Pak Danny
Hilman Natawidjaja yang dibanttu TNI yang bisa menjadi metode arkeologi ke
depan, sistematis, terukur, berdasarkan pemindaian dan tidak ada satu buktipun
merusak situs. Kerja TNI AD dihargai dan sangat membantu. Saya berharap semua
yang telah membuat ulah, fitnah dan menggagalkan riset ini untuk mengubah rasa
iri, dengki, yang berkarat dalam tubuh. itu bukan sikap intelektual.
Penuntasan riset tetap berjalan, Timnas
diupayakan segera bekerja juga membantu TTRM. Secara pribadi saya sudah meminta
Pak Sujatmiko Miko meminta maaf karena bukan sekedar pelanggaran ITE (saya
tidak akan menggunakan itu), tetapi di dalam sosial media dan di luar sosial
media selalu memprovokasi agar riset ini batal. Atas fitnahnya saya pimpina
Riset mandiri ini meminta Ia secara sportif memohon maaf atas kekeliruannya.
Kalau tidak dilakukan, saya yang menahan diri 3 tahun lebih akan menggunakan
hak saya untuk menggunakan jalur hukum atas sejumlah fitnah, kebohongan,
penghinaan. Saya serius, dan akan saya lakukan setelah saya tidak lagi menjabat
staf khusu Presiden tgl 20 Oktober nanti. Ini sudah soal prinsip, saya tidak
akan mundur meski saya tahu siapa dibalik petisi dan Pak Sujatmiko Miko. Biar
menjadi pelajaran bahwa hidup ini harus kita jalani dengan sikap jujur, tidak
picik, dan menghalangi prinsip kebebasan dalam hal ini riset. Mereka yang
menghendaki riset ini mati, adalah fasisme itu sendiri yang harus kita lawan.
Agar selanjutanya tidak menimpa siapapun yang melakukan kebebasan berekspresi.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------
----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------
----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------
|