Izin share review ponsel yang pastinya beredar secara resmi di Indonesia
ini ya..


Unboxing video:
https://www.youtube.com/watch?v=DK25nC_hdxA

Review video:
https://www.youtube.com/watch?v=CUqwBsPB8Ak

Artikel di blog:
http://www.gontagantihape.com/2018/06/review-samsung-galaxy-j4-indonesia.html



---

<https://2.bp.blogspot.com/-PR6RNJKJF7s/Wxd8gXDo_4I/AAAAAAAAOT8/NEkhsUfQWqYZAnK-qTIGIy8Q8gQYRNQXgCLcBGAs/s1600/title_video_383r.jpg>



Konon, dari semua jajaran ponsel pintar yang dipunyai Samsung, hanya seri
A, S, dan Note saja yang memang worth it, alias bagus.


Tiga kali menguji seri S pada S8+, S9, dan S9+ serta sekali mencoba seri A
pada Galaxy A8,  plus perkenalan singkat dengan Galaxy Note FE, membuat
saya setuju dengan kalimat awal tadi. Sulit mencari kekurangan
produk-produk smartphone tadi, kecuali harganya yang premium saja.


Lalu bagaimana dengan seri J? Sejauh ini saya sudah mencoba J7 Core dan J7
Plus. Untuk J7 Plus saya masih banyak menemukan fitur-fitur kelas atas yang
memang jadi wajar jika melihat bandrolnya. Sementara pada J7 Core saya
sudah mulai bisa memilah dengan mudah, mana minusnya dan mana plusnya.


Lalu bagaimana dengan Samsung Galaxy J4 <http://smarturl.it/TP_GALAXYJ4> yang
hanya saya uji selama sekitar 3 hari saja ini?




Saya bisa katakan bahwa smartphone ini takkan menarik minat Anda yang suka
bermain game lama-lama di ponsel, yang masih memperhitungkan spesifikasi di
atas kertas berbanding harga, dan sedikit bisa mengabaikan masalah layanan
purna jual ya.


Betul, secara spesifikasi sih Samsung Galaxy J4 terlihat biasa saja,
processor Exynos 7570 Quad-core dengan cortex A53, RAM 2 GB, serta storage
32 GB-nya jadi dapur pacu untuk display-nya yang berdimensi 5,5 inci,
dengan resolusi HD 720p pada rasio 16:9.


Tapi jika Anda adalah orang yang memperhatikan masalah brand prestige,
looks yang elegan, serta layar yang indah untuk dapat digunakan menikmati
konten multimedia, Samsung Galaxy J4 bisa jadi masih memiliki daya tarik
lebih, apalagi ada varian warna Ungu yang menurut saya jadi warna Samsung
tahun ini. Ya, Ungu juga jadi andalan Samsung pada flagship mereka, S9 dan
S9+ yang ternyata memang jadi warna favorit konsumen ya.


Okay, kita sudahi saja basa-basinya dan mulai masuk ke plus dan minus dari
smartphone yang dibandrol Samsung seharga 2,3 jutaan ini ya. Alhamdulillah,
ponsel ini sangat-sangat memudahkan pekerjaan saya karena sangat jelas apa
saja titik kuat dan titik lemahnya hehe. Mari kita mulai dari kelebihannya
ya.


*1. Seperti saya bilang tadi, kelebihan utama ponsel ini tentu saja
prestige brand-nya.* Anda yang masih bujangan mungkin tak terlalu ngeh akan
hal ini. Tapi coba deh datang ke acara ulang tahun anak di mana ibu-ibunya
berlomba mengabadikan momen anaknya yang sedang bersosialisasi. Kalau tak
iPhone, ya Samsung sih biasanya yang dipakai mereka, hehe.


Dan jangan lupakan juga bahwa Samsung punya layanan purna jual yang oke
punya, tersebar hingga ke kota-kota kecil. Ini sendiri sudah jadi nilai
lebih yang cukup signifikan ya, terutama bagi mereka yang memang berencana
memiliki smartphone dalam jangka waktu yang panjang, bukan tukang
gonta-ganti seperti saya.


*2. Adalah looks-nya yang menawan*, dengan kaca depan bertepian 2.5D dan
warna ungu yang classy. Tidak ada kesan murahan sama sekali pada warna yang
katanya identik dengan janda ini.


Selain itu, build quality-nya juga terasa solid, walau memang masih
bermaterikan plastik alias polycarbonate. Saat Anda memegangnya, Anda akan
segera tahu bedanya.


Bukan tak mungkin kan kalau masalah looks dan feels ini jadi kunci penentu
saat pengguna yang masih galau datang ke toko offline untuk memilih apa
yang akan dia beli selanjutnya?


*3. Layar.* Ya, layar sendiri bisa dipastikan jadi kekuatan dari smartphone
keluaran Samsung. Super AMOLED yang vibrant dan sangat hidup warnanya ini
dijamin bikin kesengsem mata yang melihatnya. Apalagi jika sudah terbiasa
pakai smartphone dengan panel layar ini, bisa-bisa Anda takkan betah
melihat layar smartphone 2-jutaan lainnya.


Walau cukup disayangkan, Samsung Galaxy J4 tidak mengoptimalkan panel layar
ini dengan absennya fitur Always On Display ya.


*4. Baterai yang awet dan dapat dilepas. *Dengan baterai yang dapat dilepas
seperti ini, Anda bisa menggunakan smartphone dalam jangka waktu yang lebih
panjang. Di mana jika performa baterainya sudah menurun, cukup beli baterai
pengganti saja bukan?


Daya tahan baterai berkapasitas 3.000 mAh ini sendiri sangat mumpuni untuk
digunakan mengarungi hari. Dengan pemakaian aktif bermedia sosial dan
kamera, sanggup melewati 36 jam dalam sekali pengisian daya, dengan
Screen-on Time sekitar 4 jam adalah sesuatu prestasi yang baik. Rupanya ini
tak terlepas dari processor-nya yang sudah memiliki fabrikasi 14 nm ya.


*5. Slot ekspansi memory yang mandiri.* Ya, Galaxy J4 ini punya dua slot
micro-sim card, dan sebuah slot khusus untuk micro-SD. Jadi Anda bisa
manfaatkan internal storage-nya yang cukup luas di 32 GB untuk menginstall
aplikasi dalam jumlah banyak, dan file-file media disimpan di micro-SD saja.


Cocok kan buat emak-emak? Eh buat orang dengan kebutuhan social media,
berfoto, dan banyak grup whatsapp maksudnya, hehe.


Untuk urusan performa, saya tak bisa memasukkannya ke kelebihan ataupun
kekurangan. Performanya terasa cukup gegas walaupun RAM-nya pas banget di 2
GB. Saya betah-betah saja tuh pakai smartphone ini mendampingi dailiy
driver saya. Apalagi, Galaxy J4 ini sudah didukung Samsung Experience versi
terbaru, yaitu 9.0 yang sudah teruji dan terbukti nyaman saat saya pakai di
Galaxy S9 lalu. Oh ya, skor Antutu-nya ada di angka 40-ribuan tebal, dan
sayangnya saya tak sempat mengujinya untuk bermain game.


Kameranya sendiri sanggup menghasilkan gambar-gambar yang dapat dinikmati
dengan baik, selama berada di luar ruangan atau pada kondisi cahaya cukup.
Lowlights-nya sih seperti kamera hape sejutaan, payah. Kalau kamera
belakangnya bisa terdongkrak performa lowlights-nya dengan penggunaan LED
Flash, maka kamera depannya sudah tak tertolong lagi dalam kondisi
lowlights.


Silakan bagi Anda yang mau menyaksikan sendiri hasil foto dan videonya
berikut ini. FYI, videonya punya warna yang hidup, tapi tak punya
stabilisasi ya.




Okeh, kamera dalam kondisi lowlight saya anggap sebagai kekurangan nomor
satu deh.


Nomor duanya adalah hardware yang banyak disunat. Berikut ini adalah daftar
sunatan hardware yang terjadi pada Galaxy J4 ini.

1. Sensor-sensor yang banyak ditiadakan pada smartphone ini.

2. Tidak adanya LED notifikasi

3. Tidak adanya LED Backlight untuk tombol kapasitif

4. Tidak adanya secondari microfon untuk noise cancelling


Nah sekarang lanjut ke nomor tiga ya. Minus ini lebih ke penempatan
loudspeaker yang ada di punggung ponsel dan rawan tertutup saat diletakkan
di atas meja, apalagi kalau sampai diletakkan di atas kasur. Dijamin
suaranya terpendam deh. Sesuatu yang dipendam itu kan tidak baik, nanti
bisa jerawatan lho, hahaha.


Sebetulnya kualitas loudspeaker ini masing sanat enjoyable, di mana pada
volume terkencang pun tidak sampai pecah suaranya, namun untuk power dan
detailnya memang tergolong rata-rata saja.


Kekurangan nomor empat adalah posisi slot simcard-nya yang terhalang oleh
baterai. Jadinya untuk berganti nomor, kita harus mematikannya dulu agar
aman untuk melepas baterainya. Atau dengan kata lain, simcard-nya ini tidak
hot swapable ya.


Kekurangan nomor lima dan jadi terakhir dalam daftar yang saya buat ini
adalah kekurangan paling krusial dari smartphone ini. Ya, tidak adanya
sensor sidik jari alias fingerprint scanner adalah sesuatu yang terasa
menjengkelkan ketika semua ponsel dua jutaan dari brand lain sudah
memilikinya. Bahkan hape sejutaan saja sudah pada punya.


Walau cukup terbantu dengan tombol home yang bisa digunakan untuk
menyalakan layar sebelum kita membuka kuncinya, tapi tetap saja rasanya
akan jauh lebih ringkas apabila memakai fingerprint scanner ya.


Nah, bagaimana menurut Anda setelah melihat daftar kelebihan dan kekurangan
dari ponsel ini? Tetep maju tak gentar karena sudah kesengsem dengan warna
ungunya? Atau mundur teratur dan memilih bersabar menunggu yang ghoib?
Pilihan saya kembalikan kepada Anda ya.


Namun, jika Anda bingung ingin memilih antara Galaxy J7 Core atau Galaxy J4
ini, saya bisa dengan tegas menyarankan Anda untuk meminang Galaxy J4 saja.
Terasa lebih gegas, dan juga tampilannya sudah jauh lebih kekinian.


Itu saja yang bisa saya sampaikan dari perkenalan singkat saya dengan Samsung
Galaxy J4 <http://smarturl.it/TP_GALAXYJ4> ini. Walau memang tak bisa
dikatakan punya price-to-spec comparison yang baik, entah kenapa saya yakin
produk ini akan laku-laku saja di pasaran.


Karena rasa-rasanya orang yang ingin membelikan smartphone untuk orang tua,
anak sekolah, dan pengguna smartphone pemula lainnya, bisa jadi lebih cocok
dengan brand dan layanan purna jualnya ya daripada mengejar spesifikasi dan
harga.


Ini pendapat saya saja ya, bukan fakta, jadi sangat debatable. Bisa jadi
pendapat Anda akan berbeda, dan mari belajar saling respek walau berbeda
suara. Hehe.


Okay sip, penonton yang smart, saya sudahi dulu ulasan kali ini, dari Kota
Cimahi, Aa Gogon pamit undur diri, wassalam!


Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com/> */

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke