Tdinya pingin beli ini E8. Tp pas baca review kang hilmi kayaknya mundur teratur.. Sim 2 nya gk bisa 3G.. 😢😥
Sent From My 13+13 On Feb 9, 2016 10:48 AM, "Hilmy Irfan" <[email protected]> wrote: > Dear rekan milis id-android, ijin share artikel review sederhana lagi ya, > semoga bisa memberi manfaat atau minimal jadi hiburan buat rekan semua. > > Sebagian gambar/foto saya tidak cantumkan di sini, supaya tidak > memberatkan. > > Bagi yang berkenan berkunjung ke blog, shortlinknya di sini: > *http://goo.gl/tlULgM* <http://goo.gl/tlULgM> > > Bagi yang ingin langsung lihat hasil kameranya, monggo di sini: > *http://goo.gl/sMt8qP* <http://goo.gl/sMt8qP> > > versi video dapat dibuka di: https://youtu.be/rzbRxXTA1qk > > Enjoy :) > > --------------------------- > > > <https://2.bp.blogspot.com/-6LG6SIwS2L8/Vre-44YWa3I/AAAAAAAADhw/oSBu723vp8w/s1600/00001601_025_gontagantihape_htc_one_e8_blue_022.jpg> > > > > Beberapa waktu lalu, saya dikejutkan dengan munculnya *HTC One E8* versi > garansi distributor di salah satu *marketplace* langganan. Namun harga > yang belum cukup menarik, serta masih merasa nyaman dengan sang mantan > performa Lenovo VIBE S1 > <http://www.gontagantihape.com/2016/01/lenovo-vibe-s1-unboxing-first-impression.html>, > menjadi dua alasan utama saya untuk belum tergerak meminang *smartphone* yang > harga resminya saat dirilis di Indonesia mencapai angka tujuh setengah juta > Rupiah itu. > > > Hingga pada satu hari, saya menemukan beberapa *seller* lain turut > menjual produk ini di Elevenia <https://www.elevenia.co.id/>. Tak > tanggung-tanggung, tiga *seller* sekaligus memasang harga yang sama untuk *HTC > One E8* versi garansi ditsributor. Harga yang apabila saya terapkan > *voucher* diskon, menghasilkan total yang harus dibayar sebesar Rp > 3.074.000,- saja. > > > Pengecekan berlanjut kepada data ketiga *seller*. Ini adalah hal yang > wajib dilakukan saat hendak membeli barang secara *online*. Selalu lihat > reputasi sang penjual! Naga-naganya ketiga *seller* ini memang berada > dalam satu bendera yang sama, ini terlihat dari alamat pengiriman yang > persis sama. iPhone Cellular, Apple Cellular, dan Lexashop, sama-sama > menggunakan sebuah alamat pengiriman dari daerah Cideng, Jakarta Barat, > dekat ITC Roxy Mas. Saya perhatikan sudah ada beberapa ulasan positif untuk > produk yang mereka jual, kebanyakan sih *smartphone* garansi distributor. > Kalau tidak iPhone seri lama, maka seri-seri *smartphone* keluaran > Xiaomi-lah yang nampak sudah mendapatkan ulasan dari pembeli. Dalam > pencarian lebih lanjut, saya temukan Lexashop juga menjual HTC One E8 ini > di Lazada <https://www.lazada.co.id/>, bagi Anda yang lebih suka > berbelanja di sana, silakan klik link ini <http://goo.gl/xzZV9m>. > > > Tugas selanjutnya adalah memilih pasangan hidup warna. Total ada empat > pilihan warna yang kesemuanya menarik hati. Ada pilihan warna putih dan > merah untuk bahan *glossy*, serta abu tua dan biru untuk yang mempunyai > sentuhan akhir *doff*. Pilihan ini malah lebih banyak dibandingkan dengan > pilihan warna yang terdapat pada HTC One E8 garansi resmi yang hanya > sebatas putih dan abu tua. Setelah berkutat dengan Google Images, saya > putuskan untuk mengambil warna biru. Kombinasi biru tua pada *body*, > dengan aksen biru neon metalik pada sekitar lensa kamera dan LED flash, > membuat bagian belakang HTC One E8 ini terlihat *super catchy*. > > > Oh ya, kelak ada satu hal lagi yang justru takkan Anda temukan pada HTC > One E8 garansi resmi. Apakah itu? Pastikan saja Anda membaca tulisan ini > hingga tuntas ya, biar tidak menyesal. > > > Warna sudah saya tetapkan. Tinggal memilih mau beli dari *seller* yang > mana. Satu-persatu saya cek bagian tanya jawabnya, nampak sudah ada yang > mempertanyakan spesifikasinya. Dual-sim apa tidak, *refurbished* atau > bukan, garansi mana, hingga kenapa harga bisa semurah itu. Dari kompilasi > jawaban yang diberikan *seller*, didapat informasi bahwa HTC One E8 ini > aslinya garansi Singapore, di-*backup* dengan garansi distributor lokal, > dual-sim, BNIB, dan bisa murah karena *seller* mengaku sebagai > distributor langsung. > > > Pesanan pun dilakukan kepada iPhone Celluler karena *seller* ini yang > memberikan opsi memilih warna via sistem Elevenia (bukan via catatan > pembelian). Pembayaran kali ini lagi-lagi menggunakan Mandiri Clickpay. > Sebelumnya sempat saya pilih pembayaran via ATM, mengamankan stok selagi > menunggu jandanya Gista Putri galau di hati hilang. Tak lupa saya > mengirimkan pesan kepada *seller* agar segera diproses pengirimannya. > > > Pesanan kemudian datang dua hari berselang. Ini adalah saatnya mengecek > apakah barangnya *refurbished* atau bukan. Satu kekhawatiran hilang, > karena tadinya saya cukup deg-degan ketika memutuskan membayar pesanan ini. > Saya takut ini adalah *seller* abal-abal yang seringkali tidak > mengirimkan pesanan pembelinya. Sampai pada tahap ini, bisa dikatakan > *seller* memang benar niat berjualan. > > > *Unboxing *HTC One E8 Garansi Distributor Indonesia > > Dari penampilan kemasannya sih meyakinkan. Isi di dalam kotak pun benar > terasa baru. Hanya ada dua yang tak saya dapatkan, kartu garansi dan buku > petunjuk penggunaan asli milik HTC. Jika benar pengakuan *seller* bahwa > ini adalah garansi Singapore, seharusnya ada kartu garansi HTC berbahasa > Inggris dalam paket penjualan. Namun, kenyataannya saya hanya dapat > menemukan kartu garansi Platinum *supported by *Bless, pemain lama di > dunia Blackberry dan iPhone garansi distributor. > > > > <https://2.bp.blogspot.com/-cefmZXKG7Pg/Vre-4davBoI/AAAAAAAADhw/WjQxx_WprRg/s1600/00001601_025_gontagantihape_htc_one_e8_blue_021.jpg> > > Kemasan HTC One E8 > > > Setelah mengecek kelengkapan dalam paket penjualan, tak sabar saya pun > segera menyalakan HTC One E8 ini untuk pertama kali. Sungguh terasa seperti > menyingkap kenangan lama yang sangat dirindukan. *FYI*, sebelumnya saya > adalah pengguna setia beberapa seri *smartphone* keluaran HTC, mulai dari > HTC Chacha, Evo 3D, One X, Desire 616, hingga One M7. > > > > Hanya saja, proses *rebooting* setelah *update* selesai dilakukan terasa > lama. Mungkin memang untuk mendapatkan apa yang benar-benar kita cintai, > selalu butuh penantian dalam waktu yang lama. Sekarang saya mengerti kenapa > sampai ada yang bikin lagu Kutunggu Jandamu, ha.. ha.. Okelah, Gista, Aa > akan selalu menunggumu. Jangan lupa aja ya pakai krim *anti-aging*, > takutnya nunggunya sampai Gista punya cucu, hiks. Paragraf yang amat sangat > tidak penting nih, terimakasih sudah menyempatkan membacanya, ha.. ha.. > > > Saking tak sabarnya, saya bahkan rela tidak membuat *video unboxing* dari > *smartphone* yang satu ini. > > > Begitu menyala, saya segera melakukan cek *update* OTA. Alhamdulillah, > ada *update *kecil. Meskipun kecil namun sangat cukup untuk membuktikan > bahwa ini bukan barang abal-abal atau *supercopy*. Hingga titik ini, saya > berani memastikan bahwa HTC One E8 garansi distributor ini betul-betul asli > produk HTC (bukan *supercopy*, selanjutnya saat saya cek IMEI memang > benar terdaftar untuk