> Kalau jawaban versi Iklan, SIAPA TAKUUUT :-)
Saya juga tidak TAKUUUT....

> Kalau jawaban versi kenyataan dan ramalan untuk di Indonesia, UI pakai
> Linux, ITB pakai Linux dan FreeBSD, UGM juga pakai Linux. alumni dari
> ketiga universitas biasanya punya peran lumayan dalam pengambilan
> kebijakan di kebanyakan perusahaan / lembaga,

Sayang saya bukan lulusan ketiga Univ. tsb. (dropout  I?? sih iya).

> Nah, boleh tebak, bukankan
> justru bisa jadi sebaliknya nanti dalam lowongan malah muncul:
> 
>       Fluent with Linux is preferred !!!
> 
> ya, nggak ?

Secara objektive, adakah kemungkinan Linux itu merajai pasar OS
Indonesia??. 

Jika jawaban-nya ya, apa kira-kira yang kita bisa lakukan untuk
menyongsong masa itu?

IMHO, Open-source (aka. freesoft) punya kemungkinan untuk
menjadi low-cost OS untuk pendidikan, dan untuk badan-badan
pemerintah, dan untuk pribadi-pribadi yang tak punya kocek 
(kayak saya).

Coba banyangkan jika semua SD, SMP, SMA dan Kantor kelurahan di
pelosok tanah air
memakai commercial OS, berapa trilyun rupiah yang harus 
kita keluarkan untuk membayar Lisensi, ketika pada saat
AFTA berlaku (tahun 2005 ya...?).

Apalagi  jika  OS tsb   sering  diupdate  tidak dengan  gratis  (Sorry
Gates!!).

--
Eko Fajar N.
mailto: [EMAIL PROTECTED]


-
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN:  'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke