http://goo.gl/dpF7H

Washington - Google berseteru dengan pemerintah Amerika Serikat.
Raksasa internet ini melancarkan gugatan hukum melawan departemen
pemerintah terkait sebuah kontrak yang diambil rival berat Google,
Microsoft.

Gugatan yang menyeret Departemen Dalam Negeri AS itu berawal dari
terdepaknya Google dalam kontrak layanan teknologi bernilai US$ 59
juta. Layanan email dan messaging berbasis komputasi awan yang dipakai
88 ribu karyawan ini diserahkan begitu saja ke Microsoft.

"Berdasarkan taksiran risiko dan penelitian pasar, Microsoft punya
satu-satunya produk komersial yang memuaskan setiap persyaratan
departemen," tukas Departemen Dalam Negeri, seperti detikINET kutip
dari V3, Rabu (3/11/2010).

Google sejatinya sering mengutarakan ketertarikan terhadap kontrak itu
dengan mengajukan layanan Google Apps. Akan tetapi mereka ditolak
karena Google Apps dinilai tak memenuhi syarat keamanan departemen.

Tak mau dianggap kurang layak, Google berusaha menjelaskan standar
keamanan mereka mumpuni. Namun demikian, Departemen Dalam Negeri tetap
membuang muka dan bersikukuh memilih Microsoft's Business Productivity
Online Suite-Federal (BPOS).

Karena itu, Google memperkarakan Departemen Dalam Negeri AS. Google
menganggap telah disingkirkan secara tidak fair oleh keputusan mereka
memilih Microsoft tanpa mempertimbangkan produk Google.




-- 
Salam,


Agus Hamonangan


Founder Indonesian Android Community
http://groups.google.com/group/id-android
Gtalk  : id.android
Follow : @agushamonangan
E-mail :  [email protected]

-- 
===============
"Indonesian Android Community [id-android]"

PING'S mobile™ 
Email: [email protected]  Ph. (021) 96087100
---------------------
Yopie Ratjoen
Email: [email protected]  Ph. 08977726681
--------------------
Gila original
Email: [email protected]  Ph. (031) 91555898
--------------------

Kirim email ke