HTC One E8 Asia), dan bukan hasil rekondisi. > > > > <https://3.bp.blogspot.com/-5qxXGqOTkiE/VrfAJgq8umI/AAAAAAAADj8/kw_YfNqAtJ8/s1600/Screenshot_2016-01-22-23-11-41.png> > > > > > *Hands-on* dan *First Impression *pada HTC One E8 Garansi Distributor > Indonesia > > Kesan pertama saat menggunakan produk jajaran teratas HTC lagi, terasa > sungguh memuaskan. Kita bahas per-bagian saja ya. > > > > <https://4.bp.blogspot.com/-y_GQfsisa58/Vre7eWuZTrI/AAAAAAAADhE/JuX8Zt-vLQg/s1600/00001601_025_gontagantihape_htc_one_e8_blue_010.jpg> > > HTC One E8 - bagian atas > > > > <https://4.bp.blogspot.com/-8Ed4yV0sW7o/Vre7cnuSztI/AAAAAAAADhE/LbYtiL6xXPk/s1600/00001601_025_gontagantihape_htc_one_e8_blue_003.jpg> > > HTC One E8 - bagian belakang, keren! > > > <https://2.bp.blogspot.com/-UPL1pim8MCA/Vre7eIHiIXI/AAAAAAAADhE/57yAx9Hwi-k/s1600/00001601_025_gontagantihape_htc_one_e8_blue_009.jpg> > > HTC One E8 - speaker di bawah layar menjadi pembeda > > > > > <https://3.bp.blogspot.com/-9vXt5PMjo9M/Vre7cjhKruI/AAAAAAAADhE/1TYO2dT9Skc/s1600/00001601_025_gontagantihape_htc_one_e8_blue_002.jpg> > > HTC One E8 - aksen biru neon pada logo HTC, dan logo NFC > > > Dimulai dari *body* HTC One E8. Meskipun terbilang cukup tebal karena > mengakomodasi bentuk *dual curve* pada bagian belakangnya, namun sensasi > yang dihasilkannya pada genggaman tangan terasa istimewa. Ergonomis! > Beberapa *level* lebih baik daripada tingkat keergonomisan HTC One M7 > dulu. Bahan polikarbonat yang digunakan mampu memberikan kesan yang jauh > dari murahan, meskipun pada dasarnya bahan ini tetap plastik. Warna birunya > mampu membuat *smartphone* ini terlihat seperti berbahan *metal*. > Sayangnya, meski bertekstur *doff*, namun bekas minyak acapkali masih > terlihat *nangkring* pada bagian belakang *smartphone* ini. > > > > Lanjut ke bagian layar, terlihat begitu *vivid*, sedikit mengingatkan > kepada Xiaomi Mi 4c > <http://www.gontagantihape.com/2015/11/review-xiaomi-mi-4c-indonesia.html>. > Dari dulu HTC selalu menggunakan layar yang dinamai Super LCD, di HTC One > E8 ini sudah menggunakan generasi ketiga dari layar tersebut. HTC tidak > latah menggunakan layar IPS seperti kebanyakan produsen *smartphone* lainnya. > Layar HTC One E8 mampu beroperasi dengan kontras yang baik pada kondisi > pemakaian di luar ruangan dengan sinar matahari yang terik. > > > > Perhatian lebih perlu Anda berikan pada masalah suara yang dihasilkan oleh > HTC One E8. Teknologi BoomSound yang dibawanya terdengar menggelegar tanpa > tipu-tipu. Kenapa saya bilang demikian? Karena HTC One E8 benar-benar > membawa *speaker stereo* melalui dua set *speaker grille* yang berada di > atas dan bawah layarnya. Dalam beberapa *review* terakhir saya, sering > kita temukan *speaker grille* yang hanya berfungsi sebagai lubang > microfon, atau malah berupa aksesoris semata. Nah, untuk urusan yang satu > ini, HTC One E8 mampu mengungguli semua *smartphone* yang pernah saya > tulis ulasannya di *blog* ini. > > Beralih ke performa *user interface*, *smooth* adalah kata yang tepat > untuk mewakilinya. Jika dibandingkan dengan dua *smartphone* saya > sebelumnya yang juga diotaki oleh Qualcomm Snapdragon 801, maka HTC One E8 > ini performanya setingkat dengan Motorola Moto X 2014, dan di atas ASUS > Padfone S, namun skor Antutu Benchmark-nya jadi yang paling tinggi dari > ketiganya. > > > Kustomisasi UI ala HTC Sense 6 mampu memberikan sentuhan berbeda pada > tampilan Android Lollipop 5.0.2 yang digunakan HTC One E8. Rasanya pas aja > gitu, esensinya dapat, tidak