Guys,
Apa Kabar?

Ngga kerasa sekarang kita sudah diujung tahun lagi, rasanya singkat
banget tahun ini, tapi tahun ini juga boleh di mark di kalender dunia
sebagai tahun penuh inovasi gadget2 canggih.
Tahun ini kita mendapatkan kehadiran iPad dan iPhone4,  flagship
device dari apple.
Kita juga mendapatkan Blackberry Torch 9800 ber OS6, flagship dari BB
untuk melangkah pindah ke gadget yang lebih canggih.
Tahun ini juga Nokia berusaha bangun dari keasikan terlena karena
merasa di atas dengan kuantitas penjualan phone nya yang masif,
sehingga lupa berbenah teknologi dan dambil alih dengan cepat
kepopulerannya oleh iOS, android dan Blackberry. Nokia berbenah dengan
operating system barunya : meego , setelah symbian yg berusaha
dihadirkan dengan format baru tetap tidak bisa membuat para geeks
melirik.

Tahun ini juga gonjang-ganjing di Palm melahirkan suatu tenaga baru
dari Palm yg setelah dibeli HP berusaha hadir dengan device baru,
dimulai sekarang dengan Palm Pre 2 dengan Web OS yang lebih
disempurnakan.
Tahun ini tahun kehadiran kembali Windows di kancah smartphone,
setelah diam saja pangsa pasarnya digerogoti OS lain, karena sibuk
berbenah menghasilkan mainan baru: Windows Phone 7.

But most of all, senang tidak senang, cocok tidak cocok, tahun ini
adalah tahunnya android. Pada tahun ini perkembangannya sangat pesat.
Dimulai akhir 2008 dengan sebuah device T-Mobile G1 atauh HTC Dream,
butuh 6 bulan sampai ada device berikutnya di 2009 dengan HTC Magic,
dan butuh 8 bulan ke tahun 2010 untuk mulai dengan gebrakan device
hi-end , the Nexus One.
Tapi dalam hitungan bulan ditahun 2010 ini device android sudah
mencapai lebih dari 250 macam handset berbagai merk. Jumlah
Aplikasinya semakin masif, 100.000 aplikasi ada di market dengan
kurang lebih 60% aplikasi berlabel free, gratis terbanyak dari
berbagai OS.

Walaupun belum ada kabar baru semenjak google IO juni 2010, yg
mengatakan setiap hari ada 200.000 handset android baru di aktivasi,
tetap menyiratkan jumlah ini adalah jumlah yang luar biasa.
Pada bulan oktober 2009, firma gartner memprediksikan android akan
masuk ke ranking ke 2 di tahun 2012 dibawah symbian os yang
bertahun-tahun penjualannya sudah masif. Tapi baru saja di november
tahun ini , firma yang sama merelease hasil penjualan Q3 2010
smartphone di seluruh dunia, dan terlihat android sekarang sudah di
posisi ke 2, jadi 2 tahun lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Data ini menyiratkan, praktis pada akhir tahun ini yang berkejaran
tinggal 2 OS besar, iOS dari apple dan android dari google, karena
blackberry sekarang sedang dalam masa turun pamor. Kita tidak tahu
apakah peta di depat akan berubah setelah WebOS dari palm-HP masuk
lebih jauh, dan Nokia merelease meego.

Nah di penghujung akhir tahun ini, HTC yang dulu namanya kurang
diperhitungkan di kancah dunia, dan dianggap sebagai pabrik makloon
handset saja,  sekarang merangsek masuk menjadi bagian dari 4 vendor
handset smartphone kelas atas. Dan kini  merelease jagoan barunya HTC
Desire HD dan Z.
Ada sesuatu yang berbeda dan spesial dari seri ini, karena HTC sampai
butuh mereleas seri ini di pentas dunia.  Dimulai di UK sebagai teaser
release di bulan september 2010, dan dilanjutkan di Taiwan pada bulan
oktober. Sekarang di awal desember, tepatnya 1 Desember 2010 bbrp hari
kemarin, HTC Desire HD dan Z ini masuk resmi di negeri kita.
Untuk melihat introducing tentang desire HD, saya pernah merelease
tulisannya, Ngintip HTC Desire HD disini, rekapannya bisa dibaca di
http://goo.gl/J86KJ .

Berhubung sekarang sudah kesampaian nyoba real device nya beberapa
waktu, maka saya bikin sambungannya, tidak lagi bercerita dari awal,
tapi menyorot beberapa bagian penting yang membuat device ini mengapa
menarik.
HTC Desire HD hadir dengan layar besar optimal, 4,3” , ukuran layar
yang sebenarnya lama dinanti para penggemar android gsm, karena
beberapa faktor utama, diantaranya

Layar besar lebih asik dipakai untuk browsing
Layar besar lebih cocok dipakai untuk membaca e-book atau majalah bahkan komik.
Layar besar cocok dipakai sebagai navigasi GPS.
Layar besar asik banget dipakai untuk nonton youtube atau film2.
Layar besar nyaman dipakai untuk lihat foto2 atau gambar lain.

Dan kali ini layar 4,3 inci nya datang dengan touch screen yang lebih
bagus dan peka, sehingga pengetikan, pemilihan icon, pinch to zoom dll
terasa lebih snappy.
Faktor layar besar untuk tetap nyaman dibawa-bawa harus didukung
dengan ketebalan device yang harus masuk kategori tipis, dan teknologi
yang baru sudah memungkinkan Desire HD tampil tipis sehingga nyaman
dikantongi.
Bedanya dengan device2 yang dulu, lcd nya sekarang walau bukan amoled,
tapi terlihat sangat halus dan kontras warna yang cantik. Body yang
terbuat dari alumunium menjaga device tidak mudah scratch di bagian
belakang, kerapihan buatan, pemilihan bahannya menyiratkan device ini
berkelas. Dan untuk layar depan, dibuat dari bahan tahan gores yg
mirip dengan gorilla glass. Walau kemungkinan banyak dari kita merasa
sayang kalau punya barang bagus tidak diberi screen protector, saya
pribadi menyarankan tidak perlu dipasangkan screen protector. Kenapa?
Lapisan layar yang tahan gores ternyata memiliki lapisan khusus yang
mudah dibersihkan kalau terlihat bekas jari, bahkan tidak memerlukan
lap khusus. Kalau dirasa kotor banyak bekas jari, cukup gosok dengan
punggung tangan atau (karena saya org yg cukup berantakan) saya hanya
gosok di kaos yg saya pakai :-p, langsung mengkilap.

Menambahkan anti gores, menyebabkan layar tidak akan kinclong kalau
digosok dengan punggung tangan, atau digosok2 ke kaos, perlu usaha
lebih untuk mengembalikan ke kinclongannya dengan menggunakan cairan
pembersih atau dengan lap berbahan micro fiber. Bahkan dengan anti
gores membuat layar terlihat lebih mudah kotor. Dan sebagian orang
senang memasangkan layar dengan anti gores anti glare bahkan anti spy,
yang menurut saya membuat teknologi layar yang bagus menjadi sia-sia
karena jadi berbintik-bintik kasar.


HTCsense.com
Kali ini kekuatan di dalam Desire HD yang diusung adalah kekuatan
software nya. Sudah lama kita mengenal kekhasan HTC sense yang
ditandai dengan jam flip flop di layar utama. Sekarang terasa benar
HTC serius menggarap fitur ini. Kemungkinan insinyur2  HTC yang
sedianya dulu direncanakan untuk membuat OS sendiri, kini dialihkan
untuk membuat HTC Sense.
Ada yang baru dengan HTC sense sekarang, selain fitur2 yang disiapkan
khusus, sehingga out of the box, unit dari HTC siap digunakan tanpa
harus repot2 download kebutuhan2 utama di market, sekarang diperluas
dengan hadirnya HTC Hub dan HTC Likes.

HTC Hub tidak lepas dari fasilitas baru yang ditawarkan HTC khusus
untuk 2 seri handset HTC Desire HD dan Z ini, fungsinya memudahkan
pemakai untuk mendapatkan widgets baru, wallpaper baru, scene,
ringtones dll, dari htc,  dan kerennya fitur ini  link ke situs
www.htcsense.com , dimana fitur yang sama bisa dipilih dari pc yang
tersambung ke internet ke situs htcsense.com , dan ketika di klik
langsung nyambung secara wireless ke unit .

HTC Likes adalah market seperti layaknya market di android market.
Bedanya di tampilan dan isinya lebih kepada program2 yang sudah teruji
dan terekomendasi. Kabarnya setiap cabang HTC di seluruh dunia,
diharuskan mempost aplikasi rekomendasi pilihan mereka ke HTC Likes
ini, sehingga customer HTC selalu mendapatkan aplikasi yang sudah
teruji.
Dan semua itu terhubung ke sebuah integrasi yang lebih besar, web
www.htcsense.com yang menjadi kelebihan khusus dari dua device ini.
Web HTCsense dibuat dengan beberapa kelebihan, (seperti yang sudah
diceritakan sedikit di kisah ngintip HTC Desire HD) , kita membuat
pairing antara device dan web htcsense.com. Dengan meng-create user
name dan password, beserta nomer simcard yang kita pakai di device,
kita bisa login ke htcsense.com, yg langsung membuat semacam bonding
antara web dan device.
Gunanya HTCsense.com ini, semisal kita lupa menaruh handset, cukup
buka web, dan pilih ring. Device kita walau keadaannya sedang silent,
akan dihidupkan suaranya ke paling keras dan berbunyi.
Atau device kita ketinggalan, kita memerlukan data siapa tahu ada yang
misscall, ada sms penting, cukup dilihat di htcsense.com ini, maka
akan terlihat misscall dari siapa, ada sms dari siapa. Untuk membalas
sms, kita bisa langsung ketik di web, dan mengirimkan  balasan,
seolah-olah handset masih di tangan kita. Untuk menghindari misscall,
kita bisa forwarding telepon ke nomer yang lain.

Ragu-ragu handset kita ketinggalan dimana? Cukup klik where is my
phone, maka peta akan terbuka menunjukkan dimana posisi handphone kita
tertinggal. Kalau jatuh ke tangan orang, kita bisa mengaktifkan kunci
dan menaruh pesan di halaman depan yang terkunci untuk meminta yg
menemukan menelepon ke nomer telepon kita.
Kalau dirasa handphone ini hilang, bisa diremote dari htcsense.com
untuk menghapus seluruh isinya supaya data kita tidak dipakai
sembarangan, seteleah sebelumnya kita bisa membackup datanya secara
wireless.
Memang ada layanan terpisah yang mirip seperti ini bisa kita install
dari market, tapi htcsense.com terlihat lebih integrated dan lebih
lengkap, dan kedepan kemungkinan pengembangannya akan terus ada. Belum
lagi htcsense.com bisa terhubung dengan hub untuk memilih, even
software yang ingin di installkan di device, setelah di klik maka
device akan bereaksi meminta install.


HTC Maps- Car Panel
Google map sangat komplit dan bagus, datanya dinamis, tapi dirasakan
oleh banyak orang yang senang berGPS  memiliki kekurangan, karena
harus selalu online.
Dan sekarang HTC melengkapi device DesireHD dan Z dengan fitur baru
ini, car panel, yang memungkinkan kita bernavigasi dengan peta
offline, tanpa penggunaan data.
Peta offline banyak dibutuhkan orang yang bepergian keluar negeri,
untuk menghindari roaming yang mahal karena pengiriman data yang masif
dalam penggunaan google map. Juga menghindari loading gambar peta yang
lama, karena koneksi data yang pelan atau tersendat.

Pertama lihat iklan map ini di htc.com saya agak ragu, kok gambar
petanya sepertinya sederhana tidak semeriah peta2 lain, didominasi
warna tidak mencolok. Dan pertanyaan saya pertama, apa peta Indonesia
ada?

Setelah mencoba sendiri saya boleh berkata , car panel adalah navigasi
terbaik yang pernah saya coba.
Walaupun saya penggemar garmin, saya boleh berkata, garmin harus
belajar banyak dari pendatang baru ini. Secara tampilan, mobil yang
bisa diganti, jalan yang warna-warni, garmin lebih menarik. Tetapi
secara navigasi dan panduan, garmin harus memperbaiki kemampuannya.

Biasanya dalam panduan navigasi GPS, kita memiliki dua sensor, mata ke
layar gps untuk sync dengan kondisi apa yang kita lihat di depan dan
telinga untuk mendegarkan panduan. Biasanya kita harus banyak
menyesuaikan diri ketika dipandu, karena seringkali keharusan membelok
terlewat karena perintah suara terlewat, atau gambar mobil yang tidak
tepat di peta, sudah seharusnya membelok, tapi mobil masih dibawah
perempatan, sehingga kita ragu2.

Dengan HTC map ini navigasinya tepat sekali, terutama panduan suaranya
sangat presisi. Entah berapa tahun garmin sudah masuk Indonesia, tapi
navigasi suaranya tidak pernah bagus, entah suara wanitanya yang
berlogat sangat solo, atau pemakaian kalimat yang tidak tepat karena
translate kata perkata dari bahasa Inggris.

Ini saya contohkan panduan dari garmin: “ menghitung ulang, setelah
satu ratus lima puluh meter belokkan kanan...” dengan pengucapan
kalimat kata perkata sehingga tidak flawless.
Kita tahu seharusnya kata yang diucapkan: “ menghitung ulang, setelah
seratus lima puluh meter, belok ke kanan”
Mengandalkan panduan suara dari garmin tanpa melihat peta, saya
percaya kita akan nyasar.

Ada 2 panduan suara dalam bahasa Indonesia untuk peta HTC, yang bisa
di download dengan mudah, seorang female dan seorang male.
Jika kita mau dipandu dalam bahasa Inggris, bahasa afrika, perancis,
china  dll silahkan download , cukup kecil sekitar 1 mega saja.

Ini yang dikelurkan navigasinya dalam panduan car panel: “ Rute anda
sudah dikalkulasi, setelah seratus meter, beloklah ke kiri”
“Sekarang belok lah ke kanan, kemudian di jalan yang ke-tiga beloklah ke kiri”
Suara navigasinya persis orang biasa berbicara dengan intonasi yang
baik, dan kalau dia berbicara “di jalan yang ke-tiga”, berarti di
depan kita akan melewati dulu dua  pertigaan atau perempatan, dan baru
belok di pertigaan atau perempatan berikutnya, dan bagus nya pas kita
harus belok navigasinya akan menyuruh belok bukan pas dibelokkan
sehingga kita lambat bereaksi karena terlalu dekat belokan, tetapi
beberapa puluh meter sebelum belok tapi tidak akan tersaru dengan
perempatan kecil sebelumnya.
Sama seperti kita punya penunjuk jalan disebelah, yang bilang, nah di
sini kita belok, karena semakin cepat kita berkendara, semakin lebih
cepat dia memberitahu kapan harus  belok, supaya kita punya cukup
waktu untuk bereaksi.
Dengan panduan suara ini, saya bisa mematikan layar dan tidak tersasar
cukup dengan mendengarkan navigasi suaranya.  Impresif.

Tidak hanya itu, sepertinya HTC mendesain aplikasi car panel dengan
orientasi kepada pengguna, semuanya serba dibuat mudah.
Untuk mendapatkan peta, cukup membuka list peta yang ada, dan terdapat
97 peta negara ada disanan kalau saya tidak salah hitung, dari ujung
afrika sampai ujung australia.
Misalkan minggu depan kita mau ke hongkong, cukup pilih hongkong
langsung di unit nya dan download, free. Mau iseng pakai voice orang
hk, download saja langsung di unit nya free.
Minggu depannya lagi perlu ke eropa, download saja petanya juga free,
sudah lengkap dengan info hotel, bank, restaurant, dan POI-POI lain
yang diperlukan.

Pada car panel ada menu khusus, Premium Navigation. Walaupun  navigasi
bisa dilakukan gratis, premium navigation memberikan menu dan tampilan
navigasi yang lebih optimal, termasuk navigasi suara yang saya
ceritakan diatas. Nah untuk mendapatkan navigasi ini, terpaksa kita
harus bayar. Tetapi walupun berbayar, harganya tidak mahal dan ada
beberapa pilihan. Untuk pilihan termurah adalah per bulan. Saya rasa
pilihan ini sangat masuk akal untuk traveller, misal liburan ini, kita
mau natalan  bersalju di eropa (cieh banyak duid :-p) , tinggal
download peta eropa, dan beli navigation premiumnya untuk 1 bulan saja
dengan harga $ 4.99 –$ 5.99, jadi setara 40rb dan 50rb rupiah saja.

Pembeliannya pun mudah, hanya tinggal klik buy, maka dia akan minta
nomer kartu kredit dan 3 nomer sakti di belakang kartu kredit, alamat
email dan nomer telepon, prosesing bentar langsung deh premium
navigationnya keluar.
Untuk navigasi premium pertahun biayanya around $20 dan untuk lifetime
around $30, harga yang masih masuk akal.
Kali ini untuk HTC Desire HD resmi versi Indonesia kita diberikan
voucher resmi untuk bisa mengaktifkan peta Indonesia lifetime, dan
untuk versi Desire Z nya kita harus beli sendiri :-p

POI atau point of interest yang disediakan di peta2 htc ini, cukup
komplit dan update, bahkan tersambung dengan fitur dari htc sense
sebelumnya yaitu foot print, jadi misal kita mau bikin POI baru, misal
warung makan, tinggal klik posisi kita, add as foot print dan foto.
Nanti di lambang POI nya ada foto warung makan yang baru kita ambil,
bahkan lengkap dengan data warung makan yang bisa kita input, berikut
address, nomer telepon dll.
Kalau data POI nya lengkap, bisa lebih asik, semisal kita sedang dalam
perjalanan ke warung makan tersebut, tinggal klik iconnya, dan bisa
langsung dial number tersambung ke warung makan untuk reservasi
tempat. Kalau dirasakan POI takut kurang,kita bisa mencentang
kombinasi pencarian nya dengan data dari google.
Nah POI atau posisi kita sekarang  bisa dengan mudah dibagikan ke
teman, tinggal klik share bisa langsung lewat email, sms, bahkan FB
dan Twitter, yang nanti berisi koordinat yang kalau di klik teman akan
membuka google map.

Dengan Premium Navigation, map yang ditampilkan bisa 3D atau 2D, dan
dengan posisi 3D maka gedung2  yang menjadi landmark kota juga akan
tampil 3D. Dan kalau hari berganti malam, pada peta navigasi, diatas
horison langit yg tari bergambar langit biru dengan awan, berangsur
gelap.

Menjadi momok banyak orang menggunakan smartphone sebagai GPS, ketika
sedang krusial di pandu, ada telepon masuk dan layar peta tergantikan
dengan info penelepon, bahkan dengan foto peneleponnya. Bisa nyasar
itu karena petanya terhalang :-p
HTC dengan car panelnya sudah memikirkan hal itu, maka ketika ada
telepon masuk, peta tetap utuh, hanya dibagian bawahnya keluar satu
baris nama penelepon dan tombol untuk menerima atau reject. Ketika
telepon diterima, maka speaker phone langsung aktif dan bisa mengemudi
sambil tetap dipandu peta dan bebas bicara dengan 2 tangan tetap
diatas setir.
Saya senang dengan fitur map dari HTC ini, karena ternyata tidak
dibuat hanya sebagai pelengkap semata, tapi benar2 dipikirkan
integrasinya dan keguanaanya sehingga hasilnya benar seperti iklan di
webnya tentang penonjolan sistem navigasi yang baru.


DLNA
Saya rasa ada alasan khusus kenapa Desire ini dinamai HD, ini
sebenarnya mengacu kepada kemampuan kamera 8 mega pixel nya untuk
selain menangkap gambar foto juga untuk merekam video HD 720.  Tapi
dikedepankan dalam fiturnya bahwa unit ini juga akan asik dipakai
untuk memutar film2 resolusi tinggi.
Rasanya setelah merekam video HD kemudian kita ingin tunjukkan pada
anggota keluarga yang lain, memutar di unitnya langsung akan ada
kekurangan karena batasan ukuran layar. Asiknya sih kalau bisa kita
putar di LCD rumah yang lebih besar. Nah unit Desire HD dan Z sudah
dilengkapi dengan DLNA, Dinamic Living Network Alliance , ini salah
satu bentuk transfer media secara wireless. Nah kalau kita masuk ke
situsnya www.dlna.org kita bisa lihat list perangkat apa saja yang
sudah support sistem ini.

Jika sudah support DLNA tinggal pairing , maka foto-foto, music,
bahkan film yang kita putar di desire akan tampil di televisi kita.
Kalau perangkat kita belum support, sebenarnya kita bisa membeli
converter tambahan, HTC Media Link, berupa perangkat kecil dengan port
hdmi.
Sambungkan perangkat ini dengan hdmi kabel ke televis, maka televisi
kita sekarang support DLNA.

Banyak cara untuk bisa saling transfer data media kita secara
wireless, misalkan saya punya notebook, atau pc, dan saya ingin
mengajak keluarga atau rekan2 lihat bersama video yang direkam desire
HD, maka cukup menyambungkan pc saya (pakai windows media player 11)
ke router home network dan lakukan hal yang sama dengan Desire nya,
maka ketika saya memutar film di desire memakai program bawaannya,
conected media, maka ditampilkan film di layar notebook or pc.  Semua
settingan sangat mudah, tidak perlu repot2 atur IP dll. Dan film yang
di streaming dari unit ke pc, jalan dengan sangat2 mulus.


Dolby Mobile dan SRS surround.
Dibagian belakang Desire HD ada tulisan dolby mobile dan SRS surround,
seringkali kita menganggap dolby atau srs harusnya layaknya di
perangkat besar yang lebih bertenaga, tapi sekarang dibawa kepada
sebuah mobile device.
Bagi pencinta musik, ternyata fitur ini bisa sangat2 menarik. Saya
juga asalnya berpikir bahwa fitur ini hanya pemanis , tapi ternyata
ketika fitur ini dicoba, hasilnya suara yang dihasilkan jauh lebih
bertenaga. Ternyata embel2 mobile ini diperuntukan untuk pengguna
handsfree atau headphone.
Benar fungsi ini menjadi dorongan kita untuk mengeluarkan kocek lebih
untuk membeli headphone yang berkelas dan bagus. Saya coba dengan
sennheiser , sangat2 keren. Dicoba dengan memutar musik dengan mode
biasa, kemudian klik menu, pilih sound enchancer, dan ada pilihan No
effects, Dolby Mobile dan SRS enchancement juga equalizer yang bisa
dipilih dari berbagai genre music, rock, jazz, blues dll.
Ketika SRS dipilih, suara tiba2 berubah, menjadi lebih kaya, treble,
bass semua berdentuman dengan tenaga penuh, atau ketika dolby dipilih
terasa perubahan suara lebih dalam.
Saya rasa pemakai iPod boleh coba banding2 kan kekuatan musicnya
dengan Desire HD (Iya desire HD only yang punya fitur ini, desire Z ,
maaf belum :-p)

Asiknya fitur dolby mobile dan srs juga berlaku untuk nonton film,
kadang saya iseng sambung perangkat ini dengan tape di mobil via aux,
kalau sedang nunggu istri belanja, dan putar film mp4. l\Layar boleh
kecil, tapi film menjadi hidup dengan dentuman dolby di dalam
kendaraan, seperti nonton di bioskop saja, suara bisa kaya dari
speaker kiri dan kanan. Fitur ini juga bisa kita aktifkan ketika
memakai mode wireless DLNA, sehingga jika perangkat televisi kita
nyambung ke perangkat home theatre, dolby tetap berdentuman.

Pilih yang mana?
Silahkan lihat spek lengkap ke dua device disini:
Speck desire hd
http://www.htc.com/www/product/desirehd/specification.html

spek desire z
http://www.htc.com/www/product/desirez/specification.html

Pilih DhD
-Jika anda suka layar besar
-Kamera 8 Mega pixel dan video format HD 720
-Mau musik dan video yang berdentuman
-Layar besar untuk GPS
-Restart tercepat, hanya 10 detik untuk dalam keadaan mati ,
dinyalakan, loading dan siap di pakai.

Pilih Dz
-Jika tidak suka perangkat yang terlihat besar.
-Jika tidak suka ngetik di layar, tapi butuh real keyboard, dan kali
ini datang bukan dengan sliding keyboard tapi pop slide keyboard yang
cara bukanya sedikit berbeda sehingga menghasilkan permukaan keyboard
yang dekat dengan ketinggian permukaan layar. Keyboard memberi
kemudahan shortcut, baik menjalankan program dari tuts yang bisa di
program, baik dari gabungan kunci dua tombol seperti ctrl+v dll untuk
shortcut.
-Batere yang lebih lama.
-Trackpad

Konklusi
Selain tampilan fisik dan pemilihan material yang bagus, duo desire
ini  memiliki kelebihan lain. Walaupun dari pengamatan spek seperti
prosesor tidak berubah dengan perangkat2 yang sudah ada sebelumnya,
hasil benchmark dan pemakaian menunjukkan pada perangkat ini
pemanfaatannya lebih maksimal.
Pada desire HD jika dilakukan bechmark dengan quadrant maka akan
didapat score 2000 an  berkat prosesor 1Ghz nya dan rom yang bagus.
Pada desire Z walau di spek hanya terlihat prosesornya 800 mhz, score
nya diatas 1600, ini score diatas nexus one froyo atau samsung sgs,
yang sudah berprosesor 1Ghz. Ajaib.

Storage memori internalnya sudah memadai dengan sisa 1,5 giga untuk
DhD dan 1giga untuk Dz, memungkinkan untuk menginstall program apa
saja sesukanya tanpa dipusingkan dengan kehabisan memory dan harus
mengaktifkan fungsi Apss2SD.
Masih banyak yang bisa diceritakan tentang kemampuan device ini, tapi
beberapa point yang kita tonjolkan sepertinya sudah cukup bisa
mewakili gambaran dari device seri desire yang baru direlease oleh
HTC, sehingga rasanya pantas mereka dalam peluncuran mengatakan device
ini sebagai the most powerful HTC.

Salam,

Lucky Sebastian

-- 
===============
"Indonesian Android Community [id-android]"

HTC Android Phone with HTC Sense and HTCsense.com 
http://www.htc.com/DesireHD/
---------------------
ID Android Developer
http://groups.google.com/group/id-android-dev
---------------------
Toko Gila Original  Surabaya
Email: [email protected]  Ph. (031) 91555898
--------------------
i-gadget Store - BEC Bandung
E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191
-------------------
Toko EceranShop - BEC  Bandung
E-mail: [email protected]  Ph. 0815-56599888
------------------

Aturan Jual/Kloteran ID-Android  http://goo.gl/azW7

Kirim email ke