Saya ingin ikut memberikan masukan untuk RFC-nya. Mudah-mudahan bermanfaat.
1. Soal pinjam-meminjam CD, sebaiknya dikelola oleh perpustakaannya. Jadi,
selain lurah, di setiap tingkatan pengurus id-linux sebaiknya ada pengelola
perpustakaan. Dengan demikian, sebagaimana biasanya perpustakaan, bisa
dipungut iuran anggota yang bisa dimanfaatkan untuk membeli CD baru atau
buku baru. Juga bisa dipungut fotokopi KTP-nya biar bisa dilacak identitas
aslinya, dan lain sebagainya.
Bagi kepengurusan yang masih kecil, bisa saja pengelola perpustakaan adalah
juga lurahnya.
2. Lurah sebaiknya membuat jadwal kegiatan. Diantaranya adalah kegiatan
pertemuan antar anggota. Pada pertemuan ini sebaiknya dimungkinkan adanya
demo perangkat linux. Jadi, anggota bisa mengajak orang lain yang belum
pernah pake Linux ke acara pertemuan ini. Disini, orang baru tersebut bisa
lihat bahwa Linux bisa mengakomodasikan semua kebutuhan-kebutuhannya yang
mungkin selama ini harus ngumpet-ngumpet karena pake "yang mesti beli".
Mengenai jadwalnya bisa disesuaikan dengan kondisi di daerahnya
masing-masing. Misal di Jakarta karena anggotanya lebih banyak bisa dibuat
lebih sering daripada yang lainnya. Semuanya diatur masing-masing deh.
Dengan pertemuan ini, diharapkan pengguna linux menjadi bertambah,
sekaligus mengurangi dominasi perangkat lunak lain yang notabene mesti
bayar... :-)
Saya kira segitu dulu, nanti kalau ada gagasan lain saya sambung.... :-)
salam,
Eriyawan
_____________________________________________________________________
Untuk berhenti langganan:
kirim email ke [EMAIL PROTECTED] dg body "unsubscribe id-linux"