model nya mirip hp htc one series, dan katanya audio axon 7 ini istimewa, 
apa benar begitu om ?
hehehehe....

On Thursday, December 7, 2017 at 3:31:08 PM UTC+7, Irfan Hilmy wrote:
>
> Izin share review ponsel yang TIDAK dijual resmi di Indonesia ini ya. 
>
> Unboxing Video:
> https://www.youtube.com/watch?v=Etkh_7Wj9Io
>
> Review video:
> https://www.youtube.com/watch?v=wavpgm3-Bs0
>
> Artikel di blog:
>
> http://www.gontagantihape.com/2017/12/review-zte-axon-7-kisah-sebuah-ponsel.html
>
>
> ---
>
>
> <https://4.bp.blogspot.com/-qaC7UY5wPqQ/Wij65SqHK9I/AAAAAAAAMfk/vo1V-uw5tGo0HeNIPdMzpoilaOuJwZZ4QCLcBGAs/s1600/title_video_267r.jpg>
>
>
>
> Ini adalah ZTE Axon ketiga yang saya coba, setelah sebelumnya pernah 
> mengulas ZTE Axon Mini dan ZTE Axon Elite.
>
>
> ZTE Axon 7 <http://smarturl.it/GB_AXON7> ini adalah flagship smartphone 
> ZTE tahun lalu, di mana ZTE meninggalkan desain dengan pola-pola segitiga 
> dan kembali ke desain yang lebih mainstream, walau tetap mempertahankan 
> front dual-speakernya yang khas.
>
>
> Lalu kenapa koq baru sekarang saya coba? Dan apakah benar-benar worth it 
> sampai di video unboxing saja saya sudah merekomendasikannya? Cari tahu 
> selengkapnya di video ini ya.
>
>
>
>
> Jika Anda sudah menyaksikan video unboxing-nya, seharusnya sih tahu alasan 
> utamanya kenapa baru sekarang saya mencoba ZTE Axon 7 ini. Ya, faktor harga 
> yang dipangkas setengahnya adalah jawabannya. ZTE Axon 7 ini sekarang 
> dijual pada kisaran $250 atau bahkan lebih murah jika sedang ada coupon 
> diskon yang bisa dipakai di GearBest.com.
>
>
> Entah apakah ini mengindikasikan kurang lakunya jajaran smartphone 
> flagship miliki ZTE ini atau bukan, yang jelas seri Axon ini memang kalau 
> umurnya sudah setahun, drop price-nya ga nanggung-nanggung. Satu produk 
> lainnya, ZTE Axon 7 Mini <http://smarturl.it/GB_AXON7MINI> malah turunnya 
> banyak sekali dari sekitar $350 ke $130 saja di GearBest.
>
>
> Padahal, jika kita merujuk pada spesifikasi yang dibawanya, harganya saat 
> ini jadi terasa valuable sekali. Bagaimana tidak, dengan harga yang jika 
> dirupiahkan ada pada kisaran 3-3,5 juta Rupiah, kita bisa mendapatkan 
> flagship tahun lalu yang jelas masih mumpuni untuk digunakan tahun ini.
>
>
>
>    - Processor Snapdragon 820-nya mampu memberi skor benchmark Antutu 
>    139-ribuan.
>    - RAM 4 GB ditunjang dengan storage 64 GB
>    - Layar AMOLED dengan resolusi 2K alias QHD
>    - Sensor NFC hadir
>    - Sudah menggunakan USB Type-C port, dan sudah mendukung Qualcomm 
>    Quickcharge 3.0 pula
>    - Dan jangan lupakan kameranya yang beresolusi 20 Megapixels dan 
>    memiliki Optic Image Stabilization
>
>
> Desain luarnya pun terlihat premium sekali, dan penempatan dual front 
> speaker seperti ini semakin membuatnya terlihat sangar, sesangar jeroannya.
>
>
> Yang lucu adalah, selama pengujian berlangsung, saya lupa kalau resolusi 
> layarnya adalah 2K. Mungkin karena mata saya tak bisa membedakannya dengan 
> layar Full HD. Tapi satu hal lagi adalah konsumsi daya-nya yang tidak cepat 
> terkuras membuat saya tak menyangka layarnya memiliki resolusi setinggi itu.
