Sejak November lalu, sebuah brand lokal merilis ponsel berbasis Android
dengan nama IMO S900. Ponsel ini dijual Rp 2 jutaan dan diperkirakan setelah
terjangan ponsel-ponsel Android melanda, ponsel ini bisa turun harga hingga
Rp 1 jutaan.

Mengapa IMO berani membanderol harga sedemikian murah untuk ponsel cerdas
full touchscreen itu? ”Jawabannya adalah karena sifat sistem operasi Android
yang menjadi kode terbuka alias open source. Android ini 100 persen gratis,”
kata Saiful Quddus, Technical and Developer PT Konten Indomedia Pratama yang
mengurusi distribusi IMO.

Wah, berarti semua pihak, baik perseorangan maupun perusahaan, bebas
menggunakan sistem operasi itu untuk membangun produk ponsel? Ya!

Jadi, jika Anda sebagai pribadi tertarik dengan eksperimentasi rancangan
ponsel, Anda pun bisa membangun brand ponsel Android jika punya akses ke
manufaktur hardware. IMO adalah salah satu brand kreatif yang memanfaatkan
peluang ini.

*OHD vs GMS*

Di dunia ini ada dua jenis distribusi sistem operasi Android. Pertama yang
mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mobile Services (GMS) dan
kedua adalah yang benar-benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung
Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).

Untuk IMO, software yang dipilih adalah tipe OHD. Dalam istilah populer,
mungkin bisa dianggap sebagai ponsel Android indie, yaitu ponsel dengan
sistem operasi Android dasar tanpa support resmi dari Google. Sistem ini
benar-benar gratis.

Support resmi bisa diwujudkan sebagai layanan dukungan dari Google, misalnya
dalam membuka akses langsung ke server Google untuk layanan produk-produk
Google, seperti Google Maps dan Google Market. Tipe OHD ini tak membolehkan
ponsel OHD untuk terkoneksi ke Google Market.

Memang, Google Market sangat berarti bagi pengguna Android. Di dalam Google
Market tersedia ribuan aplikasi gratis dan berbayar yang sangat dibutuhkan
untuk meningkatkan kecerdasan ponsel Android.

Walau OHD tak mendapat akses ke Google Market, kini sudah berkembang
market-market indie yang menyediakan ribuan aplikasi serupa, seperti
slideme.org. ”Karena Android ini lahir dari tradisi open source, saya yakin
akan banyak aplikasi-aplikasi bebas yang bisa diundah di ponsel OHD,” kata
Saiful.

Kabar gembiranya, serbuan ponsel Android yang diluncurkan sekarang ini sudah
mendapat lisensi dari Google alias GMS sudah dibuka untuk Indonesia. Sebuah
penantian dari para pencinta Android yang sudah lama ditunggu.

Belum diketahui apakah IMO akan membuat ponsel Android tipe GMS atau tidak.
Ponsel Android dengan GMS memang lebih mahal daripada tipe OHD. Jadi, jika
ingin segmen yang sensitif terhadap harga, pilihan OHD bisa jadi lebih
menantang.

Sebelumnya, hingga Februari 2010, Google belum membuka GMS untuk Indonesia.
Kebijakan ini sempat diprotes dengan rencana petisi oleh komunitas pengguna
Android, di antaranya Indonesian Android Comunity (id-android) dan
Indonesian Google Technology User Group (ID-GTUG) yang digawangi Agus
Hamonangan.

*Slideme membuka harapan*

Produk OHD lebih murah tetapi dengan risiko harus rajin ngoprek. Jika tidak,
ya tak ada bedanya ponsel Android dengan ponsel pintar lainnya. Kultur
ngoprek inilah sebenarnya kultur khas orang-orang yang menyukai Android.

Kompas sempat mendapat kesulitan ketika menggunakan produk ponsel buatan
IMO. Ketika ingin meng-install browser Dolphin, yang menjadi browser favorit
sebagian pengguna Android, sempat beberapa kali kecewa karena dari beberapa
link yang dikunjungi selalu mengarah ke server Google Market dan pastinya
oleh Google Market tak mendapat izin mengakses.

Namun, kekecewaan itu terobati setelah menemukan Slideme.org, sebuah portal
penyedia aplikasi Android yang membolehkan siapa pun untuk mengaksesnya.
Toko virtual Slideme ini diberi nama Mobentoo.

Berkat Mobentoo, maka beberapa aplikasi favorit bisa di-install ke IMO S900
tanpa lewat Google Market. Masih banyak fasilitas gratis yang disediakan
Slideme ini dan selama Android adalah sebuah kode terbuka, maka
aplikasi-aplikasi keren akan terus dihasilkan.

Plus, selama Android menjadi kode terbuka, maka ponsel- ponsel cerdas dengan
harga murah akan terus dihasilkan. ”Kami sudah menyiapkan ponsel Android
premium dengan kisaran harga Rp 2 juta, untuk ponsel dengan segmen bawah,
pasti akan turun harga,” kata Sugiharianto Akbar, Marketing and
Communication PT Konten Indomedia Pratama.* (Amir Sodikin)*

 *Spesifikasi IMO S900*

• Jaringan: Dual Band GSM
• Prosesor: Samsung S3C2448 speed 400 MHz
• Berat: 116 gram
 • Layar: 2,9 inci, TFT touchscreen
• Video: 15 fps
• Memori Internal: 128 MB RAM
• Memori Eksternal: MicroSD
• Koneksi: GPRS, Wi-fi, Bluetooth, USB
• Multimedia: MP3 player, kamera 2 MP, pushmail
• Baterai: Li-Ion 1200 mAh, standby 300 jam, talktime 180 menit
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/03/06473733/kisah.ponsel.android.indie

-- 

http://groups.google.com/group/id-android

-- 
"Indonesian Android Community [id-android]" 

Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB  
Moderator: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
id android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev
id android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729

Kirim email ke