Dear rekan milis id-android, ijin share artikel review sederhana lagi ya,
semoga bisa memberi manfaat atau minimal jadi hiburan buat rekan semua.

Sebagian gambar/foto saya tidak cantumkan di sini, supaya tidak memberatkan.

Bagi yang berkenan berkunjung ke blog, shortlinknya di sini:
*http://goo.gl/tlULgM* <http://goo.gl/tlULgM>

Bagi yang ingin langsung lihat hasil kameranya, monggo di sini:
*http://goo.gl/sMt8qP* <http://goo.gl/sMt8qP>

versi video dapat dibuka di: https://youtu.be/rzbRxXTA1qk

Enjoy :)

---------------------------

<https://2.bp.blogspot.com/-6LG6SIwS2L8/Vre-44YWa3I/AAAAAAAADhw/oSBu723vp8w/s1600/00001601_025_gontagantihape_htc_one_e8_blue_022.jpg>



Beberapa waktu lalu, saya dikejutkan dengan munculnya *HTC One E8* versi
garansi distributor di salah satu *marketplace* langganan. Namun harga yang
belum cukup menarik, serta masih merasa nyaman dengan sang mantan
performa Lenovo
VIBE S1
<http://www.gontagantihape.com/2016/01/lenovo-vibe-s1-unboxing-first-impression.html>,
menjadi dua alasan utama saya untuk belum tergerak meminang *smartphone* yang
harga resminya saat dirilis di Indonesia mencapai angka tujuh setengah juta
Rupiah itu.


Hingga pada satu hari, saya menemukan beberapa *seller* lain turut menjual
produk ini di Elevenia <https://www.elevenia.co.id/>. Tak
tanggung-tanggung, tiga *seller* sekaligus memasang harga yang sama untuk *HTC
One E8* versi garansi ditsributor. Harga yang apabila saya terapkan
*voucher* diskon, menghasilkan total yang harus dibayar sebesar Rp
3.074.000,- saja.


Pengecekan berlanjut kepada data ketiga *seller*. Ini adalah hal yang wajib
dilakukan saat hendak membeli barang secara *online*. Selalu lihat reputasi
sang penjual! Naga-naganya ketiga *seller* ini memang berada dalam satu
bendera yang sama, ini terlihat dari alamat pengiriman yang persis sama.
iPhone Cellular, Apple Cellular, dan Lexashop, sama-sama menggunakan sebuah
alamat pengiriman dari daerah Cideng, Jakarta Barat, dekat ITC Roxy Mas.
Saya perhatikan sudah ada beberapa ulasan positif untuk produk yang mereka
jual, kebanyakan sih *smartphone* garansi distributor. Kalau tidak iPhone
seri lama, maka seri-seri *smartphone* keluaran Xiaomi-lah yang nampak
sudah mendapatkan ulasan dari pembeli. Dalam pencarian lebih lanjut, saya
temukan Lexashop juga menjual HTC One E8 ini di Lazada
<https://www.lazada.co.id/>, bagi Anda yang lebih suka berbelanja di sana,
silakan klik link ini <http://goo.gl/xzZV9m>.


Tugas selanjutnya adalah memilih pasangan hidup warna. Total ada empat
pilihan warna yang kesemuanya menarik hati. Ada pilihan warna putih dan
merah untuk bahan *glossy*, serta abu tua dan biru untuk yang mempunyai
sentuhan akhir *doff*. Pilihan ini malah lebih banyak dibandingkan dengan
pilihan warna yang terdapat pada HTC One E8 garansi resmi yang hanya
sebatas putih dan abu tua. Setelah berkutat dengan Google Images, saya
putuskan untuk mengambil warna biru. Kombinasi biru tua pada *body*, dengan
aksen biru neon metalik pada sekitar lensa kamera dan LED flash, membuat
bagian belakang HTC One E8 ini terlihat *super catchy*.


Oh ya, kelak ada satu hal lagi yang justru takkan Anda temukan pada HTC One
E8 garansi resmi. Apakah itu? Pastikan saja Anda membaca tulisan ini hingga
tuntas ya, biar tidak menyesal.


Warna sudah saya tetapkan. Tinggal memilih mau beli dari *seller* yang
mana. Satu-persatu saya cek bagian tanya jawabnya, nampak sudah ada yang
mempertanyakan spesifikasinya. Dual-sim apa tidak, *refurbished* atau
bukan, garansi mana, hingga kenapa harga bisa semurah itu. Dari kompilasi
jawaban yang diberikan *seller*, didapat informasi bahwa HTC One E8 ini
aslinya garansi Singapore, di-*backup* dengan garansi distributor lokal,
dual-sim, BNIB, dan bisa murah karena *seller* mengaku sebagai distributor
langsung.


Pesanan pun dilakukan kepada iPhone Celluler karena *seller* ini yang
memberikan opsi memilih warna via sistem Elevenia (bukan via catatan
pembelian). Pembayaran kali ini lagi-lagi menggunakan Mandiri Clickpay.
Sebelumnya sempat saya pilih pembayaran via ATM, mengamankan stok selagi
menunggu jandanya Gista Putri galau di hati hilang. Tak lupa saya
mengirimkan pesan kepada *seller* agar segera diproses pengirimannya.


Pesanan kemudian datang dua hari berselang. Ini adalah saatnya mengecek
apakah barangnya *refurbished* atau bukan. Satu kekhawatiran hilang, karena
tadinya saya cukup deg-degan ketika memutuskan membayar pesanan ini. Saya
takut ini adalah *seller* abal-abal yang seringkali tidak mengirimkan
pesanan pembelinya. Sampai pada tahap ini, bisa dikatakan *seller* memang
benar niat berjualan.


*Unboxing *HTC One E8 Garansi Distributor Indonesia

Dari penampilan kemasannya sih meyakinkan. Isi di dalam kotak pun benar
terasa baru. Hanya ada dua yang tak saya dapatkan, kartu garansi dan buku
petunjuk penggunaan asli milik HTC. Jika benar pengakuan *seller* bahwa ini
adalah garansi Singapore, seharusnya ada kartu garansi HTC berbahasa
Inggris dalam paket penjualan. Namun, kenyataannya saya hanya dapat
menemukan kartu garansi Platinum *supported by *Bless, pemain lama di dunia
Blackberry dan iPhone garansi distributor.


<https://2.bp.blogspot.com/-cefmZXKG7Pg/Vre-4davBoI/AAAAAAAADhw/WjQxx_WprRg/s1600/00001601_025_gontagantihape_htc_one_e8_blue_021.jpg>

Kemasan HTC One E8


Setelah mengecek kelengkapan dalam paket penjualan, tak sabar saya pun
segera menyalakan HTC One E8 ini untuk pertama kali. Sungguh terasa seperti
menyingkap kenangan lama yang sangat dirindukan. *FYI*, sebelumnya saya
adalah pengguna setia beberapa seri *smartphone* keluaran HTC, mulai dari
HTC Chacha, Evo 3D, One X, Desire 616, hingga One M7.



Hanya saja, proses *rebooting* setelah *update* selesai dilakukan terasa
lama. Mungkin memang untuk mendapatkan apa yang benar-benar kita cintai,
selalu butuh penantian dalam waktu yang lama. Sekarang saya mengerti kenapa
sampai ada yang bikin lagu Kutunggu Jandamu, ha.. ha.. Okelah, Gista, Aa
akan selalu menunggumu. Jangan lupa aja ya pakai krim *anti-aging*,
takutnya nunggunya sampai Gista punya cucu, hiks. Paragraf yang amat sangat
tidak penting nih, terimakasih sudah menyempatkan membacanya, ha.. ha..


Saking tak sabarnya, saya bahkan rela tidak membuat *video unboxing* dari
*smartphone* yang satu ini.


Begitu menyala, saya segera melakukan cek *update* OTA. Alhamdulillah, ada
*update *kecil. Meskipun kecil namun sangat cukup untuk membuktikan bahwa
ini bukan barang abal-abal atau *supercopy*. Hingga titik ini, saya berani
memastikan bahwa HTC One E8 garansi distributor ini betul-betul asli produk
HTC (bukan *supercopy*, selanjutnya saat saya cek IMEI memang benar
terdaftar untuk HTC One E8 Asia), dan bukan hasil rekondisi.


