Lahirnya Android tak hanya membuat para penggemar berbagai produk aplikasi Google kegirangan. Produsen ponsel pun terimbas euforia terhadap produk Android ini.
Di Amerika Serikat, Android telah melahirkan kisah sukses yang diraih Motorola. Pada saat brand Motorola tak begitu dilirik sebagai penghasil produk ponsel pintar bermutu, Motorola meluncurkan produk bernama Droid, hasil kerja sama Google dengan Verizon. Droid muncul di tengah harapan semua orang terhadap produk Android bermutu. Desain yang cantik, material yang padat, dan citra Android yang sedang booming membuat Droid yang berbasis CDMA dibicarakan di mana-mana. Hasilnya, menurut majalah Time, Droid masuk dalam jajaran ”The Top 10 of Everything of 2009”, nomor satu di kategori gadget. Apple iPhone 3GS menduduki urutan keempat. Dari kisah sukses Droid ini, muncul versi GSM yang disebut Milestone. Milestone inilah yang kini didistribusikan di Indonesia. Jika Droid di Amerika Serikat dibanderol dengan paket bundling Verizone sekitar 200 dollar AS, di Indonesia Milestone dijual dengan harga normal sekitar Rp 6,25 juta. Dengan harga segitu, Milestone bersaing dengan produk Android dari Sony Ericsson dengan produk bernama Xperia X10. Xperia X10 merupakan produk pertama Sony Ericsson yang berbasis Android. Walau produk pertama, Xperia X10 langsung mengukuhkan diri sebagai produk premium. Karena itu, harga produk itu, menurut www.indosat.com/android, dibanderol Rp 7 juta untuk harga normal. Xperia X10 menjadi ponsel berbasis Android pertama yang mengadopsi kamera 8,1 megapiksel, terbesar di kelasnya dan dengan layar lebar 4 inci full touchscreen. Otak X10 menggunakan prosesor 1 Ghz Quallcomm Snapdragon yang mengklaim sebagai prosesor yang tercepat. Xperia X10 berhadapan langsung dengan kompetisi melawan Milestone. Namun, tak bisa dipastikan juga apakah Xperia X10 dirancang untuk mengikuti kisah sukses Android pada perusahaan Motorola. Yang jelas, Sony Ericsson tampak percaya diri karena setelah X10, mereka akan merilis produk serupa dengan harga berbeda, yaitu Xperia X10 Mini dan X10 Mini pro. Milestone diyakini akan tetap diminati para penggemar yang sejak lama sudah menunggu dan mendengar kisah sukses Droid. Di Indonesia, sudah banyak petualang pencari gadget idaman yang bertransaksi di berbagai forum internet, salah satunya di forum Kaskus. Milestone masih mengusung sejumlah unggulan, seperti ponsel QWERTY Slider tertipis di dunia, tampilan layar yang lega 3,7 inci dengan total resolusi 400.000 piksel, multitouch, fitur pinch and zoom, double tap zoom, akses web cepat lengkap dengan dukungan fitur Flash 10, kamera 5 megapiksel dengan fitur dual-LED flash, autofocus dan image stabilization, plus kemampuan merekam video berkualitas DVD. Prosesor yang ditanamkan adalah jenis TI OMAP3430 256MB RAM, 550MHz CPU. Dengan prosesor ini, seharusnya sudah tak ada keluhan lagi soal aplikasi berjalan lambat. Konektivitas yang didukung selain Wi-Fi, bluetooth, standar microUSB port juga ada GPS receiver dilengkapi A-GPS. Ada satu pesaing Milestone, yaitu Nexus One, yang langsung diproduksi oleh Google. Karena diproduksi Google sendiri, tentu saja ada fitur-fitur menarik sebab Google sendiri yang punya server untuk memaksimalkan fungsi Android. Namun, gadget satu ini tak dijual untuk Indonesia. *Menguras pulsa* Setelah satu minggu menggunakan Milestone, tak ada keraguan lagi jika Android adalah sistem operasi yang disiapkan untuk masa depan. Kebutuhan komunikasi suara, teks, data, dan navigasi ada dalam satu genggaman. Walau Milestone merepresentasikan teknologi Android yang ”seksi”, tetap ada berbagai kendala, baik kendala internal maupun eksternal. Umur baterai adalah isu krusial untuk keperluan gadget sekelas Android. Rata-rata, dengan pemakaian normal, umur baterai hanya mampu bertahan satu hari. Itu terjadi karena ada banyak program yang berjalan secara background. Tak hanya menguras baterai, aplikasi yang berjalan secara background juga menguras pulsa telepon karena aplikasi itu terhubung langsung ke internet. Kendala eksternal ini seharusnya diatasi para operator telepon seluler agar menyediakan paket data yang murah. Jika ingin berkompetisi ketat dengan BlackBerry, paket data itu harus lebih murah dari paket data yang ditawarkan para operator telepon seluler. Saat ini, paket data BlackBerry termurah berkisar Rp 88.000 per bulan. Tak ada solusi lain selain mencari paket data atau akses internet yang leluasa dan terjangkau. ”Dimatikan saja aplikasi yang berjalan secara background itu agar irit baterai dan pulsa telepon,” begitu saran beberapa kawan. Ah, kalau begitu, ya tak perlu pakai ponsel Android dong. (AMR) http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/03/06445466/milestone.tonggak.kebangkitan.motorola -- http://groups.google.com/group/id-android -- "Indonesian Android Community [id-android]" Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB Moderator: [email protected] Unsubscribe: [email protected] id android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev id android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729
