$ayangnya walaupun menarik, BeO$ itu nggak grati$. Rencananya mereka akan
jual dengan harga $99, tapi $ekarang masih $69.95, bi$a dipesan dari on-line
$hopping $tore mereka (www.bedepot.com).

> -----Original Message-----
> From: Ary Nur [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: 06 Oktober 1998 4:44
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [id-linux] Most Powerfull OS: MayBe not yet
>
>
> Waduh jangan manggil bapak dong...
> saya masih kecil.. hihi jadi geli.
>
> Emmm saya tertarik dengan BeOS itu...
> Tapi free ngga nich pak Martin...
>
> Maklum mahasiswa nich
>
>
> -ans-
>
> On Mon, 5 Oct 1998, Martin Basuki Hartono wrote:
>
> > Date: Mon, 5 Oct 1998 14:28:02 +0700
> > From: Martin Basuki Hartono <[EMAIL PROTECTED]>
> > Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: [id-linux] Most Powerfull OS: MayBe not yet
> >
> > Untuk sekarang saya sangat setuju dengan bapak Ary Nur kalau OS/2 itu
> > menjijikan. Dan saya rasa Linux harus menempati urutan teratas, untuk
> > sekarang.
> >
> > Saya ingin memberi komentar mengenai BeOS. Saya baru-baru ini
> mencoba BeOS
> > di komputer saya. OS ini memang handal karena kode dasarnya
> (32-bit) ditulis
> > ulang dari mula sehingga OS ini tidak bergantung terhadap "bug" yang ada
> > dari versi sebelumnya. Hal ini merupakan hal persoalan terbesar bagi OS
> > jaman sekarang seperti Mac, Win, dan TERMASUK Unix dan Linux.
> Ibaratnya OS
> > yang kita pakai sekarang ini adalah seperti barang yang sudah di tambal
> > dimana-mana. Penulis BeOS berkonsep bahwa OS tambalan tidak
> akan se-efektif
> > OS yang ditulis dari awal yang memenuhi kriteria "modern OS": symetric
> > multiprocessing, preemtive multitasking, constantly present
> virtual memory,
> > 64-bit jourlnaling system, dynamically loaded driver & add-ons,
> ... , dsb
> > (untuk informasi lebih lanjut, bisa lihat:
> > www.be.com/products/beos/mediaos.html).
> >
> > Sejauh pengalaman saya, BeOS ini memang COOL. GUI-nya gampang,
> bisa nulis
> > script (bash), dan yang paling penting: kenceng. Mesin yang saya coba
> > install: WinChip 200Mhz, Matrox Millenium, SoundBlaster 64 -->
> bootnya aja
> > cuman perlu waktu +- 20 detik. Setiap aplikasi yang di-launch
> cuman perlu
> > waktu kurang dari 2 detik (biasanya click, langsung keluar).
> Instalasi BeOS
> > bisa digolongkan gampang (sesuatu yang masih perlu dikembangkan
> di Linux)
> > karena semua driver sudah di-load dan dikonfigurasi secara otomatis.
> >
> > Saya juga pernah mencoba demo BeOS di Comdex, Las Vegas 1997. Mesin itu
> > (Dual Pentium II 266MHZ) mampu memproses 8 QTime video sambil
> memproses 4
> > file suara Aiff format pada waktu yang bersamaan, me-render
> gambar 3D. Semua
> > ini dilakukan tanpa membuat sistem lebih pelan.
> >
> > Memang pada saat ini BeOS tidak sedewasa Linux(karena memang masih baru
> > sekitar 2 tahun). Konfigurasi hardware di BeOS (apalagi untuk Intel
> > platform) masih sangat terbatas, jadi kemampuan OS sebenarnya
> belum dapat
> > terlihat sepenuhnya dan market yang dituju adalah untuk keperluan
> > multimedia. Tapi OS ini sebenarnya mempunyai landasan yang
> sangat kuat untuk
> > menjadi OS yang muktahir. Untuk informasi lebih lanjut, bisa lihat ke:
> > www.be.com dan artikel:
> > 1. BeOS: A Wolf in Sheep's Clothing in a Den of Lions, Part 1
> > (www.os2zine.com/v3n13/wright.htm)
> > 2. BeOS vs Linux? No Such Fight
> > (www.zdnet.com/products/osuser/boj/hacker21.html)
> > 3. BeOS and the Enterprise
> (www.osnews.com/features/08.98/beenterprise.html)
> >
>
>
>
> ----------------------------------------------------------------------
> Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> Archive: http://www.vlsm.org/linux-archive/
> Linux CD: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>


----------------------------------------------------------------------
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] 
Archive: http://www.vlsm.org/linux-archive/
Linux CD: [EMAIL PROTECTED]



Kirim email ke