Izin share review ponsel yang TIDAK dijual resmi di Indonesia ini ya.

Unboxing Video:
https://www.youtube.com/watch?v=Etkh_7Wj9Io

Review video:
https://www.youtube.com/watch?v=wavpgm3-Bs0

Artikel di blog:
http://www.gontagantihape.com/2017/12/review-zte-axon-7-kisah-sebuah-ponsel.html


---

<https://4.bp.blogspot.com/-qaC7UY5wPqQ/Wij65SqHK9I/AAAAAAAAMfk/vo1V-uw5tGo0HeNIPdMzpoilaOuJwZZ4QCLcBGAs/s1600/title_video_267r.jpg>



Ini adalah ZTE Axon ketiga yang saya coba, setelah sebelumnya pernah
mengulas ZTE Axon Mini dan ZTE Axon Elite.


ZTE Axon 7 <http://smarturl.it/GB_AXON7> ini adalah flagship smartphone ZTE
tahun lalu, di mana ZTE meninggalkan desain dengan pola-pola segitiga dan
kembali ke desain yang lebih mainstream, walau tetap mempertahankan front
dual-speakernya yang khas.


Lalu kenapa koq baru sekarang saya coba? Dan apakah benar-benar worth it
sampai di video unboxing saja saya sudah merekomendasikannya? Cari tahu
selengkapnya di video ini ya.




Jika Anda sudah menyaksikan video unboxing-nya, seharusnya sih tahu alasan
utamanya kenapa baru sekarang saya mencoba ZTE Axon 7 ini. Ya, faktor harga
yang dipangkas setengahnya adalah jawabannya. ZTE Axon 7 ini sekarang
dijual pada kisaran $250 atau bahkan lebih murah jika sedang ada coupon
diskon yang bisa dipakai di GearBest.com.


Entah apakah ini mengindikasikan kurang lakunya jajaran smartphone flagship
miliki ZTE ini atau bukan, yang jelas seri Axon ini memang kalau umurnya
sudah setahun, drop price-nya ga nanggung-nanggung. Satu produk lainnya, ZTE
Axon 7 Mini <http://smarturl.it/GB_AXON7MINI> malah turunnya banyak sekali
dari sekitar $350 ke $130 saja di GearBest.


Padahal, jika kita merujuk pada spesifikasi yang dibawanya, harganya saat
ini jadi terasa valuable sekali. Bagaimana tidak, dengan harga yang jika
dirupiahkan ada pada kisaran 3-3,5 juta Rupiah, kita bisa mendapatkan
flagship tahun lalu yang jelas masih mumpuni untuk digunakan tahun ini.



   - Processor Snapdragon 820-nya mampu memberi skor benchmark Antutu
   139-ribuan.
   - RAM 4 GB ditunjang dengan storage 64 GB
   - Layar AMOLED dengan resolusi 2K alias QHD
   - Sensor NFC hadir
   - Sudah menggunakan USB Type-C port, dan sudah mendukung Qualcomm
   Quickcharge 3.0 pula
   - Dan jangan lupakan kameranya yang beresolusi 20 Megapixels dan
   memiliki Optic Image Stabilization


Desain luarnya pun terlihat premium sekali, dan penempatan dual front
speaker seperti ini semakin membuatnya terlihat sangar, sesangar jeroannya.


Yang lucu adalah, selama pengujian berlangsung, saya lupa kalau resolusi
layarnya adalah 2K. Mungkin karena mata saya tak bisa membedakannya dengan
layar Full HD. Tapi satu hal lagi adalah konsumsi daya-nya yang tidak cepat
terkuras membuat saya tak menyangka layarnya memiliki resolusi setinggi itu.


Ya, di awal-awal masa pengujian di mana belum saya jadikan daily driver,
daya tahan baterainya sanggup menembus 48 jam, yang artinya manajemen
dayanya cukup bagus pada kondisi idle. Setelah digunakan dengan nomor
utama, ZTE Axon 7 ini mampu bertahan sehari semalam dengan pemakaian
casual, dan dengan pemakaian lebih intens, mampu bertahan dari pagi hingga
malam.


Hal ini memang dibantu oleh manajemen daya dari MiFavor UI yang secara
berkala menutup aplikasi yang tidak digunakan, dan sesekali memberi
kesempatan kepada aplikasi-aplikasi untuk melakukan koneksi data dan
mendapatkan notifikasi. Jadinya memang kurang real-time untuk notifikasi
dapat kita terima. Namun pengaturan agar aplikasi tertentu bisa terus
terkoneksi ke jaringan bisa dilakukan,  dan ini saya terapkan pada Whatsapp
dan Gmail.


Impresi saya jadi meningkat banyak begitu saya ingat bahwa layarnya
beresolusi 2K tapi tak bikin boros baterai. Layar ZTE Axon 7 ini terasa
teduh walau menggunakan panel AMOLED yang dikenal memiliki warna yang vivid
itu. Ada pengaturan untuk tone layar di bagian setting ponsel ini.


Untuk kebutuhan multimedia, bisa dikatakan juara lah ZTE Axon 7 ini. Layar
2K, panel AMOLED, disokong oleh dual front speaker dengan Dolby Atmos
sound. Kenikmatan yang haqiqi banget lah pokoknya haha.


Performanya tidak usah diragukan lagi, Snapdragon 820 adalah processor yang
memberikan titik balik pada kesuksesan Qualcomm tahun lalu. Gaming maupun
multitasking, semuanya lancar, dengan suhu yang terasa menghangat saat
bermain game di atas 10 menit.


