Dendanya berapa ya bro? Secara saya sendiri bener2 ga tau dan menurut saya, 
saya belum pernah merasakan kemanfaatan punya NPWP.
-----Original Message-----
From: Darma Suyoga <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 2 Sep 2013 17:57:57 
To: Id-android<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [id-android] OOT - OS ponsel

Kalo gak salah ada dendanya...

Cumen saya ndak tahu ada penegakannya atau tidak

@darma78 | #htc4life | www.bukakotak.com
On Sep 2, 2013 4:49 PM, "Galuh Adi Insani" <[email protected]>
wrote:

> Saya termasuk yang punya NPWP, tapi baru sadar kalau seharusnya harus isi
> SPT itu. Haduh, gimana ini? dah telat 2-3 tahun rasanya, kok baru tahu
> setelah baca cerita ini.
>
>
> 2013/9/2 Herry SW <[email protected]>
>
>> Ini masih boleh diteruskan atau tidak ya? Kalau boleh, saya ikutan
>> berkomentar:
>>
>> * Saya pribadi tetap akan membayar pajak apa adanya. Perkara kemudian
>> diselewengkan, ya itu urusan antara oknum yang menyelewengkan dan hukum.
>> Itu juga menjadi urusan antara oknum dan Tuhan.
>>
>> * Dua impian saya sebagai wajib pajak yang seorang penulis lepas, dengan
>> penghasilan yang naik turun dan setiap bulan mesti membayar pajak:
>> 1. Alangkah baiknya kalau instansi terkait bisa mengakomodasi
>> penghasilan yang naik turun dan setoran pajak lebih bayar dengan lebih
>> baik.
>>
>> Saya pernah mengalami lebih bayar. Ternyata, proses untuk mendapatkan
>> pengembalian pajak lumayan melelahkan. Harus ada proses pemeriksaan yang
>> membutuhkan waktu 2-3 bulan. Saya sih nggak takut diperiksa. Namun, bila
>> harus meluangkan waktu selama itu, terus terang saya malas juga.
>>
>> 2. Pelaporan bisa dilakukan via email (saya memakai form 1770).
>>
>> Berikut saya copy paste-kan curhat ala saya yang diketikkan pada 12
>> April 2009. Waktu itu saya memberinya judul "Pengalaman Pertama Membuat
>> SPT Pajak".
>>
>> ====
>> Telah berminggu-minggu saya hendak mengetikkan email ini. Tetapi,
>> berkali-kali tertunda karena kesibukan. Entah harus mengejar deadline,
>> membaca tumpukan email, atau beragam aktivitas lainnya.
>>
>> Saat ini, sambil mengungsi dari panasnya udara di rumah, saya
>> mengetikkan email ini seraya numpang duduk di sebuah mal di Surabaya.
>>
>> Pada 17 Desember 2008 saya resmi memiliki NPWP. Berarti, paling lambat
>> pada 30 Maret 2009 saya harus menyetor SPT Pajak untuk kali pertama
>> seumur hidup. Saya wajib mengisi formulir 1770 dengan komplet dan benar.
>>
>> Informasi yang saya dapat, lebih baik menyerahkan SPT jauh-jauh hari.
>> Semakin mendekati batas akhir, semakin panjang antreannya. "Kalau
>> bingung dengan cara mengisi SPT, tanyakan ke account representative (AR).
>> Setiap wajib pajak pasti ada AR-nya. Anda boleh bertanya dengan gratis
>> kepada mereka," saran beberapa rekan di milis ini.
>>
>> Enggan berhadapan dengan antrean panjang, pada pertengahan Januari 2009
>> saya berkunjung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Surabaya Genteng. Di
>> situ pula pada sebulan sebelumnya saya mendaftarkan diri untuk
>> mendapatkan NPWP.
>>
>> Jarum jam baru menunjukkan pukul 08.00 pagi lewat beberapa menit. Kantor
>> masih sepi. Saat saya mengungkapkan ingin mengetahui AR saya, petugas di
>> lantai satu mengarahkan saya ke lantai dua. Di lantai dua, suasana juga
>> masih sepi. Hanya ada dua petugas pria. Satu di antaranya, yang
>> berpostur lebih kecil dan mengenakan jaket, menghampiri saya.
>>
>> Saya mengungkapkan tujuan saya datang ke situ. Ia tak tahu siapa AR saya.
>> "Namun, kalau Mas mau bertanya tentang cara pengisian SPT, kepada saya
>> juga boleh kok," ujarnya. Ia pamit sebentar. Rupanya ia mengambil
>> contoh formulir SPT dan beberapa brosur untuk saya. Setelah kembali, ia
>> mulai menjelaskan mengenai cara pengisian SPT. Satu per satu
>> dipaparkannya. Gambaran umum mulai saya dapatkan. Saya mengucapkan
>> terima kasih dan mohon diri.
>>
>> Sebelum pulang, sesuai saran petugas itu, saya menuju ke gedung belakang
>> KPP Surabaya Genteng untuk mengambil formulir SPT 2009. Satu amplop
>> cokelat besar saya dapatkan. Ketika saya buka, isinya berlembar-lembar
>> formulir dan satu buku panduan bersampul kuning setebal 50-an halaman.
>>
>> "Busyet! Kok ruwet begini. Tahu gitu saya nggak buat NPWP. Bikin susah
>> saja," umpat saya dalam hati. Sejak memiliki NPWP, saya memang sempat
>> dibuat repot. Setiap bulan saya mesti melakukan setoran pajak alias SSP
>> ke bank. Saya juga harus rajin mencatat penghasilan yang saya terima.
>>
>> Tanpa terasa Januari telah berlalu. Buku panduan lumayan kompleks plus
>> penjelasan berbeda yang saya dapatkan saat berkunjung ke "kios pajak" di
>> sebuah pusat perbelanjaan membuat saya tak kunjung tuntas mengisi SPT.
>> Februari akhirnya terlewatkan dengan kondisi SPT belum terisi.
>>
>> Maret telah tiba. Ketika itu, setiap minggu saya mesti pulang pergi
>> Surabaya-Jakarta-Surabaya untuk menghadiri beragam acara.
>>
>> Pertengahan Maret 2009. Sempat terlintas ide untuk mengabaikan pengisian
>> SPT. Toh, beberapa orang yang saya ketahui baru memiliki NPWP juga tak
>> membuat SPT. Bukan karena mereka bandel, sebenarnya. Tetapi, lantaran
>> mereka tidak mengetahui kalau sejak ber-NPWP, mereka setiap harus
>> membuat SPT.
>>
>> Untunglah bisikan "malaikat" ternyata lebih keras dan intensif daripada
>> bisikan "setan". Saya bertekad tetap mengisi SPT. Masalahnya, hingga
>> akhir Maret telah datang banyak undangan ke luar kota.
>>
>> Saya dalam posisi dilematis. Kalau undangan itu saya terima, berarti
>> saya takkan sempat berkonsultasi ke kantor pajak. Otomatis pula saya
>> akan terlambat melaporkan SPT. Sebaliknya, kalau undangan itu saya
>> lewatkan, saya akan kehilangan beberapa momen penting. Kesempatan
>> membangun dan memperluas jejaring pertemanan juga lenyap.
>>
>> Satu keputusan saya ambil. Semua undangan ke luar kota mulai pertengahan
>> Maret hingga akhir bulan tersebut saya tolak.
>>
>> Pada tanggal belasan Maret, saya lupa tepatnya, pagi-pagi saya datang ke
>> KPP Surabaya Genteng. Saya langsung menuju ke lantai dua karena di
>> situlah para AR berkantor. Petugas yang menemui saya, kebetulan, sama
>> dengan yang menghampiri saya pada pertengahan Januari 2009. Saya
>> ungkapkan bahwa saya ingin menemui AR saya. Sang petugas mencatat nomor
>> NPWP saya, lalu bergegas ke bagian tertentu di ruangan lantai dua itu.
>>
>> Berselang sekitar tiga menit, ia kembali. Ia menyatakan bahwa AR saya
>> belum diketahui. "Mungkin karena Mas baru memperoleh NPWP. Lain waktu
>> coba dicek lagi," tukasnya.
>>
>> Saya agak patah arang. Haruskah saya mengisi SPT menggunakan jurus
>> kira-kira dan semi-ngawur?
>>
>> Petugas yang belakangan saya ketahui bernama Pak Gunawan itu tiba-tiba
>> bertanya, "Mas yang dulu pernah ke sini kan? Yang sehari-hari jadi
>> penulis lepas?"
>>
>> "Benar, Pak. Kok masih ingat?" tanya saya.
>>
>> Singkat cerita, Pak Gunawan berinisiatif membimbing saya dalam pengisian
>> SPT. Total tiga kali saya bolak-balik ke KPP Surabaya Genteng dan
>> menemui Pak Gunawan untuk menanyakan beragam hal terkait pengisian SPT.
>> Lama pertemuan bukan hanya satu atau dua menit. Satu kali pertemuan
>> bisa mencapai 75 menit. He... he... he.. kayak satu kali tatap muka
>> perkuliahan atau kursus deh.
>>
>> Akhirnya, dengan bimbingan Pak Gunawan, saya berhasil menuntaskan
>> pengisian dan pelaporan SPT sekitar seminggu sebelum batas akhir. Saat
>> itu antrean belum terlalu panjang. Saya cukup menanti selama sekitar 20
>> menit.
>>
>> Pesan yang ingin saya sampaikan lewat cerita ini:
>> 1. Kalau Pak Gunawan kebetulan membaca posting ini, sekali lagi terima
>> kasih atas segala bantuan tanpa pamrih yang telah Bapak berikan kepada
>> saya.
>>
>> 2. Kalau kebetulan ada rekan atau atasan Pak Gunawan yang menyimak