<https://3.bp.blogspot.com/-5qxXGqOTkiE/VrfAJgq8umI/AAAAAAAADj8/kw_YfNqAtJ8/s1600/Screenshot_2016-01-22-23-11-41.png>




*Hands-on* dan *First Impression *pada HTC One E8 Garansi Distributor
Indonesia

Kesan pertama saat menggunakan produk jajaran teratas HTC lagi, terasa
sungguh memuaskan. Kita bahas per-bagian saja ya.


<https://4.bp.blogspot.com/-y_GQfsisa58/Vre7eWuZTrI/AAAAAAAADhE/JuX8Zt-vLQg/s1600/00001601_025_gontagantihape_htc_one_e8_blue_010.jpg>

HTC One E8 - bagian atas


<https://4.bp.blogspot.com/-8Ed4yV0sW7o/Vre7cnuSztI/AAAAAAAADhE/LbYtiL6xXPk/s1600/00001601_025_gontagantihape_htc_one_e8_blue_003.jpg>

HTC One E8 - bagian belakang, keren!

<https://2.bp.blogspot.com/-UPL1pim8MCA/Vre7eIHiIXI/AAAAAAAADhE/57yAx9Hwi-k/s1600/00001601_025_gontagantihape_htc_one_e8_blue_009.jpg>

HTC One E8 - speaker di bawah layar menjadi pembeda



<https://3.bp.blogspot.com/-9vXt5PMjo9M/Vre7cjhKruI/AAAAAAAADhE/1TYO2dT9Skc/s1600/00001601_025_gontagantihape_htc_one_e8_blue_002.jpg>

HTC One E8 - aksen biru neon pada logo HTC, dan logo NFC


Dimulai dari *body* HTC One E8. Meskipun terbilang cukup tebal karena
mengakomodasi bentuk *dual curve* pada bagian belakangnya, namun sensasi
yang dihasilkannya pada genggaman tangan terasa istimewa. Ergonomis!
Beberapa *level* lebih baik daripada tingkat keergonomisan HTC One M7 dulu.
Bahan polikarbonat yang digunakan mampu memberikan kesan yang jauh dari
murahan, meskipun pada dasarnya bahan ini tetap plastik. Warna birunya
mampu membuat *smartphone* ini terlihat seperti berbahan *metal*.
Sayangnya, meski bertekstur *doff*, namun bekas minyak acapkali masih
terlihat *nangkring* pada bagian belakang *smartphone* ini.



Lanjut ke bagian layar, terlihat begitu *vivid*, sedikit mengingatkan
kepada Xiaomi Mi 4c
<http://www.gontagantihape.com/2015/11/review-xiaomi-mi-4c-indonesia.html>.
Dari dulu HTC selalu menggunakan layar yang dinamai Super LCD, di HTC One
E8 ini sudah menggunakan generasi ketiga dari layar tersebut. HTC tidak
latah menggunakan layar IPS seperti kebanyakan produsen *smartphone* lainnya.
Layar HTC One E8 mampu beroperasi dengan kontras yang baik pada kondisi
pemakaian di luar ruangan dengan sinar matahari yang terik.



Perhatian lebih perlu Anda berikan pada masalah suara yang dihasilkan oleh
HTC One E8. Teknologi BoomSound yang dibawanya terdengar menggelegar tanpa
tipu-tipu. Kenapa saya bilang demikian? Karena HTC One E8 benar-benar
membawa *speaker stereo* melalui dua set *speaker grille* yang berada di
atas dan bawah layarnya. Dalam beberapa *review* terakhir saya, sering kita
temukan *speaker grille* yang hanya berfungsi sebagai lubang microfon, atau
malah berupa aksesoris semata. Nah, untuk urusan yang satu ini, HTC One E8
mampu mengungguli semua *smartphone* yang pernah saya tulis ulasannya di
*blog* ini.

