Saya menggarisbawahi ini:
"seberapa besar kemungkinan Tsunami 57 meter itu terjadi dalam 50 tahun
lagi ? "
Jawaban pertanyaan sangta sulit, membutuhkan penelitian dan data yang cukup
banyak dan komprehensif.  Namun, dalam praktek mitigasi tsunami, cukup atau
tidaknya data, tetap saja harus memilih scenario gempa-tsunami mana yang
akan diambil untuk tindakan mitigasi dan edukasi masyarakat.  Contoh kasus
Tsunami Sendai tahun 2011 itu membuktikan bahwa dengan penelitian dan data
di Jepang tentunya sudah cukup komprehensif, tetap saja bisa salah ambil
putusan karena memang bukan masalah mudah untuk mengkuantifikasi masalah
ini.

Dalam mitigasi gempa, khususnya Seismic Hazard (untuk aspek guncangan) para
teknik sipil memang sangat terbiasa mengkuantifikasikan bahaya untuk desain
struktur bangunan memakai cara Probabilitas (Probilistic Seismic Hazard
Assesment - PSHA).  Untuk desain bangunan tertentu biasanya sudah ada
kesepakatan seberapa besar resiko/investasi yang harus diambil dengan cara
memilih return period (level probabilistas) tertentu, misalnya: "return
period" (perioda ulang) 500 tahun (= 10% probability of excedance in 50
years) atau 2500 tahun (2% probability of excedance in 50 years). Tentu
makin besar return period yang diambil akan makin mahal kosntruksinya tapi
makin aman.  Ini yang menentukan bukan geolog tapi para ahli bangunan.
Nah yang perlu digarisbawahi: PSHA yang umumnya dipakai adalah yang TIME
INDEPENDENT, artinya seluruh input sumber gempa DIASUMSIKAN MULAI DARI AWAL
SIKLUS (T0).  Jadi dalam PSHA ini sumber gempa megathrust Aceh-Andaman yang
sebagian besar sudah keluar energinya tahun 2004 bisa terhitung sama
probabilitas atau potensinya dengan megathrust Mentawai yang belum banyak
keluar energinya dan sudah di akhir siklus, karena dua-duanya di-reset ke
Time nol dalam siklus gempanya.  Tapi hal ini dianggap no problem untuk
perhitungan keamanan konstruksi bangunan.
Memang untuk membuat PSHA yang TIME DEPENDENT itu sangat sulit.  Datanya
harus lengkap semua, setiap sumber gempa harus diketahui siklus/frekuensi
dari "characteristic earthquake"nya dan juga kapan kejadian yang terakhir.
Dengan diketahui dua parameter ini kan bisa untuk mengkuantifikasikan
likelyhood/probabilitas the next earthquake nya.  Di dunia ini belum banyak
PSHA Time Dependent, atau bahkan belum ada.  yang saya tahu yang sudah
dilakukan PSHA Time dependent adalah di Southern California, itupun khusus
untuk San Andreas Fault yang sudah cukup lengkap datanya.  Demikian yang
saya tahu.

Salam,
DHN

2018-04-06 13:39 GMT+07:00 Rovicky Dwi Putrohari <rovi...@gmail.com>:

> *Apakah prosentase (frekuensi kejadian) penting? *
>
> Ini pertanyaan yang menjadi *sangat penting*, terutama kalau diberikan ke
> ahli teknik sipil yang akan dipakai dalam membuat konstruksi.Ketika geolog
> memberikan angka ke Teknik sipil, selalu saja menjadi konsen utama bagi
> ahli sipil ketika akan membuat konstruksi. Ahli sipil akan menggunakan data
> geolog dalam merencanakan yang tentusaja akan berhubungan dengan BIAYA, ya
> biaya.
