Waduh jangan manggil bapak dong...
saya masih kecil.. hihi jadi geli.
Emmm saya tertarik dengan BeOS itu...
Tapi free ngga nich pak Martin...
Maklum mahasiswa nich
-ans-
On Mon, 5 Oct 1998, Martin Basuki Hartono wrote:
> Date: Mon, 5 Oct 1998 14:28:02 +0700
> From: Martin Basuki Hartono <[EMAIL PROTECTED]>
> Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [id-linux] Most Powerfull OS: MayBe not yet
>
> Untuk sekarang saya sangat setuju dengan bapak Ary Nur kalau OS/2 itu
> menjijikan. Dan saya rasa Linux harus menempati urutan teratas, untuk
> sekarang.
>
> Saya ingin memberi komentar mengenai BeOS. Saya baru-baru ini mencoba BeOS
> di komputer saya. OS ini memang handal karena kode dasarnya (32-bit) ditulis
> ulang dari mula sehingga OS ini tidak bergantung terhadap "bug" yang ada
> dari versi sebelumnya. Hal ini merupakan hal persoalan terbesar bagi OS
> jaman sekarang seperti Mac, Win, dan TERMASUK Unix dan Linux. Ibaratnya OS
> yang kita pakai sekarang ini adalah seperti barang yang sudah di tambal
> dimana-mana. Penulis BeOS berkonsep bahwa OS tambalan tidak akan se-efektif
> OS yang ditulis dari awal yang memenuhi kriteria "modern OS": symetric
> multiprocessing, preemtive multitasking, constantly present virtual memory,
> 64-bit jourlnaling system, dynamically loaded driver & add-ons, ... , dsb
> (untuk informasi lebih lanjut, bisa lihat:
> www.be.com/products/beos/mediaos.html).
>
> Sejauh pengalaman saya, BeOS ini memang COOL. GUI-nya gampang, bisa nulis
> script (bash), dan yang paling penting: kenceng. Mesin yang saya coba
> install: WinChip 200Mhz, Matrox Millenium, SoundBlaster 64 --> bootnya aja
> cuman perlu waktu +- 20 detik. Setiap aplikasi yang di-launch cuman perlu
> waktu kurang dari 2 detik (biasanya click, langsung keluar). Instalasi BeOS
> bisa digolongkan gampang (sesuatu yang masih perlu dikembangkan di Linux)
> karena semua driver sudah di-load dan dikonfigurasi secara otomatis.
>
> Saya juga pernah mencoba demo BeOS di Comdex, Las Vegas 1997. Mesin itu
> (Dual Pentium II 266MHZ) mampu memproses 8 QTime video sambil memproses 4
> file suara Aiff format pada waktu yang bersamaan, me-render gambar 3D. Semua
> ini dilakukan tanpa membuat sistem lebih pelan.
>
> Memang pada saat ini BeOS tidak sedewasa Linux(karena memang masih baru
> sekitar 2 tahun). Konfigurasi hardware di BeOS (apalagi untuk Intel
> platform) masih sangat terbatas, jadi kemampuan OS sebenarnya belum dapat
> terlihat sepenuhnya dan market yang dituju adalah untuk keperluan
> multimedia. Tapi OS ini sebenarnya mempunyai landasan yang sangat kuat untuk
> menjadi OS yang muktahir. Untuk informasi lebih lanjut, bisa lihat ke:
> www.be.com dan artikel:
> 1. BeOS: A Wolf in Sheep's Clothing in a Den of Lions, Part 1
> (www.os2zine.com/v3n13/wright.htm)
> 2. BeOS vs Linux? No Such Fight
> (www.zdnet.com/products/osuser/boj/hacker21.html)
> 3. BeOS and the Enterprise (www.osnews.com/features/08.98/beenterprise.html)
>
----------------------------------------------------------------------
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.vlsm.org/linux-archive/
Linux CD: [EMAIL PROTECTED]