Betul pak Danton .Tapi kenyataannya memang Madame yang satu itu kan bukan
Madame yg biasa ?Masyarakat maupun mass media mengakui hal itu.Mungkin kita
bicaranya di oot saja seperti kata Paulus.
si Abah
On Thursday, November 5, 2015 9:36 AM, Danton Johannes
<[email protected]> wrote:
Selamat Pagi Pak Sumantri.
siapa yang bilang kita alergi Politik. saya kira banyak wadah untuk aspirasi
Politik ' Partai, Ormas dll'.
saya pribadi setuju jika pembahasan tentang dampak Moratorium terhadap industri
perikanan sekarang ,setidaknya saya mengerti apa yang terjadi bukan sekadar
melulu mengerjakan "Batu"
artinya ada data yg komprehensif, bukan tentang si A paling hebat si B nomor 2.
yang kurang pas nya disini "menggiring" oponi publik bahwa si A atau si B
merupakan Bintang kabinet.
tapi mohon advice loh kalau ada yg salah.
salam hangatdanton johannes.
2015-11-05 8:02 GMT+07:00 Yanto R. Sumantri
<[email protected]>:
Pak Danton Johannes
Apa yang dipaparkan merupakan pendapat seseorang mengenai kebijakan Ibu Susi ,
walaupun menyangkut kebijakan politik ?? , tidak berarti serta merta millis
IAGI menjadi millis "politik".Terserah kepada kita akan menanggapi data (???)
yang diketengahkan dalam postingnya.
Saya berpendapat posting ini sangat informatif dalam kaitan dengan popularitas
ibu Susi .Mengapa saya mengatakan demikian ?
Karena "moratorium" yang diberlakukan (saat ini sudah dicabut) , ternyata
memberikan dampak seperti tertulis dalam posting diatas.
Saya berpendapat , memang utk menghancurkan mafia perikanan ( dalam hal ini
transfer hasil tangkapan ditengah laut , yg sangat mudah dijadikan escape way
utk hasil tangkapan ileegal) ternyata memerlukan pengorbanan.Pak DanTon ,kita
sebagai warga negara juga tidak perlu "allergi"pada politik , karena sebagai
warga negara kita harus mengerti politik.
Memang selalu ada perbedaan pendapat dalam membicarakan issue2 politik.
si Abah
On Monday, November 2, 2015 8:51 AM, Danton Johannes
<[email protected]> wrote:
Maaf Bapak/Ibu
Ini milis kok kesan nya jadi Milis Politik.
salamdanton Johannes.
2015-11-02 7:30 GMT+07:00 Eko Prasetyo <[email protected]>:
Saya akan posting sebuah perusahaan ikan yg sdh beroprasi 23 thn tdk bisa
beroprasi karena peraturan mentri Susi..ttg moratorium kapal yg asal jepang dan
sdh berbendera indonesia. .sdh 13 thn memiliki brand sendiri di jepang..padahal
membangun brand itu susah dan mahal apalagi fi jepang yg sangat tinggi standard
nya dan sangat sulit tingkat peraturannya..Ini adalah hanya sbgn kapal2 yg sdh
nganggur d pelabuhan d muara baru, bitung, dll... hmpir 1 thIbu mkp d ajak
visit any of these sentra perikanan biar liat sendiri .. Smpe hr ini sdh 1 thn
belum juga meluncur!!!TeganyaBerapa ratus2 milliar investasi d put to waste!
Demi gengsi peraturan mentri sdh benar??? Brapa yg trkena phk..Mitramas mulai
bayar solar=bbm hanya rp300/ltr smpe solar naik 13,500/ltr.. Qta tdk pernah
phk..Tapi this time qta hrs lay off 70% of our crew.. Agar mreka juga bisa ada
kepastian income Bec d catching half their salary dr incentif tangkap.
Kalo tdk boleh nangkap sperti half gone!Industri pengolahan ikan kekurangan
bahan baku.. Semua teriak! Menurut data KKp yg kita olah ada 2000 an kapal d
biarkan tdk operasi.. Sdh 1 thn, By end oct2015status izin semua kpl yg d
hentikan oprasi expired, Karna izin tangkap hanya 12blnFore seeable problem..
Andai boleh jalan .. Brapa lama 2000kpl itu bisa d keluarkan izin barunya?KKP
semua work very2 slow .. Karna ada permen58 yg SS keluarkan bersama permen2
lainnya.. menyatakan pegawai tdk tunduk pd aturan akan d pecat!
Jadi semua pekerjaan centralize k bu mkpKetemu dirjen pun tdk brani ambil
putusan.. Gimana ibu nanti Gawat betul KKP ini!Melalui permen 57 Dilaranglah
Transhipment / pindah muatan ikan antar kapal d laut meski untuk effisiensi
biaya n ketahanan mutu (tuna sashimi must b air flown to arrive fresh in japan
max 12days dr hr tangkap, not more d jap knows)
Meski MUATAN IKAN DIDARATKAN di Pelabuhan INDONESIADg profile armada d indo yg
kecil2 n ikan sperti tuna n cakalang (highly migratory fish prefer live d laut
dalam 70-200mtr deep) nelayan perlu sekali armada Supply n kolek. Datang bawa
supply makanan, air n bbm unt kpl tangkapan yg ops d fishing ground selama
musim .. pulang armada kolek/transport bawa ikanIni membantu effisiensi biaya
BBM bolak balik dan menjaga mutu tangkapan n tentunya rules in fish biz
MUTU=SEGAR=higher priceKonsep mitramas sebenarnya ditiru banyak oleh teman2 d
perikanan karna terbukti effisiensi n qual n more money..Ini dari pemilik
perusahaan juga perempuan spt bu susi..hanya bu susi perikanan nya sdh bangrut
lama sekali. .Lautan indonesia d bagi menjadi 11 wpp(wilayah penangkapan)Kalo
lihat d peta wilayah penangkapan d indonesia begitu luuuuaaaas n many access
bertumburan dg intl trafficBgaimana dg budget apbn bisa menjagaArmada kecil tdk
mampu melaut smpe kelaut lepas .. Hanya d 12mil .. Hanya 1-2-7hr oprasi hrs
kmbali..Alasan jokowi qta akan berdaulat dg buat kapal ikan sendiri ..
Kapal eks luar negri 1132bh yg sdh brbendera indonesia n berdomisili d
indonesia tdk boleh operasi lagi? What a waste of capital resources..Katanya
illegal fishing merugikan rp300trilliun/thn .. Ditanya d raker DPR kom 4.
Kebeneran angka 300t Setlah 10jam rapat.. Pokoknya 300trilliun .. Bbrapa bln
kemudian jadi 3000trilliun..Ampun qta yg d perikanan tau ngitung kan .. Mual
rasa n dengernya gak enak..MSY max annual allowable catch per thn indonesia 6jt
ton.. Itu sdh semua nya..Bila 6jt qta kalikan 20rb/kg angka yg keluar hanya
120trilliun!!Ya bln lalu sdh sumpek ahirnya qta bekalin bbrapa anggota DPR kom4
yg memng genah n pro rakyat.. Skrg mulai d serang b ss Makanya dia tmbh
sumpek..Kan dia cewe ya apa gak mikir gimana tuh nelayan makanin anaknyaSperti
d bersihkan n d buat jalan tol.. ?? Kok ginian jadi pujaan rakyat ..Illegal
fishing masih berjalan Malah dijagain nelayan n armada mereka sama angkatan
lautnya d south cina sea dg navy china D laut sulawesi sama navy
philipine..Kalo d pasific .. Ya gak usah d jagain kebesaren.. Armada AL tdk
bisa ngejar kapl ikan yg besar n cepat! Kalo kpl besar kan biasa ngejar
ikan..Makanya spertinya jkw tau..Kalo hrs perang sama pemerintah .. Apa iya
bisa?Pak Harto saat d sampaikan (hanya dg surat) pentingnya berdaulat d laut
sendiri.. Pak Habibie d lawan unt boleh impor kapal ikan bekas.. Agar bisa
tumbuh perikananJaman itu 12thn indonesia hrs pake kpl sendiri buatan dok
kendari sulawesi..
Kutak kutik jmn p habibie sampe skrg kapal ikannya ada tapi d kasi juga gak ada
yg mau oprasikan karna tdk feasible .. rugi..Memang buat high sea kpl ikan tdk
mudah Smpe skrg cina, taiwan, korea pun blm bisa buat 100% local made fishing
boat
Hanya jepang yg bisa buat 100% local mad boat n very good oneYes jkw cold
blooded tmbh hr tmbh bisa keliatan ...Gak pake tinggal d buang!Tapi kalo dia
tidak berubah bisa mati perikanan sama dia..
