iOS atau symbian dibilang lebih aksesible karena ada shortcut untuk nyalain
fitur itu kah?
Atau dari aplikasi2 setelah fitur itu dinyalakan?

-- 
Sincerely yours,
Erwin Fransiscus

sent from HTC HD2 Android 2.3.4 HyperDroid 2.1.0 CyanogenMod7 and
Hutchinson's 3 network
On Jun 9, 2011 4:56 AM, "Agus Hamonangan" <[email protected]> wrote:
> http://goo.gl/lGv2x
>
> Jakarta - Perangkat komunikasi bernyawa Android sudah banyak beredar
> di pasaran. Umumnya gadget tipe ini dioperasikan dengan layar sentuh
> dan jarang dilengkapi tombol navigasi fisik. Inilah yang menghambat
> tunanetra untuk dapat menggunakannya, namun bukan berarti tunanetra
> tak dapat memanfaatkannya.
>
> Nah, artikel ini akan mengulas beberapa langkah yang dapat dilakukan
> untuk menjadikan gadget Android "aksesibel" bagi tunanetra.
>
> Sebelum teknologi layar sentuh diimplementasikan pada gadget
> komunikasi, tunanetra dapat dengan mudah menggunakan hampir sebagian
> besar produk komunikasi yang ada.
>
> Mereka biasanya menghapal letak tombol, dan memanfaatkan teknologi
> pembaca layar yang dapat membacakan informasi di layar gadget.
>
> Namun, saat teknologi layar sentuh mulai diperkenalkan, tunanetra pun
> dihadapkan pada kondisi di mana mereka tak lagi dapat menghapal letak
> tombol atau shortcut, mengingat pada gadget berlayar sentuh tak
> terdapat tombol berupa fisik. Kalau pun ada, biasanya hanya sebatas
> tombol ON/OFF, tombol Power, atau tombol untuk membesarkan dan
> mengecilkan volume.
>
> Hal ini sudah mulai diatasi Apple (iPhone, iPad, Mac) yang telah
> mengusung teknologi pembaca layar bernama Voice Over. Tunanetra dapat
> memakai Voice Over untuk bernavigasi dan mengakses aplikasi yang
> disajikan di layar sentuh.
>
>
> Android?
>
> Lalu, bagaimana dengan platform besutan Google, Android?
>
> Karena OS ini masih tergolong baru, ditambah lagi statusnya yang open
> source, maka pengembangan Accessibility API (pemrograman antarmuka
> yang memungkinkan aplikasi bagi tunanetra bekerja) pun belum seumur
> jagung alias masih dalam tahap pertumbuhan.
>
> Keadaan semacam ini tentu membuat tunanetra tak dapat sepenuhnya
> menikmati gadget-gadget yang berjalan menggunakan OS Android, pasalnya
> sebagian besar perangkat Android menggunakan layar sentuh sebagai
> interface dan input informasi.
>
> Namun, ada beberapa trik yang dapat dilakukan agar tunanetra bisa
> menggunakan gadget Android.
>
> Perlu diperhatikan bahwa soal aksesibilitas pada sistem operasi
> Android masih dalam tahap WIP alias work in progress, artinya meski
> Android sudah dapat dipakai oleh tunanetra, namun tingkat
> aksesibilitasnya belum dapat disamakan dengan gadget OS Symbian atau
> Windows.
>
> Contohnya, pembaca layar yang tersedia belum memiliki tombol shortcut,
> misalnya untuk mengeja kata, membaca per kalimat atau per paragraf,
> mengakses sinyal dan baterai, atau melakukan perintah spesifik lainnya
> yang harusnya dapat dieksekusi dengan menekan kombinasi tombol
> tertentu.
>
> Selain itu, beberapa aplikasi bawaan Android seperti Browser, Camera,
> dan e-mail client masih belum dapat diakses pembaca layar, sehingga
> pengguna membutuhkan aplikasi pihak ketiga.
>
> Tapi, tak ada salahnya untuk dicoba, khususnya bagi tunanetra yang
> penasaran ingin menjajal Android.
>
>
>
> Memilih gadget yang tepat
>
> Pilihlah gadget Android yang minimal memiliki tombol navigasi fisik
> untuk menggerakkan kursor ke atas bawah kiri kanan dan enter
> (trackball, trackpad, D-pad). Penulis merekomendasikan Google Nexus 1
> yang masih memiliki tombol navigasi fisik, atau Motorola Milestone 2
> yang memiliki keyboard QWERTY. Dua perangkat ini yang penulis gunakan
> untuk pengujian, dan sudah terbukti aksesibel bagi tunanetra.
>
> Usahakan juga memilih gadget yang masih menggunakan menu standar
> bawaan Android. Contoh gadget yang tidak menggunakan menu standar
> Android adalah HTC Sense. Dikhawatirkan pembaca layar tak akan dapat
> berinteraksi dengan interface yang dikustomisasi oleh pihak ketiga,
> jadi penulis menyarankan untuk menghindari gadget yang menunya sudah
> dimodifikasi.
>
> Jika ingin memilih produk lain (tetap harus ada tombol navigasi
> fisik), periksalah dulu di bagian Settings > Accessibility, apakah di
> dalamnya terdapat pembaca layar bawaan Android bernama Talkback. Kalau
> ada, silahkan gunakan gadget tersebut.
>
> Pastikan juga gadget yang dipilih memiliki OS Android minimal versi 2.2.
>
>
> Memasang aplikasi yang dibutuhkan
>
> Banyak sekali aplikasi yang dapat digunakan tunanetra di Android,
> namun untuk kali ini penulis hanya memberikan yang penting saja,
> pokoknya pengguna tunanetra dapat mengakses fitur dasar dari Android.
>
> Umumnya aplikasi yang penulis sarankan gratis dan langsung dapat
> diperoleh melalui Android market.
>
> Pertama, install aplikasi Eyes-Free Shell agar home screen menjadi
> lebih mudah digunakan. Eyes-Free Shell memungkinkan tunanetra
> mengakses informasi seperti sinyal jaringan, tenaga baterai, daftar
> aplikasi, dan lain-lain.
>
> Selanjutnya, install aplikasi Ideal Accessibility Installer. Program
> ini berfungsi memunculkan aplikasi mana saja yang perlu dipasang di
> gadget bagi pengguna tunanetra, sehingga tak perlu repot mencari-cari
> di market.
>
> Berikutnya, install pembaca layar bernama Spiel. Ini tidak wajib,
> karena TalkBack sudah cukup memadai. Namun Spiel memiliki fitur
> tambahan yang diperlukan pengguna tunanetra yang aktif dan membutuhkan
> keterangan tambahan, misalnya informasi jumlah item pada menu.
>
>
> Mengaktifkan pembaca layar
>
> Mintalah orang berpenglihatan untuk mengaktifkan pembaca layar yang
> terdapat pada Settings > Accessibility. Jalankan Talkback sebagai
> pembaca layarnya, bisa juga mengaktifkan Soundback yang akan
> membunyikan suara bila jari menyentuh obyek di layar, atau Kickback
> yang akan menggetarkan gadget bila jari digerakkan dan menemukan obyek
> di layar.
>
> Jika Spiel sudah terpasang, sebaiknya matikan Talkback dan gunakan
> Spiel sebagai pembaca layar utama. Tentu saja pengguna dapat berganti
> pembaca layar sesuai kebutuhan.
>
>
> Empat tombol utama
>
> Pada gadget Android terdapat empat tombol utama, baik berupa fisik
> maupun sentuh. Tiap gadget berbeda letak dan cara mengaktifkannya,
> namun untuk Google Nexus 1 tombol-tombol ini berbentuk sentuh dan
> letaknya ada di bagian bawah layar.
>
> Ingatlah fungsi tombol-tombol ini karena akan sangat berguna dalam
> pengoperasian gadget.
>
> BACK - Fungsinya untuk kembali ke layar sebelumnya. Jika jari
> diletakkan selama beberapa detik maka akan mengaktifkan home screen.
>
> MENU - Memunculkan pilihan-pilihan, isinya akan menyesuaikan dengan
> aplikasi yang sedang dijalankan.
>
> HOME - Mengembalikan posisi ke home screen (sesuai dengan yang
> terpasang atau terpilih). Jika jari diletakkan selama beberapa detik
> akan memunculkan daftar aplikasi yang terakhir digunakan.
>
> SEARCH - Memunculkan kotak dialog search layaknya mesin pencari
> Google, dapat digunakan untuk pencarian website atau isi ponsel. Jika
> jari diletakkan beberapa detik maka akan muncul fungsi Voice Search.
>
>
> Cara bernavigasi
>
> Untuk menggerakkan kursor pada menu pilihan, gunakan trackball / D-Pad
> ke atas dan ke bawah. Kalau menunya berformat Grid, maka selain ke
> atas dan ke bawah, kursor dapat digerakkan ke kiri dan kanan.
>
> Untuk mengaktifkan menu yang diinginkan, klik dengan tombol enter.
>
>
> Akses ponsel dengan Free-Eyes Shell
>
> Penulis menyarankan memasang home screen ini karena akan memudahkan
> tunanetra mengakses berbagai fungsi ponsel. Tekan tombol Home, maka
> Free-Eyes Shell akan aktif. Kalau di ponsel terpasang lebih dari satu
> home screen maka pilihlah Free-Eyes Shell.
>
> Nah, letakkanlah jari di tengah-tengah layar. Bayangkan posisi tengah
> layar sebagai angka 5, berarti sebelah kirinya adalah 4, sebelah
> kanannya adalah 6, sebelah kiri atas adalah 1, sebelah atas adalah 2,
> sebelah kanan atas adalah 3, dan seterusnya (ingat-ingat pola tombol
> dial telepon).
>
> Untuk mengetahui sinyal jaringan, letakkan jari di tengah layar
> (bayangkan posisi jari di angka 5), lalu geser ke atas (angka 2), lalu
> ke kiri (angka 1), dan lepaskan.
>
> Untuk mengakses daftar aplikasi secara alfabetis, letakkan jari di
> tengah layar (angka 5), lalu geser ke bawah (angka 8), lalu lepaskan.
>
> Untuk fungsi lain silahkan mengacu pada dokumentasi yang disertakan
> Free-Eyes Shell. Penulis hanya memberi contoh penggunaannya saja.
>
>
>
> Penutup
>
> Berhubung tiap gadget Android berbeda layout dan isinya, maka penulis
> tak dapat memberi penjelasan lebih detail mengenai bagaimana menemukan
> item tertentu. Penulis hanya dapat menjelaskan garis besarnya saja,
> dan semoga isi artikel ini dapat menjadi gambaran bagaimana kira-kira
> tunanetra dapat memfungsikan gadget Android.
>
> Selain itu, keterbatasan perangkat membuat penulis tak dapat
> bereksperimen dengan gadget Android lain. Oleh karena itu diharapkan
> pembaca dapat membantu bereksperimen dengan gadget Android yang
> dijumpai dan sepertinya memiliki spesifikasi yang penulis sebutkan di
> atas.
>
> Bila membutuhkan aplikasi yang lebih aksesibel, Anda dapat mengakses
> www.codefactory.es dan membeli Mobile Accessibility, aplikasi untuk
> Android berisi 10 program yang dapat digunakan oleh tunanetra (Web,
> kalender, GPS, dan lain-lain).
>
> Bila Anda tertarik mendiskusikan langkah-langkah di atas, atau
> menemukan gadget Android lain yang aksesibel, silahkan menghubungi
> penulis via e-mail di [email protected] atau via Twitter di
> @ramadityaknight. Informasi dan saran yang diberikan akan sangat
> berguna bagi tunanetra di Indonesia yang ingin memakai gadget Android.
>
> Selamat mencoba!
>
>
> --
> Salam,
>
>
> Agus Hamonangan
>
> Founder Indonesian Android Community
> http://forum.android.or.id
>
> Indonesian Android Community
> http://groups.google.com/group/id-android
>
> Gtalk  : id.android
> Follow : @agushamonangan
> E-mail :  [email protected]
>
> --
> "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id
>
> ===============
> Xperia arc with Mobile BRAVIA Engine
> http://www.sonyericsson.com/product/xperiaarc/video/mbe
> ---------------------
> Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband
> http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet
> --------------------
> PING'S Mobile - Plaza Semanggi
> E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796
> --------------------
> i-gadget Store - BEC Bandung
> E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191
> --------------------
> Toko EceranShop - BEC Bandung
> E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888
> ===============
>
> Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21

-- 
"Indonesian Android Community"  Join: http://forum.android.or.id

===============
Xperia arc with Mobile BRAVIA Engine
http://www.sonyericsson.com/product/xperiaarc/video/mbe
---------------------
Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband  
http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet
--------------------
PING'S Mobile - Plaza Semanggi
E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796
--------------------
i-gadget Store - BEC Bandung
E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191
--------------------
Toko EceranShop - BEC  Bandung
E-mail: [email protected]  Ph. 0815-56599888
===============

Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21

Kirim email ke