berlebih, apalagi sampai memberatkan RAM. > Jumlah aplikasi yang dapat dikategorikan sebagai *bloatware* rasanya > masih masuk akal, tidak seperti ASUS yang kelewat rajin membuatkan aplikasi > pada *smartphone* keluaran mereka, he.. he.. > > > Satu hal yang selalu saya sukai dari HTC Sense adalah *Task Switcher* > atau *Recent Apps*-nya yang dapat ditampilkan dalam bentuk *Grid View* 3x3. > Pilihan *Card View* ala Android Lollipop dapat Anda pilih pada menu > Setting. > > > <https://1.bp.blogspot.com/-Fn2KQhNtOAQ/VrfAKtA2LvI/AAAAAAAADj8/iXehGXq8HoU/s1600/Screenshot_2016-02-08-00-23-27.png> > > > > Ada satu hal yang khas dari sebuah *smartphone* *flagship* yang dibekali > *processor* paling mumpuni pada jamannya seperti HTC One E8 ini. > *Smartphone* *flagship* selalu dilengkapi fitur yang dapat membantu > meningkatkan kualitas hidup para jomblo. > > > Pertama, jomblo yang memiliki *smartphone* *flagship* tentu saja terlihat > lebih keren dan pede untuk mencari mangsa. > > > Kedua, buat yang jomblo dan percaya dirinya tidak terbantu dengan > menenteng sebuah *smartphone* *flagship*, paling tidak HTC One E8 bisa > membantu menghadirkan kehangatan dalam kehidupan mereka. Cukup dipakai > bermain *game puzzle* selama 5 menit, maka para jomblo sudah bisa > mendapatkan kehangatan yang pernah hilang dari hidup mereka. *If you know > what I mean*, ha.. ha.. ha.. > > > Satu saran saya, sehabis dipakai bermain *game* maka jangan langsung > dimasukkan ke saku atau kantong celana. Dijamin Anda akan merasakan sensasi > seperti ngompol di celana, karena ada sesuatu yang hangat terasa di sekitar > pangkal paha, ha.. ha.. ha.. > > > Sebetulnya saya sudah enggan memakai perangkat dengan *processor* Snapdragon > 801. Bukan karena masalah performanya, cuma arsitekturnya saja yang sudah > agak ketinggalan zaman. Masih 32-bit gitu lho. > > > Tapi demi HTC One E8, saya buat pengecualian deh. Asal Anda tahu saja, > sebelumnya sudah dua kali saya mencoba menabung guna membeli *smartphone* yang > satu ini, namun selalu setiap uang sudah terkumpul, hati ini berbalik > pikir, sayang rasanya menggelontorkan lebih dari enam juta rupiah untuk > sebuah *smartphone* pada waktu itu. > > > Kali ini, saya telan ludah saya soal Snapdragon 801. Biarlah arsitekturnya > masih 32-bit, yang penting mimpi lama saya terwujud. Toh selama RAM-nya > masih tak lebih dari 3 GB, arsitektur 32-bit masih mampu mengoptimalkan > penggunaan RAM. Lain cerita kalau RAM 4 GB diotaki oleh *processor* 32-bit, > karena arsitektur 32-bit hanya mampu mengelola alamat *physical address* > di *memory* hingga sekitar 3,5 GB saja. > > > Hasil Uji *Hardware*, Sensor, dan *Benchmark* HTC One E8 > > Info *hardware* dihasilkan via aplikasi CPU-Z, sementara info sensor > dihasilkan menggunakan *software* Sensor Box for Android dan hasil > *benchmark* sintetis menggunakan Antutu Benchmark serta Antutu Benchmark > 3D disajikan pada gambar di bawah ini. > > > > <https://2.bp.blogspot.com/-gDIwvcpm6gk/VrfALHqsalI/AAAAAAAADj8/w-0c4kp-ATE/s1600/Screenshot_2016-02-08-04-51-09.png> > > HTC One E8 - info hardware via CPU-Z > > > > > Performa HTC One E8 dalam penggunaan sehari-hari masih sangat mumpuni. > Meskipun sering menghasilkan suhu berlebih, performanya dalam > *multitasking* banyak aplikasi maupun bermain game. Kali ini, urusan > baterai saya tidak khususkan mengukurnya dikarenakan tampilan *battery > usage* pada HTC Sense kurang dapat menunjukkan berapa lama waktu > penggunaan, termasuk Screen-On Time. Namun, dalam pemakaian ala saya, di > hari kerja pada umumnya mampu digunakan dari pagi hingga malam saat pulang > kerja, bahkan kadang sampai 24 jam. Sementara pada hari libur di mana waktu > saya lebih senggang dan lebih banyak menggunakan *smartphone*, rata-rata > saya melakukan pengisian daya sebanyak dua kali dalam sehari. > > > Hasil Uji Kamera HTC One E8 > > Hasil pengambilan gambar menggunakan lensa kamera HTC One E8 dapat Anda > tinjau pada artikel berikut ini > <http://www.gontagantihape.com/2016/02/review-kamera-htc-one-e8-indonesia.html> > ya. > > > Plus dan Minus HTC One E8 > > Saatnya membuat daftar, apa saja yang menjadi plus dan minus dari HTC One > E8 ini setelah saya gunakan kurang lebih selama dua minggu sebagai hape > utama saya. > > > Kelebihan HTC One E8: > > - *Looks, looks, looks*! Anda tidak akan habisnya mengagumi desain HTC > One E8. > - Ergonomis. > - *Top build quality*. > - Kualitas *audio* BoomSound yang dihasilkan *dual stereo > front-speaker*. > - Layar kelas atas, Super LCD 3. > - Performa masih mumpuni, meskipun menggunakan spesifikasi ala dua > tahun lalu. > - Dual-sim. > - Slot micro-SD mandiri alias terpisah atau tidak makan slot sim-card, > mendukung hingga kapasitas 128 GB. > - HTC Sense. > > Kekurangan HTC One E8: > > - Percaya atau tidak, HTC One E8 yang resmi beredar di Indonesia tidak > mendukung jaringan 4G! Untungnya yang versi distributor ini adalah versi > Asia yang sudah saya uji dapat terhubung ke jaringan XL 4G (1800 MHz). > - Hanya kalangan tertentu yang tahu gengsi dari *brand* HTC. Sebagian > besar mungkin mengira ini adalah merk lokal yang tak jelas. > - Slot sim-card kedua hanya dapat mengakses jaringan 2G, perlu menukar > posisi kedua sim-card untuk mengubah sim-card yang dapat mengakses jaringan > internet cepat. > - Kualitas hasil kamera, rasanya angin-anginan. > - Body sering terasa hangat, konsekuensi dari *processor* dengan clock > tinggi. > > > Kesimpulan Akhir dari HTC One E8 > > Kesimpulan akhir ini mungkin akan terasa sangat hiperbol bagi Anda. Perlu > dimaklumi karena saya dapat dikatakan sebagai fans dari *brand* yang satu > ini, meskipun tidak sampai pada level fanatik yang rela mengesampingkan > akal sehat untuk perang komentar di kolom komentar pada portal berita sih, > ha.. ha.. > > > *HTC One E8 tiga jutaan? Nyesel kalo ngga beli!* Sudah, itu saja > kesimpulan akhir dan rekomendasi saya. Saya rasa itu sudah sangat mewakili > maksud saya. Kecele kan? Ha.. ha.. ha.. > > > Bagi yang kurang puas dengan penjelasan saya, silakan lihat kesan saya > tentang HTC One E8 ini melalui video yang saya unggah ke Youtube. > > > Selamat menikmati, saya pun akan kembali menikmati nostalgia saya bersama > HTC One E8. Adios. > > Hilmy > /* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */ > > -- > ========== > Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru > Kunjungi >> http://bassaudio.net > ---------------------- > Kontak Admin, Twitter @agushamonangan > ----------------------- > FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id > > Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT > > ========== > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "[id-android] Indonesian > Android Community" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android. > -- ========== Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru Kunjungi >> http://bassaudio.net ---------------------- Kontak Admin, Twitter @agushamonangan ----------------------- FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT ========== --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.