Saya mau lanjut bahas kamera, tapi koq dari tadi kaya ga ada kekurangannya
ya ini hape? Haha.. Ada koq, ya sudah kita bahas dulu yuk!


Kekurangan pertama ada pada posisi fingerprint pada punggung smartphone ini
yang kurang nyaman jika kita sering meletakkan ponsel ini di meja. Selain
itu juga akurasi dan responnya tak bisa dibilang istimewa untuk ukuran
smartphone flagship, di mana unlock time diklaim ada di angka 0,25 detik,
sementara flagship lain hanya membutuhkan waktu 0,1 detik saja.


Kedua adalah masalah update software. ZTE seingat saya rada pelit masalah
ini. Dan ZTE Axon 7 ini saya terima dalam keadaan masih menggunakan Android
Marshmallow, dengan proses update ke Nougat harus dilakukan secara offline,
di mana saya download dulu file update-nya untuk kemudian disalin ke
micro-sd dan dilakukan update manual. Tapi paling tidak Nougat-nya sudah
7.1.1 sih. Dan saya tak tahu apakah ponsel ini akan dapat update Android
Oreo atau tidak.


Ketiga adalah tombol kapasitifnya yang tak memiliki backlight, dan
menggunakan ikon titik, yang walau tujuannya baik, agar bisa ditukar posisi
tombol back dan recent apps-nya, tapi terasa kurang intuitif sih jadinya.


Kekurangan terakhir yang saya rasakan sih lebih ke body-nya yang licin
saja, yang selalu bikin khawatir kalau-kalau ponsel ini akan terjun bebas
dari genggaman saya, sama seperti harganya yang sudah terjun duluan hahaha.


Oke, sudah boleh bahas kamera ya?


Sip, ZTE Axon 7 ini memiliki kamera yang memang kelasnya flagship sih.
Resolusi besar, mode manual lengkap, beauty selfie juga ada, dan digunakan
pada kondisi lowlights masih terbilang oke banget. Performanya juga asyik,
kunci fokus tergolong tak pernah meleset dan cepat, gambar dapat dijepret
dengan cepat.


Bonusnya ada pada stabilization yang sudah optic alias OIS, sehingga saat
mengambil gambar, hasilnya tak mudah goyang. Untuk perekaman video juga
membantu hasilnya lebih smooth, walau untuk masalah stabilisasi masih
setingkat di bawah kameranya Huawei P10 sih. Tapi segini sudah keren koq,
inget lho harganya sudah turun banyak, hehehe.


Saya seringkali mengambil gambar pada kondisi cahaya kurang, dan suka
takjub sendiri melihat hasilnya. Sungguh bikin galau hasil fotonya. Nih
saya perlihatkan hasilnya ya, pasang mata baik-baik hehe.




Hasil kameranya kece koq malah bikin galau? Heuheu. Justru itu, smartphone
ini punya segalanya untuk masuk ke kategori flagship, dan dengan harganya
saat ini jadinya tempting banget. Saya sangat menyukai berbagai kelebihan
dari ZTE Axon 7 ini, tetapi saya tak nyaman jika harus menggunakan ponsel
dengan posisi fingerprint di belakang.



Apa Kata Aa tentang ZTE Axon 7

Dari Senin sampai Jumat, kebanyakan smartphone saya letakkan di atas meja,
di samping laptop. Sesekali saya buka saat jenuh bekerja, atau saat ada
notifikasi masuk. Nah, jika fingerprint ada di sisi belakang, mau tak mau
saya harus mengangkatnya dulu untuk membuka layarnya, ini dia yang membuat
saya tak nyaman.


Harusnya sih bisa diakali ya, karena ZTE Axon 7 ini memiliki fitur double
tap to wake, lalu saya bisa buka kuncinya menggunakan pattern. Atau mungkin
bisa menggunakan smart device, di mana jika terhubung dengan smartband yang
sudah terdaftar, maka ponsel ini selalu tak terkunci. Namun entah kenapa
saya tetap tak puas, rasanya lebih ingin ponsel lain saja yang fingerprint
scanner-nya di depan.


Padahal selain masalah itu, ZTE Axon 7 dengan harganya saat ini bisa
dibilang salah satu best deal. Dapur pacu mentereng, layar kelas atas super
tajam, baterai yang cukup awet, serta loudspeaker yang mantap, masih
ditambah oleh kamera yang kece dan ada OIS-nya. Satu lagi, NFC hadir pula.


Kalo gitu, saya mau tanya aja deh sama penonton. Kira-kira hape apa yang
kurang lebih sekece ini luar dalam, tapi harganya maksimal 4 juta Rupiah
saja? Kalau ada tolong tuliskan di kolom komentar ya. Terima kasih
sebelumnya.


Ulasan kali ini saya tutup dengan kegalauan yang menyiksa. Dapat smartphone
best value yang cocok dalam segala hal kecuali posisi fingerprint-nya itu
rasanya kaya udah nemu jodoh yang tepat buat diajak married, tapi dianya ga
boleh nikah karena masih ikatan dinas. Heuheu. Eh ngga, ini bukan curcol ya
hahaha.


Oke demikian deh review dari ZTE Axon 7 <http://smarturl.it/GB_AXON7> ini.
Dari Kota Cimahi Aa Gogon pamit undur diri, wassalam!


Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke