Yth. Pak Adi,

Tapi justru itulah.... heheheheh... Karena clientnya cukup banyak, saya
lebih suka kalau linuxnya dicoba dulu untuk diobok-obok... heheheheh ;-)
Kalau sukses kan lumayan....... (Soalnya user sekarang sudah terbiasa jadi
user ISP yang notabene nggak login manual.... hehheeh)

Dimana saya bisa belajar PAP?

Terima kasih atas bantuannya.

salam,
Eriyawan


-----Original Message-----
From: P.Y. Adi Prasaja <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Monday, November 23, 1998 4:08 PM
Subject: Re: [id-linux] PPP server


>On Mon, Nov 23, 1998 at 03:40:26PM +0700, Eriyawan wrote:
>> Apakah yang harus di-obok-obok dari sisi win95-nya dan bukan di Linuxnya?
>> Soalnya kan, kalau dial ke ISP nggak perlu pake obok-obok segala....
heheheh
>
>Boleh, kalau mau obok-obok linuxnya. Mas linux dipaksa support pap
>(hmm.. yang ini agak nggak mudah). Pertanyaannya kan otomatisasi
>supaya nggak memasukkan loginname dan login password secara manual.
>Nah di win95/98 sebenarnya support itu, maksudnya mungkin
>berjaga-jaga kalau-kalau user dial ke isp yang unix.
>Dari pada menggali sumur baru, kan servernya udah jalan, ya sudah
>pakai saja fasilitas dial-up scriptingnya windows. Gitu aja :-)
>
>Salam,
>
>P.Y. Adi Prasaja
>
>______________________________________________________________________
>Utk berhenti langganan kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
>Sudahkah anda mencari di arsip? http://www.vlsm.org/linux-archive/
>Utk info netiket, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
>


______________________________________________________________________
Utk berhenti langganan kirim email ke [EMAIL PROTECTED] 
Sudahkah anda mencari di arsip? http://www.vlsm.org/linux-archive/
Utk info netiket, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke