http://goo.gl/IzZxZ

INILAH.COM, Jakarta - Broadband internet lewat satelit akan mengalami
gebrakan besar di 2012. HughesNet, salah satu raksasa penyedia layanan
internet di AS, telah meluncurkan satelit generasi terbarunya.

Satelit baru yang bernama Jupiter ini mampu mentransfer data lebih
cepat dari satelit sebelumnya, Spaceway. Jaringan transpondernya
sendiri dapat disewakan pada perusahaan lain.

Harga berlangganan dan kecepatan yang ditawarkan belum dipastikan,
namun kecepatan mengunduh (download) diperkirakan 20 megabit per detik
(Mbps), atau 10 kali lipat dari yang ada. HughesNet menjanjikan
layanan itu akan diberikan dengan harga terjangkau.

Hal ini menjadi berita baik bagi lebih dari 10 juta penduduk Amerika
yang tidak memiliki akses internet kecepatan tinggi, di mana
kecepatannya hanya sekitar 256 kilobite per detik. US Federal
Communication Commission memberikan batas minimum kecepatan mengunduh
4 mbps dan unggah (upload) 1 mbps.

HughesNet mengandalkan layanan itu untuk mencari pasar yang
menguntungkan di aspek rumahan di luar area metropolitan. Dibandingkan
dengan layanan lain, satelit internet memang pasar menguntungkan,
karena baru memiliki satu juta pelanggan dan 1 persen dari pasar
Internet broadband.

Sebaliknya, TV satelit telah memegang sepertiga pasar TV berbayar
serta memiliki lebih dari 30 juta pelanggan. Sementara radio satelit
memiliki sekitar 20 juta pendengar.

Internet satelit tidak dapat bersaing dengan kecepatan broadband darat
seperti kabel dan DSL (digital subscriber line). Sebaliknya, HughesNet
sebagai penyedia terbesar layanan ini dan memiliki dari 550.000
pelanggan, serta kompetitor utamanya, WildBlue, menargetkan kepada
pelanggan yang memiliki koneksi internet sangat lambat.

Bagi banyak orang Amerika di lokasi pedesaan, dial-up yang ketinggalan
zaman tetap satu-satunya pilihan untuk mengakses internet.

Perusahaan kabel dan telepon yang merupakan penyedia broadband
konvensional, seringkali menolak menambah infrastruktur broadband di
daerah yang jarang penduduknya karena tidak menguntungkan secara
bisnis, ujar wakil presiden divisi Amerika utara di Hughes Network
System yang berbasis di Germantown, Peter Gulla.

Menurut Gulla, kawasan yang belum terlayani atau daerah tertinggal
merupakan target utama mereka. Rumah tangga, kawasan pedesaan
terpencil adalah beberapa tempat yang terkadang tidak terjangkau
broadband darat dengan optimal.

“Situasi tersebut sangat biasa di kawasan luar metropolitan karena
broadband darat tidak bisa menjangkau tempat terlalu jauh. Terkadang
hanya ada satu rumah di jalanan,” ujar Gulla.

Suatu persyaratan teknis untuk menyiapkan satelit Internet di rumah
atau bisnis di Amerika Utara adalah mereka harus memiliki parabola
untuk mengirim dan menerima sinyal, serta tidak ada halangan apapun ke
arah langit selatan. Ini dikarenakan satelit berada dalam orbit
geostasioner atau berada di posisi yang tepat, 36.000 km di atas
khatulistiwa. Persyaratan ini adalah salah satu alasan lebih mengapa
Internet satelit sulit digunakan untuk lanskap perkotaan.

Jarak antara antena pengirim dan penerima yang merupakan syarat
komunikasi satelit tetap menjadi isu utama dalam pengiriman internet
dari langit. Meskipun sinyal muncul dengan kecepatan cahaya 299.792 km
per detik, sistem sinyal tetap memakan waktu 250 milidetik. Selain
itu, ada beberapa proses kecil yang harus dibenahi sehingga masih ada
waktu yang menjadi beban.

Meskipun ada banyak masalah, Gulla melihat potensi pertumbuhan yang
signifikan untuk internet satelit di Amerika Serikat. Ini cukup jelas
mengingat mereka telah melakukan perjanjian peminjaman dengan bank
senilai U$115 juta (Rp 1,04 triliun) untuk peluncuran satelit dan
pesawat ruang angkasa.

HughesNet menargetkan 14 juta penduduk yang tidak mendapatkan akses
internet optimal dengan broadband darat. Pemerintah Amerika Serikat
sendiri telah memprioritaskan akses internet broadband dengan
menggelontorkan dana stimulus ke HughesNet sebesar US$58,7 juta (Rp534
miliar). [ito/mdr]

-- 
Salam,


Agus Hamonangan


Founder Indonesian Android Community
http://groups.google.com/group/id-android
Gtalk  : id.android
Follow : @agushamonangan
E-mail :  [email protected]

-- 
===============
"Indonesian Android Community [id-android]"

PING'S mobile™ 
Email: [email protected]  Ph. (021) 96087100
---------------------
Yopie Ratjoen
Email: [email protected]  
--------------------
Gila original
Email: [email protected]  Ph. (031) 91555898
--------------------

Aturan Jual/Kloteran ID-Android  http://goo.gl/azW7

Kirim email ke