>
> Dalam membuat bendungan, ahli teknik sipil selalu meminta data pengukuran
> hujan 100 tahun terakhir. Namun selalu pengukuran hujan itu ga akan ada
> data kalau mau membuat 100 tahun yang lalu. Nah ada satu formula menarik
> yaitu hurst exponent, yaitu prediksi berapa besaran hujan terbesar dalam
> 100 tahun. Ini digunakan bila bendungan diharapkan mampu menahan banjir 100
> tahunan. Dari perhitungan inilah maka ahli teknik sipil akan membuat
> konstruksinya.Seolah-olah, bagi ahli teknik sipil, tidak ada jembatan atau
> bendungan yang tidak dapat dibuat.
>
> Saya kira demikian juga untuk kegempaan, perlu sebuah angka yang nantinya
> akan dipakai ahli sipil. Kalau geolognya memberikan angka potensinya
> sebesar itu ya *konsekuensinya biaya besar*. Termasuk misalnya mengatakan
> potensi longsornya besar, ya tentu nantinya konstruksinya diharapkan mampu
> menahan potensi yang diperkirakan geolog. Kalau hitungan keekonomian
> (biaya) masih bisa masuk ya tentunya akan dikerjakan. Kalau enggak mampu ya
> tidak dikerjakan.
>
> Nah pertanyaannya sebenernya valid, seberapa besar kemungkinan Tsunami 57
> meter itu terjadi dalam 50 tahun lagi ?
> Nah saya kira, itu nanti akan dipakai untuk menentukan konstruksi penahan
> dalam mitigasinya.
>
> Bagaimana kalau geologist ga bisa jawab ?
> Atau geolognya menjawab *"hanya tuhan yang tahu ?"*
>
> Malah saya jadi inget Sri Mulyani kebingungan
>
>> "Pak Arcandra bilang hanya Tuhan yang tahu, waduh kalau itu susah juga
>> kita kan. Jadi hulu harus dibereskan, distribusi di hilir juga harus
>> dibereskan," tutur Sri Mulyani.
>>
> https://economy.okezone.com/read/2016/12/15/320/1567321/
> respons-pernyataan-arcandra-sri-mulyani-waduh-susah-juga
>
> RDP
>
>
> RDP
>
>
> --
> "Kebanggaan sejati muncul dari kontribusi anda yang positip".
>
> 2018-04-05 19:03 GMT+07:00 Danny Hilman Natawidjaja <
> danny.hil...@gmail.com>:
>
>> He he he Pak Dhe rupanya penasaran ni...
>> JAWABAN singkatnya: TIDAK TAHU
>> URAIAN singkatnya: pertanyaan ini sepertinya sederhana namun sebenarnya
>> luar biasa ruwet.  Mungkin ilmuwan gempa Jepangpun  bakal berkerut-kerut
>> keningnya kalo ditanya hal ini untuk kasus segmentasi megathrust di Jepang
>> meskipun data yang ada terbilang paling lengkap di dunia.   Untuk
>> mengetahui  karakteristik tektonik dan siklus gempa setiap segmen saja
>> tidak mudah, apalagi untuk interaksi beberapa segmen; Ini menyangkut
>> masalah mekanik statis, dinamis dan proses interaksi dan perturbasi siklus
>> gempa yang ruwets bingits.  Mungkin solusinya akan sederhana apabila kita
>> punya data sejarah kegempaan yang lengkap dan panjaang sekali, katakanlah
>> untuk kurun 10 ribu terakhir, sehingga tinggal pake statistik 'bodo' aja...
>> nah untuk saat sekarang masih belum ada (world-wide).
>> ILUSTRASI singkat: Bencana Tsunami Sendai-Jepang tahun 2011 (M9+) itu
>> sangat mengagetkan...Kenapa? karena data paleoseismik hanya tahu bahwa ada
>> satu kejadian gempa-tsunami dengan M9+ sekitar 1000 tahun lalu di wilayah
>> tersebut; Namun dalam kurunseratus tahun terakhir gempa besar yang terjadi
>> maksimum hanya bermagnitudo 8+dengan perioda ulang puluhan tahun.
>> Olehkarena itu gempa 8+ inilah yang dipakai untuk tujuan praktis mitigasi
>> bencana, termasuk untuk menentukan tinggi benteng penahan tsunami...Nah
>> apesnya malah M9+ ini yang datang... sehingga benteng tsunami yang
>> dibuatpun terlibas habis....gimana tuh?  Apakah prosentase (frekuensi
>> kejadian) penting?
