Pak Stj, terima kasih tulisannya sangat inspiratif. Memang di era yang sudah
mulai "terbuka"ini banyak hal-hal baru yang sudah lama tapi baru diketahui
publik. Banyak yang terkaget-kaget. Seperti contohnya :
- kenyataannya kita ngga bisa beli minyak langsung dari Duri atau Malaka milik
Chefron dan Total dan membelinya harus melalui Singapura karena Marketing
Officenya ada disana dan akibatnya kita beli minyak kita sendiri dengan
tambahan 3% bea masuk yang bikin harga belinya lebih mahal dan otomatis harga
jual ke masyarakat jadi lebih mahal.
- Kita juga baru jelas tahu bahwa RioTinto membiayai Eksplorasi Grassberg $100
juta dan sebagai gantinya dapat 40% production sharing Grasberg sampai tahun
2021 dan setelah itu dapat 40% dari seluruh produksi FI sampai 2041.
dll dll dll informasi yang mungkin masih banyak tersembunyi belum terungkap ke
publik.
Mudah-mudahan dalam era keterbukaan ini maka ditahun-tahun berikutnya publik
Indonesia lebih bisa mengontrol "miliknya" berupa sumberdaya alam dan bisa
memastikan bahwa semua SDA nya bisa memperbaiki kesejahteraan rakyat seperti
pasal 33 UUD-45.
Indonesia memerlukan REKONSTRUKSI PERTAMBANGAN sehingga arahnya bisa benar
kembali. Mengembalikan arah dan praktek pertambangan menjadi ÜNTUK SEBESAR
BESARNYA KEMAKMURAN RAKYAT harus ditulis ulang.
Selamat Tahun Baru dengan Semangat baru
-im
Pada Sabtu, 2 Januari 2016 21:26, "- [email protected]"
<[email protected]> menulis:
Mas Daru:
Pemilihan kata yang sulit dicarikan lawan kata-nya yang pas . . baik mas . .
Jika diterjemahkan bebas sebagai "Pleasant surprise" . . . (Namanya juga
surprise) maka ini sudah lebih 'beyond' kontrol kita sementara Yang Di Atas
punya parameter dan cara tersendiri terhadapnya . .
(Saya) percaya bahwa apa yang telah, sedang dan akan terjadi tidak lain hanya
karena (kontrol) perkenan-Nya maka seharusnya serendipity bukanlah sesautu yang
asing dan sulit dimahfumi (bahkan selalu bisa dijelaskan hubungan sebab
akibatnya) . . Itu (sudah, sedang dan akan, dg kata lain selalu) terjadi dalam
kehidupan sehari-hari baik atas hal-hal kecil maupun hal-hal besar.
Selamat tahun baru 2016 juga mas dan untuk semua . . .
salam,
StjPowered by Telkomsel BlackBerry®From: "'S. (Daru) Prihatmoko'
[email protected] [economicgeology]"
<[email protected]>Sender: [email protected]:
Sat, 02 Jan 2016 13:35:34 +0700To: Mailist
MGEI<[email protected]>ReplyTo:
[email protected]:
[email protected]<[email protected]>Subject: Re: [economicgeology] Catatan
akhir tahun 2015-Tentang 'unprecedented events' . .
Catatan dan ulasan yang sangat inspiratif mas STJŠ
Ada istilah lain yg agak bersifat positip, yakni ³serendepity² - dan itu
sering terjadi di dunia eksplorasi dan sangat menggugah semangatŠ.
Selamat tahun 2016Š
Salam,
Daru
On 12/31/15, 11:58 PM, "[email protected] [economicgeology]"
<[email protected]> wrote:
>Rekan MGEIers:
>
>Di penghujung tahun ini saya tidak akan mengulas tentang apa yang telah
>dilakukan pada th 2015 dan akan dilakukan oleh MGEI pada tahun 2016
>karena dari pertemuan pleno pengurus dua minggu lalu telah disepakati
>rangkuman 2015 dan program 2016 akan diposting di website MGEI.
>
>Kali ini saya tertarik untuk sedikit membahas tentang perubahan dan sikap
>terhadap perubahan itu.
>
>Bahwa banyak hal termasuk dunia (kehidupan profesional) kita seperti
>sedang membentuk trend baru. Trend dimana rumus, parameter, hubungan
>sebab akibat, analisis canggih statistik pun seolah tidak mampu dan tidak
>cukup sakti lagi membaca kemudian meramalkan (baca memprediksikan) apa
>yang akan terjadi . . Harga minyak dan harga emas adalah salah dua
>sedikit contoh fenomena itu.
>
>Perubahan adalah sebuah keniscayaan dan secara sadar kita senantiasa
>katakan kepada diri sendiri bahwa kita selalu siap menyongsongnya. Namun
>mencermati apa yang telah dan sedang terjadi sepertinya bukanlah
>perubahan-perubahan yang kita 'inginkan' atau minimal kita perkirakan
>akan terjadi sehingga kita telah siapkan antisipasi dan mitigasinya.
>
>Bagi yang sangat percaya bahwa segala perubahan selalu ada dalam 'grand
>design'Nya mungkin bisa secara lebih 'tenang' menghadapi dan menerima
>konsekuensi dari perubahan itu. Namun bagi yang percaya bahwa perubahan
>serumit dan sekompleks apapun akan bisa dicari dan temukan penjelasan
>logisnya bahkan diantisipasi; menghadapai apa yang terjadi selama ini
>bisa jadi membuatnya sangat frustrasi.
>
>Ilmu statistik (dalam dunia masyarakat Jawa menurut saya sejenis ilmu
>'titen') dengan segala formula dan parameter kompleksnya seolah tak lagi
>mampu memberikan 'jawaban' bahkan sekedar 'kisi-kisi jawaban' pun tidak .
>.
>
>Ada yang menarik di beberapa tahun terakhir ini dimana ada kosa kata
>(baru?) yang mulai sering digunakan (bahkan oleh para pemimpin dunia)
>untuk membahasakan fenomena kompleks yang sptnya luput diantisipasi,
>luput tidak dimitigasi dan sepertinya juga luput didapatkannya solusi
>apalagi mampu memprediksi . . Kosa kata itu adalah 'unprecedented'
>biasanya diikuti kata events . . . Sesuatu/fenomena/kejadian yang tak
>dinyana-nyana, tak ada ujung pangkalnya, ujug-ujug, tak pernah terjadi
>sebelumnya, tak ada contoh atau analoginya dst . . Bakunya sesuatu yang
>jika itu terjadi maka seharusnya sikap dan cara yang 'unprecedented'
>jugalah yang perlu ditempuh . . bukan dengan yang 'itu-itu' lagi.
>
>Kita; apalagi rekan-rekan di dunia eksplorasi tentu sudah sangat familier
>dengan jargon 'thinking out of the box' dalam usaha mempertinggi
>probablilitas terjadinya sebuah discovery . . Fenomena perubahan di atas
>masuk dalam kategori yang seauatu yang 'happening secara out of the box'
>juga sehingga perlu pemikiran utk menghadapinya (berpikir dan bertindak
>menghadapinya) secara out of the box pula . . Jadi seharusnya tak asing
>dan tak sulit bagi kita untuk mengadopsi konsep tersebut dalam memahami
>dan menyikapi (perubahan) yang sedang terjadi.
>
>Umumnya hanya (dibatasi) dua pilihan dalam bersikap menghadapinya:
>menjadi pesimistis atau optimistis . . Yang menurut saya seharusnya masih
>dimungkinkan untuk ada satu lagi pilihan, yaitu menjadi
>pragmatis-realistis (berada di-antara-nya; dalam terminologi di dunia
>statistik dikenal sebagai 'expected value' . . Ini analog dengan
>membandingkan metode penentuan sebuah target eksplorasi (dalam hal ini
>sikap); antara metode single deterministic dan range . . Single
>deterministic hanya kenal satu nilai/angka/stand/sikap sementara range
>lebih mengelaborasi, menghitung, menginventarisasi semua kemungkinan dari
>yang optimistik sampai ke yang pesimistik kemudian baru
>ditentukan/diambil 'expected value'-nya yang dalam bahasa pengambilan
>sikap bisa diwakili dengan frasa pragmatis-realistis . .
>
>Mengajak orang lain menjadi (bahkan sekedar) optimistis (sekalipun)
>bukanlah hal mudah akhir-akhir ini (tidak semudah seorang motivator
>memotivasi penggemar-nya . . Anda tentu sering mendengar ungkapan 'bahwa
>hidup itu tidak semudah (maaf) cocote bla bla bla . . ) tapi mengajak utk
>mulai berpikir dan mengambil keputusan (dalam bersikap atas sesuatu)
>melalui sebuah proses yang bahkan bisa disemikuantifikasikan
>ukuran-ukuran, parameter-parameter, capaian-capaiannya adalah sebuah
>tantangan yang menarik.
>
>Saya berfikir, itulah yang sedang terjadi saat ini . . Bagaimana kita
>membaca dan mendeskripsikan sebuah permasalahan (baca perubahan) akan
>sangat mempengaruhi bagaimana anda mengurai, memahami kemudian mengambil
>sikap atasnya.
>
>Anda sudah pernah membaca buku 'who moved my cheese' oleh Spencer
>Johnson MD? . . Sebuah buku sederhana yang saya yakin akan bisa menjadi
>salah satu referensi bagi anda menghadapi saat-saat (perubahan) seperti
>ini.
>
>MGEI sebagai sebuah organisasi profesi pun secara kolektif tak terlepas
>dari imbas perubahan-perubahan yang sedang terjadi termasuk
>individu-individu di dalamnya.
>
>Ada ungkapan yang sepertinya cukup relevan untuk saya sampaikan kali ini
>bahwa:
>
> 'jika kamu ingin berjalan cepat berjalanlah sendiri, tapi jika kamu
>ingin berjalan jauh maka berjalanlah bersama-sama'
>
>Perubahan yang sedang terjadi masih akan terus berlangsung dan itu akan
>membutuhkan stamina yang prima dan usaha yang lebih untuk bisa
>memindainya, bertahan kemudian mengatasinya . . . dan kami (sangat)
>percaya itu bisa terjadi jika KITA melakukannya secara bersama-sama!
>
>Jogjakarta: 00:01, 1 Januari 2016
>
>Salam,
>Stj
>Sekjen MGEI
>Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
>------------------------------------
>
>------------------------------------
>
>
>------------------------------------
>
>Yahoo Groups Links
>
>
>
__._,_.___ Posted by: "S. (Daru) Prihatmoko" <[email protected]>
| Reply via web post | • | Reply to sender | • | Reply to group | • |
Start a New Topic | • | Messages in this topic (2) |
Visit Your Group
• Privacy • Unsubscribe • Terms of Use
.
__,_._,___#yiv5317770168 #yiv5317770168 -- #yiv5317770168ygrp-mkp {border:1px
solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv5317770168
#yiv5317770168ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv5317770168
#yiv5317770168ygrp-mkp #yiv5317770168hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv5317770168 #yiv5317770168ygrp-mkp #yiv5317770168ads
{margin-bottom:10px;}#yiv5317770168 #yiv5317770168ygrp-mkp .yiv5317770168ad
{padding:0 0;}#yiv5317770168 #yiv5317770168ygrp-mkp .yiv5317770168ad p
{margin:0;}#yiv5317770168 #yiv5317770168ygrp-mkp .yiv5317770168ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv5317770168 #yiv5317770168ygrp-sponsor
#yiv5317770168ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv5317770168
#yiv5317770168ygrp-sponsor #yiv5317770168ygrp-lc #yiv5317770168hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv5317770168
#yiv5317770168ygrp-sponsor #yiv5317770168ygrp-lc .yiv5317770168ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv5317770168 #yiv5317770168actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv5317770168
#yiv5317770168activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv5317770168
#yiv5317770168activity span {font-weight:700;}#yiv5317770168
#yiv5317770168activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv5317770168 #yiv5317770168activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv5317770168 #yiv5317770168activity span
span {color:#ff7900;}#yiv5317770168 #yiv5317770168activity span
.yiv5317770168underline {text-decoration:underline;}#yiv5317770168
.yiv5317770168attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv5317770168 .yiv5317770168attach div a
{text-decoration:none;}#yiv5317770168 .yiv5317770168attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv5317770168 .yiv5317770168attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv5317770168 .yiv5317770168attach label a
{text-decoration:none;}#yiv5317770168 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv5317770168 .yiv5317770168bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv5317770168
.yiv5317770168bold a {text-decoration:none;}#yiv5317770168 dd.yiv5317770168last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5317770168 dd.yiv5317770168last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5317770168
dd.yiv5317770168last p span.yiv5317770168yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv5317770168 div.yiv5317770168attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv5317770168 div.yiv5317770168attach-table
{width:400px;}#yiv5317770168 div.yiv5317770168file-title a, #yiv5317770168
div.yiv5317770168file-title a:active, #yiv5317770168
div.yiv5317770168file-title a:hover, #yiv5317770168 div.yiv5317770168file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv5317770168 div.yiv5317770168photo-title a,
#yiv5317770168 div.yiv5317770168photo-title a:active, #yiv5317770168
div.yiv5317770168photo-title a:hover, #yiv5317770168
div.yiv5317770168photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv5317770168
div#yiv5317770168ygrp-mlmsg #yiv5317770168ygrp-msg p a
span.yiv5317770168yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv5317770168
.yiv5317770168green {color:#628c2a;}#yiv5317770168 .yiv5317770168MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv5317770168 o {font-size:0;}#yiv5317770168
#yiv5317770168photos div {float:left;width:72px;}#yiv5317770168
#yiv5317770168photos div div {border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv5317770168
#yiv5317770168photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv5317770168
#yiv5317770168reco-category {font-size:77%;}#yiv5317770168
#yiv5317770168reco-desc {font-size:77%;}#yiv5317770168 .yiv5317770168replbq
{margin:4px;}#yiv5317770168 #yiv5317770168ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv5317770168 #yiv5317770168ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5317770168
#yiv5317770168ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv5317770168
#yiv5317770168ygrp-mlmsg select, #yiv5317770168 input, #yiv5317770168 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5317770168
#yiv5317770168ygrp-mlmsg pre, #yiv5317770168 code {font:115%
monospace;}#yiv5317770168 #yiv5317770168ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv5317770168 #yiv5317770168ygrp-mlmsg #yiv5317770168logo
{padding-bottom:10px;}#yiv5317770168 #yiv5317770168ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv5317770168 #yiv5317770168ygrp-msg
p#yiv5317770168attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv5317770168
#yiv5317770168ygrp-reco #yiv5317770168reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv5317770168 #yiv5317770168ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv5317770168 #yiv5317770168ygrp-sponsor
#yiv5317770168ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv5317770168
#yiv5317770168ygrp-sponsor #yiv5317770168ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv5317770168
#yiv5317770168ygrp-sponsor #yiv5317770168ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv5317770168 #yiv5317770168ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv5317770168 #yiv5317770168ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv5317770168 #yiv5317770168ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv5317770168
#yiv5317770168ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv5317770168
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use
of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------