>
>
> Ya, di awal-awal masa pengujian di mana belum saya jadikan daily driver, 
> daya tahan baterainya sanggup menembus 48 jam, yang artinya manajemen 
> dayanya cukup bagus pada kondisi idle. Setelah digunakan dengan nomor 
> utama, ZTE Axon 7 ini mampu bertahan sehari semalam dengan pemakaian 
> casual, dan dengan pemakaian lebih intens, mampu bertahan dari pagi hingga 
> malam.
>
>
> Hal ini memang dibantu oleh manajemen daya dari MiFavor UI yang secara 
> berkala menutup aplikasi yang tidak digunakan, dan sesekali memberi 
> kesempatan kepada aplikasi-aplikasi untuk melakukan koneksi data dan 
> mendapatkan notifikasi. Jadinya memang kurang real-time untuk notifikasi 
> dapat kita terima. Namun pengaturan agar aplikasi tertentu bisa terus 
> terkoneksi ke jaringan bisa dilakukan,  dan ini saya terapkan pada Whatsapp 
> dan Gmail.
>
>
> Impresi saya jadi meningkat banyak begitu saya ingat bahwa layarnya 
> beresolusi 2K tapi tak bikin boros baterai. Layar ZTE Axon 7 ini terasa 
> teduh walau menggunakan panel AMOLED yang dikenal memiliki warna yang vivid 
> itu. Ada pengaturan untuk tone layar di bagian setting ponsel ini.
>
>
> Untuk kebutuhan multimedia, bisa dikatakan juara lah ZTE Axon 7 ini. Layar 
> 2K, panel AMOLED, disokong oleh dual front speaker dengan Dolby Atmos 
> sound. Kenikmatan yang haqiqi banget lah pokoknya haha.
>
>
> Performanya tidak usah diragukan lagi, Snapdragon 820 adalah processor 
> yang memberikan titik balik pada kesuksesan Qualcomm tahun lalu. Gaming 
> maupun multitasking, semuanya lancar, dengan suhu yang terasa menghangat 
> saat bermain game di atas 10 menit.
>
>
> Saya mau lanjut bahas kamera, tapi koq dari tadi kaya ga ada kekurangannya 
> ya ini hape? Haha.. Ada koq, ya sudah kita bahas dulu yuk!
>
>
> Kekurangan pertama ada pada posisi fingerprint pada punggung smartphone 
> ini yang kurang nyaman jika kita sering meletakkan ponsel ini di meja. 
> Selain itu juga akurasi dan responnya tak bisa dibilang istimewa untuk 
> ukuran smartphone flagship, di mana unlock time diklaim ada di angka 0,25 
> detik, sementara flagship lain hanya membutuhkan waktu 0,1 detik saja.
>
>
> Kedua adalah masalah update software. ZTE seingat saya rada pelit masalah 
> ini. Dan ZTE Axon 7 ini saya terima dalam keadaan masih menggunakan Android 
> Marshmallow, dengan proses update ke Nougat harus dilakukan secara offline, 
> di mana saya download dulu file update-nya untuk kemudian disalin ke 
> micro-sd dan dilakukan update manual. Tapi paling tidak Nougat-nya sudah 
> 7.1.1 sih. Dan saya tak tahu apakah ponsel ini akan dapat update Android 
> Oreo atau tidak.
>
>
> Ketiga adalah tombol kapasitifnya yang tak memiliki backlight, dan 
> menggunakan ikon titik, yang walau tujuannya baik, agar bisa ditukar posisi 
> tombol back dan recent apps-nya, tapi terasa kurang intuitif sih jadinya.
>
>
> Kekurangan terakhir yang saya rasakan sih lebih ke body-nya yang licin 
> saja, yang selalu bikin khawatir kalau-kalau ponsel ini akan terjun bebas 
> dari genggaman saya, sama seperti harganya yang sudah terjun duluan hahaha.