Mati in d sense that She preached on kedaulatan n swears on Illegal fishing to
stop ! Tapi armada tangkap ukurannya d kecilin n hrs buatan indonesia baru bisa
oprasiPdhal lautan indonesia yg banyak d jarah illegal armada adalah lautan
dalam yg butuh armada besar n canggih! Dan bila indo tdk bisa mengelola ZEEI
nya zone exclusive economic in deep water 12 mil to 200 mill away dr garis
pantai maka indonesia hrs forfeit d right to kelola k armada luar negri!Tapi
dia kekeh armada hrs kecil agar sustainable???Spore yg lautnya begitu kecil
sangat menjaga n fully support pembudi daya ikan lautnya yg bantu jaga
perbatasan dg msia n indonesia.
Despite all they r helped in funding n infrastructure unt menjaga kedaulatan
negaranyaYg d lakukan ibu SS (dg restu Jokowi???? Memang tdk ada pengetahuan
perikanan)
1. Menyetop semua operasional armada buatan luar negri yg kapalnya jelas besar2
(ave >280gt+) dg alasan d duga IUU!Faktanya tdk demikian setlah d periksa 1
thMasalahnya : ikan d laut dalam zeei tdk ada yg mendaya gunakan n siapa yg
jaga yg pasti sdh trbukti al blm bisa makanya indo di jarah oleh iuuIuu =
illegal unidentified m unreported2. Budi daya laut adalah jwbn masa depan
perikanan indonesia..
Karena.. Tangkapan tahunan sdh plateo / maksimal last 5yrs
World trend budi daya yg tumbuh 9-12% annually
Eg. Salmon is 90% farm produced n world annual prod 2jt ton /thnKnapa budi daya
ikan d indonesia perlu d arahkan k laut?
Karna Qta negara kepulauan,
Air tawar trbatas. Maka air tawar d gunakan unt manusia
N pertanian (yg sdh pasti tdk bisa d laut)Ibu SS dont believe in budi daya ..
Karna let nature takes its place.,
Ao next year dept budi daya hrs tebar benih juta2an k laut unt
restocking!!Record shows .. Restocking k laut
survival rate hanya 0.1% max..Kalo restocking k danau ya.. Pernah ada..
Kalo re stocking k laut
Qta d perikanan tau is a joke.. A waste of apbn..
But she thinks thats d way..Fact!
max sustainable yield (MSY) laut indonesia unt penangkapan is 6jt ton/th.
Misalkan 6jt itu hanya d tangkap sama rakyat nelayan yg banyaknya 3jt org maka
per org hanya dapat 2ton/th =
2000kg@ rp10,000/kg harga jual >> pendapatan per nelayan per th hanya 20jt
SMALLER EVEN THAN UMR per bln d jkt?Jadi meski brapa besar apbn d keluarkan
untuk mengeluarkan illegal fishing dr indonesia dg menaenjatai angkatan laut n
udara.. N semua tangkapan bisa d ambil oleh nelayan indonesia yg armadanya
hanya rata2 : 78gt dan dibawah 10gt unt yg d pesisir..Tdk mungkin bisa
mensejahterakan rakyat nelayan!Apakah jokowi team sadar n mengerti fakta
ini?Jalan keluarnya Unt berdaulat Harus bisa mendaya gunakan lautan dalam ZEEI
SECEPATNYADg besarkan ukuran armada indonesia agar bisa melaut jauh n
effisienDg kapal mitramas hasil tangkapan nelayan armada pancing ukuran 30gt -
60gt bisa oprasi dg effisien n bersaing dlm harga maupun mutu dg nelayan
jepang.
Highly demanded product of mitramas quality.
We hv created a brand in japan over 15yrs ..Tdk d perkenankan operasi
mendatangkan devisa hanya karena buatan luar negri??
On Sun, Nov 1, 2015 at 12:16 AM, Pujiyono <[email protected]> wrote:
Bintang kabinet:
http://youtu.be/LURrUnOcXwU
I'm proud of you Bu Susi!
Regards/Puji
______________________________Sent wirelessly from mobile device.
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use
of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------
--
Visit http://www.strivearth.com and be entertained
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use
of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use
of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use
of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use
of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use
of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------