Kalau dari Negeri Panda apapun bisa dilakukan buat cost down om.
Susu sebelanga kali, kalau susu sebelahnya ikut an donk...

Gun
www.otomasi.com
From: David Christian
Sent: Monday, 22 July 2013 14:37
Subject: Re: [id-android] Re: WTA: Penyebab Baterai Ponsel Meledak

Saya akan coba jawab pertanyaan Om Harry SW.

1. Rangkaian yang melakukan percakapan itu sebenarnya tidak ada. Tapi yang ada, hanyalah standard yang dibuat oleh pabrik, yang merupakan persetujuan antara batere dengan charger. 
Secara cerita simple: Bagi si Charger, aku akan berhenti mengirim arus dalam jumlah besar, jika tegangan yang aku rasa di antara kedua kaki ku untuk ke hp, sudah mencapai 3.7volt. Ampere yang semula aku supply berupa 2.0A akan ku drop hingga menjadi 10mA saja, dan dalam waktu-waktu tertentu, aku akan terus memantau kondisi tegangan di antara kedua kaki ku ini.

Bagi si Batere: Aku akan terus menerima charge, dalam jumlah ampere 2.0 A (*Asumsi si batere bisa menangkap 2A maksimalnya). Dan jika suhu batere melebihi 40 derajat celcius, aku akan memberikan isyarat 3.7 volt kepada kaki input ku, sehingga charger berhenti memberi aku ampere yang tinggi. Tapi jika suhu telah turun, aku juga akan turunkan tegangan itu (*Batere memiliki sirkuit untuk multiply tegangan). Bagi batere tertentu, dia bukan memberikan tegangan 3.7 Volt, tapi mengaktifkan rangkaian resistor untuk menahan arus yang masuk. Biasanya dibantu oleh transistor yang terhubung ke pendeteksi suhu batere.

Dan secara habit nya batere, apabila penuh, dia tidak akan rakus memakan ampere yang tinggi, dan tegangan yang mulai menanjak, akan terasa di kaki inputnya. Bagi charger, itu isyarat mengirimkan ampere yang lebih kecil. Biasanya ada jeda sekitar 30 menit sampai 1 jam untuk menurunkan ampere.

2. Untuk kasus batere meledak, biasanya karena terjadi kerusakan jaringan sensor suhu. Itu yang paling fatal. Biasanya batere merek abal-abal juga mengabaikan ada nya jaringan ini. Selain itu, juga, kerusakan jaringan regulator tegangan di dalam batere juga bisa jadi pemicunya. Yang kedua, si charger tidak memiliki sensor tegangan pada jaringan sekunder nya. Alias jaringan yang menghadap ke HP. Tanpa ada deteksi tegangan, mustahil bagi charger untuk bisa menurunkan ampere secara otomatis.

3. Untuk kasus HP nyetrum saat di-charge, ini sedikit mengejutkan. Faktanya: Setiap charger menggunakan transformer, baik ukuran besar maupun kecil, untuk mengubah arus AC dengan tegangan tinggi, ke arus AC tegangan rendah. Nah, sebagian produsen, mereka ingin mengecilkan biaya produksi dengan menghilangkan kumparan transformer, menggantinya dengan sederetan kapasitor dan resistor, kemudian menghubungkannya kepada serangkaian dioda untuk menyearahkan arus. Ini sangat fatal, ketika si kapasitor menjadi bocor, yang harusnya membatasi tegangan 220volt atau 110 volt masuk ke jaringan dioda, menjadi tidak berfungsi. Sehingga tegangan begitu tinggi memasuki HP, dan menyetrum pemakainya, dan tidak mustahil, terjadi kebakaran di HP, karena diserang oleh tegangan tinggi, plus arus yang besar.

Saya beberapa kali membongkar charger abal-abal yang diimport dari negeri panda. Salah satunya, milik teman kantor, charger iPAD yang meledak di meja kerjanya. Setelah saya bongkar, charger itu tidak ada sekring, tidak ada kumparan transformer, yang ada sekelompok dioda, kapasitor, dan resistor murahan... Bayangkan aja, begitu terkejutnya temanku ketika colokin itu charger ke jaringan PLN, dan BOM...!!! Asap hitam keluar, disertai suara ledakan. Untung doi belum sempat colok ke iPad. Kalau kecolok, innaillahi juga buat si iPad kesayangan beliau. 

Saran saya: Belilah charger original dari produsen gadget anda. Jangan gara-gara menghemat sedikit uang untuk membeli charger, trus mengorbankan gadget anda yang harganya jauh lebih mahal, apalagi sampai mengorbankan jiwa anda, atau jiwa orang kesayangan anda, yang tentu tidak ternilai harganya.... Jangan karena nila setitik, rusak susu sebelahnya,....


2013/7/21 Harry Fairuz <[email protected]>

Berhubungan sedang bahas baterai dan charger, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, mungkin ada rekan rekan yang paham.

1. Saya pakai Nexus 4 dengan adaptor charger original 1.2A. Untuk mencharge hingga penuh, bisa butuh waktu yang sangat lama, 4-5 jam. Kemudian iseng kabelnya saya ganti dengan kabel bawaan charger motorola yang diameter kabelnya lebih besar sedangkan adaptornya tetap menggunakan original LG. Setelah diganti, hanya butuh waktu 2-2.5 jam untuk fully charged.
Pertanyaannya, apakah ini akan mengurangi umur baterai? Atau akan menyebabkan baterai menjadi gembung?

2. Di comment atas ada yang mengatakan bahwa baterai yang meledak karena panas yang dihasilkan dari overcharged. Kebetulan saya sering mencharge handphone dalam keadaan mati ketika tidur dan dicabut ketika bangun tidur. Walaupun sudah lama di charge, handphone tidak terasa panas dan biasanya hanya 98-99%.
Pertanyaannya apakah ini artinya handphone dan charger yang saya gunakan punya fitur pemutus arus secara otomatis ketika penuh? Dan apakah kebiasaan ini aman untuk diteruskan?

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih :)

--
Sent from Epic

--
==========
 
INDOSAT SUPER 3G plus
http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus
---------------------
ID-Android on YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A
--------------------
Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : http://www.hostune.com
--------------------
Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8
Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id
==========
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community " dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke id-android+berhenti [email protected] .
 
 



--
Warm Regards,


David Christian

~ Work to life, to love, and to serve ~
Send via Gadget powered by: Android
                       G                         G
                         GG                       GG
                          G                       G
                          GG                     GG
                           GG   GGGGGGGGGGGGG   GG
                            GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
                         GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
                       GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
                      GGGGGG  GGGGGGGGGGGGGGGGG  GGGGGG
                     GGGGGG    GGGGGGGGGGGGGGG    GGGGGG
                    GGGGGGG    GGGGGGGGGGGGGGG    GGGGGGG
                    GGGGGGGG  GGGGGGGGGGGGGGGGG  GGGGGGGG
                   GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
                   GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
                  GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG           
	
           GG     GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG     GG
         GGGGGG   GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG   GGGGGG
        GGGGGGG   GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG   GGGGGGG
        GGGGGGGG  GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG  GGGGGGGG
        GGGGGGGG  GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG  GGGGGGGG
        GGGGGGGG  GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG  GGGGGGGG
        GGGGGGGG  GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG  GGGGGGGG
        GGGGGGGG  GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG  GGGGGGGG
        GGGGGGGG  GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG  GGGGGGGG
        GGGGGGGG  GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG  GGGGGGGG
        GGGGGGGG  GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG  GGGGGGGG
        GGGGGGGG  GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG  GGGGGGGG
        GGGGGGGG  GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG  GGGGGGGG
        GGGGGGG   GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG   GGGGGGG
         GGGGG    GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG    GGGGG
                  GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
                  GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
                   GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
                   GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
                    GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
                         GGGGGGGGG         GGGGGGGGG
                         GGGGGGGGG         GGGGGGGGG
                         GGGGGGGGG         GGGGGGGGG
                         GGGGGGGGG         GGGGGGGGG
                         GGGGGGGGG         GGGGGGGGG
                         GGGGGGGGG         GGGGGGGGG
                         GGGGGGGGG         GGGGGGGGG
                          GGGGGGG           GGGGGGG
                          GGGGGGG           GGGGGGG

--
==========
 
INDOSAT SUPER 3G plus
http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus
---------------------
ID-Android on YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A
--------------------
Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : http://www.hostune.com
--------------------
Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8
Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id
==========
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community " dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke id-android+berhenti [email protected] .
 
 

--
==========
 
INDOSAT SUPER 3G plus
http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus
---------------------
ID-Android on YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A
--------------------
Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : http://www.hostune.com
--------------------
Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8
Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id
==========
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community " dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke id-android+berhenti [email protected] .
 
 

Kirim email ke