>> posting ini, tolong sampaikan ucapan terima kasih saya.
>>
>> 3. Kalau kebetulan ada rekan dari kantor pajak, dinas perpajakan, atau
>> apalah nama lengkapnya, sosialisasi tentang NPWP dan konsekuensinya
>> perlu digalakkan lagi. Masih banyak pemilik baru NPWP yang menganggap
>> tugasnya selesai kala mendapatkan kartu NPWP. Sebagian di antara
>> mereka benar-benar tak tahu kalau berkewajiban membuat SPT. Sebagian
>> lainnya, sebenarnya paham bila dirinya harus membuat SPT. Tetapi, mereka
>> bingung harus melangkah bagaimana dalam mengisi SPT tersebut.
>>
>> ====
>> Terima kasih.
>>
>>
>> Salam,
>>
>>
>> Herry SW
>>
>> On Sun, 1 Sep 2013 16:56:07 +0000
>> Benny Nugroho <[email protected]> wrote:
>>
>> > Inilah kenapa gw paling benci sama pajak.
>> > Tindakan gw yg sejalan:
>> >
>> > 1. Gak pernah bayar pajak motor
>> > Ngapain dibayar? Lha emang ada yg tau itu duit buat apa, atau digunakan
>> buat kepentingan umum atau ditilep? Lha wong enggak transparan, apa buat
>> ngegaji oom Gio?
>> >
>> > 2. Gak pernah lapor pajak (apaan tuh yg deadline nya tiap akhir maret
>> mesti dikumpulin ke kantor pajak).
>> > Kaga knapa2 juga kok kalo gak lapor
>> >
>> > 3. Kalo ada bisnis, sebisa mungkin kaga bayar pajak. Yang ini rahasia
>> lah! Hehe
>> >
>> > Ponsel dikenakan PPNBM, moge diatas 250cc kena PPNBM juga, gimana mau
>> maju enih negara?
>> >
>>
>> --
>> ==========
>>
>> INDOSAT SUPER 3G plus
>> http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus
>> ---------------------
>> ID-Android on YouTube
>> https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A
>> --------------------
>> Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi :
>> http://www.hostune.com
>> --------------------
>> Aturan Umum  ID-Android: http://goo.gl/MpVq8
>> Join Forum  ID-ANDROID: http://forum.android.or.id
>> ==========
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android]
>> Indonesian Android Community " dari Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke id-android+berhenti [email protected] .
>>
>
>  --
> ==========
>
> INDOSAT SUPER 3G plus
> http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus
> ---------------------
> ID-Android on YouTube
> https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A
> --------------------
> Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi :
> http://www.hostune.com
> --------------------
> Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8
> Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id
> ==========
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android]
> Indonesian Android Community " dari Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke id-android+berhenti [email protected] .
>

-- 
==========

INDOSAT SUPER 3G plus
http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus
---------------------
ID-Android on YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A 
--------------------
Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : 
http://www.hostune.com
--------------------
Aturan Umum  ID-Android: http://goo.gl/MpVq8
Join Forum  ID-ANDROID: http://forum.android.or.id
==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community " dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke id-android+berhenti [email protected] .

-- 
==========

INDOSAT SUPER 3G plus
http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus
---------------------
ID-Android on YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A 
--------------------
Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : 
http://www.hostune.com
--------------------
Aturan Umum  ID-Android: http://goo.gl/MpVq8
Join Forum  ID-ANDROID: http://forum.android.or.id
==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community " dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke id-android+berhenti [email protected] .

Kirim email ke