Manurut saya sih justru sebaliknya.
Kitalah para ahli geologi yg perlu belajar 'berbahasa wartawan / jurnalis'.
kalau bicara ke dunia ke khalayak umum, batasi atau cegah penggunaan 'jargon' 
geologi (istilah/bahasa yang hanya dipahami kalangan sendiri).
Wartawan / jurnalis itu tdk selamanya bekerja di situ. Begitu mereka berganti 
dgn orang baru maka payah lagi kita 'ngajarin' mereka geologi. Kurang 
berdayaguna buat kita.
Istilah geologi / tambang cukuplah hanya untuk kalangan kita saja.

-----Original Message-----
From: "Wulandari Mandradewi [email protected] [economicgeology]" 
<[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 30 Sep 2014 21:52:15 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: [email protected]<[email protected]>
Subject: Re: [economicgeology] Re: Tiap Tahun 120 Ton Emas RI Dicuri Mafia 
Pertambangan

Mungkin kelak IAGI atau MGEI bisa memberikan seminar mengenai dunia tambang 
untuk para jurnalis. Sehingga dalam pemberitaan tidak mberikan informasi 
asal2an tapi sebaiknya isinya bisa dipertanggung jawabkan..pengenalan istilah2 
dasar dalam dunia tambang atau pergeologian mungkin bisa membantu..sehingga 
pemberitaan yang disampaikan pada masyarakat bisa tepat dan ga blunder..sering 
baca  ulasan tentang dunia tambang,tapi artikelnya sama judul suka ga 
nyambung..dan maknanya jadi kmana2. Akhirnya masyarakat salah tangkap lg 
tentang yang terjadi di dunia tambang..:)

Cheers.
WM

Sent from my iPhone

> On Sep 30, 2014, at 21:22, "Rovicky Dwi Putrohari [email protected] 
> [economicgeology]" <[email protected]> wrote:
> 
> Tepat Mas Sonny, penjarahan masif, terstruktur dan sistematis.
> 
> IAGI semestinya berani membuat pernyataan khususnya untuk menghukum angotanya 
> yang menjadi bagian dari penjarahan ini. Tentunya hukuman yang sesuai dengan 
> kode etik  iAGI.  Tentunya selain itu perlu meluruskan angka-angka ini supaya 
> tidak menjebak pikiran sesat.
> 
> Rdp
> 
>> On Tuesday, September 30, 2014, 'sonny t pangestu' [email protected] 
>> [economicgeology] <[email protected]> wrote:
>>  
>> Ini bukan 'pencurian' bung.
>> Ini penjarahan namanya.
>> Kalau pencurian, biasanya tidak kita ketahui jatidiri si pencuri. Barangnya 
>> pun raib. Kalo malingnya ketangkep ya biasanya beres. Masup bui.
>> Sedangkan ini namanya penjarahan. Karena jelas. Kita tau koordinatnya. Kita 
>> tahu pelakunya. Kita saksikan itu sedang terjadi. Kita tau jumlahnya. Bahkan 
>> lewat itu barang jarahan di depan pos polisi, bea cukai, pangkalan 
>> pangkalan. Jadi ini bukan pencurian. Ini penjarahan. Terang benderang. 
>> Jelas. Dirjen aja bisa hitung. Gubernur bisa hitung. Bupati bisa hitung. 
>> Kepala-kepala dinas bisa hitung. ada datanya. Sudah lama ini terjadi. Kita 
>> semua cuma bengong sumberdaya alam kita dijarah. Cuma bisa bicara di media. 
>> Cuma sampai situ. Lalu besok pagi kita bangun. Sdh lupa. Lalu bicara pokok 
>> bahasan lain lagi.
>> Penjarahan mas, batubara, nikel, besi dll terus terjadi.
>> Turunlah dan saksikan ke lapangan penjarahan di sana (kalau berani). 
>> Tinggallah di sana bbrp waktu untuk lebih memahaminya.
>> Hebat negeri ini mulai petugas di pos terdepan, di polsek, di polres, di 
>> polda, direktur, dirjen, irjen, menteri hingga presiden gak mampu 
>> memberantas penjarahan ini.
>> Pengen tau saya mau sampe kapan negeri ini begini.
>> Batubara misalnya. Jumlah batubara indonesia yg sampai di negeri cina jauh 
>> lebih besar dari angka jumlah terlapor di kantor pak dirjen.
>> 
>> 
>> 
>> From: "Rovicky Dwi Putrohari [email protected] [economicgeology]" 
>> <[email protected]>
>> Sender: [email protected]
>> Date: Tue, 30 Sep 2014 08:16:09 -0500
>> To: [email protected]<[email protected]>
>> ReplyTo: [email protected]
>> Cc: [email protected]<[email protected]>
>> Subject: Re: [iagi-net] Re: [economicgeology] Tiap Tahun 120 Ton Emas RI 
>> Dicuri Mafia Pertambangan
>> 
>>  
>> Menurut saya ini bukan urusannya esdm utk pemberantasan kriminalnya. Ini 
>> domain utamanya KRIMINAL jadinya ya tugas utama kepolisian. ESDM hanya 
>> supporting dalam "pencurian" ini. Misalnya lokasi2 target pencurian, juga 
>> harus menjdi konsennya dept lingkungan karena pencemaran merkuri dll. 
>> 
>> Rdp
>> 
>> Rdp
>> 
>> Sent from my iPhone
>> 
>>> On 30 Sep 2014, at 07.55, "'sonny t pangestu' [email protected] 
>>> [economicgeology]" <[email protected]> wrote:
>>> 
>>>  
>>> Kayaknya gak bakalan beres.
>>> Ini kisah lama yang tidak akan beres.
>>> Banyak konflik kepentingan di dalam rangka 'pemberesan' ini.
>>> Aparat penegak hukum dan para pemangku jabatan di pemerintahan gak pernah 
>>> merasa tercuri maupun terjarah tuh.
>>> Kalaupun ada aparat yg ditugaskan ke lapangan. Maka itu sekedar menjalankan 
>>> perintah. Dan selalu (biasanya) gak berhasil. Alasannya banyak.
>>> Kalaupun ada petugas yg 'lurus' dan 'tegas', ancamannya luar biasa. 
>>> Nyawanya petugas bisa melayang. Setidaknya disiksa. Terancam keselamatan 
>>> pribadinya, sampai ke ancaman. Keselamatan keluarganya dan harta bendanya.
>>> Pesona godaan di lapangan juga ruar biasa. Tidak mudah untuk ditolak.
>>> 
>>> 
>>> 
>>> From: "S. (Daru) Prihatmoko" <[email protected]>
>>> Sender: <[email protected]>
>>> Date: Tue, 30 Sep 2014 19:28:46 +0700
>>> To: [email protected]<[email protected]>
>>> ReplyTo: [email protected]
>>> Cc: IAGI-net<[email protected]>
>>> Subject: [iagi-net] Re: [economicgeology] Tiap Tahun 120 Ton Emas RI Dicuri 
>>> Mafia Pertambangan
>>> 
>>> Tugas menteri ESDM baru utk membereskannya......
>>> 
>>> Kalau dr sisi profesi kita (IAGI-MGEI), rasanya perlu dikritisi angka-angka 
>>> yg disebut....bagaimana mendapatkannya, dr mana sumbernya dll...(spt 
>>> disebut oleh om AYA......) 
>>> 
>>> Salam - Daru
>>> Sent from my mobile device
>>> 
>>>> On Sep 30, 2014, at 18:32, "'AYA' [email protected] [economicgeology]" 
>>>> <[email protected]> wrote:
>>>> 
>>>>  
>>>> Tolong di cek ricek dulu hitungannya Mas..
>>>> 
>>>> Sebagai ahli kita musti hati2 menanggapi sesuatu yg mjd marwah kita. 
>>>> 
>>>> Salam
>>>> AYA
>>>> 
>>>> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
>>>> Teruuusss...!
>>>> From: "Rovicky Dwi Putrohari [email protected] [economicgeology]" 
>>>> <[email protected]>
>>>> Sender: [email protected]
>>>> Date: Tue, 30 Sep 2014 18:28:49 +0700
>>>> To: IAGI<[email protected]>; 
>>>> economicgeology<[email protected]>
>>>> ReplyTo: [email protected]
>>>> Subject: [economicgeology] Tiap Tahun 120 Ton Emas RI Dicuri Mafia 
>>>> Pertambangan
>>>> 
>>>>  
>>>> Ini sih bukan sekedar mafia tapi pencuri.  
>>>> 
>>>> Rdp
>>>> http://m.detik.com/finance/read/2014/09/29/174433/2704524/1034/
>>>> 
>>>> Astaga! Tiap Tahun 120 Ton Emas RI Dicuri Mafia Pertambangan
>>>> Foto: Ilustrasi
>>>> Jakarta - Mafia pertambangan yang terorganisir dan sistemik benar ada di 
>>>> Indonesia. Tiap tahun, 120 ton emas digali dan dicuri oleh para 
>>>> mafia-mafia tersebut, lewat modus pertambangan ilegal.
>>>> 
>>>> "Jadi mafia-mafia ini beroperasi di tambang ilegal. Hitungan kita 65-120 
>>>> ton emas per tahun dicuri. Belum lagi timah, batu bara banyak sekali yang 
>>>> dicuri dari aktivitas pertambangan ilegal," ungkap Direktur Jenderal 
>>>> Mineral dan Batubara Kementerian ESDM R Sukhyar, ditemui di kantornya, 
>>>> Jakarta, Senin (29/9/2014).
>>>> 
>>>> Sukhyar mengungkapkan, tidak hanya emas, timah, dan mineral lain yang 
>>>> dicuri, aktivitas tambang ilegal tersebut membuat lingkungan menjadi rusak.
>>>> 
>>>> "Kerusakan lingkungan karena mencari emas mereka pakai air raksa, itu 
>>>> bahaya bagi kesehatan manusia," katanya.
>>>> 
>>>> Kerugian?
>>>> 
>>>> "Kalau 65 juta ton saja dikalikan Rp 500.000, itu sudah Rp 32 triliun, itu 
>>>> kerugian dari devisa. Belum lagi royalti dengan 65 juta ton itu sekitar Rp 
>>>> 1,2 triliun, dari pajak sekitar Rp 4,8 triliun, itu baru dari emas saja," 
>>>> tutup Sukhyar.
>>>> 
>>>> 
>>>> 
>>>> -- 
>>>> --
>>>> "Kebanggaan sejati muncul dari kontribusi anda yang positip".
>>> 
>>> ----------------------------------------------------
>>> Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
>>> Mark your date 43rd IAGI Annual Convention Exhibition
>>> JAKARTA,15-18 September 2014
>>> ----------------------------------------------------
>>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>>> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
>>> ----------------------------------------------------
>>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>>> No. Rek: 123 0085005314
>>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>>> No. Rekening: 255-1088580
>>> A/n: Shinta Damayanti
>>> ----------------------------------------------------
>>> Subscribe: [email protected]
>>> Unsubscribe: [email protected]
>>> ----------------------------------------------------
>>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
>>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
>>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
>>> limited
>>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
>>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the 
>>> use of 
>>> any information posted on IAGI mailing list.
>>> ----------------------------------------------------
> 
> 
> -- 
> --
> "Kebanggaan sejati muncul dari kontribusi anda yang positip".
> 
> 

Kirim email ke