>> Segmen megathrust Aceh-Andaman tahun 2004 itu panjangnya mencapai 1200km,
>> bergerak sekaligus dalam waktu sekitar 6 menit.
>>
>> Salam,
>> DHN
>>
>>
>> 2018-04-05 15:03 GMT+07:00 Rovicky Dwi Putrohari <rovi...@gmail.com>:
>>
>>> Seberapa prosentase kemungkinan seluruh segment ini bergerak "bareng"
>>> dalam selang waktu singkat ?
>>>
>>> Btw, ada yg inget (tahu) berapa lama (menit) segment sepanjang 800km di
>>> aceh itu bergerak ?
>>>
>>> Salam waspada
>>>
>>> Rdp
>>>
>>> On Thursday, April 5, 2018, Danny Hilman Natawidjaja <
>>> danny.hil...@gmail.com> wrote:
>>>
>>>> Apa yang diuraikan Pak Rovicky, umumnya sepaham, cuma mengenai
>>>> itung-itungan probabilitas perlu ada diskusinya sedikit.
>>>>
>>>> 1. benar bahwa perkiraan maksimum magnitude itu didapat dari mengukur
>>>> besar sumber sesar (panjangxlebar) dikalikan rigiditas batuannya, dan ya
>>>> panjangnya bisa mencapai 1000 km dengang lebar 150 - 200 km.
>>>> 2.  dari data seismisitas terlihat jelas bahwa segmen megathrust dari
>>>> wilayah Selat Sunda sampai selatan Jawa Barat itu merupakan "seismic gap",
>>>> yang artinya merupakan wilayah yang seismisitasnya 'sepi'
>>>> (=tidak/belum/sedikit sudah mengeluarkan akumulasi strainnya) --> jadi bisa
>>>> dianggap punya potensi sebagai the next megathrust event di jalur Sunda
>>>> Subduction Zone
>>>> 3.  Disertasi Rahma Hanifa yang menggunakan modelling data GPS
>>>> memperlihatkan bahwa semne megathrust di Selatan Jawabarat itu dalam
>>>> kondisi "locked" (mengakumulasi strain) dan dari area locked zone nya ini
>>>> dia menghitung maximum magnitudenya M8.7.
>>>> 4.  Dalam "worst case" scenario dimungkinkan melibatkan beberapa segmen
>>>> sekaligus dalam satu kejadian gempa, sehingga segmen megathrust yang
>>>> diteliti Rahma ditambah segmen di Selat Sunda kalau disatukan menjadi M9
>>>> (catatan: Gempa 9.2 Aceh-Andaman tahun 2004 itu menggerakan 3-4 segmen
>>>> sekaligus)
>>>>
>>>> Perlu diketahui bahwa seminar di BMKG kemarin itu judulnya "SEMINAR
>>>> ILMIAH..."  bukan acara disseminasi pengetahuan kegempaan untuk masyarakat
>>>> umum.  Dalam pembahasan ilmiah segala aspek termasuk berbagai perhitungan
>>>> dan scenario hazards dapat atau harus dibahas.  Masalah scenario mana yang
>>>> akan disampaikan ke publik untuk kesiapsiagaan atau scenario mana yang akan
>>>> diterapkan , misalnya untuk membuat peta tsunami inundation atau sebagai
>>>> dasar untuk menerapkan kode bangunan adalah masalah lain lagi.
>>>> Isi yang komplit dari seminar kemarin dapat dilihat di link youtube di
>>>> bawah; presentasi saya di bagian awal dan presentasi Widjo (tsunami) di
>>>> bagian akhir:
>>>> https://youtu.be/HpJ_9wjrVtk
>>>>
>>>> Umumnya potensi bencana tsunami yang dikomunikasikan ke masyarakat atau
>>>> untuk membuat peta inundasi adalah yang deterministik (berdasarkan scenario
>>>> sumber) bukan yang probabilistik.  Peta PTHA (Probabilistic Tsunami Hazard
>>>> Assesment) untuk seluruh Indonesia juga kita punya(sudah dibuat).  Di PTHA
>>>> ini tsunami hazard (tinggi maksimum tsunami) untuk pesisir Jawa rata-rata
>>>> lebih tinggi dari Sumatra.