>
>
> Oke, sudah boleh bahas kamera ya?
>
>
> Sip, ZTE Axon 7 ini memiliki kamera yang memang kelasnya flagship sih. 
> Resolusi besar, mode manual lengkap, beauty selfie juga ada, dan digunakan 
> pada kondisi lowlights masih terbilang oke banget. Performanya juga asyik, 
> kunci fokus tergolong tak pernah meleset dan cepat, gambar dapat dijepret 
> dengan cepat.
>
>
> Bonusnya ada pada stabilization yang sudah optic alias OIS, sehingga saat 
> mengambil gambar, hasilnya tak mudah goyang. Untuk perekaman video juga 
> membantu hasilnya lebih smooth, walau untuk masalah stabilisasi masih 
> setingkat di bawah kameranya Huawei P10 sih. Tapi segini sudah keren koq, 
> inget lho harganya sudah turun banyak, hehehe.
>
>
> Saya seringkali mengambil gambar pada kondisi cahaya kurang, dan suka 
> takjub sendiri melihat hasilnya. Sungguh bikin galau hasil fotonya. Nih 
> saya perlihatkan hasilnya ya, pasang mata baik-baik hehe.
>
>
>
>
> Hasil kameranya kece koq malah bikin galau? Heuheu. Justru itu, smartphone 
> ini punya segalanya untuk masuk ke kategori flagship, dan dengan harganya 
> saat ini jadinya tempting banget. Saya sangat menyukai berbagai kelebihan 
> dari ZTE Axon 7 ini, tetapi saya tak nyaman jika harus menggunakan ponsel 
> dengan posisi fingerprint di belakang.
>
>
>
> Apa Kata Aa tentang ZTE Axon 7
>
> Dari Senin sampai Jumat, kebanyakan smartphone saya letakkan di atas meja, 
> di samping laptop. Sesekali saya buka saat jenuh bekerja, atau saat ada 
> notifikasi masuk. Nah, jika fingerprint ada di sisi belakang, mau tak mau 
> saya harus mengangkatnya dulu untuk membuka layarnya, ini dia yang membuat 
> saya tak nyaman.
>
>
> Harusnya sih bisa diakali ya, karena ZTE Axon 7 ini memiliki fitur double 
> tap to wake, lalu saya bisa buka kuncinya menggunakan pattern. Atau mungkin 
> bisa menggunakan smart device, di mana jika terhubung dengan smartband yang 
> sudah terdaftar, maka ponsel ini selalu tak terkunci. Namun entah kenapa 
> saya tetap tak puas, rasanya lebih ingin ponsel lain saja yang fingerprint 
> scanner-nya di depan.
>
>
> Padahal selain masalah itu, ZTE Axon 7 dengan harganya saat ini bisa 
> dibilang salah satu best deal. Dapur pacu mentereng, layar kelas atas super 
> tajam, baterai yang cukup awet, serta loudspeaker yang mantap, masih 
> ditambah oleh kamera yang kece dan ada OIS-nya. Satu lagi, NFC hadir pula.
>
>
> Kalo gitu, saya mau tanya aja deh sama penonton. Kira-kira hape apa yang 
> kurang lebih sekece ini luar dalam, tapi harganya maksimal 4 juta Rupiah 
> saja? Kalau ada tolong tuliskan di kolom komentar ya. Terima kasih 
> sebelumnya.
>
>
> Ulasan kali ini saya tutup dengan kegalauan yang menyiksa. Dapat 
> smartphone best value yang cocok dalam segala hal kecuali posisi 
> fingerprint-nya itu rasanya kaya udah nemu jodoh yang tepat buat diajak 
> married, tapi dianya ga boleh nikah karena masih ikatan dinas. Heuheu. Eh 
> ngga, ini bukan curcol ya hahaha.
>
>
> Oke demikian deh review dari ZTE Axon 7 <http://smarturl.it/GB_AXON7> ini. 
> Dari Kota Cimahi Aa Gogon pamit undur diri, wassalam!
>
>
> Hilmy
> /* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */
>

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke