Baru tau ternyata di sono ada juga yg Masih pake dial-up ya?
Hehehehehehe ............

Salam,

Rachmat Budi
[email protected]
sent from encus one powered by android-bu...@apa26#1 froyo 2.2.1FRG83D
On Nov 29, 2010 7:02 AM, "Agus Hamonangan" <[email protected]> wrote:
> http://goo.gl/IzZxZ
>
> INILAH.COM, Jakarta - Broadband internet lewat satelit akan mengalami
> gebrakan besar di 2012. HughesNet, salah satu raksasa penyedia layanan
> internet di AS, telah meluncurkan satelit generasi terbarunya.
>
> Satelit baru yang bernama Jupiter ini mampu mentransfer data lebih
> cepat dari satelit sebelumnya, Spaceway. Jaringan transpondernya
> sendiri dapat disewakan pada perusahaan lain.
>
> Harga berlangganan dan kecepatan yang ditawarkan belum dipastikan,
> namun kecepatan mengunduh (download) diperkirakan 20 megabit per detik
> (Mbps), atau 10 kali lipat dari yang ada. HughesNet menjanjikan
> layanan itu akan diberikan dengan harga terjangkau.
>
> Hal ini menjadi berita baik bagi lebih dari 10 juta penduduk Amerika
> yang tidak memiliki akses internet kecepatan tinggi, di mana
> kecepatannya hanya sekitar 256 kilobite per detik. US Federal
> Communication Commission memberikan batas minimum kecepatan mengunduh
> 4 mbps dan unggah (upload) 1 mbps.
>
> HughesNet mengandalkan layanan itu untuk mencari pasar yang
> menguntungkan di aspek rumahan di luar area metropolitan. Dibandingkan
> dengan layanan lain, satelit internet memang pasar menguntungkan,
> karena baru memiliki satu juta pelanggan dan 1 persen dari pasar
> Internet broadband.
>
> Sebaliknya, TV satelit telah memegang sepertiga pasar TV berbayar
> serta memiliki lebih dari 30 juta pelanggan. Sementara radio satelit
> memiliki sekitar 20 juta pendengar.
>
> Internet satelit tidak dapat bersaing dengan kecepatan broadband darat
> seperti kabel dan DSL (digital subscriber line). Sebaliknya, HughesNet
> sebagai penyedia terbesar layanan ini dan memiliki dari 550.000
> pelanggan, serta kompetitor utamanya, WildBlue, menargetkan kepada
> pelanggan yang memiliki koneksi internet sangat lambat.
>
> Bagi banyak orang Amerika di lokasi pedesaan, dial-up yang ketinggalan
> zaman tetap satu-satunya pilihan untuk mengakses internet.
>
> Perusahaan kabel dan telepon yang merupakan penyedia broadband
> konvensional, seringkali menolak menambah infrastruktur broadband di
> daerah yang jarang penduduknya karena tidak menguntungkan secara
> bisnis, ujar wakil presiden divisi Amerika utara di Hughes Network
> System yang berbasis di Germantown, Peter Gulla.
>
> Menurut Gulla, kawasan yang belum terlayani atau daerah tertinggal
> merupakan target utama mereka. Rumah tangga, kawasan pedesaan
> terpencil adalah beberapa tempat yang terkadang tidak terjangkau
> broadband darat dengan optimal.
>
> “Situasi tersebut sangat biasa di kawasan luar metropolitan karena
> broadband darat tidak bisa menjangkau tempat terlalu jauh. Terkadang
> hanya ada satu rumah di jalanan,” ujar Gulla.
>
> Suatu persyaratan teknis untuk menyiapkan satelit Internet di rumah
> atau bisnis di Amerika Utara adalah mereka harus memiliki parabola
> untuk mengirim dan menerima sinyal, serta tidak ada halangan apapun ke
> arah langit selatan. Ini dikarenakan satelit berada dalam orbit
> geostasioner atau berada di posisi yang tepat, 36.000 km di atas
> khatulistiwa. Persyaratan ini adalah salah satu alasan lebih mengapa
> Internet satelit sulit digunakan untuk lanskap perkotaan.
>
> Jarak antara antena pengirim dan penerima yang merupakan syarat
> komunikasi satelit tetap menjadi isu utama dalam pengiriman internet
> dari langit. Meskipun sinyal muncul dengan kecepatan cahaya 299.792 km
> per detik, sistem sinyal tetap memakan waktu 250 milidetik. Selain
> itu, ada beberapa proses kecil yang harus dibenahi sehingga masih ada
> waktu yang menjadi beban.
>
> Meskipun ada banyak masalah, Gulla melihat potensi pertumbuhan yang
> signifikan untuk internet satelit di Amerika Serikat. Ini cukup jelas
> mengingat mereka telah melakukan perjanjian peminjaman dengan bank
> senilai U$115 juta (Rp 1,04 triliun) untuk peluncuran satelit dan
> pesawat ruang angkasa.
>
> HughesNet menargetkan 14 juta penduduk yang tidak mendapatkan akses
> internet optimal dengan broadband darat. Pemerintah Amerika Serikat
> sendiri telah memprioritaskan akses internet broadband dengan
> menggelontorkan dana stimulus ke HughesNet sebesar US$58,7 juta (Rp534
> miliar). [ito/mdr]
>
> --
> Salam,
>
>
> Agus Hamonangan
>
>
> Founder Indonesian Android Community
> http://groups.google.com/group/id-android
> Gtalk  : id.android
> Follow : @agushamonangan
> E-mail :  [email protected]
>
> --
> ===============
> "Indonesian Android Community [id-android]"
>
> PING'S mobile™
> Email: [email protected] Ph. (021) 96087100
> ---------------------
> Yopie Ratjoen
> Email: [email protected]
> --------------------
> Gila original
> Email: [email protected] Ph. (031) 91555898
> --------------------
>
> Aturan Jual/Kloteran ID-Android http://goo.gl/azW7

-- 
===============
"Indonesian Android Community [id-android]"

PING'S mobile™ 
Email: [email protected]  Ph. (021) 96087100
---------------------
Yopie Ratjoen
Email: [email protected]  
--------------------
Gila original
Email: [email protected]  Ph. (031) 91555898
--------------------

Aturan Jual/Kloteran ID-Android  http://goo.gl/azW7

Kirim email ke