>>>>
>>>> Perlu juga diperhatikan bahwa isyu megathrust untuk Jakarta ini bukan
>>>> hal baru tapi isyu lama.  Sudah pernah dibuka tahun 2014 dan ketika itu
>>>> juga masyarakat panik seperti sekarang... nah...kok responnya sama ya? dan
>>>> sampai saat ini respon yang diharapkan (tindakan nyata untuk mitigasi
>>>> bencana gempa dan tsunami) malah belum kelihatan.
>>>> Nah, menurut hemat saya yang diperlukan itu bukan menghilangkan
>>>> 'kepanikan' masyarakat, tapi bagaimana caranya untuk merubah kepanikan
>>>> menjadi kesadaran bahwa kita memang hidup di wilayah rawan bencana sehingga
>>>> perlu kesiapsiagaan.
>>>>
>>>> Salam,
>>>> DHN
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> 2018-04-05 8:23 GMT+07:00 Rovicky Dwi Putrohari <rovi...@gmail.com>:
>>>>
>>>>> Mungkin dapat kita liat step-stepnya. Saya mencuplik dari beberapa
>>>>> diskusi di WAG yang mungkin dapat menjadi beebrapa acuan.
>>>>>
>>>>>
>>>>> *Sumber Gempa*
>>>>>
>>>>> Sumber gempa bumi pada dasarnya memiliki geometri 4 persegi panjang.
>>>>> Jika kita tahu batas-batasnya & tahu seberapa besar nilai slip deficit dlm
>>>>> 4 persegi panjang itu (keduanya bisa diketahui dg GPS), maka magnitudo
>>>>> maksimum gempa di lokasi itu bisa diketahui dg menghitung panjang * lebar 
>>>>> *
>>>>> potensi slip yg lantas diinput ke dalam persamaan gempabumi standar.
>>>>>
>>>>> Dari seismic gap dan juga peta strain/stress mungkin diketahui
>>>>> seberapa besar tenaga yang tersimpan siap dilepaskan. Kalau magnitudo
>>>>> maksimum sudah diketahui & lokasinya semuanya ada di dasar laut, prakiraan
>>>>> tsunaminya juga bisa didapatkan dg menghitung seberapa tinggi pengangkatan
>>>>> dasar laut di atas sumber gempa.
>>>>>
>>>>> Sependek yg saya tahu, prakiraan potensi tsunami setinggi 57 m di
>>>>> pesisir Pandeglang (dan pesisir selatan Jawa Barat pada umumnya) dibangun
>>>>> atas dasar asumsi sumber gempa seukuran 800 km * 200 km yg membentang dr 
>>>>> P.
>>>>> Enggano hingga selatan Pangandaran. Pada sumber ini diasumsikan trjadi
>>>>> slip maksimum 20 m. Sehingga magnitudo maksimum gempanya ~9 atau setara
>>>>> Gempa Aceh 2004.
>>>>>
>>>>> Nah diatas itu adalah *"perhitungan maksimum"*, dengan segala
>>>>> asumsinya. Saya kira hasil perhitungannya bukan angka yang semestinya
>>>>> dipakai untuk dikomunikasikan ke masyarakat. Ini bisa kita
>>>>>
>>>>> *Mengapa ?*
>>>>>
>>>>> Nah, Worse case scenario itu masih *hasil hitungan dengan kalkulasi
>>>>> fisis (mekanis)*, menurut saya, bukanlah hal yang dipakai dalam
>>>>> mengkomunikasikan sebuah prakiraan besaran kekuatan gempa. *"Worse
>>>>> case scenario" *masih harus dikontrol dengan factual data, sebagai *"fact
>>>>> boundary"*. Ini dicari dari peninggalan, jejak-jejak tsunami masa
>>>>> lampau.
>>>>>
>>>>> Nah yang dikomunikasikan dalam tataran ilmiah mestinya membicarakan
>>>>> P50 (*probability 50%*). Mungkin bisa saja P10, tetapi jelas bukan
>>>>> memberikan angka P1 (1% probability).
>>>>>
>>>>> Btw, apakah angka 57meter ini angka maksimum P1 atau P50 ?
>>>>>
>>>>> Nah kalau ke masyarakat, sebaiknya diberitahukan saja most probable
>>>>> (P50), tentunya setelah dilakukan realisasi dengan Fact Recorded Data 
>>>>> (Data
>>>>> Geologi/Stratigrafi quarternary) atau Paleo Tsunamigenic sediment.
>>>>>
>>>>> Fact boundary ini harus diakui merupakan "PeeR"-nya ahli geologi,
>>>>> khususnya qartenary geology. Analogi mudahnya. kenapa Quartenary, karena
>>>>> kondisi bumi ini selama quater sudah jauh berbeda dengan jaman-jaman
>>>>> sebelumnya.
>>>>>
>>>>> Tentunya data-data recent gempa, harus dipakai. Misal gempa Aceh yang
>>>>> faktanya bisa tercatata hingga 9 M. Nah apakah gempa 9 M tercatata juga di
>>>>> Selatan Jawa (Sunda) ?
>>>>> Ada yang punya paper/artikel hasil riset Paleo Tsunami di Selatan ?
>>>>> Lama ngga mengikuti riset ini eh :-D
>>>>>
>>>>> *Mungkinkah tsunaminya lebih rendah ?*
>>>>>
>>>>> Nah ini mungkin penelitian atau penjelasan untuk "menenangkan"
>>>>> masyarakat. Namun masih dalam koridor ilmiah.
>>>>> Misalnya yang disinggung Danny "Slow Earthquake", Pelepasan tenaga
>>>>> sebesar 9Magnitude, dengan slipnya sebesar 20 meter, tapi bergerak dalam
>>>>> waktu 2 jam atau lebih. Sehingga tidak menyebakan "kejutan" seperti
>>>>> layaknya gempa yang slipnya bergerak dalam waktu sekian menit atau sekian
>>>>> detik saja.
>>>>>
>>>>> Kalau memang memungkinkan terjadi "slow earthquake" , maka akan
>>>>> mungkin pelepasan potensi seismic ini tidak menyebabkan tsunami sebesar
>>>>> yang ditakutkan.
>>>>>
>>>>> Salam Waspada
>>>>>
>>>>> RDP
>>>>>
>>>>> *"mengawali pagi dengan berita menyenangkan dan optimis saya yakin
>>>>> akan lebih baik juga"*
>>>>>
>>>>>
>>>>> --
>>>>> "Kebanggaan sejati muncul dari kontribusi anda yang positip".
>>>>>
>>>>> On Wed, Apr 4, 2018 at 10:33 PM, MEGA ROSANA <
>>>>> mega.fatimah.ros...@unpad.ac.id> wrote:
>>>>>
>>>>>> Berita ttg tsunami tsb jg turut membuat heboh kerabat sy yg di
>>>>>> Banten, Sukabumi, Jakarta, Bandung,Tasikmalaya. mereka minta penjelasan 
>>>>>> ttg
>>>>>> kebenaran berita ttg potensi tsunami sampai 57m dgn gempa 9.2 SR.
>>>>>>
>>>>>> mudahan dr IAGI bisa memberi klarifikasi jg ttg pemberitaan tsb spy
>>>>>> masyarakat tidak resah.
>>>>>>
>>>>>> salam.
>>>>>> mega
>>>>>>
>>>>>> On Wed, 4 Apr 2018, 21:53 S. (Daru) Prihatmoko, <
>>>>>> sprihatm...@gmail.com> wrote:
>>>>>>
>>>>>>> Tanggal 27 Mar lalu, IAGI-FGMI juga mengadakan seminar ttg Potensi
>>>>>>> Gempa Jakarta. Bisa cek di http://www.iagi.or.id/disku
>>>>>>> si-potensi-gempa-di-jakarta-langkah-strategis-dan-kreatif-me
>>>>>>> mitigasinya.html
>>>>>>>
>>>>>>> Ttg pemberitaan potensi tsunami, IAGI sdng siapkan “tanggapan”....
>>>>>>> nuhun pak Danny masukannya.
>>>>>>>
>>>>>>> Salam,
>>>>>>> SP
>>>>>>> Sent from my mobile device
>>>>>>>
>>>>>>> On Apr 4, 2018, at 20:15, Julianta Panjaitan <
>>>>>>> julianta.panjait...@gmail.com> wrote:
>>>>>>>
>>>>>>> Pak Danny,
>>>>>>>
>>>>>>> Terimakasih infonya.
>>>>>>>
>>>>>>> Boleh dishare presentasinya utk pemahaman lebih lanjut?
>>>>>>>
>>>>>>> Salam,
>>>>>>> Julianta
>>>>>>>
>>>>>>> On Wed, Apr 4, 2018 at 7:05 PM, danny.hilman <danny.hil...@gmail.com
>>>>>>> > wrote:
>>>>>>>
>>>>>>>> Ini diambil dsri presentasinya rekan Widjokongko kemarin di acara
>>>>>>>> seminar BMKG. Hasil simulasi tsunami dari megathrust segmen Selat 
>>>>>>>> Sunda -
>>>>>>>> Selatan Jawa Barat dgn M9.
>>>>>>>>
>>>>>>>>
>>>>>>>>
>>>>>>>> Sent from my Samsung Galaxy smartphone.
>>>>>>>>
>>>>>>>> -------- Original message --------
>>>>>>>> From: Julianta Panjaitan <julianta.panjait...@gmail.com>
>>>>>>>> Date: 4/4/18 16:20 (GMT+07:00)
>>>>>>>> To: iagi-net@iagi.or.id
>>>>>>>> Subject: [iagi-net] Potensi Tsunami 57 m
>>>>>>>>
>>>>>>>>
>>>>>>>>
>>>>>>>> Bagaimana tanggapan IAGI terkait hal ini?
>>>>>>>>
>>>>>>>> Salam,
>>>>>>>> Julianta
>>>>>>>>
>>>>>>>> On Wed, Apr 4, 2018 at 4:07 PM, Rizqi Syawal <syawa...@gmail.com>
>>>>>>>> wrote:
>>>>>>>>
>>>>>>>>> Masih mbaca pak de apalagi topik yang menarik cuman sepertinya
>>>>>>>>> gairah bahasan di IAGI Net mulai berkurang
>>>>>>>>>
>>>>>>>>> Terbaru ada hal menarik tentang Tsunami di area pandeglang banten
>>>>>>>>> yg diprediksikan BPPT
>>>>>>>>>
>>>>>>>>> Tampaknya menarik untuk diulas di IAGI Net
>>>>>>>>>
>>>>>>>>> Salam
>>>>>>>>> Silent reader
>>>>>>>>>
>>>>>>>>> RSY
>>>>>>>>>
>>>>>>>>> Pada tanggal Rab, 4 Apr 2018 12.35, Rovicky Dwi Putrohari <
>>>>>>>>> rovi...@gmail.com> menulis:
>>>>>>>>>
>>>>>>>>>> Anda membaca ?
>>>>>>>>>> Silahkan reply untuk dihitung !
>>>>>>>>>>
>>>>>>>>>> Kalau mailist IAGI-net menjadi sepi.
>>>>>>>>>> Media komunikasi apa yang paling diminati saat ini ?
>>>>>>>>>>
>>>>>>>>>> RDP
>>>>>>>>>>
>>>>>>>>>> --
>>>>>>>>>> "Kebanggaan sejati muncul dari kontribusi anda yang positip".
>>>>>>>>>>
>>>>>>>>>>
>>>>>>>>>>
>>>>>>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>>>>>>
>>>>>>>>>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,-
>>>>>>>>>> (mahasiswa)
>>>>>>>>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>>>>>>>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>>>>>>>>>> No. Rek: 123 0085005314
>>>>>>>>>>
>>>>>>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>>>>>> Subscribe: iagi-net-subscr...@iagi.or.id
>>>>>>>>>> Unsubscribe: iagi-net-unsubscr...@iagi.or.id
>>>>>>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>>>>>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
>>>>>>>>>> information
>>>>>>>>>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>>>>>>>>>> In no event shall IAGI or its members be liable for any,
>>>>>>>>>> including but not limited
>>>>>>>>>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>>>>>>>>>> resulting
>>>>>>>>>> from loss of use, data or profits, arising out of or in
>>>>>>>>>> connection with the use of
>>>>>>>>>> any information posted on IAGI mailing list.
>>>>>>>>>>
>>>>>>>>>>
>>>>>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>>>>>
>>>>>>>>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,-
>>>>>>>>> (mahasiswa)
>>>>>>>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>>>>>>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>>>>>>>>> No. Rek: 123 0085005314
>>>>>>>>>
>>>>>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>>>>> Subscribe: iagi-net-subscr...@iagi.or.id
>>>>>>>>> Unsubscribe: iagi-net-unsubscr...@iagi.or.id
>>>>>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>>>>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
>>>>>>>>> information
>>>>>>>>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>>>>>>>>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including
>>>>>>>>> but not limited
>>>>>>>>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>>>>>>>>> resulting
>>>>>>>>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection
>>>>>>>>> with the use of
>>>>>>>>> any information posted on IAGI mailing list.
>>>>>>>>>
>>>>>>>>>
>>>>>>>>
>>>>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>>>>
>>>>>>>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,-
>>>>>>>> (mahasiswa)
>>>>>>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>>>>>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>>>>>>>> No. Rek: 123 0085005314
>>>>>>>>
>>>>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>>>> Subscribe: iagi-net-subscr...@iagi.or.id
>>>>>>>> Unsubscribe: iagi-net-unsubscr...@iagi.or.id
>>>>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>>>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
>>>>>>>> information
>>>>>>>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>>>>>>>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including
>>>>>>>> but not limited
>>>>>>>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>>>>>>>> resulting
>>>>>>>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection
>>>>>>>> with the use of
>>>>>>>> any information posted on IAGI mailing list.
>>>>>>>>
>>>>>>>> =
>>>>>>>>
>>>>>>>
>>>>>>>
>>>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>>>
>>>>>>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>>>>>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>>>>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>>>>>>> No. Rek: 123 0085005314
>>>>>>>
>>>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>>> Subscribe: iagi-net-subscr...@iagi.or.id
>>>>>>> Unsubscribe: iagi-net-unsubscr...@iagi.or.id
>>>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>>>>>>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>>>>>>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including
>>>>>>> but not limited
>>>>>>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>>>>>>> resulting
>>>>>>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection
>>>>>>> with the use of
>>>>>>> any information posted on IAGI mailing list.
>>>>>>>
>>>>>>> =
>>>>>>>
>>>>>>>
>>>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>>>
>>>>>>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>>>>>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>>>>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>>>>>>> No. Rek: 123 0085005314
>>>>>>>
>>>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>>> Subscribe: iagi-net-subscr...@iagi.or.id
>>>>>>> Unsubscribe: iagi-net-unsubscr...@iagi.or.id
>>>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>>>>>>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>>>>>>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including
>>>>>>> but not limited
>>>>>>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>>>>>>> resulting
>>>>>>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection
>>>>>>> with the use of
>>>>>>> any information posted on IAGI mailing list.
>>>>>>>
>>>>>>>
>>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>>
>>>>>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>>>>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>>>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>>>>>> No. Rek: 123 0085005314
>>>>>>
>>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>> Subscribe: iagi-net-subscr...@iagi.or.id
>>>>>> Unsubscribe: iagi-net-unsubscr...@iagi.or.id
>>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>>>>>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>>>>>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including
>>>>>> but not limited
>>>>>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>>>>>> resulting
>>>>>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection
>>>>>> with the use of
>>>>>> any information posted on IAGI mailing list.
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>
>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>>
>>>>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>>>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>>>>> No. Rek: 123 0085005314
>>>>>
>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>> Subscribe: iagi-net-subscr...@iagi.or.id
>>>>> Unsubscribe: iagi-net-unsubscr...@iagi.or.id
>>>>> ----------------------------------------------------
>>>>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>>>>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>>>>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but
>>>>> not limited
>>>>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>>>>> resulting
>>>>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection
>>>>> with the use of
>>>>> any information posted on IAGI mailing list.
>>>>>
>>>>>
>>>>
>>>>
>>>> --
>>>> Danny Hilman Natawidjaja
>>>> LabEarth - Geoteknologi  LIPI, Gd.70
>>>> Komplek LIPI - Gd.70, Jl. Sangkuriang, Bandung 40135, Indonesia
>>>> <https://maps.google.com/?q=70,+Jl.+Sangkuriang,+Bandung+40135,+Indonesia&entry=gmail&source=g>
>>>>
>>>> ----------------------------------------------------
>>>>
>>>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>>>> No. Rek: 123 0085005314
>>>>
>>>> ----------------------------------------------------
>>>> Subscribe: iagi-net-subscr...@iagi.or.id
>>>> Unsubscribe: iagi-net-unsubscr...@iagi.or.id
>>>> ----------------------------------------------------
>>>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>>>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>>>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but
>>>> not limited
>>>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>>>> resulting
>>>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
>>>> the use of
>>>> any information posted on IAGI mailing list.
>>>>
>>>>
>>>
>>> --
>>> --
>>> "Kebanggaan sejati muncul dari kontribusi anda yang positip".
>>>
>>>
>>> ----------------------------------------------------
>>>
>>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>>> No. Rek: 123 0085005314
>>>
>>> ----------------------------------------------------
>>> Subscribe: iagi-net-subscr...@iagi.or.id
>>> Unsubscribe: iagi-net-unsubscr...@iagi.or.id
>>> ----------------------------------------------------
>>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but
>>> not limited
>>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>>> resulting
>>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
>>> the use of
>>> any information posted on IAGI mailing list.
>>>
>>>
>>
>>
>> --
>> Danny Hilman Natawidjaja
>> LabEarth - Geoteknologi  LIPI, Gd.70
>> Komplek LIPI - Gd.70, Jl. Sangkuriang, Bandung 40135, Indonesia
>> <https://maps.google.com/?q=70,+Jl.+Sangkuriang,+Bandung+40135,+Indonesia&entry=gmail&source=g>
>>
>> ----------------------------------------------------
>>
>> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
>> No. Rek: 123 0085005314
>>
>> ----------------------------------------------------
>> Subscribe: iagi-net-subscr...@iagi.or.id
>> Unsubscribe: iagi-net-unsubscr...@iagi.or.id
>> ----------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
>> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but
>> not limited
>> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>> resulting
>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
>> the use of
>> any information posted on IAGI mailing list.
>>
>>
>
> ----------------------------------------------------
>
> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)
> No. Rek: 123 0085005314
>
> ----------------------------------------------------
> Subscribe: iagi-net-subscr...@iagi.or.id
> Unsubscribe: iagi-net-unsubscr...@iagi.or.id
> ----------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
> limited
> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> resulting
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
> the use of
> any information posted on IAGI mailing list.
>
>


-- 
Danny Hilman Natawidjaja
LabEarth - Geoteknologi  LIPI, Gd.70
Komplek LIPI - Gd.70, Jl. Sangkuriang, Bandung 40135, Indonesia

----------------------------------------------------



Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI)

No. Rek: 123 0085005314



----------------------------------------------------

Subscribe: iagi-net-subscr...@iagi.or.id

Unsubscribe: iagi-net-unsubscr...@iagi.or.id

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

Kirim email ke