On Thursday, December 24, 2015 at 11:10:08 AM UTC+7, Hary @ndroid wrote: > > ... > Saya agak kurang paham dengan pendapat bahwa model bisnis seperti gojek > hanya mengejar market valuation. Setelah target market valuation tercapai > bisnis akan dijual atau go public dan selesai. Memangnya investor yang baru > tidak ingin uang mereka menghasilkan return? Tentu saja mereka ingin agar > uang mereka ditanamkan ke bisnis yang sustainable. Kalau model bisnis ini > tidak sustainable gak akan ada investor rasional yang mau invest. > > startup memang oportunis. ibaratnya kalo startup ada ide bagus, maka investor akan coba mewujudkan ide dengan maksimal (yang didukung dengan dana lumayan maksimal). oleh karena itu investor startup biasanya mengejar indikator business growth untuk dijual kembali sebagai portofolio bisnisnya. ibaratnya kalo investor mendanai 100 startup dengan growth tinggi, maka di atas kertas sang investor punya kemampuan melipatgandakan uang sesuai growth tersebut. jadi memang sudah dipahami bahwa sustainable bukan intinya, tapi business growth yang jadi patokan.
buat startup sendiri, growth di bawah 100% sama dengan kiamat. -- --jim. -- ========== Beli paket data Internet Indosat cuma nge-tweet. Daftar #TWITBUY di www.indosat.com/twitbuy Ikuti obrolannya di Forum ICITY >> http://bit.ly/1UxYCDA ---------------------- Hanya dengan 500ribu bisa jadi reseller delcell. Hubungi: [email protected] ---------------------- Bass Audio Headphone Store, Toko Headphone Earphone Terlengkap Kunjungi >> http://bassaudio.net ---------------------- Kontak Admin, Twitter @agushamonangan ----------------------- FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT ========== --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.
