Dear All,

Kapan ada acara kumpul bareng komunitas SLIMS jogja lagi? 

Salam,

Dan-

--- In [email protected], tarto tarto <tarto_ipi@...> wrote:
>
> keadaadn komunitas alternatif sekarang sedang up name 
> seiringnya banyak perpustakaan atau lsm yng gulung tikar dan sdm yang 
> berpindah 
> ***
> banyak komunitas alternatif di jogja dan sekitarnya
> yg masih aktif dan : LKIS, IVVA, Satunama, ICBC, LSPPA, Rumah Pelangi, 
> Mitratema, Mabulir (mabulir sekarang ada dua tempat satu di Klaten satu di 
> Timur 
> kampus UMY), IRE, Garasi
> 
> ***
> Taman Bacaan Di JOGJA gambaran awal sudah banyak taman bacaan di kota jogja 
> sampai ke tingkat bahkan sampai ke tingkat RT, Gambaran ini sangat luar biasa 
> jika di jadikan katalog bersama ikut jogjalib, 
> ***
> SD-SMP-SMA
> sudah banyak penguna SLIMS di jogja yang siap update ke senayan sedikit demi 
> sedikit dengan bantuan pemkot kota jogja mungkin akan berhasil...mampu kah 
> kita? 
> mungkin dengan KATA NIAT, pasti BISA, 
> 
> JOGJA merupakan barometer dan JANTUNG Perpustakaan Indonesia kalau gak 
> sekarang 
> kapan lagi...
> 
>  Tarto,A.Md
> Jomblangan Rt 04 A RW 31 No 159 
> Banguntapan Bantul YK 55198
> HP : 0819-0404-2823
> Website : tartojogja.wordpress.com
> E-mail : tarto_ipi@...
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> Dari: M Hadi <mhadi_pranoto@...>
> Kepada: [email protected]
> Terkirim: Sel, 27 Juli, 2010 13:21:03
> Judul: [ics-isis] Re: Katalog Bersama ala komunitas SLiMS Jogja
> 
>   
> Ya pak Subhan , saya dijogja. Sejak awal dihubungi temen2 ikut ngumpul di 
> SLiMS 
> jogja, saya sebenernya pengen bgt. Tapi temen2 ngumpulnya sabtu, saya g 
> libur. 
> Giliran dipindah minggu, saya tiap minggu mudik ke desa. Jadi saya ngikutin 
> via 
> nanya2 kabar aja. Kan beberapa temen di SLiMS jogja kenal saya.
> 
> Apa yg saya sampaikan sebelumnya merupakan keprihatinan. Jogja punya potensi 
> (pustaka) luar biasa. Tapi belum tergarap optimal. masing-masing elemen ingin 
> muncul kepermukaan, tanpa melihat kanan-kiri. Akhirnya terhempas. Saya pernah 
> berkunjung ke LKiS, ICBC, Umar Kayam, mereka semua ingin perpustakaannya 
> benar-benar bermanfaat, tapi ya belum optimal juga. Saya pikir, mereka semua 
> (kebanyakan LSM) bisa mepromosikan agenda mengedukasi masyarakat berdasarkan 
> visi-misi masing-masing melalui perpustakaan. Singkat kata, perpustakaan jadi 
> gerbang untuk masuk ke masyarakat. 
> 
> 
> Mungkin ada yg masih ingat, dalam pemberitaan Kedaulatan Rakyat tahun 2008 
> (klo 
> g salah) seorang dosen di UII ingin semua database perpustakaan (terutama 
> perpustakaan perguruan tinggi)dijogja tergabung jadi satu. Tapi sampai 
> sekarang 
> belum muncul juga. Lalu program pemerintah jogja -Jogja Library for All-, yg 
> ingin mewujudkan ide dosen UII tersebut. Sudah dimulai tapi sayangnya, yang 
> saya 
> dengar (ini gosip lho) untuk softwarenya terjadi persaingan yang ketat dan 
> tidak 
> sehat antar perusahaan software (maklum anggarannya lumayan besar). lho... 
> kenapa g pake senayan yang gratis? Saya kira temen2 tau jawabannya. Yang 
> perlu 
> dikritisi juga, apa bedanya Jogja Library for All dengan kerjasama antar 
> perpustakaan? Pada prakteknya, dahulu kerjasama antar perpustakaan berhasil 
> mewujudkan "kartu sakti". tapi kartu saksi "gagal" mewujudkan kemudahan bagi 
> pemustaka. biasalah.... BIROKRASI. Alhasil, kartu sakti sering ditolak. Saya 
> tidak anti birokrasi, bagaimanapun keteraturan itu penting. Tapi saya ingat 
> betul kata-kata Einsten, "salah satu pembunuh kejam kreatifitas adalah 
> birokrasi". Saya aja butuh waktu 6 bulan di tempat kerja untuk meyakinkan 
> bahwa 
> SLiMS lebih "keren" dibanding software "proprietary" yang sedang dipakai 
> (sering 
> crash).
> 
> Bagaimana dengan JogjaLib?
> Saya pribadi sangat mengapresiasi, bahkan jadi "cemburu". Apa yang saya 
> impikan 
> sudah dimulai temen-temen JogjaLib (dasar tukang mimpi). Cuma.... khawatir 
> aja, 
> sudah jalan sekian waktu dan berhasil nanti malah tabrakan sama Jogja Library 
> for All. Apa g bisa kerja sama gitu? sangat bisa sekali, tapi syaratnya Jogja 
> Library for All harus pake SLiMS.
> klo g mau pake SLiMS gimana? ya JogjaLib harus jalan terus. makanya saya usul 
> dimulai dari perpustakaan alternatif. Temen-temen jangan lupa, perpustakaan 
> alternatif itu anggarannya g banyak, bahkan ada yang g punya anggaran. Beda 
> dengan Jogja Library for All, kan proyek pemerintah. So.... kerja ekstra 
> keras 
> dan kemungkinan untuk "merogoh kocek sendiri" lebih besar. Gimana? Mau g?
> ....ehm
> 
> ...ehm
> 
> ...ehm
> 
> Tenang, banyak jalan menuju Roma. Betul kata mas Pur. "Cari sponsor", g mudah 
> memang, tapi klo berusaha tentu akan ketemu jalannya. 
> 
> 
> Mas Pur, saya pernah punya terbitan (semacam majalah) BIBLIO, mungkin mas 
> Tarto 
> masih punya. Ada sekitar 30 direktori perpustakaan alternatif di jogja 
> lengkap 
> dengan alamatnya. nanti saya cari lagi, soalnya sejak pindahan, buku-buku 
> masuk 
> Dus semua. he...he...
> 
> salam
> Pustakawan Buduh
> 
> 
>  
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

--
Towards cyber libraries to support information society in Indonesia.
Joining ICS-isis by sending mailto:[email protected]
Visit ICS-Portal at http://digilib.binus.ac.id/ics/index.phpYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ics-isis/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ics-isis/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke