Kalau usaha eksplorasi dimulai dari perpustakaan, penemuan migas juga dapat
ditemukan juga dari usaha yang sama. Yaitu dengan "re-classification".

Mirip dengan jaman dulu gas bukan merupakan sebuah energi, karena belum ada
mesin "gas turbine", sekarang gas menjadi energi handal. Demikian juga
cadangan minyak, dulu karena tehnologi dan mungkin klasifikasi tertentu
menyebutkan itu bukan penemuan, padahal sudah dibor, sudah ditest, sudah
dihitung.

Usaha KEN ini adalah salah satunya melakukan reklasifikasi sehingga kita
tidak lagi menganggap sebuah "penemuan" yang tersia-siakan.

"Penemuan kembali" ini juga tidak akan menjadi pundi-pundi yang memiliki
nilai keekonomian yang berarti tanpa peninjauan ulang secara saintifik,
termasuk didalam remapping, review dan revisit. Masih ada PeeR untuk para
eksplorer !

Dan ketahuilah .... biaya yang dikeluarkan untuk meingkatkan klasifikasi
ini pasti lebih murah ketimbang ngebor sendiri !

Salam eksplorasi !

RDP

ESDM Klaim Temukan Cadangan Migas 21,8 miliar Barel

KATADATA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said
mengumumkan beberapa capaian terbesar di sektor hulu migas sepanjang tahun
lalu. Salah satu capainnya adalah penemuan cadangan migas.

“Beberapa capaiannya, keputusan pengelolaan 17 wilayah kerja (WK) migas,
terdiri dari 12 WK baru dan 5 pengelolaan lanjut. Capaian lainnya adalah
penemuan cadangan eksplorasi migas sebesar 21,8 miliar barel setara
minyak,” ujarnya pekan lalu.

Ketua Komite Energi Nasional (KEN) Andang Bachtiar mengatakan dari cadangan
tersebut, ada 5,2 miliar barel yang sudah terbukti, yakni 2,7 miliar barel
minyak dan 14 triliun kaki kubik gas. Cadangan ini berasal dari 108
struktur sumur yang sudah dibor dan sudah diuji memiliki kandungan migas.
Akan tetapi belum ditingkatkan statusnya menjadi cadangan nasional.

Sementara sisanya 16,6 miliar barel berasal dari 120 struktur sumur yang
merupakan target eksplorasi dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
Sumur ini sudah dibor tapi belum sempurna dan masih membutuhkan pengeboran
lebih lanjut. Namun, KKKS tidak menganggap sumur-sumur ini sebagai
prioritas untuk dieksplorasi tahun lalu.

“Semoga 2016 sumur migas tersebut sudah PoD (menjadi rencana pengembangan
lapangan KKKS) dan bisa terealisasi menjadi cadangan nasional,” ujar Andang.

Sebelumnya dia sempat menyatakan dari 5,2 miliar barel cadangan tersebut,
kemungkinan yang akan masuk dalam cadangan nasional tahun ini hanya 580
juta barel saja. Penambahan ini mengacu pada persetujuan PoD sepanjang
tahun lalu. Temuan cadangan ini merupakan tindak lanjut dari adanya
identifikasi cadangan migas dari tujuh sumur.

Setidaknya penambahan ini bisa memperbaiki cadangan migas nasional yang
selama ini terus menurun. Data Kementerian ESDM menyebut tahun lalu
cadangan minyak Indonesia turun 0,95 persen menjadi hanya 7,30 miliar
barel. Sementara cadangan gas memang ada peningkatan 1,36 persen menjadi
151,33 triliun kaki kubik.cadangan minyak
--
"Kebanggaan sejati muncul dari kontribusi anda yang positip".

----------------------------------------------------



Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact

----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti

----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

----------------------------------------------------

Kirim email ke