Eko Fajar N wrote:
> Secara objektive, adakah kemungkinan Linux itu merajai pasar OS
> Indonesia??.
Ada kemungkinan... bila software di Indonesia harus 100% original (alias
Glodok di-bredel :D)Dan software2 Microsoft sudah un-affordable lagi.
> Jika jawaban-nya ya, apa kira-kira yang kita bisa lakukan untuk
> menyongsong masa itu?
Linux harus lebih user-friendly, install dan konfigur-nya (terutama
X-Windows) harus 'a no-brainer', device driver di-supply dalam bentuk
compiled modules (biar usr novice nggak usah nge-kompile kernelnya).
Jangan lupa, dukungan hardware & software aplikasi.
> IMHO, Open-source (aka. freesoft) punya kemungkinan untuk
> menjadi low-cost OS untuk pendidikan, dan untuk badan-badan
> pemerintah, dan untuk pribadi-pribadi yang tak punya kocek
> (kayak saya).
Untuk server mungkin... untuk PC? Mahal di training-nya.
> Coba banyangkan jika semua SD, SMP, SMA dan Kantor kelurahan di
> pelosok tanah air
> memakai commercial OS, berapa trilyun rupiah yang harus
> kita keluarkan untuk membayar Lisensi, ketika pada saat
> AFTA berlaku (tahun 2005 ya...?).
Iya, software-nya sih murah. Masalahnya, nggak semua orang cukup mampu untuk
me-manage suatu sistem seperti UNIX. (terus terang aja, guru komp. di
sekolah gue nggak tau apa yang namanya Linux).
> Apalagi jika OS tsb sering diupdate tidak dengan gratis (Sorry
> Gates!!).
Yah.. kita tunggu saja tanggal mainnya.
> mailto: [EMAIL PROTECTED]
OFF-topic question to Eko Fajar: Keyboard Jepang (kanji) bentuknya kayak
gimana sih? T'rus, ext2 mendukung karakter Jepang nggak (mungkin UNICODE
atau DBCS)?
--
May The Force be with you,
Sasmito Adibowo
http://www.bitsmart.com/adib
-
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]