secara umum sepakat dengan pa ketu :) ikut prihatin dengan kondisi ini .. giliran untuk pendidikan aja hening .. giliran century rame pada unjuk gigi .. semua sama2 penting jadi harus adil atuh mang dewan heee
salam, 2010/2/3 Yudi Purnawan <[email protected]> > > > IKut komentar ahh... daripada nggak bisa tidur he he.... > > Biasanya kan kalo sertijab berarti menyerahkan seluruh pekerjaan dengan > segala aset dan potensi baik keuntungan atau kerugian yang harus ditanggung > o berdasar kesepakatan / memeorandum saat sertijab (nah bisa aja karena > sudah melihat potensi keuntungan di depan mata yang sangat prospek akhirnya > mengenyampingkan yang lainnya). > > Yang paling menggelitik adalah : "pustekkom masih belum bisa memberikan > data yang memuaskan mengenai dampak dari Jardiknas ini " sehingga Jardiknas > belum dapat membuktikan manfaat/keberhasilan nya kepada masyarakat/DPR..... > Nah kok gitu ya.... seberapa susah sih membuktikanya atau memang susah > mencari bukti?. > > Menurut pribadi sy selama mengamati ini, yang menjadi masalahnya adalah: > 1. egoisme, > 2. pemahaman, > 3. kepentingan > 4. kerjasama > 5. intgrasi > 6. Tim Work > > Ayo..... buktikan Jardiknas sebagai tools yang meng enabler kualitas dan > kuantitas pendidikan di Indonesia.!!!! > Jangan sampai gara2 ini perkembangan IT untuk pendidikan di Indonesia > menjadi tidak jelas arah dan tujuannya!! > Dan sy dengar lebih parah lagi gara2 ini anggaran Diknas di Pending?, > wah.... ini dampaknya luar biasa Jardiknas .......... > > Ayo semangat...... > hatur nuhun. > > --- Pada *Sel, 2/2/10, G.Gunawan <[email protected]>* menulis: > > > Dari: G.Gunawan <[email protected]> > Judul: [ict-jabar] news: Hutang Pustekkom Warisan dari Diknas > Kepada: [email protected] > Tanggal: Selasa, 2 Februari, 2010, 8:57 PM > > > > JAKARTA - Pihak Pustekkom membantah hutang senilai Rp69,550 miliar > untuk pembayaran sewa bandwidth Speedy milik Telkom. Menurut mereka, > hutang tersebut telah ada sejak tahun 2006, semasa Jardiknas masih > dipegang oleh Diknas. > > "Jardiknas telah ada sejak tahun 2006 dan dikelola oleh Diknas. Baru > pada April 2008, dipindahkan pengelolaannya ke Pustekkom karena alasan > tupoksi (tugas pokok dan fungsi)," ujar Kepala Pusat Teknologi > Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Lilik Gani kepada okezone, Rabu > (27/1/2010). > > Ditambahkan olehnya, hutang sebesar tersebut merupakan tagihan dari > Diknas, sebelum Jardiknas dipegang oleh Pustekkom, tepatnya sejak > kurun 2006 hingga Maret 2008. Pustekkom sendiri telah menangani > jardiknas sejak April 2008. > > "Hutang tersebut merupakan warisan dari Diknas, seperti biaya pulsa > yang terus berjalan. Jadi Pustekkom itu tidak punya hutang, yang > berhutang itu Diknas, cuma dilimpahkan kepada kami," tegasnya. > > Menurut Lilik, saat itu semua hal yang berhubungan dengan jaringan > telah dipindahkan ke Pustekkom, termasuk permasalahan bandwidth dan > tagihannya, sehingga pihak Diknas hanya berkewajiban mengurusi konten. > > Pustekkom sendiri sudah menyambungkan sekitar 25.580 sekolah dalam > zona Jardiknas. Lembaga yang dipimpinnya saat ini, membawahi jardiknas > ke dalam empat zona yang terdiri dari zona kantor, zona sekolah, zona > perguruaan tinggi, dan zona guru. > > Dalam situs resmi Pustekkom dijelaskan, zona kantor dinas/insitusi > ditujukan untuk transaksi data online SIM pendidikan. Sedangkan zona > perguruan tinggi (INHERENT) untuk riset dan pengembangan IPTEKS. Zona > lainnya, yaitu zona sekolah (SchoolNet) untuk akses Informasi dan > eLearning sekolah, dan terakhir, zona guru dan siswa ditujukan untuk > akses informasi dan eLearning personal. > > Pustekkom sendiri mengaku telah menerika kucuran dana setiap tahunnya, > sejak April 2008. Namun dana tersebut sudah dibayarkan sesuai dengan > rincian yang terdiri dari tagihan bandwith sejak Pustekkom memegang > Jardiknas (2008 hingga sekarang) dan pembangunan infrastruktur lain. > > "Kami sudah merencanakan untuk membayar hutang tersebut secara > bertahap yang dananya diambil dari APBN untuk Jardiknas," ujar Lilik. > > Sayangnya, seperti diberitakan sebelumnya, DPR masih belum menyetujui > anggaran Jardiknas tahun 2010 sebesar Rp207, 255 tersebut. Mereka > beranggapan, pustekkom masih belum bisa memberikan data yang memuaskan > mengenai dampak dari Jardiknas ini. (tyo) > > ref: http://techno. okezone.com/ read/2010/ 01/27/54/ 298270/54/ > hutang-pustekkom -warisan- > dari-diknas<http://techno.okezone.com/read/2010/01/27/54/298270/54/hutang-pustekkom-warisan-dari-diknas> > > -- > Gun Gun Gunawan, S.ST > ------------ --------- ------- > http://cianjur. linux.or. id <http://cianjur.linux.or.id> | http://putragaluh. > web.id <http://putragaluh.web.id> > http://galuhweb. com <http://galuhweb.com> - Indonesian Linux Web Hosting > (IIX/USA) > Registered linux user : ID 461850 | Ubuntu User : #21419 > > > ------------------------------ > Akses email lebih cepat. > <http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluawR0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A//downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/> > Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru > yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! > (Gratis)<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluawR0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A//downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/> > > -- Gun Gun Gunawan, S.ST ---------------------------- http://cianjur.linux.or.id | http://putragaluh.web.id http://galuhweb.com - Indonesian Linux Web Hosting (IIX/USA) Registered linux user : ID 461850 | Ubuntu User : #21419

