Sudah Mas Pur. alhamdulillah ujicoba sejak januari. Maklum sejak juli 2009, 
tahap proses meyakinkan ke pimpinan, bahwa SLiMS sudah cukup baik untuk 
mengatasi problem software yang dipake sebelumnya. Jadi kondisinya sekarang 
masih ada 2 software yg berjalan bersamaan, yg lama diserver "beneran", SLiMS 
masih di komputer pengolahan. Jadi pelayanan dan pengolahan 2X proses, "hebat" 
bukan? Target saya, bulan ini input data bibliografis dan member sudah tidak 
menggunakan software lama. Jadi saya tidak bisa revolusi tapi harus evolusi. 
Memang tidak mudah meyakinkan "generasi lama" akan cepatnya perubahan.

Bergabung apa dulu mas? Bergabung orangnya sih g masalah. Tapi klo bergabung 
databasenya, nanti dulu. Ada banyak tembok besar birokrasi. 

Saya juga masih malu sama mas hendro karena pernah ingin memberikan sesuatu 
tapi ternyata g bisa saya penuhi karena BIROKRASI. 

Berdasarkan keterangan mas Tarto, menurut saya perlu mapping terlebih dahulu. 
Berapa jumlah Perpustakaan alternatif, yang masih sehat berapa, yang perlu 
berobat jalan berapa, yang opname berapa dan yang sudah di kamar mayat ada 
berapa. Nah, berdasarkan hasil mapping tersebut kita bisa menentukan langkah 
berikutnya. Jangan lupa memperhatikan hal lain selain catalog bersama (UCS), 
perlu juga memperhatikan manajemen dan layanan Perpustakaan. Sebab klo kita 
hanya peduli katalognya saja, nanti ibarat orang dikasih multivitamin tapi g 
dikasih makan. Sekarat lagi deh perpustakaannya. Trus, perlu juga ada 
keterangan tentang keterangan layanan masing-masing Perpustakaan anggota (node) 
di JogjaLib (UCS). Seperti misalkan hari dan jam buka, jenis layanan 
(terbuka/tertutup), alamat lengkap, persyaratan jadi anggota atau syarat 
meminjam koleksi, dll. Jadi jangan sampai terjadi pengguna sudah menelusur 
melalui JogjaLib, begitu sudah sampai di Perpustakaan yang dituju eh…. 
Perpustakaan tutup, atau g boleh pinjem, atau lainnya. 

Klo Perpustakaan sekolah (SD, SMP, SMA), ada banyak pihak yang bisa diajak 
kerjasama. Ada Forum Perpustakaan Sekolah Indonesia (FPSI), ada Asosiasi Tenaga 
Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI) dan bisa juga perpusda, perpus kota. 
Namun yang perlu dipikirkan bersama, klo catalog Perpustakaan sekolah sudah 
menjadi satu di UCS (jogjalib) selanjutnya bagaimana? Secara umum koleksi 
Perpustakaan sekolah kan sama, klo-pun ada yang berbeda, misalkan Perpustakaan 
sekolah yang ada kelas Internasional-nya tentu memiliki koleksi lebih dibanding 
koleksi Perpustakaan sekolah "biasa". Pertanyaanya, apakah sekolah "SBI" 
tersebut bersedia sharing koleksi?

Saya lebih cenderung dengan ide mas tarto tentang Taman Baca Masyarakat. Klo 
JogjaLib sudah terlaksana dan mapan. Tentu bisa jadi rujukan buat TBM. Jadi klo 
masyarakat sudah "jenuh" dengan koleksi TBM bisa mencari koleksi lainnya 
melalui JogjaLib. Hm… saya bayangkan nanti petani, nelayan, tukang ojek, 
pedagang dan semua profesi mencari bacaan tentang pengembangan profesinya 
melalui JogjaLib. Tentu Indah bukan…………?

Satu lagi yang perlu diperhatikan. PERPUSTAKAAN MASJID……..? (GEREJA, VIHARA, 
dll)

Semoga manfaat
Salam

Hadi
Pustakawan Buduh



------------------------------------

--
Towards cyber libraries to support information society in Indonesia.
Joining ICS-isis by sending mailto:[email protected]
Visit ICS-Portal at http://digilib.binus.ac.id/ics/index.phpYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ics-isis/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ics-isis/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke