Catatan dan ulasan yang sangat inspiratif mas STJ Ada istilah lain yg agak bersifat positip, yakni ³serendepity² - dan itu sering terjadi di dunia eksplorasi dan sangat menggugah semangat.
Selamat tahun 2016 Salam, Daru On 12/31/15, 11:58 PM, "[email protected] [economicgeology]" <[email protected]> wrote: >Rekan MGEIers: > >Di penghujung tahun ini saya tidak akan mengulas tentang apa yang telah >dilakukan pada th 2015 dan akan dilakukan oleh MGEI pada tahun 2016 >karena dari pertemuan pleno pengurus dua minggu lalu telah disepakati >rangkuman 2015 dan program 2016 akan diposting di website MGEI. > >Kali ini saya tertarik untuk sedikit membahas tentang perubahan dan sikap >terhadap perubahan itu. > >Bahwa banyak hal termasuk dunia (kehidupan profesional) kita seperti >sedang membentuk trend baru. Trend dimana rumus, parameter, hubungan >sebab akibat, analisis canggih statistik pun seolah tidak mampu dan tidak >cukup sakti lagi membaca kemudian meramalkan (baca memprediksikan) apa >yang akan terjadi . . Harga minyak dan harga emas adalah salah dua >sedikit contoh fenomena itu. > >Perubahan adalah sebuah keniscayaan dan secara sadar kita senantiasa >katakan kepada diri sendiri bahwa kita selalu siap menyongsongnya. Namun >mencermati apa yang telah dan sedang terjadi sepertinya bukanlah >perubahan-perubahan yang kita 'inginkan' atau minimal kita perkirakan >akan terjadi sehingga kita telah siapkan antisipasi dan mitigasinya. > >Bagi yang sangat percaya bahwa segala perubahan selalu ada dalam 'grand >design'Nya mungkin bisa secara lebih 'tenang' menghadapi dan menerima >konsekuensi dari perubahan itu. Namun bagi yang percaya bahwa perubahan >serumit dan sekompleks apapun akan bisa dicari dan temukan penjelasan >logisnya bahkan diantisipasi; menghadapai apa yang terjadi selama ini >bisa jadi membuatnya sangat frustrasi. > >Ilmu statistik (dalam dunia masyarakat Jawa menurut saya sejenis ilmu >'titen') dengan segala formula dan parameter kompleksnya seolah tak lagi >mampu memberikan 'jawaban' bahkan sekedar 'kisi-kisi jawaban' pun tidak . >. > >Ada yang menarik di beberapa tahun terakhir ini dimana ada kosa kata >(baru?) yang mulai sering digunakan (bahkan oleh para pemimpin dunia) >untuk membahasakan fenomena kompleks yang sptnya luput diantisipasi, >luput tidak dimitigasi dan sepertinya juga luput didapatkannya solusi >apalagi mampu memprediksi . . Kosa kata itu adalah 'unprecedented' >biasanya diikuti kata events . . . Sesuatu/fenomena/kejadian yang tak >dinyana-nyana, tak ada ujung pangkalnya, ujug-ujug, tak pernah terjadi >sebelumnya, tak ada contoh atau analoginya dst . . Bakunya sesuatu yang >jika itu terjadi maka seharusnya sikap dan cara yang 'unprecedented' >jugalah yang perlu ditempuh . . bukan dengan yang 'itu-itu' lagi. > >Kita; apalagi rekan-rekan di dunia eksplorasi tentu sudah sangat familier >dengan jargon 'thinking out of the box' dalam usaha mempertinggi >probablilitas terjadinya sebuah discovery . . Fenomena perubahan di atas >masuk dalam kategori yang seauatu yang 'happening secara out of the box' >juga sehingga perlu pemikiran utk menghadapinya (berpikir dan bertindak >menghadapinya) secara out of the box pula . . Jadi seharusnya tak asing >dan tak sulit bagi kita untuk mengadopsi konsep tersebut dalam memahami >dan menyikapi (perubahan) yang sedang terjadi. > >Umumnya hanya (dibatasi) dua pilihan dalam bersikap menghadapinya: >menjadi pesimistis atau optimistis . . Yang menurut saya seharusnya masih >dimungkinkan untuk ada satu lagi pilihan, yaitu menjadi >pragmatis-realistis (berada di-antara-nya; dalam terminologi di dunia >statistik dikenal sebagai 'expected value' . . Ini analog dengan >membandingkan metode penentuan sebuah target eksplorasi (dalam hal ini >sikap); antara metode single deterministic dan range . . Single >deterministic hanya kenal satu nilai/angka/stand/sikap sementara range >lebih mengelaborasi, menghitung, menginventarisasi semua kemungkinan dari >yang optimistik sampai ke yang pesimistik kemudian baru >ditentukan/diambil 'expected value'-nya yang dalam bahasa pengambilan >sikap bisa diwakili dengan frasa pragmatis-realistis . . > >Mengajak orang lain menjadi (bahkan sekedar) optimistis (sekalipun) >bukanlah hal mudah akhir-akhir ini (tidak semudah seorang motivator >memotivasi penggemar-nya . . Anda tentu sering mendengar ungkapan 'bahwa >hidup itu tidak semudah (maaf) cocote bla bla bla . . ) tapi mengajak utk >mulai berpikir dan mengambil keputusan (dalam bersikap atas sesuatu) >melalui sebuah proses yang bahkan bisa disemikuantifikasikan >ukuran-ukuran, parameter-parameter, capaian-capaiannya adalah sebuah >tantangan yang menarik. > >Saya berfikir, itulah yang sedang terjadi saat ini . . Bagaimana kita >membaca dan mendeskripsikan sebuah permasalahan (baca perubahan) akan >sangat mempengaruhi bagaimana anda mengurai, memahami kemudian mengambil >sikap atasnya. > >Anda sudah pernah membaca buku 'who moved my cheese' oleh Spencer >Johnson MD? . . Sebuah buku sederhana yang saya yakin akan bisa menjadi >salah satu referensi bagi anda menghadapi saat-saat (perubahan) seperti >ini. > >MGEI sebagai sebuah organisasi profesi pun secara kolektif tak terlepas >dari imbas perubahan-perubahan yang sedang terjadi termasuk >individu-individu di dalamnya. > >Ada ungkapan yang sepertinya cukup relevan untuk saya sampaikan kali ini >bahwa: > > 'jika kamu ingin berjalan cepat berjalanlah sendiri, tapi jika kamu >ingin berjalan jauh maka berjalanlah bersama-sama' > >Perubahan yang sedang terjadi masih akan terus berlangsung dan itu akan >membutuhkan stamina yang prima dan usaha yang lebih untuk bisa >memindainya, bertahan kemudian mengatasinya . . . dan kami (sangat) >percaya itu bisa terjadi jika KITA melakukannya secara bersama-sama! > >Jogjakarta: 00:01, 1 Januari 2016 > >Salam, >Stj >Sekjen MGEI >Powered by Telkomsel BlackBerry® > >------------------------------------ > >------------------------------------ > > >------------------------------------ > >Yahoo Groups Links > ><*> To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/economicgeology/ > ><*> Your email settings: > Individual Email | Traditional > ><*> To change settings online go to: > http://groups.yahoo.com/group/economicgeology/join > (Yahoo! ID required) > ><*> To change settings via email: > [email protected] > [email protected] > ><*> To unsubscribe from this group, send an email to: > [email protected] > ><*> Your use of Yahoo Groups is subject to: > https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/ > ---------------------------------------------------- Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact ---------------------------------------------------- Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti ---------------------------------------------------- Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ----------------------------------------------------