Beralih ke performa *user interface*, *smooth* adalah kata yang tepat untuk
mewakilinya. Jika dibandingkan dengan dua *smartphone* saya sebelumnya yang
juga diotaki oleh Qualcomm Snapdragon 801, maka HTC One E8 ini performanya
setingkat dengan Motorola Moto X 2014, dan di atas ASUS Padfone S, namun
skor Antutu Benchmark-nya jadi yang paling tinggi dari ketiganya.


Kustomisasi UI ala HTC Sense 6 mampu memberikan sentuhan berbeda pada
tampilan Android Lollipop 5.0.2 yang digunakan HTC One E8. Rasanya pas aja
gitu, esensinya dapat, tidak berlebih, apalagi sampai memberatkan RAM.
Jumlah aplikasi yang dapat dikategorikan sebagai *bloatware* rasanya masih
masuk akal, tidak seperti ASUS yang kelewat rajin membuatkan aplikasi pada
*smartphone* keluaran mereka, he.. he..


Satu hal yang selalu saya sukai dari HTC Sense adalah *Task Switcher*
atau *Recent
Apps*-nya yang dapat ditampilkan dalam bentuk *Grid View* 3x3. Pilihan *Card
View* ala Android Lollipop dapat Anda pilih pada menu Setting.

<https://1.bp.blogspot.com/-Fn2KQhNtOAQ/VrfAKtA2LvI/AAAAAAAADj8/iXehGXq8HoU/s1600/Screenshot_2016-02-08-00-23-27.png>



Ada satu hal yang khas dari sebuah *smartphone* *flagship* yang dibekali
*processor* paling mumpuni pada jamannya seperti HTC One E8 ini.
*Smartphone* *flagship* selalu dilengkapi fitur yang dapat membantu
meningkatkan kualitas hidup para jomblo.


Pertama, jomblo yang memiliki *smartphone* *flagship* tentu saja terlihat
lebih keren dan pede untuk mencari mangsa.


Kedua, buat yang jomblo dan percaya dirinya tidak terbantu dengan menenteng
sebuah *smartphone* *flagship*, paling tidak HTC One E8 bisa membantu
menghadirkan kehangatan dalam kehidupan mereka. Cukup dipakai bermain *game
puzzle* selama 5 menit, maka para jomblo sudah bisa mendapatkan kehangatan
yang pernah hilang dari hidup mereka. *If you know what I mean*, ha.. ha..
ha..


Satu saran saya, sehabis dipakai bermain *game* maka jangan langsung
dimasukkan ke saku atau kantong celana. Dijamin Anda akan merasakan sensasi
seperti ngompol di celana, karena ada sesuatu yang hangat terasa di sekitar
pangkal paha, ha.. ha.. ha..


Sebetulnya saya sudah enggan memakai perangkat dengan *processor* Snapdragon
801. Bukan karena masalah performanya, cuma arsitekturnya saja yang sudah
agak ketinggalan zaman. Masih 32-bit gitu lho.


Tapi demi HTC One E8, saya buat pengecualian deh. Asal Anda tahu saja,
sebelumnya sudah dua kali saya mencoba menabung guna membeli *smartphone* yang
satu ini, namun selalu setiap uang sudah terkumpul, hati ini berbalik
pikir, sayang rasanya menggelontorkan lebih dari enam juta rupiah untuk
sebuah *smartphone* pada waktu itu.


Kali ini, saya telan ludah saya soal Snapdragon 801. Biarlah arsitekturnya
masih 32-bit, yang penting mimpi lama saya terwujud. Toh selama RAM-nya
masih tak lebih dari 3 GB, arsitektur 32-bit masih mampu mengoptimalkan
penggunaan RAM. Lain cerita kalau RAM 4 GB diotaki oleh *processor* 32-bit,
karena arsitektur 32-bit hanya mampu mengelola alamat *physical address* di
*memory* hingga sekitar 3,5 GB saja.


Hasil Uji *Hardware*, Sensor, dan *Benchmark* HTC One E8

Info *hardware* dihasilkan via aplikasi CPU-Z, sementara info sensor
dihasilkan menggunakan *software* Sensor Box for Android dan hasil
*benchmark* sintetis menggunakan Antutu Benchmark serta Antutu Benchmark 3D
disajikan pada gambar di bawah ini.


<https://2.bp.blogspot.com/-gDIwvcpm6gk/VrfALHqsalI/AAAAAAAADj8/w-0c4kp-ATE/s1600/Screenshot_2016-02-08-04-51-09.png>

HTC One E8 - info hardware via CPU-Z




Performa HTC One E8 dalam penggunaan sehari-hari masih sangat mumpuni.
Meskipun sering menghasilkan suhu berlebih, performanya dalam
*multitasking* banyak
aplikasi maupun bermain game. Kali ini, urusan baterai saya tidak khususkan
mengukurnya dikarenakan tampilan *battery usage* pada HTC Sense kurang
dapat menunjukkan berapa lama waktu penggunaan, termasuk Screen-On Time.
Namun, dalam pemakaian ala saya, di hari kerja pada umumnya mampu digunakan
dari pagi hingga malam saat pulang kerja, bahkan kadang sampai 24 jam.
Sementara pada hari libur di mana waktu saya lebih senggang dan lebih
banyak menggunakan *smartphone*, rata-rata saya melakukan pengisian daya
sebanyak dua kali dalam sehari.


Hasil Uji Kamera HTC One E8

Hasil pengambilan gambar menggunakan lensa kamera HTC One E8 dapat Anda
tinjau pada artikel berikut ini
<http://www.gontagantihape.com/2016/02/review-kamera-htc-one-e8-indonesia.html>
 ya.


Plus dan Minus HTC One E8

Saatnya membuat daftar, apa saja yang menjadi plus dan minus dari HTC One
E8 ini setelah saya gunakan kurang lebih selama dua minggu sebagai hape
utama saya.


Kelebihan HTC One E8:

   - *Looks, looks, looks*! Anda tidak akan habisnya mengagumi desain HTC
   One E8.
   - Ergonomis.
   - *Top build quality*.
   - Kualitas *audio* BoomSound yang dihasilkan *dual stereo front-speaker*.
   - Layar kelas atas, Super LCD 3.
   - Performa masih mumpuni, meskipun menggunakan spesifikasi ala dua tahun
   lalu.
   - Dual-sim.
   - Slot micro-SD mandiri alias terpisah atau tidak makan slot sim-card,
   mendukung hingga kapasitas 128 GB.
   - HTC Sense.

Kekurangan HTC One E8:

   - Percaya atau tidak, HTC One E8 yang resmi beredar di Indonesia tidak
   mendukung jaringan 4G! Untungnya yang versi distributor ini adalah versi
   Asia yang sudah saya uji dapat terhubung ke jaringan XL 4G (1800 MHz).
   - Hanya kalangan tertentu yang tahu gengsi dari *brand* HTC. Sebagian
   besar mungkin mengira ini adalah merk lokal yang tak jelas.
   - Slot sim-card kedua hanya dapat mengakses jaringan 2G, perlu menukar
   posisi kedua sim-card untuk mengubah sim-card yang dapat mengakses jaringan
   internet cepat.
   - Kualitas hasil kamera, rasanya angin-anginan.
   - Body sering terasa hangat, konsekuensi dari *processor* dengan clock
   tinggi.


Kesimpulan Akhir dari HTC One E8

Kesimpulan akhir ini mungkin akan terasa sangat hiperbol bagi Anda. Perlu
dimaklumi karena saya dapat dikatakan sebagai fans dari *brand* yang satu
ini, meskipun tidak sampai pada level fanatik yang rela mengesampingkan
akal sehat untuk perang komentar di kolom komentar pada portal berita sih,
ha.. ha..


*HTC One E8 tiga jutaan? Nyesel kalo ngga beli!* Sudah, itu saja kesimpulan
akhir dan rekomendasi saya. Saya rasa itu sudah sangat mewakili maksud
saya. Kecele kan? Ha.. ha.. ha..


Bagi yang kurang puas dengan penjelasan saya, silakan lihat kesan saya
tentang HTC One E8 ini melalui video yang saya unggah ke Youtube.


Selamat menikmati, saya pun akan kembali menikmati nostalgia saya bersama
HTC One E8. Adios.

Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */

-- 
==========
Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
Kunjungi  >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke