*Oleh Amir Sodikin*

**
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/03/06544488/aha.android.mulai.menyerbu.indonesia


Menjelang akhir Februari lalu, Indosat bermanuver cepat untuk produk yang
sebenarnya belum dikenal luas masyarakat awam Indonesia, yaitu telepon
seluler berbasis sistem operasi Android. Ya, dengan menggandeng enam
produsen agen tunggal pemegang merek, tampaknya Indosat serius dengan
Android.

Enam agen tunggal pemegang merek (ATPM) itu tak tanggung-tanggung. Mereka
adalah HTC dengan HTC Hero, Motorola dengan Motorola Milestone, Samsung
dengan Samsung Galaxy Spica, LG dengan LG GW 620, Huawei dengan U8230, dan
Sony Ericsson dengan Xperia X10.

Jumlah enam ATPM ini seolah memberikan sinyal bahwa Indosat tak ingin
ketinggalan start untuk menggarap pasar Android di Indonesia. Akankah bisa
booming seperti euforia BlackBerry?

Walau sudah pasang kuda-kuda sejak 22 Februari, secara resmi Indosat bersama
partnernya baru meluncurkan ponsel-ponsel berbasis Android mulai hari ini,
Rabu (3/3), di ajang Indosat Android Expo, yang digelar serentak di tujuh
kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang,
dan Makassar), pada event Mega Bazar Computer, 3-7 Maret 2010.

Walau merilis bareng-bareng dengan ATPM, Indosat tak ingin mengunci ponsel
tersebut hanya untuk operatornya. Tampaknya ”koalisi” ini bersifat cair dan
tak mengikat mengingat Indosat juga masih memberikan peluang ATPM lain untuk
bergabung.

Dibandingkan dengan negara-negara di Asia lain, peluncuran produk-produk
Android di Indonesia ini cukup bombastis walau masih menyimpan teka-teki,
benarkah produk ini pilihan strategis untuk publik pada umumnya di
Indonesia. Hal itu mengingat potensi pasar Indonesia masih didominasi
masyarakat awam.

Android adalah produk ponsel cerdas yang menuntut penggunanya juga harus
cerdas dan akan lebih bagus jika selalu tersambung ke jaringan internet
setiap saat. Tanpa koneksi internet memadai, Android tak punya kelebihan
dibandingkan dengan ponsel pintar lainnya. Ponsel Android ibaratnya sebuah
komputer, kegunaan komputer itu akan semakin fantastis jika pengguna bisa
memilih dan meng-install aplikasi berguna.

Sistem operasi Android yang menggunakan versi modifikasi dari kernel Linux
ini awalnya dikembangkan Android Inc, sebuah perusahaan yang kemudian dibeli
Google dan akhir-akhir ini oleh Open Handset Alliance.

Android sejak awal memiliki konsep sebagai software berbasis kode komputer
yang didistribusikan secara terbuka (open source) dan gratis. Open source
inilah sebenarnya kata kunci mengapa Android begitu seksi di mata para
petualang gadget.

Keuntungan open source, banyak pengembang software yang bisa melihat dan
memanfaatkan kode itu serta bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Satu hal
yang unik, berbagai aplikasi itu diwadahi dalam sebuah portal, yaitu Android
Market, sehingga pengguna tinggal meng-install aplikasi pilihannya.

Semua ponsel Android yang langsung bekerja sama dengan Google akan punya
akses ke Android Market. Namun, sekarang juga sudah tumbuh portal software
market di luar Android Market yang memungkinkan ponsel-ponsel Android yang
”indie” bisa menyediakan layanan instalasi berbagai aplikasi tambahan yang
dibutuhkan.

Di portal Android Market dan sejenisnya disediakan ribuan aplikasi, yang
mayoritas bisa didapatkan secara gratis. Ponsel Android ditunggu-tunggu
kehadirannya oleh penggemar yang mania internet, terutama mereka yang sudah
tak terpisahkan dari berbagai aplikasi khas dari Google, seperti Google
Search, Google Talk, Gmail, Google Maps, dan Google Calendar.

*Akses internet penuh*

Yup, tak ada yang meragukan bahwa Android itu canggih. Tetapi, apakah pasar
Indonesia akan meresponsnya dengan antusias? Inilah teka-teki yang masih
belum terjawab.

Namun, Guntur S Siboro, Chief Marketing Officer Indosat, punya alasan kuat
dan optimistis dengan masa depan Android. ”Pengalaman berinternet pertama
kali bagi masyarakat Indonesia itu lewat ponsel, bukan lewat komputer
konvensional. Karena itu, pilihan Android ini merupakan pilihan tepat untuk
mendorong pertumbuhan internet di Indonesia,” katanya.

Oh, akhirnya internet adalah salah satu alasan kuat untuk meluncurkan sebuah
produk. Hal yang melegakan, alasan ini akan diikuti dengan berbagai paket
layanan data dari Indosat yang akan mendukung fungsi Android. Salah satu
layanan paket data yang digadang-gadang itu adalah Paket Prepaid Broadband,
yaitu akses broadband dengan menggunakan kartu IM3/Mentari dengan cara dial
ke *777*1*5# serta Paket Prepaid Broadband IM2 (mulai tanggal 25 Februari
2010). Pelanggan IM3/Mentari juga bisa menggunakan paket Broadband IM2 serta
tentunya handset Android dengan harga spesial.

Dulu, ketika IM2 diluncurkan pertama kali, penulis sempat berlangganan dan
di akhir cerita kecewa dengan tagline broadband di dalamnya karena faktanya
tak seperti yang dijanjikan, banyak daerah yang tak terjangkau. Semoga paket
data kali ini benar-benar akses broadband.

Untuk paket data IM3/Mentari, ya IM3/Mentari memang sudah lama menjadi salah
satu favorit penulis karena harga yang murah dan masih nyaman untuk
keperluan data normal. Tetapi, dengan ponsel Android dan kartu IM3 di
dalamnya (paket data standar IM3 yang bukan broadband), ketika menjalankan
fungsi Google Maps, beberapa kali penulis harus berhenti sejenak di tepi
jalan untuk menunggu load data dari peta agar tampil sempurna selama
perjalanan.

Semoga paket data yang baru, yaitu yang menggunakan dial ke *777*1*5#, bisa
benar-benar membuat ponsel Android berfungsi sebagai gadget dahsyat. Jika
benar demikian, tak sia-sia dukungan para komunitas Android yang datang di
acara peluncuran Adroid, 22 Februari lalu.


-- 

http://groups.google.com/group/id-android

-- 
"Indonesian Android Community [id-android]" 

Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB  
Moderator: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
id android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev
id android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729

Kirim email ke